Genre : Action, Adventure, Magic,Romance and Superpower.
[Jangan Lupa Like, Coment dan Vote buat mensupport author]
Ray pemuda dari Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo,Jepang. Dia hanya pemuda biasa yang berumur 23 tahun tetapi saat kecelakaan itu terjadi menimpa Ray, dia tewas dan di hidupkan lagi oleh suara yang tidak dikenal olehnya.
Kemudian jiwa dia ditransfer dari bumi ke Dunia yang menggunakan mana sihir,Dunia tersebut disebut Benua Alluria. Ray yang dihidupkan kembali di Dunia tersebut menjadi reinkarnasi Raja Iblis.
Bagaimana kelanjutan kisah Ray? Penasaran? Saksikan petualangan dari Ray dan nikmatilah cerita mereka.
NB : Apabila ada kesalahan dalam kata atau kalimat, mohon dimaklumi yha dan akan update sehari satu chapter saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fardiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12. Persiapan Pernikahan.
Malam yang tenang di sebuah Kerajaan Brithania, keluarga Kerajaan sedang mengadakan makan bersama sambil membahas pernikahan putri kecilnya.
"Lili, Ayah dan Ibumu ini telah mengumumkan pernikahanmu besuk. Jadi kalian besuk pagi sebelum acara pernikahan kalian harus memilih cincin pernikahan yang Ayah dan Ibu siapkan." Ujar Raja Luis Brithania III.
Ray yang sedang makan tersedak saat mendengar pembicaraan dari sang Raja, "Uhukk...Maaf sebelumnya,kalau boleh bertanya apa pernikahan ini terlalu cepat?" ujar Ray.
"Sebelumnya lebih cepat lebih baik aku ingin segera menggendong cucuku." Jawab Ibunda Ratu Riana.
"Kan Kak Limbert juga bisa memberi cucu untuk Ibunda." Liliana yang menjawabnya dengan wajah merah merona.
"Kau, aku itu masih single belum ada yang pantas untukku mengerti." Jawab Limbert dengan mengelus kepala adiknya.
Ray setuju dengan pernikahan yang dicepatkan supaya bisa mengejar keinginannya lalu angkat berbicara, "Raja dan Ibunda Ratu aku setuju dengan pernikahan yang besuk di adakan dan aku juga ingin mempunyai anak dari Liliana biar kekuatanku bisa diturunkan ke anakku nanti." ujar Ray dengan lantang sambil melihat Liliana, tetapi Liliana yang mendengar perkataan dari Ray membuat dia semakin manis.
"Bagus,jadi setelah makan ini kalian berdua harus memilih baju pernikahan buat besuk, 3 pasang mengerti." sahut Raja Luis Brithania III.
"Dan Ray kau harus tidur dikamar Liliana malam ini mengerti." menggoda Ray dan Liliana.
"Ibuu...." teriakan yang manis dari Liliana.
Makan malam bersama keluarga Kerajaan selesai kini Ray dan Liliana menuju ruang yang isinya adalah baju khusus yang dibuat oleh Kerajaan dan disana ada beberapa pelayan yang siap melayani Putri Mahkota dan Ray.
"Lili,apa aku juga harus memakai baju yang bagus itu besuk?" tanya Ray ke Liliana.
"Tentu saja, kau yang bilang kalau setuju pernikahan besuk diadakan." Liliana menjawab dengan wajah memerah.
"Kau terlihat manis kalau sedang malu begitu." Ray menggoda Liliana.
"Sudah ah..Aku pilih baju dulu yang cocok denganku terus ganti kamu mengerti." Liliana pergi menjauh karena malu.
Setengah jam berlalu, mereka berdua sudah memilih 3 pasang baju buat besuk pernikahan yang didatangi oleh keluarga bangsawan saja. Ray yang melihat Liliana yang sudah tertidur di pundaknya langsung digendongnya, "Maaf, kau yang disana." memanggil seorang pelayan.
"Iya,saya." jawab pelayan itu.
"Iya,kau tahu dimana kamar Tuan Putri?" Ray yang menggendong Liliana sedang bertanya ke pelayan tersebut.
"Tuan, tinggal dari sini lurus belok kiri kamar yang sebelah kanan." pelayan itu menjelaskan kamar tidur Tuan Putri.
"Baiklah." Ray berjalan yang ditunjukkan pelayan itu.
Ray yang sampai didepan kamar yang ditunjukkan langsung membuka dan memasuki kamar tersebut tidak lupa pintu kamar tertutup kembali lalu menidurkan Liliana, saat Ray yang telah menidurkan Liliana tiba-tiba tangan Ray dipegang oleh Liliana yang sedang berbaring di kasur nya. "Kamu mau kemana?" tanya Liliana.
"Jadi kamu pura-pura tidur ya." ujar Ray.
"Sudah ibuku bilang kalau kamu malam ini tidur di kamar ku." sahut Liliana sambil menarik tangan Ray dan wajah Ray sangat dekat dengan Liliana.
