NovelToon NovelToon
Silent Love

Silent Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Pelakor
Popularitas:347.2k
Nilai: 5
Nama Author: Priska

⚠️Bijak memilih bacaan

“Kuharap ini bukan satu kesalahan, meskipun mereka berkata sebaliknya !.”

Lim Abraham dan Carmel Abigail.
Kisah yang mereka miliki bukan kisah cinta sederhana. “Dimana sang pemeran utama akan hidup bahagia dengan tokoh pria yang dicintainya.”

Di saat, Lim sudah mengikat janji bersama sahabat sejatinya. Takdir malah membawa nya bertemu dengan wanita bernama Carmel, yang membawa mereka terlibat dalam hubungan gelap penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Partner in Bed 12

Beri Vote

Beri Like

Beri Rate ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

Beri Komentar

Jika kalian menyukai cerita ini. Dukungan kalian adalah salah satu bagian untuk motivasi author dalam berkarya.

“Lim... Aku tahu kau pasti memiliki alasan menunda ini semua.” Tebak Giorgi.

“Ini tidak mudah bagiku.” Jawab Lim.

“Kau kira apa yang mudah di dunia ini ! wanita lain ?.” Giorgi menebak.

Lim menyunggingkan senyum dari sudut bibirnya, tentu saja Giorgino sangat tahu...

“Jika iya bagaimana ayah ?.”

“Itu hal mudah, nikahi Caroline dan kau tetap bisa bersamanya... Wanita seperti itu tidak akan bisa menuntut apapun. Asal kau memberi semua yang dia inginkan.” Jawab Giorgi enteng.

“Jangan samakan kau dan aku ! Wanita ini berbeda, dia tidak sama dengan wanita lain.”

“Semua wanita sama Lim. Aku sudah bertemu banyak, dan tidak ada bedanya, semua hanya ingin uang.” Ujar Giorgi.

“Lalu ibu ! Apa kau pikir dia menginginkan uang ? Apa dia bersama mu karena uang...” Tanya Lim.

“Tentu dia berbeda karena dia istriku, dan ibu mu...Kau jangan bodoh. Wanita itu tidak mungkin buta dan tuli kan. Lim Abraham, siapa yang tidak tahu bahwa kau sudah bertunangan? Salah satu yang perlu kau tahu dari wanita yang mencintai uangmu, mereka tidak akan perduli dengan status mu !!!.” Ungkap Giorgi lagi.

“Dia berbeda Ayah...” Tegas Lim.

Giorgino menatap Lim tajam.

“Mustahil....Nikahi Caroline...Atau tidak...”

“Atau apa... Jangan pernah mengusiknya...”Tekan Lim pada Giorgi.

“Itu semua tergantung kau Lim...” Jawab Giorgino penuh tekanan.

...****...

2 minggu kemudian, semua berjalan seperti biasa. Hanya saja tidak ada yang terlalu banyak dikerjakan di kantor hari ini. Lim juga tidak masuk, karena besok Ayah dan Ibunya akan kembali ke New York.

💌 Lim

Kuharap kau tidak akan terlalu merindukan pria tampan mu ini nona Carmel.

💌 Carmel

Ya baik tuan Lim. Aku tidak akan merindukanmu.

💌 Lim

Aku merindukan mu sayang.

.....

Feng tiba-tiba muncul membuat Carmel dengan capat menutup pesan dari Lim.

“Mel... Malam ini...”

“Tidak...Tidak... aku tidak ingin kemana-mana lagi.” Sambar Carmel. Ia ingat terakhir kali keluar bersama Feng, ia harus berurusan dengan Chen Xu

“Ayolah Mel... Kita ke Jing Er hari ini... Ada pesta kembang api...”

“Kembang api...” Ulang Carmel.

“Ya kembang api... Bagaimana kita akan pergi ke sana semua...Aku, Daren, Kau dan Karin... Tenang saja hari ini, kita tidak akan buat masalah lagi.” Ujar Feng meyakinkan Carmel.

Carmel masih diam berpikir....

“Baiklah. Setelah itu aku pulang. Aku tidak akan mau ke mana-mana lagi.”

“Ya... Kau tenang saja. Kenapa takut sekali...” Ujar Feng.

“Kau lupa apa yang terjadi pada ku...”

“Mel... Apa Tuan Chen sebenarnya tidak berniat menuntut mu sama sekali. Dia hanya melakukan itu karena memiliki perasaan khusus padamu.” Tebak Feng.

“Jangan mengada-ada. Kau tahu berapa hutangku padanya 350.000 yuan. Siapa yang akan merelakan uang sebanyak itu !.”

