NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #12

Nola melihat sebuah cincin yang ada di jari manis Clara itu adalah berlian kualitas terbaik yang jelas adalah cincin nikah Clara.

"Clara, Lo beneran udah nikah ya?" ucap Nola sambil memegang tangan sahabat nya dan melihat cincin tersebut.

Clara terdiam,dia lupa kalau dirinya belum membuka cincin tersebut.

"Astaga Nola gue hampir lupa," kata Clara segera dia melepaskan cincin itu dari tangan nya dan kemudian menyembunyikan nya di dalam kotak pensil milik nya.

"Yaelah gak apa-apa,gak bakal ada yang nyadar, kalau gue kan emang udah tau makanya nyadar aja," ujar Nola lagi.

"Udah deh, ke kantin yuk, gue haus banget nih," Clara pun menarik Nola dan segera pergi ke kantin untuk makan dan minum bersama. Mumpung masih belum bel kelas mereka pun asik bercengkrama di dalam Kantin sambil menikmati cemilan.

"Gimana, dia ganteng gak?" tanya Nola mulai kembali membahas obrolan mereka yang sempat tertunda.

Clara terdiam mendengar ucapan Nola, dia tau kalau ini akan jadi masalah jika Nola tau kalau suaminya adalah pak Zidan,guru yang di taksir Nola.

"Gue gak mungkin bilang ke Nola kalau orang itu pak Zidan," batin Clara.

"Hey, kok malah bengong sih? Gue bilang ganteng gak sih dia? Ada foto nya gak, gue penasaran banget laki-laki mana sih yang berani banget nikahin sahabat gue yang bandel," ucap Nola dengan nada suara pelan sambil sedikit berbisik.

"Aishhh gue beneran gak mood tau bahas ini, dia itu jelek, berewokan dan juga tua deh pokoknya, rambut nya panjang ada uban nya sedikit jelek deh gak usah lihat Lo bakal takut lihat nya," kata Clara mulai mengelabui Nola.

Nola yang mendengar itu seketika kaget dan juga merinding mendengar ucapan Clara yang mengerikan itu.

Namun tiba-tiba perhatian Nola teralihkan di belakang Clara, di sana ada Zidan yang entah sejak kapan berdiri mengawasi mereka.

"Pa-pak Zidan," kata Nola seketika melupakan apa yang di bahas Clara.

"Astaga, mati, apa dia denger ucapan gue? Gak mungkin kan?" batin Clara yang tak berani menoleh ke belakang.

"Kenapa kalian masih di kantin? Cepat masuk tidak mendengar bell sudah berbunyi?" ucap Zidan lagi.

"A-anu, i-iya pak, kami segera masuk," bergegas Nola menarik tangan Clara dan berlalu pergi dari sana, Clara menutup wajahnya dengan tangan tidak ingin di lihat Zidan.

"Tua?" ucap Zidan sambil kemudian melepaskan nafas kasar.

Sepuluh menit kemudian.

"Huh akhirnya," kata Nola lega saat mereka sudah tiba di kelas.

"Sebaiknya lain kali Lo jangan bahas soal ini lagi,gue takut ada yang denger, tapi tadi pak Zidan gak dengerin omongan kita kan?" tanya Clara kepada Nola.

"Iya iya, gak kok, udah buruan keluarin buku pelajaran," kata Nola sibuk dengan bukunya yang akan dia gunakan untuk belajar sebentar lagi.

Namun tidak lama kemudian, bukan guru yang biasanya masuk kelas mereka yang datang, melainkan pak Adanan sang kepala sekolah.

"Selamat pagi anak-anak," kata pak Adnan sambil tersenyum.

"Pagi pak," jawab seluruh isi kelas.

"Maaf sebelumnya bapak ke sini ingin mengumumkan sesuatu, bahwa wali kelas kalian terpaksa pindah tugas karena ada beberapa hal yang tidak bisa bapak jelaskan, jadi wali kelas kalian mulai hari ini sudah berganti dengan ..." Pak kepala sekolah mengantung kalimat nya saat seseorang melangkah masuk ke dalam kelas.

