NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Asal Usul Adanya Preman

Dika dan Aldo meninggalkan lokasi kondangan setelah memastikan keadaan sudah aman. Masih ada urusan lain yang harus mereka selesaikan. Mereka memang terlihat seperti preman, tapi tidak pernah membuat kekacauan di kampung mereka sendiri.

"Kamu nggak apa-apa Mil?," tanya Veni khawatir.

"Aku nggak apa-apa Ven, untung aja ada Mas Dika," jawab Kamila lembut.

"Sepertinya kamu jodoh sama dia Mil," goda Veni.

"Apaan sih Ven, kebetulan aja mungkin," walau mengelak tapi wajah Kamila terlihat merona.

"Ayo kita pulang Mil, kamu harus istirahat. Pasti kamu syok banget setelah kejadian ini," ajak Veni, disambut anggukan Kamila.

Mereka akhirnya pamitan sama tuan rumah. Veni merasa khawatir dengan keselamatan Kamila. Kalau saja tadi tidak ada Dika, mungkin Kamila bisa terluka.

Bapak dan ibunya Veni pun ikut pamit karena merasa khawatir dengan Kamila. Bagaimanapun Kamila adalah tamu mereka.

Perjalanan dari rumah sepupu Veni ke rumahnya sekitar 15 menitan. Saat sampai rumah Kamila langsung istirahat dikamar. Dia butuh menenangkan diri.

"Ndok, gimana keadaan Mila?," tanya Bu Minah khawatir juga pada keadaan Kamila.

"Dia cuma syok bu, sekarang Mila sudah istirahat di kamar," jawab Veni.

"Syukurlah, ibu takut sekali tadi ndok. Nggak menyangka ada kejadian seperti tadi itu," Bu Minah menghela nafasnya lega.

"Mulai sekarang kalian harus hati-hati ndok, sepertinya kampung kita sekarang mulai tidak aman seperti desas desus yang beredar," imbuh Pak Yadi bapaknya Veni.

"Memang ada kabar pak?," Veni penasaran dengan perkataan bapaknya.

"Katanya dikampung kita ada markas gembong Na***ba ndok, tapi belum ada bukti yang kuat," ungkap Pak Yadi lagi setengah berbisik.

"Waduh, Veni kok jadi takut pak," Veni merinding mendengar berita itu.

"Dengar-dengar Toni, yang tadi menyandera Kamila itu tergabung dalam komplotan itu, dan posisinya saat ini sebagai kurirnya. Dia menjadi incaran polisi," imbuh Pak Yadi.

"Lalu hubungan Toni dengan Dika dan temannya tadi apa pak?,"

"Toni adalah temannya Dika dan Aldo, mereka preman dikampung kita,". Pak Yadi memberi jeda sebentar, kemudian melanjutkan ceritanya. "Dulu sebelum Dika bergabung mereka sering bikin rusuh dikampung kita. Sering malakin orang dijalan, tawuran dan bahkan mencuri. Untung kamu sudah di kota, jadi bapak agak tenang," ungkap Pak Yadi menghela nafasnya pelan.

"Tapi rasanya aku nggak kenal mereka pak waktu dulu masih dikampung?," tanya Veni heran.

"Mereka memang bukan orang asli kampung kita ndok, dulu awal-awal datang mereka mangkal diperbatasan. Entah dari mana aslinya mereka,"

"Pantesan, apa mungkin anak jalanan ya pak?," tanya Veni menerka.

"Mungkin Ndok, Tapi setelah ada Dika, sikap mereka perlahan berubah. Walau masih sering tawuran dengan preman dari kampung lain tapi mereka tidak pernah malak atau mencuri lagi. Sehingga warga bisa menerima mereka," lanjut Pak Yadi.

"Ven, bantuin ibu didapur ya Ndok? Kasihan Kamila nanti kalau bangun belum ada makanan," panggil Bu Minah dari dapur.

"Iya bu," Veni segera beranjak membantu ibunya memasak.

Pak Yadi pun menghentikan ceritanya. Kemudian menyesap kopinya tak terasa tinggal separuh saja.

Keesokan harinya, mereka beraktivitas kembali seperti biasanya. Kamila bangun dari tidurnya dalam keadaan fresh. Menghirup udara pagi yang sejuk, mendengarkan suara kicauan burung yang bersahutan. Merasakan hangatnya sinar matahari pagi yang menenangkan dengan hamparan lukisan alam yang indah. Benar-benar suasana yang tidak pernah ditemukannya dikota yang panas dan bising.

