NovelToon NovelToon
Ibu Tunggal

Ibu Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lie_lili

Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.

Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!

Mari baca cerita ku ya teman-teman.

Terima Kasih
🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Panggilan Untuk Ke Sekolah Evano

Lagi-lagi dengan pagi yang cerah menjemput Naura berserta keluarga, membuat semangat Naura kian bertambah. Dia bersiap untuk berangkat ke kantor dan sekaligus mengantar Evano.

Naura sedang menyiapkan bekal dia dan bekal untuk Evano, sedangkan mama Ayu sedang membantu Evano memakai sepatunya. Setelah selesai, Naura dan Evano pun segera berangkat.

Tidak lama memang untuk mencapai sekolah Evano, kemudian dengan rutinitas biasa setelah mengantar Evano, Naura pun berangkat kerja.

*****

Sesampainya dikantor, Naura berlari secepat kilat untuk mencapai tempat absensi, karena dia sebentar lagi akan terlambat, akibat macetnya jalanan tadi yang dia lalui.

Naura berlari tanpa melihat kanan dan kiri, dia takut jika sampai terlambat 1 detik saja, uang makan dia akan hilang, baginya uang makan itu sangat berharga.

Bruuukkk! Naura menabrak bahu seseorang dan orang itu pun langsung memeluk pinggang, Naura agar tidak terjatuh.

Karena Naura menabrak orang yang lebih besar tidak sebanding dengan badan Naura yang kecil itu. Pandangan keduanya bertemu bola mata hitam sang pria menjadi daya tarik, bulu mata lentik milik Naura menampilkan keindahan matanya.

"Ehm" bunyi deheman Serli membuyarkan keduanya.

Bruakk!

"Aduh!" Seketika Naura mengaduh kesakitan karena pantatnya yang sakit.

"Maaf Naura" ucap suara pria yang barusan menolong Naura yang hampir terjatuh dan malah menjatuhkan Naura kembali.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu untuk menolong Naura kembali.

Naura seketika ingat belum absen dengan cepat dia bangkit untuk absen.

"Yaaahhh" seru Naura kecewa karena dia sudah sangat terlambat, dia mengutuk dirinya sendiri terlena karena saling pandang.

"Ini semua gara-gara pak Yuno" teriak Naura yang kesal karena bagi dia, karena Yuno berada didepan dia lah yang membuat dia terjatuh dan terlambat.

"Hei, kau memang terlambat" ucap Yuno seperti mengejek Naura.

"Memang kamu sudah terlambat Naura" ucap Serli membenarkan apa yang dikatakan Yuno.

"Saya duluan" ucap Serli, sepertinya Serli tau jika pak Yuno ingin menyampaikan sesuatu.

"Kalau tadi aku enggak nangkap kamu, mungkin kamu jatuh lebih sakit" ucap Yuno.

"Gara-gara badan mu lo besar!" Cetus Naura.

"Ini pun sama saja sakit" tandas Naura.

Untung saja mereka berdebat sudah tidak ada orang diruang absen, masing-masing dari mereka sudah memasuki ruangan masing-masing.

"Kau ini enggak tau terima kasih ya!" Sindir Yuno kepada Naura.

"Iiih sudah aku mau kerja!" Naura berucap sambil pergi meninggalkan Yuno.

Yuno melihat kepergian Naura sambil tersenyum, sesaat dia memegang dada sebelah kirinya.

"Dasar wanita tidak mau disalahkan" batin Yuno.

Sesampainya Naura diruangannya.

"Naura, bisa kamu jelaskan hubungan mu dengan pak Yuno" tanya Serli langsung pada saat Naura, yang baru menampakkan batang hidungnya.

"Hah" kaget Naura.

"Aku dengan pak Yuno?" Tanya Naura dengan binggung.

"Aku dengan pak Yuno enggak ada apa-apa" jawab Naura yang sudah sedikit encer kepalanya setelah pertanyaan Serli sedikit ditimbangnya.

"Tapi, aku lihat pandangannya lain kepada mu!" ucap Serli sepertinya tidak suka.

