NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12 — Jiwa Ye Wuchen

Suara pria berjubah hitam itu bergema pelan di seluruh Aula Para Pewaris, tetapi gema yang ditimbulkannya seakan mampu menembus setiap sudut ruangan kuno tersebut. Meskipun kata-katanya diucapkan dengan tenang, setiap suku kata membawa wibawa yang sulit dijelaskan, seolah berasal dari seseorang yang pernah berdiri di puncak dunia pada zamannya. Setelah mengucapkan kalimat itu, ia tidak segera bergerak ataupun berbicara lagi. Sepasang matanya yang dalam hanya terus menatap Xiao Yun, mengamati setiap perubahan sekecil apa pun pada bocah yang kini berdiri di hadapannya.

Xiao Yun sendiri masih belum mampu sepenuhnya menghilangkan keterkejutan di wajahnya. Ia telah mengetahui dari roh penjaga bahwa sembilan patung di aula ini mewakili sembilan pewaris terdahulu, tetapi ia sama sekali tidak menyangka salah satu di antaranya masih menyisakan kesadaran yang dapat terbangun kembali setelah melewati rentang waktu yang begitu panjang. Cahaya hitam yang masih mengalir di permukaan tubuh roh itu terasa begitu murni hingga membuat Nadi Kekosongan di dalam tubuhnya kembali berdenyut lembut, seolah sedang menyambut seseorang yang berasal dari sumber yang sama.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan.

Tidak seorang pun berinisiatif memecahkan suasana.

Luo Hai berdiri beberapa langkah di belakang Xiao Yun sambil mengamati roh tersebut dengan sorot mata yang sangat serius. Sebagai mantan Dao Master, ia dapat melihat lebih banyak dibandingkan Xiao Yun. Sosok yang berdiri di hadapan mereka memang hanyalah sisa jiwa, tetapi kualitas jiwanya begitu tinggi hingga masih mempertahankan kesadaran yang utuh setelah melewati perjalanan waktu selama ribuan tahun. Kemampuan seperti itu jelas bukan sesuatu yang dapat dilakukan oleh kultivator biasa.

Pria berjubah hitam itu akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah roh penjaga yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya.

"Ternyata... kau masih menjalankan tugasmu."

Nada suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung sedikit rasa nostalgia.

Roh penjaga menganggukkan kepala perlahan.

"Aku telah menunggu sesuai perintah yang ditinggalkan."

Pria itu mengembuskan napas pelan, lalu memandang sembilan singgasana yang mengelilingi aula. Tatapannya berhenti sejenak pada setiap patung batu, seolah mengenang para pemiliknya satu per satu, sebelum akhirnya kembali tertuju kepada singgasana terakhir yang masih kosong.

"Ribuan tahun telah berlalu..." gumamnya pelan.

"Pada akhirnya... masih ada pewaris yang berhasil mencapai tempat ini."

Ucapan tersebut membuat Xiao Yun semakin yakin bahwa orang di hadapannya benar-benar merupakan salah satu pemilik singgasana yang ada di Aula Para Pewaris. Meskipun belum mengetahui identitasnya, ia dapat merasakan bahwa orang ini pernah memikul tanggung jawab yang sama dengannya.

Dengan sopan Xiao Yun merangkapkan kedua tangannya.

"Senior..."

Pria itu kembali menatapnya.

Tatapannya tidak lagi dipenuhi keterkejutan seperti sebelumnya, melainkan berubah menjadi sorot mata yang jauh lebih lembut, seolah sedang melihat bayangan dirinya sendiri dari masa yang telah lama berlalu.

"Namamu Xiao Yun, benar?"

Xiao Yun sedikit terkejut.

"Senior mengenalku?"

Pria itu menggeleng pelan.

"Bukan."

"Aku hanya mendengar namamu ketika roh penjaga memanggilmu beberapa saat yang lalu."

Xiao Yun mengangguk kecil.

Pria itu kemudian melangkah perlahan turun dari singgasana batu tempat tubuh patungnya berdiri selama ribuan tahun. Langkahnya tampak ringan, tetapi setiap pijakan membuat riak-riak cahaya hitam menyebar di lantai aula. Tidak ada tekanan yang sengaja dilepaskan, namun wibawa yang terpancar secara alami dari keberadaannya sudah cukup membuat seluruh ruangan terasa jauh lebih sunyi.