"Pagi bu," sapa Kamila pada Bu Minah yang sedang menyapu halaman.

"Pagi Ndok, gimana keadaan kamu pagi ini?," tanya Bu Minah.

"Saya sudah baikan Bu, terima kasih ya Bapak dan Ibu sangat perhatian dengan saya," ucap Kamila canggung.

"Kamu itu tamu kita, berarti juga bagian dari kita. Apalagi kamu sahabat dekat Veni, wajar kita khawatir Ndok," ungkap Bu Minah dengan senyum ramahnya.

"Iya Ndok, kalau ada apa-apa jangan sungkan dengan kami. Anggap saja kita ini keluarga kamu," giliran Pak Yadi yang menyahut saat tak sengaja mendengar obrolan Bu Minah dan Kamila didepan.

Pak Yadi keluar dengan membawa cangkul bersiap akan bekerja disawah. "Bapak ke sawah dulu Bu. Ndok Bapak tinggal ke sawah dulu ya," pamit Pak Yadi pada istrinya dan Kamila.

Bu Minah dan Kamila menganggukkan kepalanya hampir bersamaan. Setelah sarapan Kamila berniat ingin jalan-jalan ke sekeliling untuk menikmati suasana pagi dikampung itu yang sejuk. Kamila dan Veni kini memilih untuk jalan kaki saja.

"Ven, emang kamu nggak kenal sebelumnya sama Mas Dika dan kawan-kawannya," tanya Kamila tiba-tiba saat mereka berjalan menyusuri jalanan kampung.

"Nggak Mil, kata Bapak mereka itu pendatang. Dulu waktu aku masih dikampung, disini tuh nggak ada preman Mil. Baru beberapa tahun ini mereka ada," jawab Veni menjelaskan.

Kamila terdiam sejenak, entah apa yang difikirkannya. Mereka melanjutkan berjalan menyusuri jalanan kampung yang sudah mulai berlubang. Sesekali mereka menyapa orang yang mereka temui dijalan.

Saat melewati jalan yang cukup parah kaki kiri Kamila tidak sengaja menginjak batu, menyebabkan dia hilang keseimbangan. Dia pun limbung ke kiri, Veni yang berjalan disebelah kanannya kebetulan sedang melihat kesebelah kanan. Tidak menyadari saat Kamila akan terjatuh.

Ada sepasang tangan kekar yang berhasil menangkap tubuh mungil Kamila, sehingga dia tidak jadi jatuh ke tanah yang berbatu. Kamila bernafas lega, kemudian dia memperhatikan orang yang telah menolongnya.

"Mas Dika?," pandangan Kamila dan Dika pun bertemu untuk beberapa saat. Seperti takdir saja, disaat Kamila sedang dalam bahaya pasti ada Dika yang menolongnya.

"Kamu nggak apa-apa Mil?," tanya Veni yang mendengar suara Kamila yang sempat teriak saat jatuh tadi.

"Nggak apa-apa Ven, untung ada Mas Dika," jawab Veni seraya melepaskan diri dari pelukan Dika.

"Hmm, terima kasih ya Mas? Kayaknya kalian jodoh deh, setiap kali Kamila sedang bahaya pasti ada Mas Dika yang menolong," Veni tersenyum menggoda Kamila dan Dika.

"Sama-sama, kebetulan aja tadi saya baru keluar dari warung. Nggak sengaja lihat kalian jalan, pas mau nyapa e Kamila mau jatuh. Reflek aja tadi," ucap Dika dengan senyum coolnya.

"Ya Tuhan, ini preman tapi kenapa vibesnya kek bukan preman ya? Kayak goodboy gitu, berkharisma," batin Kamila melihat senyuman Dika.

"Ngomong-ngomong, Mas Dika tuh sebenarnya baik lho. Gak yakin aku kalau kamu tuh sebenarnya preman," ucapan Veni yang ceplas ceplos ternyata sepemikiran dengan kata batin Kamila. Tapi dia memang tipe orang yang nggak suka basa basi.

Sesaat Dika terdiam, tidak ada ekspresi diwajahnya. Tapi kemudian dia tersenyum simpul.

"Emang iya? Nggak cocok ya aku jadi preman?," jawabnya sambil mengusap tengkuknya.

"Jadi model atau bintang film aja cocok kamu mas," ucap Veni tiba-tiba. Membuat Dika tertawa ringan menambah tingkat ketampanannya.

Veni dan Kamila berpandangan, kemudian mereka pun ikut tertawa dengan ucapan konyol Veni yang nggak ada remnya.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!