"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tendangan maut
Logan langsung memberikan air untuk putrinya. Tapi Aurora masih tetap mengibas-ngibas kan tangannya mencoba menghalau rasa pedas di lidahnya. Miranda yang memantau dari jauh langsung bergegas mendekati Aurora.
"Rora? Rora?"
"Daddy!"
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Logan saat tangannya ditahan oleh Athena.
"Kau menghalangi Logan untuk memberikan putrinya air? Dia kepedasan!" Ujar Miranda tapi Athena tidak peduli.
Tanpa bicara, Athena memberikan yoghurt dengan buah yang ada di dekatnya. Menyuapi Aurora dan membuat anak itu lebih tenang. Suasana yang sedikit heboh langsung menjadi terkendali. Para tamu kembali melanjutkan menikmati sajian mereka.
"Lihat? Tidak perlu panik maupun nada tinggi untuk menyelesaikan nya. Dia tidak butuh air, tapi susu, yoghurt dan karbohidrat untuk menetralisir nya."
"Rora, kenapa rora bisa kepedasan?" Tanya Logan pada putrinya.
"Benar, lagipula, rasanya sangat aneh kenapa ada krim wasabi di dalam kuenya. Tidak mungkin kesalahan catering pernikahan. Kalau tidak salah, ini dihandle oleh teman mommy. Benar bukan?" Miranda tergagap, dia langsung mati kutu. Rencananya gagal! Tapi sekarang, dia harus membuat Aurora tidak bicara.
"Rora, katakan pada Daddy...."
"Itu, rora...."
"Mungkin hanya kesalahan kecil saja dari catering. Lupakan saja."
"Tidak bisa. Ini acara ku! Bagaimana kalau ada tamu yang ikut ranjau ini? Apa yang akan mereka katakan dan pikirkan? Iya kan Logan? Bagaimana menurut mu? Atau kita temui mommy saja dan...."
"Maaf Logan. Itu kesalahan ku, aku ingin bermain dengan Aurora dan..."
"Kau meminta putriku memakan makanan ini? Miranda?"
"Maafkan aku, aku tidak sengaja. Lagipula, Aurora juga setuju. Dia bilang hanya gigit sedikit."
"Kau bermain dengan Aurora tapi ada aku dan suamiku didalamnya. Apa kami juga ikut?"
"Ya! Aurora yang mengatakan nya. Iya kan sayang?" Sudah terlanjur, daripada diperbesar lebih baik ditangani cepat.
"Iya Daddy. Ini permainan untuk penyambutan mommy."
Athena menggeleng, sungguh kuat pengaruh Miranda pada nya. "Aurora, ini bahaya. Kau tau?"
"Maaf Daddy, tapi untung saja rora yang kena. Jadinya berhasil! Daddy jangan marah ya?"
"Ini salah, Miranda. Kau kekanak-kanakan sekali. Aku tidak menyangka. Masih untung orang tua ku ataupun kakek ku tau."
"Maaf Logan. Aku sungguh minta maaf."
"Rora, maafkan aunty ya."
"Tidak, bukan salah aunty. Ini permainan kita. Daddy, ini permainan menebak isi kue nya."
"Tidak boleh, main yang lain. Ok? Daddy bisa marah rora." Peringat Logan pada putrinya.
"Daddy tidak seru! Ayo aunty kita ke tempat nenek!"
"Rora!" Panggil Logan.
"Kau tidak bisa mengendalikan putrimu?"
"Dia hanya kesal."
"Begitu ya. Kesal..... Lalu kau biarkan."
"Memang nya kau tau apa? Kau bahkan belum menjadi ibu."
"Sudah, aku menjadi ibu dari putrimu. Kalau aku tidak menjadi ibu, sudah ku biarkan dia kepedasan."
"Atau ini rencanamu?"
"Hahahha. Astaga, sekarang kau ingin menuduh ku? Sekretaris dan putrimu yang bermain dan kau menuduh ku? Menggelikan!"
"Tentu saja, kau itu picik! Bisa melakukan apapun untuk keinginan mu bahkan pernikahan ini terjadi karena mu!"
"Hello, kau juga menyetujui nya. Masing-masing ada keuntungan. Jangan lupa itu suamiku." Athena tidak peduli dan meninggalkan Logan yang kesal sendiri.
"Kakek....." Sapa Athena.
"Apa ada masalah? Meksipun tidak jelas, tapi aku melihat ada sesuatu tadi." Athena tersenyum kecil. "Bukan masalah besar kek. Hanya sebuah kedisiplinan." Jelas Athena.
"Oh ya, aku ingin membahas tentang gulungan itu." Kakek Lucas tersenyum. "Oh, kau menemukan nya. "
Athena mengangguk. "Iya."
"Jadi, apa yang ingin kau lakukan?"
Disisi lain perbincangan itu, manik hijau Jennifer menatap lekat dengan langkah kaki yang mendekati putranya. "Apa yang dibicarakan Athena dan kakek mu?"
"Tidak tau!" Jawab Logan.
"Ada apa? Kau tampak kesal."
"Aurora terkena wasabi di salah satu kue strawberry."
"Apa? Bagaimana mungkin? Siapa yang melakukan nya?"
"Miranda bilang dia bermain dengan Aurora."
"Baiklah, lupakan itu dulu. Cari tau apa yang dibicarakan Athena dan kakek mu."
"Paling dia hanya menyapa dan mencari muka mommy!" Kesal Logan.
Jennifer menghela napas melihat reaksi putranya. Tangannya dengan nail art yang cantik mengelus lembut lengan putranya dan matanya menatap wajah putranya yang sedang kesal. "Logan...... Dengarkan mommy. Kau harus mencari tau apapun itu. Kau tidak lupa kan?"
"Mom, aku....."
"Logan, dengar.... Mommy merasa Athena berbeda. Dia tidak seperti yang kita bayangkan."
"Maksud mommy? Dia itu tergila-gila padaku mommy. Dia akan mendengarkan apa yang aku katakan padanya."
"Sungguh? Kalau begitu katakan setelah kau pernikahan. Seberapa banyak dia mendengarkan dan mematuhi mu?" Pertanyaan itu membuat Logan kembali teringat dengan tendangan maut Athena padanya.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