"Kamu tau enggak, aku sudah lama menyukai pak Yuno" ucap Serli dengan menahan malunya. Memang sudah sangat lama Serli menyukai managernya itu, hanya mereka tidak pernah dekat.

"Wahh, bagus! Aku dukung itu" seru Naura.

"Jujur ya, aku sama Yuno, eh maksud aku, pak Yuno adalah teman semasa sekolah dasar dulu!" Terang Naura kepada Serli, agar Serli tidak salah paham berkepanjangan.

"Tapi kamu tau aku enggak dekat dengan dia!" Seru Serli.

"Nanti aku bantuin kamu, tenang ya aku buat rencana" tercentang dikepala Naura sebuah rencana.

"Kamu serius?" Tanya Serli.

"Iya donk! Buat kamu" jawab Naura sambil mengedipkan sebelah matanya ke Serli.

Serli pun sangat bahagia mendengarnya, dia pun menanti akan datangnya rencana yang disusun Naura.

*****

Triing! Naura yang sedang asik mengisi data untuk kerjaannya pun berhenti sejenak, melihat ponselnya yang sedang berbunyi.

Dilihatnya, nomor tidak dikenal.

"Halo" ucap Naura menyapa si penelepon.

"Halo, ini saya wali kelas Evano, bu Kartika!" Ternyata telepon dari wali kelas Evano.

"Tumben!" Batin Naura.

"Bu, ibu bisa datang ke sekolah hari ini jam 9.30" ucap bu Kartika diseberang telepon sambil melihat ke arah Evano yang sedang menunduk lemas.

"Ada apa bu?" Tanya Naura penasaran.

Perasaan Naura yang tenang, tiba-tiba berubah dratis, setelah mendengar bu Kartika menyuruhnya untuk kesekolahan. Jantungnya berdebar kuat, jantungnya kini berdetak tak seirama lagi, rasa dikepalanya saat ini penuh dengan Evano.

Naura sangat merasakan cemas, mengkhawatirkan Evano, karena selama Evano bersekolah tidak ada panggilan seperti ini, bila ada keperluan lain juga Bu Kartika akan mengirim chat, melalui group chat khusus kelasnya Evano.

"Ibu kesini saja dulu, nanti saya jelaskan" terang bu Kartika.

"Baik bu, saya usahakan untuk kesana" jawab Naura dengan nada yang sedikit bergetar.

Naura jika sudah berada dalam kondisi cemas, badannya akan bergemetaran, kepalanya akan merasa berat, dan pandangan dia menjadi tidak fokus.

Kemudian bu Kartika pun menutup teleponnya.

"Ada apa Naura" tanya Serli yang melihat sikap Naura berubah, menjadi gelisah.

"Anak ku"

"Kenapa anak mu?" Tanya binggung Serli.

"Sepertinya anakku terjadi sesuatu, aku disuruh ke sekolahnya nanti jam 9.30" ucap Naura menatap lurus kedepan.

"Aku sangat mengkhawatirkan Evano, bagaimana terjadi apa-apa dengannya!" Mata Naura mulai memerah, tetapi dicegahnya untuk menumpahkan air mata.

"Kamu tenang dulu, pasti Evano baik-baik saja, jika ada sesuatu sangat gawat pasti gurunya sudah mengatakannya dengan cepat!" Ucap Serli berusaha menenangkan Naura.

"Aku enggak bisa tenang, jika ini sudah menyangkut Evano, Ser!" Cetus Naura.

"Bagaimana seorang ibu bisa tenang, jika sudah membawa hal itu ada nama anak kita, Ser!"

"Iya Naura, aku tau! Aku belum punya anak, tapi setidaknya kamu tenang, itu akan lebih baik! Kamu segera minta izin dengan pak Yuno!"

"Bagaimana aku mesti izin, aku takut tidak diberikan untuk keluar!"

"Ini 9.30 bentar lagi loh!" Ucap Serli melihat ke jam dinding yang ada diruangan mereka.

"Bagaimana izinnya!"

"Bilang saja yang sebenarnya"

"Aku enggak enak sama pak Yuno nanti!" Bertambah cemas lah Naura karena hal ini.

"Aku yakin, kamu pasti diizinkan!"

