Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mama Davin
"Pak gak ada wanita lain yah, buat jadi kekasih pura-pura bapak. Atau kekasih beneran bapak" rengek Sakira yang sejak tadi duduk gelisah di dalam mobil.
Gadis itu benar-benar takut jika mama Davin sangat galak dan malah memarahinya.
"Sudah kamu tenang ajah, aku gak mau wanita lain karena itu aku memilih mu" balas Davin jujur.
Deg~
Jantung itu kembali berdetak kencang mendengar penuturan Davin. Sakira memutar tubuhnya menghadap jendela mobil untuk menyembunyikan suara detak jantung nya. Ia akan sangat malu jika Davin mendengar nya.
"Kamu kenapa? " tanya Davin yang menyadari Sakira mendadak diam.
"Gak papa" balas Sakira berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar.
Gadis itu memilih menatap jalanan yang mereka lalui, kening Sakira mengerut ketika Davin memarkirkan mobil di depan sebuah Salon.
"Loh kok kita ke sini pak? bukannya ke rumah bapak? " tanya Sakira pada Davin yang sudah keluar terlebih dahulu. Gadis itu pun turut keluar mengikuti Davin.
"Ayo" ajak Davin melangkah duluan, pria itu kembali menoleh merasa tak ada pergerakan dari Sakira.
Benar saja, gadis itu hanya diam berdiri di tempat menatap Davin yang juga menatapnya.
"Ada apa? " tanya Davin mendekat.
"Aku tak suka ke salon, bapak saja sana" balas Sakira, membuat Davin menghela nafas gusar.
"Aku gak mungkin membawa mu seperti ini ke hadapan orang tua ku" ujar Davin menatap Sakira dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Rambut di kucing kuda, make up biasa saja, menggunakan gaun yang di belikan Davin kemarin dan yang lebih parahnya lagi,,, gaun di pasangkan dengan sepatu sport.
Sakira menatap penampilan nya kemudian cengengesan. Sebenarnya ia sengaja melakukan hal ini agar Davin tak ingin membawanya.
"Jangan berfikir aku akan membatalkan nga" ujar Davin menarik tangan Sakira masuk kedalam salon.
Gadis itu hanya menunduk malu, ketahuan oleh Davin tentang rencananya.
"Make over secantik mungkin, dan jangan terlalu berlebihan" titah Davin pada pelayan di sana.
"Baik tuan, yu tenang aje ye, aike akan buat pacar yu cantikkk" balas Bencong itu.
Sementara Sakira hanya menurut saja mengikuti apa yang di lakukan oleh para bencong itu terhadap dirinya.
Tak menunggu waktu lama Sakira pun selesai di make over, penampilan nya sungguh terlihat sangat cantik dan mempesona.
Kecantikan yang sangat alami membuat para pelayan salon itu berdecak kagum.
"Yu cantik sangat ye, ai suka liat wajah yu" puji banci itu membuat Sakira tersipu malu.
"Silakan di lihat tuan... " ucap Banci itu pada Davin yang sibuk dengan ponselnya.
Pria itu mengangkat wajahnya untuk melihat hasil make over Sakira.
Rambut panjang gadis itu di gerai lurus dengan sedikit di ikal ikal kan, wajah terlihat sangat ayu membuat Davin melongo.
"Hei tuan, awas itu air liurnya netes" cibir Banci itu, membuat Davin tersadar dari kebengongannya. Pria itu merubah raut wajahnya sebisa mungkin menutupi rasa kagumnya.
"Cantik juga ni cewe" puji Davin dalam hati.
"Ayo" ajak Davin.
"Eh tunggu tuan, itu sepatunya belum di ganti" cegat banci itu membuat Keduanya menatap ke bawah.
"Ini pakai yang ini" ucap pelayan lain memberikan sepatu hak tinggi.
"Aduh aku gak biasa make ini" tolak Sakira, gadis itu memang gak suka sama sepetu yang seperti itu. Bukan ia gak bisa tapi ia akan merasa sangat capek menggunakan nya.
"Udah pake aja, gak mungkin sepatu yang kamu pake" balas Davin memaksa.
"Yaudah deh" ucap Sakira pasrah memakai sepatu itu.
Setelah perdebatan kecil itu, mereka pun bergegas menuju mantion keluarga Ricardo.
"Ayo turun" ucap Davin.
"aku nunggu di sini ajah deh pak" pinta Sakira, ia tak ingin ikut ke dalam. Lihatlah kakinya aja sudah bergetar.
"Udah ayo, kamu harus ikut" desak Davin turun dari mobil, kemudian mengitari mobilnya untuk membukan pintu untuk Sakira.
