NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.Sih mesum vs sih pamer.

"Mobil siapa itu?" Tanya Danis dengan sorot mata yang terus menatap mobil mewah warna hitam tersebut.

"Siapa yang menjemput Anin?"

Tiba-tiba seseorang turun dari mobil tersebut, mata Anin terkejut melihat bos nya yang datang menjemput dirinya.

"Tuan Rifki..." sapa Anin dengan gugup.

"Anin, ayo berangkat bareng, aku sudah bersusah payah bangun pagi agar bisa menjemputmu tahu." Rifki tersenyum begitu manis pada Anin.

Danis melirik Rifki dengan tatapan kesal.

"Baiklah, terus pamerkan kekayaanmu. Kamu tidak tahu saja kalau Anin itu tidak tertarik dengan laki-laki kaya." Danis tertawa dalam hatinya.

Anin membalas senyum Rifki, membuat Danis meliriknya dengan lirikan tajam.

"Dasar gadis mesum, sok imut sekali dia, padahal kalau bersamaku dia begitu jutek, bahkan selalu mengajakku ribut, sekarang giliran bersama bos sialan itu manis sekali." Sambil melirik Anin, Danis terus mengucapkan sumpah serapahnya dalam hatinya.

"Maaf tuan, aku sudah janji mau berangkat dengan Danis." Tolak Anin dengan alasan yang menurutnya masuk akal.

Rifki melirik Danis, lalu mengisyaratkan matanya agar Danis pergi dari tempatnya berdiri. Danis yang paham maksudnya isyarat mata bosnya itu langsung berjalan pergi meninggalkan tempatnya berdiri, tapi belum tiga langkah Danis melangkahkan kakinya. Anin memanggilnya dengan lembut.

"Danis, bukannya kita mau berangkat bersama? Kamu lupa semalam mengajakku berangkat kerja bersama." Cegah Anin agar Danis tidak melanjutkan perjalanan. Danis mencerna kata-kata Anin.

"Kapan aku mengajak gadis mesum itu berangkat kerja bersamaku, pintar sekali dia mencari alasan agar bisa berangkat kerja dengan laki-laki tampan sepertiku." Danis tertawa dalam hatinya, menurutnya ini adalah kesempatan agar ia bisa mendekati Anin.

"Oh iya aku lupa." Danis berjalan menuju ke tempat Anin berdiri.

Sesampainya ditempat Anin berdiri, Danis terus memepet Anin hingga mendekat ke mobil, kini posisi Anin bersandar tepat di depan mobil, dan Danis terus mendekatkan wajahnya pada Anin.

Visual Danis dan Anin.

"Kamu mau apa? Dasar laki-laki mesum." Lirih Anin dengan sorot mata kesal.

"Diamlah, aku hanya ingin menyelamatkan dirimu dari laki-laki kaya itu. Bukannya kamu tidak tertarik dengan laki-laki kaya," bisik Danis ditelinga Anin, membuat Anin merasa risih, apalagi sekarang Anin bisa merasakan hembusan demi hembusan nafas Danis.

Sungguh rasanya Rifki ingin sekali, menghajar Danis tapi ia tidak mau menunjukkan sisi buruknya dihadapan Anin.

"Sudahlah, kalian menyingkirlah dari mobilku!" Rifki langsung kembali menaiki mobilnya, perasaan sangat kesal usahanya bangun pagi sia-sia gara-gara Anin menolak untuk berangkat kerja bersamanya.

"Apa kurangnya aku, aku kaya, hidupku sudah mapan dan Anin malah memilih jalan kaki dengan pelayanan cafe baru itu." Gerutu Rifki, yang langsung menyalakan mesin mobilnya dengan kasar.

Ia memencet klakson mobil dengan kencang, membuat Danis langsung menarik Anin, dan kini Anin sudah berada dipelukan Danis.

"Dasar brengsek!!" Sorak Danis dengan kesal.

