NovelToon NovelToon
SINFUL HEARTS SOCIETY

SINFUL HEARTS SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Teen
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Seraphine merupakan anak adopsi dari keluarga besar Vane. Sera mendapatkan perlindungan total dan kemewahan, tetapi ia mungkin kehilangan kebebasannya. Sang kakak, Alaric Vane telah merencanakan segalanya agar Sera tidak pernah lepas darinya, protective yang mengubahnya menjadi obsesi. Perasaanya bukan hanya sebatas kakak pada ‘adik’ namun lebih dari itu. Demi keluar dari sangkar emas keluarga Vane, Sera memilih bersekolah di imperial royal, Veridion Academy. Tidak main-main, ia enggan merepotkan keluarga Vane. Sera membuktikan mampu mengambil jalur beasiswa penuhnya. Tanpa disadari ini menjadi hal pembullyan disekolahnya. Demi dapat sekolah dengan nyaman hingga kelulusan, Seraphine bertemu dengan Yunkai Shenzar. Bangsawan berdarah biru murni, seorang Pangeran yang sedang bertaruh akan tahtanya setelah kelulusan sekolah. Dari musuh menjadi kekasih. Mereka menjalin aliansi, kerja sama saling memanfaatkan. Seraphine enggan bernaung pada keluarga Vane memilih memanfaatkan kekuatan mutlak sang Pangeran. Yunkai sendiri tahu siapa jati diri Sera sebelum diadopsi, dan memanfaat Sera untuk membuat tuan besar Vane menyokong dirinya menaiki tahta kerajaan. Sera tidak tahu siasat itu justru membawanya terjerumus terlalu dalam membentuk hubungan yang lebih serius dan kekacauan besar antara Tuan besar Vane dengan anaknya, Alaric Vane. Kini, Sera terjebak di antara dua kekuatan besar: obsesi Alaric yang menyesakkan atau cinta sang pangeran yang menawarkan kebebasan namun penuh risiko politik. Di antara bayang-bayang masa lalu keluarga Vane dan kemilau mahkota kerajaan, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Sera?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Target

Sera saat itu tengah terlelap diruang tamu kamarnya, saat pintu kamar asramanya ada yang membuka, Luna tampak masuk dengan tergesa langsung menuju kamar tidurnya.

Pukul 23.15

“Luna, Kau dari mana saja?” Tanya Sera menahan pintu kamar Luna yang hendak di tutup olehnya.

“Sera, aku lelah. Kembalilah ke kamar mu.”

Sera terdiam. Ia sepintas sempat melihat luka lecet pada buku-buku jari Luna. Perlahan Sera melepaskan tangannya pada handle pintu kamar itu, membiarkannya tertutup perlahan.

“Luna, maafkan aku.” Lirih Sera dan berlalu dari pintu kamar Luna, tanpa ia ketahui Luna menangis dalam diam dibalik pintu kamarnya.

Sera menyadari temannya menjadi target pembullyan karena dirinya. Entah siapa yang berbuat demikian, namun pada akhirnya Sera memutuskan mengambil jarak dari teman-temannya.

Keesokan harinya, didalam kelas.

Sera tak melihat kehadiran Ethan dan Gilly. Gilly memang dalam satu minggu kedepan mengajukan ijin dari sekolah untuk urusan keluarganya, namun Ethan— entah kemana pria itu. Bahkan di rumah asrama Sanguine Ruby, Sera tidak bertemu dengannya sudah tiga hari itu.

BIP

Seraphine : Kau baik-baik saja?

Sera mengirimkan pesan singkat pada Gilly, namun temannya itu tidak langsung menjawab.

Seraphine : Jika kau memerlukan bantuan, aku harap kau dapat memberitahuku Gilly.

Kembali tanpa balasan. Sera terabaikan begitu saja. Ia menatap jendela ruang kamar Ethan, sebentar lagi pukul tiga sore. Sudah seharusnya Ethan kembali ke kamar setelah berlatih basket nya.

Pintu kamar itu terbuka. Namun bukan Ethan yang hadir, melainkan Lui teman sekamar Ethan.

“Kau mencari Ethan? Tapi dia akan kembali nanti malam sekitar—“

“Aku mencari mu.” Jawab Sera singkat membalikkan tubuhnya.

Tiga pria dihadapannya, merupakan teman dekat Lui. Merasa ada obrolan yang penting bergegas masuk kedalam kamar Lui.

“Maksud mu, kau mencari tahu tentang Ethan dengan menemui ku?” Tanya Lui menuang segelas air minum dan melemparkan tasnya di atas sofa.

“Ethan berkelahi dengan siapa? Apa alasannya?”

Lui tersedak dengan pertanyaan Sera yang langsung mengetahui hal tersebut, nyatanya mereka sudah menyembunyikan semuanya dari Sera.

“A—apa maksudmu?”

Sera meletakkan tong sampah kecil tepat diatas meja ruang tamu itu, “Kasa, perban, alkohol.” Ujar Sera.

“Itu bukan miliknya.” Gugup Lui.

“Lalu apa milik mu?” Kesal Sera, dan kini beranjak masuk kedalam Ethan melempar pakaian kotor milik Ethan. Seragamnya robek dan kacau terlihat pertengkaran sengit.

“Sera—“ Lui terdiam, ia mulai bingung mencari berbagai alasan.

