Runa cinta pertama Reno, namun harus menjadi istri yang kedua. Semua terjadi karena dua sahabat saling menjodohkan anaknya yang tidak saling mencintai yaitu Reno dan Vina. Membuat Runa tidak lagi bersama Reno dan harus merelakan Reno menjadi milik orang lain.
Reno dan Vina tidak bahagia dengan pernikahanya. Semenjak pernikahannya mereka saling menjaga jarak saat dalam satu kamar. Mereka berdua tidur terpisah.
Karena jebakan Mamanya Vina, mereka melakukan hubungan suami istri tanpa mereka sadari, dan Vina jadi hamil dan melahirkan anak Reno yang tak pernah di inginkannya.
Apa yang terjadi setelah mereka punya anak? Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di pantai
Rizki berlari sangat kencang, menuju ke tempat Vina yaitu di tepi pantai. Vina yang sedang berjalan santai menyusuri tepi pantai, pandanganya teralihkan pada seorang pria yang berlari menujunya.
Dan pria itu semakin dekat denganya, dengan reflek pria itu menarik tangan Vina membawanya menjauh dari tepi pantai. Vina yang tanganya tiba-tiba di tarik oleh pria yang sepertinya Vina kenal, namun dia lupa. Vina pun pasrah dan mengikuti pria itu dengan tanganya masih di tarik pria itu.
Dengan ngos-ngosan pria itu berhenti.
"Aduh....," ucap Rizki masih ngos-ngosan.
Vina tidak mengerti apa maksudnya pra itu menarik tanganya hingga menjauh dari tepi pantai.
"Hei, kamu siapa? tiba-tiba saja menarik tanganku, dan membawaku sampai ke sini," ujar Vina.
"Apa yang kamu lakukan itu sangat bahaya," ucap Rizki dengan nafasnya yang masih ngos-ngosan.
"Bahaya apa maksud kamu?"
Vina nggak ngerti.
"Kamu mau bunuh diri kan," tegas Rizki.
"Enak saja kamu menganggapku aku mau bunuh diri, siapa kamu datang-datang main tarik aja tanganku."
Rizki terdiam tak menjawab.
"Siapa kamu?" tanya Vina lagi karena penasaran.
Sedangkan Rizki sedikit menyembunyikan wajahnya. Vina pun mendekati Rizki yang masih duduk tersimpuh diatas pasir pantai. Vina mencoba membuka tangan Rizki yang menutupi wajahnya. Vina penasaran, Vina seperti tidak asing dengan wajah pria itu.
"Siapa kamu," bentak Vina sembari membuka paksa tangan pria itu dari mukanya.Dan terlihat jelas muka si pria itu, Vina pun ingat siapa pria itu, dia adalah sepupunya sendiri.
"Rizki!!" ucapnya terkejut.
"Kamu Rizki kan," ucapnya lagi.
"Ya, aku Rizki sepupumu."
Rizki adalah sepupunya Vina, dulu dia adik skelasnya di sekolah yang sama waktu di bangku sekolah menengah. Dan kini Rizki tengah bekerja di perusahaan Papanya Vina, dsn sering mintain tolong untuk urusan pribadi Pak Wijaya.
"Ya ampun Rizki, kenapa kamu parno gitu sama aku, kurang ajar ya kamu," ucap Vina sembari memukuli badan Rizki dengan tanganya.
"Kenapa kamu memukuli aku. Aku ini baru saja menyelamatkanmu."
"Menyelamatkan aku!, kamu baru saja menggangu kesenanganku Rizki. Aku mau menikmati indahnya pantai menghilangkan kesedihanku, kenapa kamu malah membuatku tambah kesal." ucap Vina marah.
"Maaf-maaf, aku kira kamu mau nyebur ke laut dan akan tenggelam di sana, Karena kata Papamu kamu lagi frustasi karena di jodohkan."
"Aku memang lagi frustasi, tapi aku nggak se naif itu tau."
"Iya, iya, sekali lagi sorry ya...," ucap Rizki sembari memohon.
Vina yang merasa kesal dengan sepupunya, ingin memberinya pelajaran. Vina menyuruhnya untuk membeli minuman untuknya, karena dia sangat kehausan, karena matahari saat ini sangat terik dan panas.
Rizki tak menolak perintah sepupunya yang cantik itu, dia segera beranjak memesan dua minuman kelapa segar, untuk Vina dan untuk dirinya.
"Minuman datang," ucap Rizki sembari membawa minuman dua kelapa segar di tanganya.
"Ni untuk kamu," kata Rizki sembari menyodorkan minuman buah kelapa segar.