"Rasanya aku ingin kembali menjadi Danis Putra Kusuma, agar aku bisa menghajar laki-laki brengsek dan sombong seperti dia. Tapi aku harus bertahan lagian Anin juga tidak tertarik dengan laki-laki kaya." Batin Danis dalam hatinya.

Anin mendongkakan kepalanya, kini ia menatap tepat wajah Danis.

"Dasar laki-laki mesum!" Anin mendorong tubuh kekar Danis dengan kasar.

"Mesum? Otak kamu saja yang selalu berpikir mesum." Danis melepaskan Anin dari pelukannya dengan kasar.

Dalam hati Anin, kenapa aku pagi-pagi seperti ini mood aku sudah dirusak oleh kedua laki-laki yang satu suka pamer, yang satunya suka mesum.

"Cepatlah, ayo kita berangkat atau kita akan terlambat!" Danis menarik tangan Anin, mereka berlari bersamaan menuju ke tempat kerja mereka.

Anin terus menatap punggung Danis.

"Apa dia sedang membawaku lari bersamanya?" Batin Anin dalam hatinya.

Sungguh diajak lari seperti ini, Anin berasa sedang bermain drama romantis.

"Aku capek, jangan lari lagi!" Keluh Anin, dan Danis langsung menghentikan langkah kakinya.

"Baiklah, sudah dekat jadi kita berjalan santai saja." Danis dan Anin berjalan bergandengan.

.

.

Sesampainya di cafe, banyak mata pegawai yang lainnya matanya tertuju pada Anin dan Danis yang sedang bergandengan.

"Lihat, katanya tidak apa-apa tapi mereka bergandengan tangan." Kata salah satu pegawai.

"Aku yakin dikamar mandi itu pasti telah terjadi sesuatu." Sambung pegawai lain lagi.

"Jangan-jangan mereka habis main kikuk-kikuk lagi, Anin kamu ternyata lebih berani dari aku." Cetus pegawai lainnya, dengan otak mesumnya.

"Pasti, buktinya pegawai baru itu keluar dari kamar mandi sambil mengacing bajunya." Timpal pegawai yang lainnya lagi.

"Anin bukan gadis yang seperti itu, jadi ada baiknya kalian jangan membuat gosip yang tidak-tidak!" Cetus Rizal yang tidak lain adalah sahabat Anin selama Anin berkerja di cafe itu.

Rifki yang dari tadi sudah datang dan sedang memperhatikan pegawainya sedang merumpi dan yang mereka rumpikan adalah Anin gadis yang Rifki sukai selama ini.

"Kalian jangan bergosip tidak benar tentang Anin, atau aku akan memecat kalian!" Celetuk Rifki dengan sorot mata tajam, membuat semua pegawainya bubar.

"Ada Tuan Rifki, ayo semuanya bubar!" Kata Rizal, sambil mengiring semua teman-temannya untuk mulai berkerja.

Melihat Rifki sudah berdiri di dekat tempat kasir, Danis dan Anin memberhentikan langkah kakinya.

"Selamat pagi Tuan Rifki." Sapa Anin dengan begitu manis.

"Selamat pagi Anin." Balas Rifki dengan senyum manis juga.

Rifki melirik Danis dengan tatapan tidak suka, Tapi Danis malah tersenyum meledek pada Rifki.

"Ini tempat kerja, bukan tempat untuk bermesraan. Jadi lepaskan tangan Anin atau semua pegawai akan bergosip buruk tentang Anin." Sindir Rifki dengan lirikan membunuh.

Danis dengan cepat melepaskan tangan Anin, Anin diam-diam tersenyum melihat Danis.

"Kak Danis.....!!" Panggil seseorang gadis cantik.

Danis menoleh ke sumber suara, Anin dan Rifki juga ikut menoleh.

"Gawattt....." Ceteluk Danis, dan langsung berjalan menghampiri gadis itu.

"Siapa gadis itu? Dia cantik sekali."

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!