Ketika jarak mereka tinggal beberapa langkah, pria itu berhenti.

Tatapannya mengamati Xiao Yun dari ujung kepala hingga kaki.

Ia tidak hanya melihat penampilan luar bocah itu, tetapi juga mengamati pusaran energi di dalam tubuhnya, kestabilan Dao Hai, serta aliran Nadi Kekosongan yang kini telah mulai berkembang setelah melewati dua ujian pertama.

Beberapa saat kemudian, sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Usiamu masih sangat muda."

"Tetapi fondasi mu jauh lebih baik daripada yang kuduga."

Xiao Yun hanya tersenyum canggung. Mendapat penilaian seperti itu dari seorang pewaris terdahulu membuatnya tidak tahu harus memberikan jawaban seperti apa.

Pria itu menganggukkan kepala kecil, seolah merasa cukup puas dengan hasil pengamatannya.

"Aku belum memperkenalkan diri."

Ia meletakkan tangan kanannya di depan dada sebagai bentuk penghormatan sederhana.

"Namaku Ye Wuchen."

"Aku adalah Pewaris Keempat Nadi Kekosongan."

Nama itu menggema pelan di dalam Aula Para Pewaris.

Xiao Yun mencoba mengingat-ingat, tetapi sama sekali tidak menemukan nama tersebut di dalam ingatannya. Ia memang baru beberapa tahun mulai mengenal dunia kultivasi, tetapi bahkan Luo Hai yang memiliki pengetahuan sangat luas pun tampak tidak menunjukkan tanda-tanda pernah mendengar nama itu sebelumnya.

Melihat reaksi keduanya, Ye Wuchen hanya tersenyum tipis.

"Itu tidak mengherankan."

"Waktu mampu menghapus hampir semua jejak."

"Dalam perjalanan sejarah yang begitu panjang, bahkan nama seseorang yang pernah mengguncang dunia pun pada akhirnya dapat menghilang tanpa meninggalkan bekas."

Tatapannya perlahan beralih ke sembilan singgasana yang mengelilingi aula.

"Yang tersisa hanyalah tempat ini..."

"Dan kenangan yang terus dijaga oleh Altar Pertama."

Suasana kembali menjadi hening.

Xiao Yun memandang sembilan singgasana tersebut dengan perasaan yang semakin berat. Kini ia benar-benar memahami bahwa setiap patung di aula itu bukan sekadar simbol atau hiasan, melainkan jejak nyata dari para pendahulu yang pernah memikul warisan Nadi Kekosongan sebelum dirinya.

Di sampingnya, Luo Hai tetap diam.

Namun di dalam hatinya, gelombang keterkejutan terus bermunculan tanpa henti.

Ia tidak mengenal Ye Wuchen.

Akan tetapi, justru itulah yang membuatnya semakin waspada.

Jika seseorang dengan tingkat kekuatan seperti ini benar-benar pernah hidup, lalu namanya sama sekali tidak tercatat di dalam sejarah Benua Tianxu, hanya ada dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, usianya jauh lebih tua daripada catatan sejarah yang masih tersisa.

Kemungkinan kedua...

Seseorang telah sengaja menghapus seluruh jejak keberadaannya dari dunia.

Apa pun alasannya, keduanya sama-sama menunjukkan bahwa rahasia di balik Nadi Kekosongan jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan Luo Hai selama ini.

Xiao Yun menarik napas perlahan sebelum akhirnya memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang sejak tadi memenuhi pikirannya. Setelah melihat begitu banyak rahasia yang tersembunyi di dalam Altar Pertama, ia merasa satu-satunya orang yang mungkin mampu memberikan jawaban hanyalah sosok yang kini berdiri di hadapannya.

"Senior..."

Ye Wuchen mengalihkan pandangannya.

"Apa sebenarnya Nadi Kekosongan itu?"

