NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Status: tamat
Genre:Fantasi / Perperangan / Akademi Sihir / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Raf

Di dunia di mana ibu tiri selalu dicurigai sebagai penyihir jahat, Clara harus menerima nasibnya.

Mantan Penyembuh Agung yang telah kehilangan seluruh kekuatan sihirnya ini terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Kapten Alden, komandan militer yang dingin, kejam, dan ditakuti di seluruh Samudra Langit.

Tugas Clara sederhana namun nyaris mustahil:, menjadi "pengasuh" bagi tiga anak blasteran mistis sang Kapten di atas kapal layar terbang raksasa, The Sky Leviathan.

Anak sulung setengah Phoenix yang siap membakar siapa saja, anak kedua setengah Sirene dengan kutukan suara mematikan, dan si bungsu yang bisa melihat roh pelahap jiwa.

Mereka semua membenci Clara. Namun, berbekal ketulusan hati, keberanian bertaruh nyawa, dan sisa pengetahuan magisnya, Clara bertekad menjinakkan kekuatan liar anak-anak tersebut sekaligus mengusut misteri kutukan masa lalu yang menghantui mereka.

Mampukah seorang wanita tanpa sihir mencairkan hati beku sang Kapten Langit dan mengubah kapal penuh b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Raf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Pembalasan Sang Penakluk Badai

   Gemuruh ledakan dari meriam sihir The Sky Leviathan menggetarkan seluruh cakrawala malam. Gelombang energi berwarna biru murni melesat membelah kegelapan, menghantam perisai kabut hitam milik armada Sekte The Obsidian Dawn.

   Di atas dek utama yang diterjang angin kencang, Kapten Alden berdiri kokoh seperti batu karang di tengah ombak. Jubah hitamnya berkibar kasar, dan sepasang mata abu-abu badainya memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.

   "Laras meriam dua dan empat, kunci koordinat kapal sayap kiri mereka! Jangan beri mereka celah untuk mendekati lambung bawah!" perintah Alden, suaranya menggelegar mengalahkan suara dentuman meriam.

   "Siap, Kapten!" sahut wakil komandan dek dengan tergesa-gesa.

   Tiga kapal hitam milik musuh bergerak dengan lincah di antara gumpalan awan. Mereka tidak berniat menghancurkan The Sky Leviathan sepenuhnya, melainkan mengincar titik lemah kapal untuk melakukan invasi jarak dekat (boarding).

   Dari dek kapal utama musuh, belasan sosok berjubah ungu tua mulai merapalkan mantra terlarang. Sedetik kemudian, rantai-rantai sihir hitam berukuran raksasa melesat dari kegelapan, mencoba mengait dan mengunci pergerakan baling-baling kemudi The Sky Leviathan.

   Sraakkk!

   Dua rantai hitam berhasil mencengkeram pembatas perak di dek belakang, menciptakan percikan api kutukan yang mulai mengikis perisai pelindung kapal.

   "Mereka mencoba menahan kita, Kapten! Jika perisai terkikis habis, sihir hitam mereka akan menembus ke kabin dalam!" teriak perwira navigasi dari menara atas.

   Alden tidak menjawab. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan aliran sihir elemen angin topan di dalam tubuhnya bangkit ke tingkat maksimal. Pedang perak besarnya, The Zephyr Blade, mulai memancarkan pendaran cahaya putih murni yang menyilaukan. Pria itu melangkah maju menuju pembatas dek yang terikat rantai musuh.

   Di dalam benaknya, bayangan wajah Clara yang tenang dan pelukan hangat anak-anaknya di ruang rahasia kembali terlintas.

   Sentuhan lembut kecupan di kening Clara sebelum ia naik ke dek atas seolah menjadi bahan bakar energi yang tak terbatas bagi jiwanya. Ia telah bersumpah tidak akan membiarkan monster-monster dari masa lalu ini melangkah satu senti pun mendekati keluarga barunya.

   "Kalian salah memilih lawan," desis Alden dingin.

   Dengan satu hentakan kaki yang kuat, Alden melompat tinggi ke udara, menantang hembusan angin malam yang mematikan. Ia mengayunkan pedang besarnya dengan teknik tebasan badai melingkar.

   WUSSS! BOOM!

   Gelombang angin pemotong setajam pisau raksasa melesat dari mata pedangnya, menghantam dan memutuskan rantai-rantai sihir hitam musuh dalam sekali tebas.

   Tidak berhenti di situ, tekanan angin dari tebasan Alden menciptakan pusaran udara makro yang menghantam salah satu kapal sayap kanan musuh hingga miring drastis dan menabrak gumpalan awan batu di dekat mereka.

   Ledakan besar kembali membubung di langit malam saat kapal musuh tersebut mulai kehilangan daya terbang dan merosot jatuh menuju samudra bawah.