Semua mata tertuju ke arah orang tersebut yang membuat mereka semua merinding dan berdebar.

"Ya, anak-anak mulai hari ini pak Zidan adalah wali kelas kalian yang baru, kalau begitu bapak permisi dulu, mohon kalian yang patuh ya," ucap sang kepala sekolah yang kemudian berjalan keluar tanpa menerima komentar apapun dari anak-anak kelas sebelas.

"Astaga pak Zidan jadi wali kelas kita," kata Nola terlihat sangat bersemangat karena itu adalah guru idola nya.

"Apa bagusnya? Kita pasti akan tersiksa karena dia sangat galak," bisik Nova.

"Ada pertanyaan?" Kata Zidan tiba-tiba membuat semua mata kembali mengarah ke pada nya.

"Tidak pak," jawab mereka serempak.

"Oke kalau begitu langsung ulangan saja," ucap Zidan tanpa rasa berdosa.

Seketika suasana kelas jadi sepi para siswa dan siswi kelas sebelas saling pandang satu sama lain seperti nya mereka sudah tau kalau neraka dunia baru saja di mulai hari ini.

Namun mereka tidak berani melawan kecuali patuh terhadap guru killer ini.

Tak terasa jam pelajaran pertama pun akhirnya selesai, hal ini membuat semua siswa dan siswi kelas sebelas lega karena mereka akan segera keluar dari neraka Zidan.

Satu persatu anak mengumpulkan kertas ulangan mereka ke atas meja Zidan termasuk Nola dan Clara.

Setelah semuanya selesai Zidan pun membawa kertas tersebut ke ruangan nya.

Sementara itu di mana-mana anak kelas sebelas mulai membincangkan soal Zidan yang selama ini tidak pernah di tunjuk untuk jadi wali kelas malah jadi wali kelas mereka, ada yang senang karena bisa melihat ketampanan guru termuda ini, ad ayang menderita karena takut di hukum oleh Zidan yang galak benar-benar random.

"Clara, menurut Lo kenapa tiba-tiba pak Zidan jadi wali kelas kita?" tanya Nola sambil mengemut permen nya.

"Gak tau gue, dia anak mas pak Adnan ya terserah dia aja kan mau jadi apa di sini," jawab Clara tidak peduli.

"Iya juga sih, tapi agak aneh sih," kata Nola sedikit bingung.

"Udah deh jangan di pikirin, gue jadi kangen deh rasanya pengen cabut dari sekolah, tapi gak ada mobil gak ada apa-apa gimna bisa pergi," ujar Clara merenungi nasibnya yang sudah tidak bisa seperti dulu lagi.

"Udah jangan mikirin itu lagi deh mulai sekarang, kan Lo udah janji kemarin," kata Nola berusaha menghibur sang sahabat.

"Hmm, jawab Clara pasrah.

"Eh lihat deh, bukan nya itu kak Brayen nya, dia sama siapa tuh?" tanya Nola sambil mengucek-ngucek mata nya.

Clara yang mendengar nama Brayen segera menoleh dan melihat ke arah Nola melihat.

Terlihat Brayen yang sedang berjalan bersama seorang perempuan yang ternyata adalah ketua OSIS di sekolah dan mawar mekar. Ya itu Lana.

"Itu kan Lana," ucap Clara sekali lihat langsung mengenali mereka.

"Iya, Clara Lo gak apa-apa kan?" ucap Nola langsung melihat ke arah Clara khawatir sahabat nya akan sedih.

"Apaan sih? Gue udah gak punya perasaan apa-apa lagi kali ke dia, Lo gak denger ya dia bilang dia gak bakal suka sama gue dan sampai kapan pun gak bakal suka, dia juga hina gue, jadi mulai saat itu gue udah bertekad kalau gue gak bakal ngejar dia lagi," kata Clara membohongi dirinya sendiri.

"Hari di mana gue ngajakin Lo ketemu dia dan minta maaf itu adalah hari terakhir gue ngejar dia gue dah bilang kan sama Lo." Kata Clara lagi.

Nola pun tersenyum dia tau kalau saat ini sahabat nya sedang membohongi dirinya namun ia segera memeluk Clara untuk menghibur nya.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!