"Kalau aku tidur disampingmu aku nanti akan hilang kendali, seperti kamu yang hilang kendali seperti ini." Ray yang masih menggoda Liliana.
"Ehm,..tidak apa-apa kalau kamu nanti hilang kendali tapi sekarang aku sudah hilang kendali dari tadi kau tahu." jawab Liliana sambil menyentuh wajah Ray.
"Baiklah,aku akan tidur disini jadi-." Ray yang belum selesai berbicara dia terjang oleh Liliana.
Ray dicium oleh Liliana yang tidak tahan, lalu Ray membalas ciuman Liliana. Baju Ray semula dipakai kini sudah telanjang, begitu pakaian yang di pakai Liliana kini semua lepas dari tubuh Liliana.
"Liliana sayang,ini pertama kali aku melakukannya apa kau siap menjadi ibu dari anak-anakku?" Ray berhenti dari aktifitas tadi lalu bertanya ke Liliana.
"Ray sayang,ini juga pertama kalinya bagiku jadi aku siap menjadi ibu dari anak-anakmu." jawab Liliana dengan lembut.
"Aku akan memasukannya,sayang." ujar Ray memberitahu Liliana.
"Pelan-pelan sayang..Ah...ahh..." Liliana merasakan perasaan yang sama seperti dulu kini kembali muncul.
Ray dan Liliana melakukan hubungan itu selama 2 jam dan akhirnya mereka tertidur karena kelelahan setelah melakukan hubungan itu hingga sinar matahari memasuki celah-celah kamar tidur dimana kedua orang itu berada.
Ray terbangun di pagi hari melihat Liliana yang masih tertidur dengan lelapnya sehingga Ray tidak ingin membangunkan Liliana, Ray yang hendak keluar dari kasur tersebut ditarik oleh Liliana yang terbangun. "Sebentar dulu, aku ingin melihat wajahmu di pagi hari." Liliana menggoda Ray.
"Ini sudah pagi, kata Raja kita harus memilih cincin pernikahan jadi kita harus cepat, ayo bangun." Ray kini berbalik mengangkat Liliana dari tidurnya.
"Iya-iya." jawab Liliana dengan sedikit cemberut.
Liliana pergi mandi duluan tetapi Ray masih duduk di kursi sambil memandangi luar jendela kamar ini lalu ia teringat bahwa Erix tidak kelihatan dari kemarin malam dan Ray mencoba bertelepati dengannya.
"Erix..."
"Erix...kamu dimana?"
"Yha,Tuan. Saya sekarang bersama Leon,Tuan. Apakah Tuan sedang mengkhawatirkanku?"
"Tentu saja,bodoh. Kau yang mengenali ku pertama kali tentu saja aku khawatir."
"Maaf,Tuan."
"Bagaimana urusan Leon sudah selesai?"
"Sebentar lagi,Tuan. Ini tinggal melatih kandidat yang saya pilih."
"Bagus,kamu ikut dulu sama Leon aku juga akan mengurusi yang disini."
"Baik,Tuan."
Liliana yang keluar dari kamar mandi melihat wajah Ray sangat tampan terkena sorotan sinar matahari. Lalu Ray melihat Liliana yang menatap dirinya terus setelah keluar dari kamar mandi. "Ada apa? Ada yang aneh yha di wajahku." tanya ke Liliana.
"Oh..tidak aku hanya melihat wajah dari calon suamiku yang sebentar lagi resmi jadi suamiku." Liliana sedikit menggoda Ray.
"Ishh...kamu ini setelah ini kau puas melihatku dan bahkan kau bisa memiliki ku seutuhnya." jawab Ray sambil pergi ke arah kamar mandi.
Beberapa menit berlalu Ray dan Liliana memakai baju yang sama pergi ke Taman Kerajaan yang disana sudah ditunggu oleh pengrajin cincin pernikahan.
"Ohh..Tuan Putri selamat atas pernikahan dengan Tuan yang ada disebelah Tuan Putri."
"Iya terimakasih." jawab Liliana yang anggun di depan orang lain.
Setengah jam berlalu cincin pernikahan sudah di pilih, sebentar lagi acara pernikahan segera di laksanakan menunggu keluarga bangsawan berdatangan.
BERSAMBUNG.
*Note author***
Terima kasih atas dukungan kalian, saya harap kalian menyukai cerita saya. Dan jangan lupa juga like dan komen cerita ini supaya author bisa membuat chapter-chapter selanjutnya yang menarik.
pertama salah gak apa munkin thor nya sedang buru buru buat atau gak fokus dan yang kedua salah lagi gak apa apa munkin ada gaang guang yang ketigaaa!! salah lagiii!! ti-tidak masalh munkin ada salah teknis yang kee empatttttttt!!!!!! salah lagiiii??? mana bisa gitu thor tolong perbaiki besuk besuk besuk besuk besuk besuk terus salah aja nulis besok