Pertanyaan sederhana itu membuat seluruh aula kembali tenggelam dalam keheningan. Bahkan roh penjaga pun tidak segera membuka suara. Ye Wuchen memandang Xiao Yun cukup lama sebelum perlahan mengangkat kepalanya, seolah sedang melihat kembali masa lalu yang telah terkubur bersama perjalanan waktu.

"Nadi Kekosongan bukan sekadar teknik kultivasi."

Suaranya terdengar tenang, tetapi setiap katanya dipenuhi keyakinan.

"Warisan ini juga bukan garis keturunan yang diwariskan dari ayah kepada anak, ataupun bakat istimewa yang muncul secara kebetulan."

Tatapannya menjadi semakin dalam.

"Nadi Kekosongan adalah sebuah warisan kuno yang keberadaannya jauh lebih tua daripada sebagian besar sejarah yang masih dikenal dunia saat ini."

Xiao Yun maupun Luo Hai langsung memusatkan perhatian mereka sepenuhnya kepada Ye Wuchen.

"Pada masa ketika banyak kerajaan yang sekarang berdiri bahkan belum lahir, para pewaris Nadi Kekosongan telah lebih dahulu mengembara di dunia. Mereka menjaga sebuah jalan yang sangat sedikit diketahui oleh orang lain. Namun semakin kuat warisan ini berkembang, semakin banyak pula pihak yang mulai merasa takut terhadap keberadaannya."

Ekspresi Ye Wuchen perlahan berubah lebih serius.

"Ketakutan melahirkan keserakahan."

"Keserakahan melahirkan pengkhianatan."

"Dan sejak saat itulah para pewaris mulai diburu."

Jantung Xiao Yun berdegup lebih cepat.

"Diburu?"

Ye Wuchen menganggukkan kepala.

"Mereka menginginkan rahasia Nadi Kekosongan."

"Sebagian ingin menguasainya."

"Sebagian lagi ingin memusnahkannya."

Tatapannya perlahan beralih menuju sembilan singgasana yang mengelilingi aula.

"Kau telah melihat tempat ini."

"Sembilan singgasana."

"Sembilan pewaris."

"Tidak seorang pun berhasil menyelesaikan perjalanan mereka."

Suasana mendadak terasa jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Xiao Yun tanpa sadar memandang satu per satu patung batu yang berdiri mengelilingi aula. Kini ia tidak lagi melihatnya sebagai sekadar peninggalan kuno, melainkan sebagai jejak kehidupan orang-orang yang pernah memikul beban yang sama dengannya.

Ye Wuchen kembali membuka suara.

"Pewaris Pertama gugur dalam sebuah perang besar."

"Pewaris Kedua menghilang tanpa meninggalkan jejak."

"Pewaris Ketiga tewas ketika warisannya hampir sempurna."

Kemudian ia tersenyum tipis.

"Sedangkan aku..."

"Aku juga gagal."

Tidak ada penyesalan di wajahnya.

Yang terlihat hanyalah ketenangan seseorang yang telah menerima takdirnya sejak lama.

"Aku meninggal sebelum mampu menyelesaikan jalan yang kupilih."

Keheningan memenuhi Aula Para Pewaris.

Luo Hai akhirnya melangkah maju satu langkah.

"Senior."

Tatapan Ye Wuchen beralih kepadanya.

"Siapa sebenarnya musuh para pewaris?"

Pertanyaan itu membuat Ye Wuchen terdiam cukup lama.

Beberapa saat kemudian ia menggeleng perlahan.

"Aku tidak dapat menjawabnya."

"Karena bahkan namanya telah hilang bersama perjalanan waktu."

"Atau mungkin..."

"Sengaja dihapus."

Tatapannya berubah semakin dingin.

"Namun ada satu hal yang pasti."

"Mereka tidak pernah berhenti mencari."

"Selama Nadi Kekosongan masih memiliki pewaris, mereka tidak akan membiarkan warisan ini berkembang tanpa gangguan."

Ucapan itu membuat Luo Hai mengerutkan kening.

Jika bahkan seorang pewaris terdahulu tidak dapat menyebutkan identitas musuh tersebut, berarti kekuatan di balik semuanya jauh lebih mengerikan daripada dugaan siapa pun.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!