Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 12 Duel Elias vs El
Elias dan Aldi sampai di rumah Elias. Mereka keluar dari mobil. Elias masuk ke rumah dengan tidak sabar dan mencari Kakaknya. Aldi mengikutinya dari belakang.
"Bayangan hitam...keluar kau sekarang juga !" teriak Elias dari ruang keluarga.
El sedang asyik main game dan tidak mendengar teriakan Adiknya.
"Jempol tangan ku rasanya kaku, aku juga haus. Aku turun dulu." gumam El keluar dari kamar nya menuruni anak tangga menuju dapur di lantai satu.
Elias memanggil Kakaknya tiga kali, namun tidak ada respon, maka ia naik ke atas ke lantai dua menuju kamar Kakak nya.
Mereka bertemu di tengah tangga, dan berhenti.
"Oh, adikku yang manis, ada apa naik ke atas sini, pasti mencari Kakakmu yang baik ini, ya ?" tanya El dengan senyum lebar.
"Kau tidak usah sok manis begitu dengan ku. Bayangan hitam, aku perlu bicara denganmu."
"Hei kuda pacuan, apa yang ingin kau bahas dengan Kakakmu ini ?"
"Kau berani sekali denganku." kata Elias menarik kerah Kakaknya.
"Ada apa kau ini, lepaskan tanganmu. Kenapa kau berani melawan Kakakmu ?"
"Kita turun ke bawah saja." kata Elias melepas kan kerah baju Kakaknya.
"Kau ini, mengganggu saja, aku haus, aku ambil air dulu."
"Jangan menghindar kau ya." kata Elias menarik tangan El turun dari tangga menuju ke ruang keluarga.
"Kau ini, batas sabarku sudah habis." kata El menarik kerah baju Elias.
Aldi yang duduk di ruang tamu mendengar keributan dua bersaudara itu, berjalan ke ruang tengah dan melerai mereka.
"Kalian ini bersaudara, hentikan."
"Diam kau Aldi, atau aku akan memukul mu. Jangan ikut campur urusan kami." kata Elias dan El.
Aldi mundur dan kembali duduk di kursi menyaksikan mereka.
"Sebenarnya apa masalah mu dengan ku ?" kata El menurunkan kerah baju Elias.
"Kau tidak usah pura-pura tidak tahu ya, kau kan yang mengunggah video itu sehingga tersebar ?"
"Video itu ya... " jawab El tertawa lebar.
"Kurang ajar kau !" teriak Elias marah dan memukul keras wajah El.
"Kau berani menyentuh ku ?" tanya El memukul balik ke wajah Elias.
"Kau ini... selalu menjadi bayangan ku." kata Elias memukul perut El dan membuatnya jatuh.
Elias akan memukul El lagi namun Aldi datang, menahan pukulannya.
"Sudah Elias, sudah cukup. Berduel tidak akan menyelesaikan masalahmu." kata Aldi.
"Kak El menurutku kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu." kata Aldi membantu berdiri.
"Kenapa aku harus bertanggung jawab, ini ulah Elias, dia yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya."
"Elias, harusnya kau berterima kasih padaku, karena aku telah menyadarkan mu." kata El menertawakan Elias.
"Awas jika kau main-main lagi denganku. Aku tak akan segan membalasmu, meski kau Kakakku." kata Elias mengepalkan tangan akan memukul El lagi.
Aldi menyeret Elias pergi dari hadapan El, dan melepas tangannya di teras rumah.
"Dingin kan kepala mu, Elias. Sepertinya minum yang dingin-dingin akan mendinginkan suasana hatimu yang panas."
"Ah, dasar kau ini. Bilang saja kau mau mengajak ke cafe ekspresso." kata Elias mulai tertawa.
"Kau sendiri tadi yang mengajakku."
"Ayo kita berangkat." kata Elias masuk ke mobil.
Aldi mengikuti Elias, mobil meluncur ke Jalan Cendana dan mereka turun dari mobil, mencari tempat duduk yang nyaman.
"Aku suka di pojok sini." kata Elias duduk.