"Bapak aja deh... " tolak Sakira memelas.
"Jangan panggil aku bapak, aku kekasih kamu sekarang" sergap Davin.
"Iya pa-.. eh Vin" balas Sakira masih salah mengucapkan panggilannya.
Sakira akhirnya keluar dari mobil dan berdiri lurus menatap ke arah pintu utama rumah Davin.
"Tarik nafas,,, buang... Tarik.... Buang" ujar Sakira mempersiapkan diri, menghalau kegugupan nya.
Ini memang hanya pura-pura, tapi Sakira benar-benar merasa gugup saat ini. Tidak seperti ketika bertemu dengan keluarga Radit. Ia sudah sangat biasa dengan keluarga Radit karena memang mereka berteman sejak lama.
"Ayo pak" ajak Sakira setelah memantapkan kepercayaan dirinya.
Davin tak bergeming pria itu hanya diam menatap Sakira.
"Hei pak,,, eh maksudnya Davin.. ayoo" ucap Sakira menyadari ucapannya.
"Jangan sampai salah ketika bertemu orang tua ku" peringat Davin, pria itu meraih tangan Sakira kemudian mengaitkan ke lengan nya.
"Bersikap se normal mungkin, selayaknya sepasang kekasih" bisik Davin yang di balas anggukan oleh Sakira.
Mereka berjalan bergandengan tangan memasuki rumah besar Davin, semua pelayan menunduk hormat kepada mereka.
Mata Sakira melirik kesana kemari mengagumi kemewahan rumah Davin. Bibirnya tak henti hentinya berdecak kagum.
"Hei son, kau sudah datang" sapa Jidan berjalan menghampiri putranya dan.... Jidan menatap wanita yang di gandeng putranya.
"Dia Kekasihku" ucap Davin menjawab pertanyaan dari tatapan mata Papaya.
"Oh, Hai Jidan, papanya Davin"
"Sakira Om" balas Sakira tersenyum manis.
"Cantik sekali kekasih mu" puji Jidan, membuat semburat merah menghampiri pipi Sakira.
"Ayo duduklah" ucap Jidan lagi membawa mereka ke ruang tamu. Sakira duduk di samping Davin.
"Oh dah datang kau rupanya" ucap Seseorang dengan nada datar. Sakira yang tidak tahu itu siapa hanya diam menatap wanita paru baya itu.
Gadis itu merasa tak asing dengan wajah wanita ini.
"Sakira perkenalkan ini Mamaku" ucap Davin dingin memperkenalkan Mamanya.
"Oh, halo tante saya Sakira" ucap Sakira berdiri mengulurkan tangannya, namun tak di balas Mina. Wanita itu hanya menatap sinis ke arah tangan Sakira.
Sakira merasa sangat malu, ingin rasanya ia berlari meninggalkan keluarga dingin ini. Perlahan Sakira kembali duduk di sampe Davin yang terlihat marah juga.
"Aku kesini hanya ingin memperkenalkan kekasih ku" ucap Davin datar.
"Jadi dia kekasih mu? dari keluarga mana? apa pekerjaan orang tua mu? " Ucap Mina to the poin.
"Ha? " sahut Sakira melongo mendengar pertanyaan Mina yang menurutnya sedikit menyinggung harga diri.
"Maaf tante saya dari keluarga biasa" jawab Sakira jujur.
"Cih, jadi kau ingin merubah nasib mu mendekati putra ku? " decak Mina membuat Sakira mengepalkan kedua tangannya.
"Mah!! " serga Davin.
"Maaf tante, saya tidak memiliki niat seperti itu" Jawab Sakira berusaha menahan emosinya, ia memang dari kekuaga sederhana, namun tak pernah sekali pun ia memiliki niat seperti itu.
"Lalu apa tujuan mu? " tanya Mina menatap Sakira Sinis.
"Saya tidak memiliki niat apapun" balas Sakira sopan, meskipun sudah terdengar dingin.
"Mah,, apa apaan sih, ngomong seperti itu. Aku dan Sakira itu saling cinta, tidak ada sangkut paut dengan harta" balas Davin membela Sakira.
"Kalau bukan karena harta, aku yakin gadis ini tak akan mendekati mu! " balas Mina merendahkan Sakira. Gadis itu tak tahan lagi, ia sudah muak dengan semua ucapan mama Davin.
"Maaf saya permisi" ucap Sakira bangkit dari duduknya kemudian berjalan cepat menuju pintu keluar.
"Sakira!!! Sakira!!! " panggil Davin yang ikut berdiri.
"Aku kecewa sama mama!! " ucap Davin dingin sebelum ia benar-benar berlalu mengejar Sakira.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor