ini karya novel saya yang pertama, masih banyak kesalahan dan kekurangan jadi saya mohon dukungan dan vote nya dari pembaca semuanya..novel ini mengisahkan nasib seorang istri yang dikhianati suaminya, padahal awalnya luna merasa beruntung bisa menikah dengan rendi dan di beri kepercayaa untuk hamil anak kedua tapi justru disaat dia sedang hamil anak kedua nya saat itu suami nya berubah dan mulai menduakan nya...
apakah luna akan bertahan atau justru meninggalkan suaminya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
sesampainya dirumah luna sudah tak sabar dan langsung bergegas masuk kekamar mandi untuk segera menggunakan tespek yang dia beli tadi.
"alhamdulilah hasilnya positif " gumam luna dan tersenyum tipis sudah tak sabar menunggu kepulangan suaminya untuk memberikan tahu kabar kehamilannya.
sore hari rendi pulang dan luna menyambutnya dengan gembira, lalu luna memberitahu kabar kehamilan nya pada rendi dan anggota keluarga lainnya melalui telepon. rendi sangat gembira mendengar kabar kehamilan luna, lalu rendi mengajak luna untuk mengecek kondisi kehamilan luna ke dokter karna rendi ingin tahu sudah berapa minggu kehamilan luna, saat ini rendi lebih posesif dan lebih memperhatikan luna.
sejak kehamilan luna yang kedua ini rendi tak memperbolehkan luna untuk mengerjakan pekerjaan rumah padahal kondisi fisik luna cukup kuat dan sesekali saja mual karna kata dokter kondisi janin luna cukup kuat dan luna harus lebih menjaga kesehatan dan jangan capek serta strees karna bisa berdampak buruk pada janin. kini rendi memperkerjakan ART di rumah mereka karna dia tidak mau luna kelelahan padahal luna sudah berusaha menolah tapi rendi tak mau dibantah.
siang hari rendi pulang kerumahnya dengan membawa ART baru
" yank, kenalkan ini buk ida, dia yang akan membantu membersihkan rumah kita..buk ida ini Luna istri saya''
"kenalkan saya buk ida non"ucap buk ida memperkenalkan dirinya
"Luna buk, mari ibuk saya antr ke kamar belakang" luna berjalan arah ke dapur memperlihatkan kamar buk ida dan memberitahu apa saja yang harus di kerjakan buk ida.
selesai mengajak buk ida kekamar luna langsung masuk ke kamar untuk menemui suaminya
"bang, minggu depan reno sudah mulai masuk sekolah awal masuk ini aku harus menunggu nya dulu sampai dia mendapat kan teman dan sudah bisa ditinggal"
"ya, mungkin besok pagi mobil untuk mu sudah datang jadi kamu bisa menggunakan nya untuk berpergian, tapi kalau kondisi mu tak kuat biar aku saja yang mengantarkannya,atau kamu perlu sopir?" ucap rendi
"tidak usah...aku kuat kok bang, biar aku saja yang mengantar reno sekarang kan aku sudah tak mengerjakan pekerjaan rumah lagi sudah ada buk ida yang membantu, kamu dapat buk ida dari mana bang?"
"buk ida itu dulu nya pernah tinggal di sebelah rumah ku, sejak suaminya meninggal dia harus bekerja membanting tulang untuk menyekolahkan anak nya...dia mempunyai dua orang anak satu nya masih SMA dan satu nya kuliah, masih cukup banyak biaya yang diperlukan kebetulan kemaren dia main kerumah mama dan mama menyuruh dia bekerja di sini karna mama tau kamu lagi hamil gak boleh capek"
"terimakasih ya bang, kamu sudah mau bekerjakeras untuk keluarga kita"
"kamu gak perlu berterimakasih karna itu sudah menjadi kewajiban ku, sekarang kamu hanya harus fokus untuk mengurus ku dan reno serta calon anak kita" ujar rendi sambil memeluk erat tubuh luna.
esok hari nya sesuai janji rendi mobil baru luna sudah terparkir cantik dihalaman pekarangan rumah mereka, luna sangat senang karna rendi sangat menyayanginya sejak kehamilan anak kedua ini semua kebutuhan luna sudah di siapkan oleh buk ida, luna merasa bak seorang ratu yang benar-benar merasa sangat beruntung menikah dengan rendi..
kini hari-hari luna disibuk kan dengan mengantar reno untuk sekolah dan mengurus suaminya, sesekali luna juga masih menyempatkan diri untuk pergi mengunjungi ibu dan mertua nya.
soalnya aku suka sama ceritanya