"Aku masih baru disini Serli, walau sudah 1 bulan lebih bekerja!"

"Aku yakin, pasti diberikan izin!"

"Ya sudah, aku coba untuk izin terlebih dahulu" ucap Naura yang mulai bangkit dari kursinya, meninggalkan keyboard yang sedari tadi menari lentik, sebelum bu Kartika meneleponnya.

"Ok!" Jawab Serli.

"Begini ya rasanya jadi ibu" batin Serli melihat Naura yang sangat mencemaskan anaknya.

*****

Di ruangan Yuno.

"Pak, saya ingin izin untuk kesekolah anak saya!" Terang Naura pada Pak Yuno.

"Ada apa dengan anak mu!" Tanya pak Yuno. Yang memang sudah tahu jika Naura adalah seorang ibu tunggal, mempunyai seorang putra yang sudah berusia 5 tahun dan kondisi status bercerai.

"Saya hanya diberitahu gurunya untuk kesekolahnya sekitar jam 9.30 pak" terang Naura.

"Saya izinkan, tetapi kalau bisa jangan terlalu lama, karena nanti siang direktur utama akan datang dan ini direktur baru!" Ucap Pak Yuno sambil memainkan pulpennya.

"Baik pak" jawab Naura yang sedikit merasa lega karena sudah mendapatkan izin dari managernya.

Naura pun segera keluar dari ruangan pak Yuno, pak Yuno pun hanya mengeluarkan helaan nafas yang panjang.

"Naura, kamu!" Batin pak Yuno.

*****

Diruangan Naura.

"Serli, aku pergi dulu ya!" Ucap Naura yang sedang memasukan ponsel kedalam tasnya.

"Iya, hati-hati ya, yang tenang bawa motornya!" Jawab Serli.

"Iya" Naura berucap sambil berjalan keluar menuju pintu.

Pikiran Naura sudah tidak fokus, dia memikirkan kembali apa yang terjadi dengan Evano, apa Evano terluka ataukah Evano membuat masalah disekolahnya.

1
fitri indrawati sutanto
smoga ada kelanjutan karma buat jeslin dan Zack Krn Rini dan ibunya sdh dapat karmanya masa jeslin dan Zack blm kn tdk adil
fitri indrawati sutanto
Zack salah kl sdh tdk nyaman ya cerai aja dan jealin km wanita to km tega menyakiti kaummu apa km tdk takut karma ingat Lo karma meskipun Rini salah tp dia juga tdk harus disakiti. sama sesama kaumnya setelah Rini dpt karmanya nanti giliran jeslin dan Zack biar adi
Dewa Dewi
good boy Vano😘😘😍😍😍
Mut Mainah
semangat thor💪
Mut Mainah
👍👍👍👍👍👍👍👍
Mut Mainah
Ya iyalah itu kan anakmu pak kenziiii
Mut Mainah
makin seru nih💪
Mut Mainah
Baru berapa episode rhor kok udah bikin aku😭😭😭
Isti Marsudi
bagus alur ceritanya
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga sembuh dari amnesia pak Kenzi
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah Rey oplos dan amnesia.
🤔🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
Bagus ceritanya, ngga berbelit², suka suka
👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
selama 5 tahun gimana kabar Suami Naura
Bundanya Pandu Pharamadina
nyimak
sambil marathon
Hajjah Hartini Effendi
Alhamdulillah Naura Raymond bersatulah,, kalian berhak bahagia
Hajjah Hartini Effendi
Alhamdulillah tour pak kenzy udh ingat kbali jati dirinya lanjut tour
Hajjah Hartini Effendi
asyik tour kenzy udh sadad, lanjut tour
Hajjah Hartini Effendi
jahat banget sich tour ibu dan kk nya Raymond, cpt sadar kn Raymond tour daei amisia nya biar bisa membela Naura
Hajjah Hartini Effendi
cepat sembuhkan Rsymond dari amenisianya tour, biar biar tau klo Vano adalah puta kandung nya
Hajjah Hartini Effendi
pak Kenzy alias Raymond, yg lupa ingatan akibat kecelakaan ya kn tour?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!