"Kita duduk berhadapan saja. Ini daftar menunya." kata Aldi membaca kemudian menyerahkan ke Elias.
"Aku kentang goreng dan moccacino, kau pesan apa ?" tanya Elias sambil mengisi tabel pesanan.
"Aku donat karamel keju dan dalgona, tambahkan di situ."
Elias menambahkan pesanan Aldi dan menaruh di tangan Aldi dengan memberikan kode, menunjuk ke pramusaji. Aldi mengetahui arti kode itu, kemudian menyerahkan tabel pesanan ke pramusaji. Dua puluh menit kemudian pramusaji membawa pesanan mereka dan menaruhnya di meja.
"Menurut mu bagaimana dengan ku setelah video itu tersebar ?"
"Kau biasa nya cuek, kenapa kali kau sensitif ?"
"Sensitif bagaimana, ini menyangkut harga diriku sebagai lelaki." kata Elias menggigit kentang goreng dengan sebal.
"Seiring berjalan nya waktu mereka akan lupa dan berhenti membicarakanmu." kata Aldi meminum dalgona.
"Jadi maksudmu, tidak ada solusi untuk masalahku ?"
"Kau mau membersihkan nama baik mu ?"
"Caranya ?"
"Ambil pel, celupkan ke obat pembersih lantai, lalu sapukan pel ke masalahmu."
"Kau ini, aku mendengarmu dengan serius, kau malah bercanda."
"Kau kan sudah dewasa, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Setiap perbuatan yang kau ambil, kau harus terima konsekuensinya."
"Maksudmu aku harus minta maaf pada Cyara... menurutku jika aku melakukan nya juga tidak akan merubah apapun." kata Elias menghabiskan es moccacino nya.
"Putuskan sendiri, aku hanya memberi saran. Jika kau tidak berkenan minta maaf, ambil hikmah di balik masalahmu." kata Aldi memakan habis donatnya.
"Elias, aku ada jadwal dengan dosen pembimbing skripsi jam dua siang nanti, aku mau merevisi bab satuku dulu."
"Ayo kita balik sekarang." kata Elias berdiri dan menuju ke kasir untuk membayar tagihannya, kemudian menuju ke mobil.
"Aku akan menurunkan mu di depan pintu gerbang, Aldi. Aku akan langsung balik ke rumah."
Aldi tidak mendengar ucapan Elias, dia hanya memikirkan kan deadline skripsi nya. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di pintu masuk kampus dan berhenti.
"Elias, turunkan aku di sini saja. Kau langsung putar balik." pinta Aldi bersiap untuk turun.
"Kau tidak mendengar ucapan ku tadi ya ?" tanya Elias kemudian memutar mobil dan meluncur ke rumah.
Selama perjalanan, Elias memikirkan kata-kata Aldi. Elias memasuki gerbang rumah, kemudian dia memarkir mobilnya dan langsung menuju kamarnya. Dia memutar lagu rock dengan keras di kamarnya sambil rebahan di tempat tidur nya seharian.
Pagi hari di kampus, Elias berdiri di depan lobby gedung Fakultas Ekonomi Manajemen, menunggu Cyara lewat.
Cyara berjalan keluar dari kelasnya untuk mengambil bukunya yang lupa ia taruh dalam jok motor. Dari kejauhan dia melihat sosok Elias berdiri mematung. Cyara berjalan melewati Elias dan berhenti.
"Ada apa dengan wajahmu, kenapa jadi lebam begini ?" tanya Cyara menyentuh pipi Elias yang sedikit bengkak.
"Ternyata kau masih khawatir pada ku. Aku berkelahi dengan El, tapi aku yang menang. Aku tahu kau masih..." kata Elias memegang tangan Cyara yang masih menyentuh pipinya dan mencium telapak tangannya.
"Kau...jangan salah paham lagi. Lepaskan tanganku. Kau jangan merayuku lagi. Aku sudah bilang padamu berulang kali jika aku membencimu." kata Cyara menarik tangannya dan berlari meninggalkan Elias.
Elias menatap kepergian Cyara dengan hati yang hampa. Dadanya terasa sesak melihat Cyara mengacuhkannya.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