Gadis belia dihadapkan dengan sebuah pernikahan, sayangnya dirinya hanya dijadikan sebagai penganti seseorang yang menghilang, lantas bagaimana saat seseorang yang perannya Ia gantikan telah kembali?? apa Gadis itu mampu bertahan atau memilih pergi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah permintaan
Yumna hanya pasrah ketika Abi melucuti pakaiannya, dia iklas memberikan apa yang memang menjadi hak suaminya. Namun ketika ketika bibir Abi hampir menempel di bibir Yumna terdengar suara gedoran pintu yang sangat keras.
"Brengsek" umpat Abi dan berlalu meninggalkan Yumna.
"Maaf tuan muda, tuan besar kritis"ucap salah satu pengawal yang mengedor pintu kamar Abi.
Sungguh sebenarnya mereka sangat takut mengedor pintu tuan mudanya itu, namun karena sangat darurat dia harus segera memberitahukan berita keadaan tuanya yang sedang kritis dia rela menanggung resiko jikalau tuan mudanya marah padanya.
Abi bergegas masuk memakai jaket dan tanpa menoleh kearah kamar mandi yang pastinya masih ada Yumna didalamnya, dengan cepat dia menyambar kunci mobil.
Yumna yang mendengar pintu kamar kembali tertutup mengintip dari kamar mandi dia tidak menemukan Abi, dengan melilitkan handuk ke tubuhnya Yumna melihat kearah luar, Namun tiba-tiba dia mendengar suara mesin mobil yang keluar dari halaman rumah.
Yumna lari kearah balkon dan melihat 3 mobil beriringan keluar gerbang.
Yumna memikirkan berbagai macam hal yang terjadi.
Dirinya yang hampir di paksa Abi melakukan hubungan intim, lantas dengan tiba-tiba Abi pergi meninggalkannya. Berbagai macam pikiranya membuatnya tanpa sadar tertidur di pinggir ranjang dengan keadaan tanpa busana hanya handuk yang menutupi setengah bagian tubuhnya.
Sedangkan Abi sesampainya di Rumah sakit segera masuk keruang VIP.
"Ma" pangil Abi setelah melihat Mamanya yang sedang duduk di sofa ruangan Papanya.
mama: boy, Papa sempat kritis namun sekarang keadaan Papa sudah mulai stabil, boy Mama mohon jangan membuat keadaan Papa mu kembali memburuk, turutilah kemauan Papa boy, hanya kamu yang kami punya, kami hanya ingin kau bahagia boy."
Abi:"Husstttt jangan menangis ma Abi akan usahakan."
"Mana menantu mama boy?"
Abi: Dia dirumah, besok Abi bawa Dia kemari."
Mama Abi: boy, belajarlah mencintai istrimu Mama yakin Dia wanita yang baik."
Abi tersenyum miring, Namun tetap mengangguk.
Abi:"istirahat lah ma."
Mama Abi: Tidak boy, m6ama akan menjaga Papa, ketika separuh nyawa kita sedang sakit bagaimana separuh nyawa lainya bisa istirahat?"
Abi mendengus"Mama terlalu dramatis"
Mama Abi: heh, anak nakal, suatu hari nanti ketika kamu telah mencintai Yumna, kamu akan merasa bahwa duniamu adalah pasangan mu, dan ketika pasangan mu tersakiti ataupun pergi, kau akan merasakan sakit yang luar biasa."
Abi mengangkat kedua tangan tanda menyerah.
"Baiklah-baiklah Mama memang selalu benar."
Mama Abi: pulanglah boy, temani istrimu, segera beri kami cucu boy, usiamu sudah hampir kepala 4,bsampai kapan kami harus menunggu?"
Tanpa kata-kata Abi mengangguk dan pencium pipi Mama nya sebelum pulang.
Di perjalanan Abi terus memikirkan ucapan Mamanya, memang benar usianya sudah tidak muda lagi, sampai kapan dia akan terjebak dengan rasa cintanya kepada orang yang entah masih hidup atau tidak.
Lantas ketika dia menerima Yumna, apakah Yumna juga akan menerima dirinya juga?
Setelah hampir 30 menit Abi melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar.
'Ceklek'
Dengan pelan Abi membuka pintu, matanya melirik ke arah jam dinding pukul 12.20, Ia hendak melangkahkan kakinya kekamar mandi sebelum matanya terpatri dengan sosok Yumna yang terlihat SANGAT seksi, Abi yang awalnya ingin kekamar mandi, namun justru kakinya melangkah menuju tempat Yumna berada.
Pikiran Abi seolah mengambang antara sadar dan tidak sadar. Dia mengingat ucapan Mamanya yang meminta cucu, Namun dia juga menyadari sosok yang di depannya adalah remaja yang dipaksa menikah dengannya, Namun akal sehatnya seolah hilang, Ia seperti seorang yang kelaparan mendapat makanan lezat dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
menjijikkan...