Tak menemukan jawaban dari Lui, Sera menggenggam erat seragam Ethan dan keluar dari ruangan itu. Namun saat ia hendak keluar dari aula rumah asrama Sanguine Ruby, tangannya dicegat oleh Evander, sang ketua.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya menahan Sera.

Sera tak menjawab. Ia terdiam menatap bingung Evan. Pria itu nyaris tak pernah banyak bicara, namun kali ini menegur Sera ditengah keramaian rumah asrama mereka. Beberapa pasang mata kini sayup-sayup mulai membicarakan Sera. Namun gadis itu tidak peduli, bahkan sebelum ia menginjakkan kakinya disekolah itu namanya sudah viral disegala sudut sekolah.

“Ikut dengan ku.” Ujar Evan menarik tangan Sera memasuki sebuah ruangan kosong yang hanya ada mereka berdua didalamnya.

“Kau mencari Ethan?” Tanya Evan melihat seragam ditangan Sera, “Dia sengaja menghindar dari mu.”

“Menghindar?” Bingung Sera.

“Sera dengar, teman-teman di sekelilingmu menjadi target kalangan atas. Ethan, Luna dan Gilly. Bahkan— Sanguine Ruby—“ Evan menghela nafas panjangnya. Menatap Sera dengan cemas.

“Aku sudah membereskan masalah yang terjadi di rumah asrama kita. Bisakah untuk yang terjadi pada Ethan dan Luna kau abaikan saja.” Pinta Evan memelas.

Namun Sera masih bingung dengan apa yang terjadi. Bagaimana bisa ia membiarkan teman-temannya sengsara sedangkan targetnya adalah dia sendiri.

“Aku memberimu pilihan, abaikan masalah yang terjadi pada teman mu itu atau— keluar dari rumah asrama ini.” Ujar Evan menurunkan nada bicaranya ada rasa takut mengecewakan Sera disana.

Sera tertunduk diam. Mencengkram erat pakaian Ethan.

“Jadi semua ini karena aku. Mereka tidak mampu menargetkan ku. Dan—“ Sera menghapus air matanya yang tumpah disalah satu matanya.

“Aku mengerti.” Ujar Sera, “Tenang saja senior. Aku tidak akan menjatuhkan Sanguine Ruby.” Senyumnya dengan paksa yang menyakitkan dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Evan seorang diri.

...****************...

Sera akhirnya kembali ke kamarnya, mematuhi perintah Evan untuk sementara waktu. Namun, di balik pintu yang terkunci, pikirannya tidak bisa tenang. Ia tahu bahwa diam bukan berarti menyerah; ia hanya sedang mengatur napas sebelum melakukan langkah besar.

Ia harus menyelesaikan kekacauan ini satu per satu, dimulai dari yang paling senyap namun mematikan: Kasus Gilly.

Secara fisik, Gilly adalah putri dari keluarga terpandang—tak akan ada yang berani menyentuhnya secara fisik di selasar sekolah. Namun, saat Sera membuka laptopnya dan menelusuri berita ekonomi internasional, ia baru menyadari bahwa perundungan terhadap Gilly dilakukan di level yang jauh lebih tinggi.

Sektor Keuangan Keluarga Fontaine.

Berita utama di situs finansial menunjukkan grafik merah yang tajam. Saham milik orang tua Gilly berada di ujung tanduk. Itulah alasan sebenarnya Gilly menghilang; ia terpaksa kembali ke negaranya karena krisis hebat yang mengancam kehancuran kerajaan bisnis sang ayah.

Sera menyelidiki lebih dalam dan menemukan pola yang familiar. Investor utama mereka mendadak menghentikan suntikan dana tepat saat Fontaine memulai proyek pengembangan terbesar mereka. Investor itu adalah relasi dekat Clarissa.

"Sudah kuduga," desis Sera. Tangannya mengepal. Clarissa tidak menyerang raga Gilly, melainkan memutus napas hidup keluarganya.

Sera sempat terpikir untuk menghubungi Alaric. Namun, ia segera menepis pikiran itu. Meminta bantuan pada kakaknya sama saja dengan menyerahkan diri ke dalam penjara hutang budi seumur hidup. Lagi pula, Gilly sengaja bungkam karena ia tahu betapa kerasnya Sera berusaha menghindar dari pengaruh Alaric.

Gilly melindungi Sera dengan cara merahasiakan masalah ini. Sekarang, giliran Sera yang bertindak.

Gilly mungkin tidak tahu, namun mendiang orang tua Sera meninggalkan sejumlah saham yang nilainya sangat fantastis. Malam itu, dalam kesunyian kamar asramanya, Sera menatap layar dengan pandangan nanar. Ia memutuskan untuk melakukan langkah yang sangat berisiko.

Dua induk perusahaan farmasi milik ayahnya.

Tanpa ragu, Sera memindahkan aset dan mendonasikan dana dari perusahaan farmasi tersebut untuk menyokong keluarga Fontaine.

Skenario Terbaik: Jika bisnis Fontaine pulih, Sera tetap memiliki kemitraan strategis.

Skenario Terburuk: Jika gagal, warisan ayahnya akan lenyap dalam waktu 24jam.

Satu masalah terselesaikan. Sera menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk. Ia memastikan bahwa besok pagi, saat bursa saham dibuka, keluarga Fontaine akan kembali bernapas lega.

Namun, ia tahu ini baru permulaan. Masih ada Luna yang terluka dan Ethan yang dihancurkan. Dan yang terberat... ia harus menghadapi Yunkai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!