“Uang seperti itu bagi orang seperti mereka tidak akan berarti apa-apa. Coba pikir untuk apa dia memberimu gaun malam. Potongan 10.000 yuan ? Itu sama sekali tidak masuk akal Carmel.”

“Feng...Kau tidak tahu mungkin itu lah cara orang seperti mereka, menagih hutang...” Ucap Carmel, tanpa menghiraukan sedikitpun ucapan Feng.

“Baiklah terserah kau saja. Tapi kalau kau memang berjodoh dengannya, jangan pernah lupakan aku.”

“Omong kosong. Aku tidak akan berjodoh dengannya.” Tolak Carmel lagi.

...****...

Malam harinya di Jing Er.

“Sebentar lagi... Acara kembang apinya akan mulai. Ayo kita merapat.” Ajak Daren.

“Iya ayo...ayo...” Semua mengikuti perintah Daren.

Sayangnya ditempat itu tidak hanya mereka, tapi CEO AB Group juga berada disana bersama seorang wanita cantiknya, siapa lagi kalau bukan Caroline. Daren yang menyadari kehadiran Lim dan Caroline di sana, berusaha agar Carmel tidak melihat itu semua.

“Mel...Mel... Aku harus ke kamar kecil.”

“Lalu hubungannya dengan ku apa?.”

“Aku tidak tahu tempatnya, kau bantu aku mencarinya.”

“Aku ini wanita bagaimana mungkin aku menemanimu ke toilet pria kau ada-ada saja.”

“Aku hanya perlu teman... untuk mencarinya, bukan untuk menemaniku masuk ke dalam, dasar bodoh.” Daren menarik- narik tangan Carmel.

“Eh... Kembang api baru saja muncul, tidak bisakah biarkan Carmel disini.. Dan kau.... Pergi sendiri sana, kenapa harus membawa Carmel. Kencing di botol saja.” Kesal Karin, mengusir Daren.

“Mel...” Pinta Daren.

“Baiklah. Ayo...” Carmel mengalah.

Setidaknya ini lebih baik, dari kejauhan pun seharusnya dirinya dan Carmel bisa melihat itu, tanpa harus berada disana.

.....

“Ayo pulang...Aku tidak ingin berada disini terlalu lama.”

“Tidak bisakah kita menikmati ini sampai ini selesai Lim. Bukankah sudah lama sekali kita tidak pernah melakukan ini. Anggap saja ini kencan kita.” Kata Caroline menahan Lim.

“Baiklah... 15 menit lagi, setelah itu kita pulang.” Tandas Lim. Sambil melihat kearah jam tangannya.

“Terima kasih sayang.” Ujar Caroline.

Sementara itu Carmel dan Daren, baru saja berniat untuk kembali menemui Feng dan Karin. Tidak lupa sebagai ucapan terima kasih Daren membelikan ice cream untuk Carmel.

“Tumben sekali kau baik padaku...” Ucap Carmel sambil menikmati Ice cream vanilanya.

“Aku memang selalu baik...Kau saja yang tidak menyadarinya.” Seru Daren.

“Eh...Itu...Itu mereka....” Ucap Daren lagi menunjuk kearah Feng dan Karin yang sedang membelakangi mereka.

dpppsst...

Ice Cream Carmel terjatuh.

“Lim.....” Ucap Carmel pelan. Ia tahu itu adalah Lim meskipun hanya beralaskan cahaya remang dari kembang api.

“Mel... Itu pasti bukan dia. Tuan Lim tidak mungkin berada disini. Ayo pergi kita beli ice Cream lagi.” Daren menarik Carmel untuk pergi. Namun kali ini Carmel tidak ingin lagi.

Duuuuuarrrrddddd....

Kembang api terakhir diluncurkan

“Lim....” Panggil Caroline.

Lim menatap kerarahnya, dan ketika letupan kembang api mulai keluar, Caroline dengan cepat menarik dan mencium bibir Lim.

Cup.

“Hei apa yang kau lakukan !.”

“Kenapa? .” Tanya Carol.

“Ini tempat umum apa kau tidak menyadarinya.”

“Lim tidak akan ada yang perduli itu ditempat seperti ini. Kenapa kau malu sekali...” Ucap Carol tersipu.

“Jangan melakukan itu lagi... Ayo pulang.” Lim menarik Carol untuk segera beranjak dari tempat itu.

Sialnya mereka malah bertemu, karena Carmel sudah terpaku melihat itu, dan tidak ada kesempatan untuk mundur lagi.

Lim, Carmel saling menatap kosong. Seperti tidak dapat menjelaskan apapun.

“Tuan Lim...Nona Caroline.” Sapa Daren mencarikan suasana.