   Melihat satu kapal mereka hancur dengan mudah, sisa armada Sekte The Obsidian Dawn mulai mengubah strategi. Mereka melepaskan ratusan Wraith Sky, yaitu roh-roh langit pelahap jiwa, dari dalam palka kapal mereka.

   Gumpalan asap hitam bermata merah melesat terbang memenuhi udara, mencoba menembus ventilasi sihir The Sky Leviathan untuk menyerang para kru dan mencari keberadaan anak-anak Alden.

   "Gunakan peluru perak penolak roh! Lindungi jalur ventilasi kabin bawah!" seru Alden sembari mendarat kembali di atas dek dengan mulus.

   Pria itu bergerak dengan kecepatan luar biasa, menebas setiap roh hitam yang mencoba mendekatinya. Namun, dalam hatinya, Alden mulai merasa cemas. Ia tahu bahwa Toby sangat rentan terhadap serangan roh seperti ini. Jika roh-roh ini berhasil merembes masuk melalui celah sihir terkecil sekalipun, putra bungsunya bisa mengalami histeria hebat.

   'Clara... aku mempercayakan mereka kepadamu,' batin Alden, memperkuat cengkeramannya pada gagang pedang.

   Di saat yang sama, salah satu penyihir hitam tingkat tinggi dari kapal utama musuh melayang di udara, merapalkan mantra kutukan skala besar yang mengarah langsung ke menara kemudi utama The Sky Leviathan.

   Sebuah bola energi ungu kehitaman raksasa terbentuk di atas langit, siap dijatuhkan untuk melumpuhkan seluruh sistem sihir kapal terbang milik Alden.

   Alden mendongak, matanya menyipit tajam menatap ancaman besar tersebut. Ia tahu, menahan serangan sebesar itu dengan perisai kapal saja tidak akan cukup. Ia harus menghancurkan inti mantra tersebut sebelum dilepaskan.

   "Bernet! Ambil alih komando pertahanan dek tengah!" seru Alden melalui alat komunikasi sihir di kerah bajunya.

   "Diterima, Kapten!" sahut suara Bernet dari dalam kabin.

   Alden memfokuskan seluruh energi sihirnya ke telapak kakinya. Lambung kapal The Sky Leviathan berguncang sedikit saat Alden melesat terbang lurus ke atas menuju arah penyihir hitam tersebut, siap memberikan pembalasan penuh dari Sang Penakluk Badai Barat yang mengamuk demi melindungi rumah dan keluarganya.

   Pertempuran di atas langit malam barat ini baru saja memasuki fase paling puncaknya.

1
Sulati Cus
menarik
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak.... 🙏🙏🙏. Mampir di karya lain ya...
total 1 replies
HaRas_DeHas
Jangan lupa di follow akunya ya Kak... 🙏🙏🙏
beybi T.Halim
terbaik👍👍👍👍👍
HaRas_DeHas: Mksh byk Kak...
total 1 replies
beybi T.Halim
gak usah mikirin cinta bapaknya🤭.,semangat mengejar cinta anaknya aja clara👍
HaRas_DeHas: 💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
beybi T.Halim
kita kesini dl.,mudah2an cerita nya menarik ,mata ,dan jiwaku, agak tetap duduk manis mengikuti👍
HaRas_DeHas: Wahhh makasih banyak Kak. Follow juga akunnya Kak, biar rame.
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓼𝓾𝓴𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 /Kiss/
HaRas_DeHas: Makasih Kak...
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓪𝓷𝓪𝓴 𝓪𝓷𝓪𝓴 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓴𝓸𝓷𝓸𝓷/Slight/
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓵𝓲𝓱𝓪𝓽 𝓼𝓪𝓳𝓪 𝓼𝓮𝓫𝓮𝓻𝓪𝓹𝓪 𝓵𝓪𝓶𝓪 𝓴𝓮𝓼𝓸𝓶𝓫𝓸𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓶𝓾 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓪𝓱𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓭𝓮𝓷/Smug/
HaRas_DeHas: Makasih byk ya Kak.. Terharu bgt karya baru sy ada yg baca. Jangan lupa follow ya Kak.. sepi bgt ini.
total 1 replies
Al Ranai
semangat kakkk
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak. Jangan lupa follow ya.
total 1 replies
Al Ranai
semangatt kakk, di tunggu kelanjutannya yaaa💪💪😁
HaRas_DeHas: Siap...
total 1 replies
Al Ranai
bagus kakkk ceritanya, semangatt kakkk😊
HaRas_DeHas: Wahhh... makasih banyak Kak sudah mampir. Alhamdulillah, saat sepi pembaca ternyata ada yang mampir dan beri komen. Jangan lupa follow akun saya ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!