Aisyah Alsea, seharusnya dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari lelaki yang telah mengkhitbahnya setaun lalu.
namun,semua angan-angan indah itu berubah menjadi tangis setelah calon suami Alsea menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang Ia tumpangi.
Haru biru kisah cinta Alsea tak selesai sampai disitu,Ia masih akan dihadapkan dengan konflik-konflik dikehidupannya.
Akankah Alsea dapat menemukan jodohnya kembali???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
"Permisi, Mbak..." sapa Azaam dengan suara lembutnya.
Alsea menoleh ke arah sumber suara.
"Oh, Mas?!" Alsea berusaha mengingatnya
"Saya Azzam, Mbak! yang tempo hari ketinggalan dompet di kantor mas Arsean." jelas azzam mencoba mengingatkan Alsea.
"Oh iya! maaf Mas, agak lupa." jawab Alsea
"Mbak nya..."
"Panggil saya Alsea saja, Mas!"
"Iya Mbak, Eh Alsea... Kamu sedang apa disini?
"Ini saya lagi beli baju buat Ayah sama Mama saya, tapi enggak jadi."
"Loh kenapa, Al? kok enggak jadi?"
"Saya ketinggalan dompet, Mas!" jawab Alsea
Azzam menoleh ke arah kasir dan melihat baju yang sudah terscan di papan kasir, sudah rapih di masukan ke plastik belanjaan, lalu Azzam menghampiri meja kasir.
"Yang ini Mbak belanjaan teman saya?" tanya Azzam menunjuk plastik belanjaan ke salah satu perempuan yang berdiri di belakang meja kasir.
"Iya, Mas!"
"Berapa totalnya, Mbak?"
"Jadi 210 ribu, Mas!"
Kemudian Azzam mengeluarkan dompet dan mengeluarkan 3 lembar uang ratus ribuan.
Alsea yang melihat azzam akan membayar langsung mencegah,
"Jangan Mas! Biar nanti saja saya kembali lagi setelah mengambil dompet." tukasnya
"Enggak apa Al, pake ini saja dulu!"
"Gak usah, Mas! saya tidak enak, biar nanti saya bayar sendiri, atau kalau tidak saya minta tolong pinjam ponselnya Mas Azzam saja boleh? biar saya hubungi Mas Sean buat antar dompet saya."
"Jangan, Al! nanti malah jadi bolak-balik, lagian jam segini Mas Arsean pasti lagi sibuk kerja."
Sebenarnya Alsea tidak enak hati jika harus menggunakan uang dari orang yang belum lama Ia temui, tapi dia juga lebih malu sama pemilik toko yang sudah memproses pembayaran baju belanjaan nya, akhirnya dengan berat hati Alsea menerima bantuan dari laki-laki bernama Azzam.
"Maaf ya, Mas! Sea jadi ngrepotin, Nanti saya ganti uang Mas Azzam."
"Gapapa, Al! tidak usah di pikirin, Tadi kamu kesini sama siapa, Al?"
"Tadi dianterin Abyaz, adikku!"
"Oh...Ada lagi yang mau dibeli Al?"
Alsea diam sejenak, Ia teringat akan pesanan bakpia pathok kakak iparnya, tapi Ia akan lebih tidak enak lagi jika harus kembali menggunakan uang Azzam.
"Tidak usah, Mas! gampang nanti saja."
"Gapapa loh, Al! kalau ada yang mau dibeli lagi."
Belum sempat Alsea menjawab, terdengar suara panggilan dari arah belakang Azzam.
"A!! Aa kok ninggalin aku!" gerutu anak perempuan dari balik punggung Azzam.
"Sorry, Da! Ini Aa ketemu sama teman."
Nahda menoleh kearah perempuan yang ditunjuk sabg kakak, "Oh...Assalamuallaikum, Teh!" sapa Nahda
"Waalaikumsalaam." jawab Alsea sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Ini Nahda,adikku, Al! " Azzam memperkenalkan kedua perempuan itu,
"Ini Alsea, yang tempo hari Aa ketinggalan dompet dirumahnya."
Nahda teringat akan pembicaraan Rizwan dan kakaknya tentang gadis bergamis dan berjilbab syar'i,
"Oh gadis bergamis dan berjilbabbb-bb-b"
belum sempat Nahda menyelesaikan omongannya, mulut Nahda sudah dibekap dengan tangan Azzam yang tak ingin obrolannya dengan Rizwan diketahui oleh Alsea.
"Heheh maap A keceplosan!" ucap Nahda menyeringai menampilkan barisan gigi putihnya.
Alsea tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah kedua kakak beradik di depan nya.
"Ada lagi yang mau di cari, Al?"
"Tidak ada, Mas! saya mau pulang saja."
"Ya sudah, kita ke depan sama-sama." ajak Azzam ke kedua perempuan itu.
Sampai di depan pintu keluar pasar, Alsea hendak mencari taksi untuk pulang, tapi Azzam sudah lebih dulu mendapatkan taksi untuknya.
"Nahda, Mbak Sea pamit dulu ya!" pamit Alsea.
"Iya, Teh! hati-hati ya, kapan-kapan ketemu lagi ya, Teh!" Nahda mencium tangan dan cipika cipiki dengan Alsea.
"Insya Allah"
"Al!! taksinya!" panggil Azzam yang sudah berada disamping taksi
Alsea menghampiri Azzam dan masuk ke mobil taksi yang sudah dibuka kan pintunya oleh Azzam,
Kemudian Azzam berjalan ke arah supir dan memberikan satu lembar uang seratus ribu untuk membayar taksi.
"Kembalinya, Mas!" kata Pak supir menyodorkan uang kembaliannya.
"Tidak usah,Pak! buat bapak saja, tolong antar kan teman saya ya pak."
"Nggih, Mas! Matursuwon nggih Mas."
"Sama-sama, Pak!"
Alsea dari arah belakang mobil menyela pembicaraan Azzam dan Supir taksi,
"Loh, Mas! tidak usah dibayar, nanti biar saya bayar sendiri dirumah."
"Gak apa-apa, Al!" jawab Azzam dengan senyumnya yang membuat wajahnya semakin manis dan membuat betah jika lama-lama di pandangi.
Saat mobil akan melaju dan Azzam menjauh dari taksi, Alsea teringat akan sesuatu, Ia membuka kaca mobil dan
"Mas Azzam!!"
smoga cerita dearr khadijah sm cantikny seperti kisah babang azzam dan teh alsea❤❤
jd ikut terharu didalem.cerita
berasa ikut berperan dlm cerita🤩🤩🤩
makasih thoorrr...lov..lov..lov deh bwt kk thorr💪🏻💪🏻❤❤
ikut bahagia jg sm keluarga babang azzam..happy end❤
makasih thorrr atas karyanya..🙏🏻🙏🏻❤
smoga diberi kelancaran smpe hari H
sabar yaa ngadepin calon mertua🤭🤭
udah jd buronan..salah paham lg sm babang azzam😪😪
kocak rizwan...minta izin sm sahabatny babang azzam..
blum apa2 udah di wanti2 mau di bogem..klo smpe berani ngelamar adeny🤭🤭
nasib buruk babang azzam😪😪
gk sempet ngetik CV
lagsg diungkapin😂😂🤭
biar bs komunikasi sm alsea..
antara jakarta dan Jogjakarta🤭
disepertiga malamnya smoga berjodoh💪🏻💪🏻