Dengan cepat Vina menyedot air kelapa itu hingga habis. Sedangkan punya Rizki masih belum di minum, karena dia sibuk membayar minuman itu.
Vina yang merasa masih haus karena dehiderasi, dia pun melirik minuman milik Rizki. Dengan sekejap Vina meraih minuman Rizki yang masih berada di nampan.
Vina langsung meyyedot habis air kelapa yang sangat menyegarkan itu.
"Ehm...., seger banget, puas rasanya."
Rizki pun kembali ke tempatnya karena dia juga kehausan. Rizki pun ingin meminum air kelapa yang segar itu. Rizki mulai menyedot minuman itu, dan yang dia rasakan kosong tidak ada apa-apanya.
"Kok minumanku nggak ada airnya," ucap Rizki.
"mungkin bocor kali, kelapanya jadi airnya habis."
Rizki sangat kesal dia memilih untuk membeli minuman itu lagi. Vina sengaja ngerjain sepupunya itu yang baru saja membuatnya kesal.
Rizki datang membawa minuman buah kelapa segar. Dengan berjalan Rizki sudah menyedot air kelapa itu, karena sudah sangat kehausan.
Rizki duduk di samping Vina. Mereka berdua saling mengobrol.
"Kok kamu bisa ada di sini Rizki, dan kamu juga tau kalau aku ada di sini," tanya Vina.
Rizki pun jujur, kalau dia ada di sini atas perintah Papanya Vina.
"Di hari libur kerjaku, sebenarnya aku mau fokus istirahat, karena belakangan ini banyak sekali pekerjaan yang tak terduka, karena perusahaan yang satunya sangat membutuhkan dukungan. E..., aku malah dapat tugas mendadak.
Aku di suruh mengikutimu dan mengawasimu yang baru keluar dari rumah. Beruntung aku orangnya sigap, dan dengan motor handalku ini aku bisa mengejarmu dengan sekejap, aku tidak kehilangan sedikit pun jejak kamu."
"Kenapa kamu mau aja nurutin perintah Papaku. Aku ini bukan anak kecil lagi yang harus di awasi."
"Ayahmu takut, kalau kamu akan kabur dari rumah. Jadi aku pun bersedia menerima petintah Papamu, karena aku tidak ingin terjadi banyak masalah, yang nantinya akan memberatkan pekerjaanku."
"Dasar Papa dan Mamaku, sungguh tega sama aku, dia selalu mengancamku.
Oke kali ini aku nurut, namun kalau nanti aku sudah menemukan cara yang tepat, aku akan mulai brutal dan melawanya."
"Kamu mau membuat rencana apa?" tanya Rizki yang kepo.
"Tunggu saja nanti," ucap Vina menutup obrolanya. Dan dia berlar menuju tepi pantai. Rizki pun mengikuti Vina dari belakang. Rizki masih menjaga amanah dari Pak Wijaya untuk mengawasi Vina.
***
Reno dan Runa yang menempuh perjalanan ke pantai, sekitar dua jaman akhirnya sampai juga. Reno menepikan mobilnya di tempat parkir supaya aman. Tidak seperti Vina yang parkir sembarangan di pinggir jalan.
Runa dan Reno kaluar dari dalam mobil bersamaan, dan mereka jalan bersama menuju ke pantai. Dari kejauhan Runa sudah berteriak menyapa pantai. Runa sangat mengagumi alam ciptaan Tuhan yang menurutnya sangat indah itu.
"Aku datang lagi...," ucap Runa berteriak pada pantai sembari merentangkan kedua tanganya
Reno senang menyaksikan Runa terlihat sangat bahagia.
"Aku juga datang...," ucap Reno juga, demgan tanganya merentang.
Runa pun reflek menengok ke arah Reno yang berada tak jauh dari sampingnya.
"Kamu juga suka pantai," tanya Runa.
"Aku baru saja suka, karena orang yag aku sayangi juga menyukainya."
Runa hanya tersenyum tipis.
Karena mataharinya sangat terik dan panas, Runa mengurungkan niatnya untuk pergi ke tepi pantai. Runa memilih duduk di bawah pohon kelapa dengan beralaskan tikar. Runa duduk santai menikmati angin pantai, dan ombak kecil berturut-turut dari kejauhan.
Reno pun ikut duduk bersama Runa. Mereka berdua juga merasa kepanasan dan membuatnya haus. Memesan minuman buah kelapa segar sangat cocok untuk di nikmati di suasana panas begini. Reno pun memesan dua minuman buah kelapa segar untuknya dan untuk Runa.
Bersambung....
sukses
semangat
tetap semangat
like 3 episode terakhir playboy mengejar cinta y
baca karya ku juga yuk😍