Leo adalah seorang Ceo ternama Di Asia, ia sangat kaya dan juga tampan, Dia terkenal kejam pada setiap lawannya yang menjadikan ia menududuki perusahaan No 1 dinegaranya.
Dia memiliki seorang kekasih yang bernama Salsa namun saat detik-detik menuju hari pernikahanya sang kekasih menghilang bagaikan ditelan bumi.
Karena takut Leo marah, pa Anwar memaksa Sisil untuk menikah dengan Leo, Leo berjanji akan membalas dendam pada Salsa melalui Sisil.
Bagaimanakah kehidupan Sisil selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Sementara Sang Mamah langsung menuju kamar Sisil dan mengomelinya dan menghinanya dengan habis-habisan. Sisil hanya bisa diam sambil menangis
" Bangun Kamu anak Durhaka, malah tidur enak-enakan pekerjaanmu didapur masih banyak, cuci semua pakaian kotor " bentaknya
" Tapi... Mah tangan Aku masih sakit " ucapnya
" Halah jangan banyak alasan, ayo cepat " menarik tangan Sisil
" Aw... Mah... Sakit " lirihnya
" Sekarang Kamu cuci semua pakaian kotor ini sekarang " perintahnya sambil mendorong Sisil
" Ia Mah " ucapnya sambil menangis
Pakaian kotor berisi 2 selimut tebal, dan baju-baju yang seharusnya dicuci pembantu, Sisil lalu memulai pekerjaannya dia membungkus tangannya yang luka dengan plastik karena jika terkena air rasnya akan perih.
" Mamah ko tega sama Aku, tadi dia baik didepan Papah " ucapnya sambil mencuci pakaiannya
Tiga jam waktu yang dibutuhkan Sisil untuk mencuci pakaian kotor 2 ember besar, setelah selesai Sisil lalu memasak untuk makan siang sang Mamah, dibantu oleh seorang asisten rumah tangga disana.
" Non, kenapa Non tadi cuci baju kotor semua, biar Bibi saja Non " ucapnya merasa kasian pada Sisil
" Bi, ga usah kan Mamah juga nyuruhnya sama Aku " ucapnya dengan tersenyum
" Non, semoga setelah menikah Non tidak melakukan pekerjaan seperi ini " lirih sang Bibi
" Meskipun Aku dah Nikah Bi, tetep Aku harus siapin makanan, dan semua keperluan Suami Aku " ucapnya
" Jangan terlalu kepedean Kamu, Jika besok Salsa datang, harapanmu musnah Hahahahha " tersenyum jahat
" Ia Mah, kalo ka Salsa datang Aku juga ga mau nikah sama Leo " ucapnya
" Halah So baik Kamu, padahal hatinya sakit banget mimpinya ga kesampaian " sindir sang Mamah
" Non yang sabar ya " bisik ya
" Mah, makanannya sudah siap, silahkan dimakan, Aku mau cuci piring dulu " ucapnya
" Dasar Manja, tangan pake kresek gitu harusnya dibuka dong " ucapnya sambil membuka plastik yang digunakan Sisil untuk menutupi lukanya
" Aw... Mah Sakit " ucapnya sambil mengangis
"Manja, biar cepat sembuh harus kaya gini " ucapnya menarik tangan Sisil yang ada luka kedalam air kran yang sedang mengalir
" Hiks... Hiks..... sakit.... Mah " lirihnya
Lalu sang Mamah melepaskan tangan Sisil dan tertawa jahatnya dengan tega, lalu Sisil kembali kekamarnya dan mengobati lukanya
" Mamah Tega sama Aku, ini sakit banget "
" Tapi Aku harus Kuat, ga boleh lemah dihadapan Mamah " ucapnya penuh semangat
Setelah sang Mamah selesai makan siangnya lalu ia segera menuju kamarnya untuk mengambil handphonenya dan menghubungi Salsa.
Tut..... Tut...... Tut....
" Ko ga diangkat sih, coba lagi " kesalnya
" Tut.... Tut...... Tut......
" Tut..... Tut....... Tut.....
" Tut..... Tut....... Tut.....
" Tut..... Tut....... Tut.....
" Tut..... Tut....... Tut.....
" Haduh gimana sih Salsa ditelpon malah ga diangkat, padahal ini penting banget " ucap kesalnya
Lalu ia kaget melihat pintu kamarnya dibuka seseorang.
" Papah sudah pulang, baru juga jam 2 " ucapnya
" Ia Mah, Meetingnya sudah selesai, oh ia Mamah lagi apa " tanya sang Suami
" Mamah lagi coba menghubungi Salsa Pah " ucapnya
" Sudah lah Mah, percuma toh Leo lebih memilih Sisil " bentaknya
" Tapi Pah, bagaimana pun Salsa harus tau " lirihnya
" Yasudah nanti Mamah coba hubungi lagi Salsa sekarang kita Makan dulu, Papah belum makan Siang " ucapnya
" Ayo Pah " Ajaknya
Setelah Sang papah Selesai dengan makan siangnya, Sang istri hendak kedapur untuk mengambil Kopi yang sudah dipesan sang Suami
Kring.... Kring....
" Salsa ya Ampun " ucapnya melihat nama si penelepon itu
" Bik tolong kasih ini sama Tuan, kalo Tuan nyariin Saya bilang saja Saya sedang di kamar mandi Ok " titahnya
" Baik Nyoya " ucapnya
" Ini Tuan " menghampiri sang Tuan yang sedang asik bersantai diruang Tv
" Loh Bi, kemana Nyoya " Tanyanya
" Anu Tuan, Nyoya sedang dikamar mandi " ucap bohong sang pembantu
" Oh ya sudah, Makasih ya Bi " ucapnya sambil tersenyum
" Permisi Tuan " ucapnya sopan
Lalu Pa Anwar menikmati kopinya sambil menonton tv.
Bersambung......
meskipun cerita ini udh end mohon direvisi kembali thor