“Hai... Daren...Dan..Car...Car....”

“Carmel nona...” Jelas Carmel.

“Hai Carmel. Apa kalian juga sedang menikmati pesta kembang api bersama.... Memang sangat menyenangkan menyaksikan nya bersama orang yang kita cintai.” Ungkap Caroline.

Carmel tersenyum...

“Ya tentu saja..” Jawab Carmel namun matanya tak lepas memandangi Lim.

“Nona Carmel ice crema mu terjatuh. Dimana kau membelinya.” Lim membuka obrolan.

“Di mana kau membelinya.”

“Itu disana.” Carmel menunjuk kearah belakang, entah dimana.

“Lim... Ayo kita pulang saja.” Caroline mendadak merasa aneh dengan sikap Lim yang berubah.

“Aku ingin membeli satu untuk mu tunggulah d sini.”

“Kita bisa membelinya di lain sayang.” Ujar Carol.

“Disini dan disana berbeda. Tunggulah sebentar.” Seru Lim lagi.

“Daren antar lah tuan Lim ke sana.” Pinta Carmel.

“Kau saja. Tidak baik meninggalkan 2 wanita di tempat ramai seperti ini. Itu berbahaya.” Jawab Daren, mengerti bahwa Lim dan Carmel butuh waktu untuk berbicara.

Bersambung...

1
Fr s
ini gak pernah up lagi kayaknya
Fr s
setahun sekali authornya update
Fr s
lanjut dong ka updatenyaaaa
Fr s
semangat updatenya kakak manisss
Rini Haryati
lanjut
Fr s
kereeeen penulisnyaaa, tapi kok dikit viewersnya mungkin kalo penulisnya cepet update pasti bisa lebih up lagi lebih bombastisss, dan sampe skrg pun blm update2
Fr s
cerita bagus gini kenapa malah sepi ckck
tweenz
bagus
Noona Han
Disini biang masalah emg Lim coba dari dulu tegas, dan gak menggantung perasaan perempuan,
Noona Han
Carmel, Carmel
ya coba tanya Lim nya jgn pas sendirian sekalian ajak ketemu bareng baru dtanya 😂 jgn ogeb ih
Noona Han
Rasakan Lim , Mel jdi sasaran kejahatan kan wkwkwk, aturan masalah itu selesaikan lebih cepat sebelum akarnya makin kuat.. kasian Carmel, wkwkwk eh pdahal Carmel yg jdi kedua ya wkwkwk terlepas Lim gak cinta sama.carol tp gak etis emg harusnya akhiri dulu baru menjalin dg carmel
Noona Han
Wkwkwk aku tuh sedih bacanya.
Gimana aku punya sahabat baik yg sudah seperti saudari sendiri.
Cantik, baik, pintar, dan segi materi juga bukan yg kurang,.
Jadi dia sempat mengagumi seseorang dan ternyta org yg dia kagumi sama dg org yg saya kagumi sebut saja A, cuma bedanya saya dulu gak tau Krn saya lebih dahulu bercerita, dia bilang nya kagum sama si B Krn gak mau bersaing sama sahabat sendiri (nah B ini tuh sahabatnya si A),. dan A sama B ternyata juga sama2 suka sama sahabat saya 😅😂 sedih bgt gak sih aku tuh, berjalannya waktu sahabat ku inshaAllah berjodoh dg si B, dan si A pun lambat laun mulai hatinya bertambat ke saya, tp bukan bahagia justru kadang saya sedih, Krn saya tau hati kecilnya masih mencintai sahabat saya yg akan menikah dg sahabatnya 😂 pingin ngajak serius kejenjang pernikahan, saya lebih baik mundur Krn terlalu sakit ketika kita menjalin hubungan dg org yg hatinya belum move on dar masa lalunya 😂
Umi Rara
kayakx authorx upx 1thn sekali deh,, laaamaaaa amat updatenya😴
Fitriani Fitriani
novelnya bagus bagus, tapi gk ada kelanjutannya
Iga Wahyusari
ya ampun thor
sudah lama aku menunggu update mu ini...
bahagianya setelah sekian purnama bisa baca karyamu lagi thor 🥰
semangat semangat thor 💪
Nicky
masih berharap Lim&Carmel

up nya lama

ketemunya jg lama mungkin....

yuk up lagi
AdeLina Simamora
berharap Carmel dan Lim berjodoh
juriah mahakam
apakah jodoh carmel adalah martin hhhmmm msh menunggu kelanjutan thor smngt up trz
Dian Amnesty
lanjut thor 🥰
Mak.lind
uhuuy jgn2 nanti ketemu nih.. semangat up nya kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!