NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Meja perjamuan di kastil Clyvedon tiba-tiba terasa ramai malam itu. Padahal, biasanya hanya Elowen yang duduk di sana.

Sekarang, Cassian duduk di ujung, menikmati makan malam yang sudah disiapkan. Lady Valerie dan juga Putri Lidya duduk di seberang meja menghadap Elowen.

Entah sudah diatur atau bagaimana, tapi posisi duduk Putri Lidya seolah sengaja berada di samping Cassian, sedangkan Elowen berada di sisi lain. Kursinya bahkan lebih dekat dengan Cassian daripada Elowen.

Apalagi saat Putri Lidya tersenyum lembut memuji Cassian atas perjamuannya.

“Anda memang mengerti bagaimana menjamu tamu, Duke Cassian. Semua makanan ini sangat istimewa,” ujar sang putri dengan tawa kecilnya.

Cassian tidak merespons, pria itu sibuk mengiris daging panggang di piringnya. Elowen hanya menatap Putri Lidya, tersenyum samar berusaha terlihat ramah sebagai tuan rumah.

Namun, sepertinya mereka tak begitu memperdulikan Elowen. Padahal, jamuan ini semua dipersiapkan oleh Elowen bukan Cassian.

Cassian mana peduli, pria itu lebih sibuk dengan pekerjaannya daripada sibuk menjamu dua wanita itu. Sayangnya Elowen tidak sampai hati untuk ikut tak peduli. Meski akhirnya pujian itu tak didapatkannya.

Putri Lidya hanya mengajak bicara Cassian, meski selalu berakhir diabaikan. Elowen bahkan tidak dianggap ada oleh Putri Lidya, dan juga Lady Valerie.

Fokus mereka berdua hanya kepada Cassian.

Elowen tidak begitu tersinggung, toh saat berada di kediaman Whitmore. Saudara-saudaranya juga seperti ini saat makan malam atau acara perjamuan.

Mereka bersikap seolah Elowen hanya hiasan yang bisa bergerak tanpa perlu diajak bicara.

“Jimmy!” panggil Cassian kepada kepala pelayannya.

“Saya, Yang Mulia?” Jimmy berdiri di sampingnya.

“Pindahkan semua barang istriku ke kamarku. Mulai hari ini, aku akan bersamanya sepanjang malam. Katakan pada Harry untuk tidak menggangguku saat malam,” ujar Cassian tegas.

Putri Lidya dan Lady Valerie bertatapan. Mereka seharusnya tidak berada di kamar yang sama seperti persyaratan yang diajukan Lady Valerie kepada Cassian.

“Cassian! Kalian tidak bisa tidur dalam satu kamar,” protes Lady Valerie.

Cassian menoleh ke arah Ibunya, tatapannya menggelap. “Kenapa tidak bisa?”

“Apa kau berniat melanggar persyaratan itu?” Lady Valerie mengeraskan suaranya.

Tidak ada yang tahu apa maksud dari percakapan mereka. Persyaratan apa? Elowen bertanya-tanya.

“Ibu yang lebih dulu melanggar persyaratan. Kenapa aku tidak boleh melakukan yang sama?” ucap Cassian penuh penegasan.

Lady Valerie mengetatkan rahang, tak lagi menjawab. Kemudian, wanita itu berdiri meninggalkan ruang perjamuan. Putri Lidya terlihat kebingungan, dia ingin tetap di samping Cassian, tapi, tidak mungkin tanpa Lady Valerie.

Akhirnya, Putri Lidya menyusul Lady Valerie pergi.

Kini, tinggal Elowen dan Cassian yang ada di ruang perjamuan. Elowen menatap Cassian dari samping.

Garis wajah pria itu menegas, tatapannya menggelap. Meski selalu berekspresi datar, tapi malam itu Cassian lebih dingin dari biasanya.

Entah keberanian Elowen muncul dari mana, tangan wanita itu terangkat lalu menepuk bahu tegas Cassian.

Merasa ada yang menyentuhnya, Cassian bergeming sejenak sebelum akhirnya menoleh ke arah Elowen. “Ada apa?” tanyanya.

Elowen membuka setengah bibirnya lalu menutupnya kembali. Buru-buru menulis ke catatan.

“Kamu tidak apa-apa? Kenapa tiba-tiba bertengkar dengan ibumu?” tulis Elowen.

 Cassian tidak langsung menjawab, pria itu menatap wajah Elowen sejenak. Kemudian memalingkan wajahnya, lalu berkata. “Tidak apa-apa,” katanya lalu berdiri meninggalkan Elowen.

Elowen melihat Cassian dari tempatnya berdiri, punggung pria itu perlahan menjauh dan menghilang.

Kenapa rasanya begitu sakit?

***

Cassian bahkan tidak tahu kenapa dia bisa se-emosional ini. Dia bahkan mengatakan hal yang seharusnya hanya dirinya dan ibunya yang tahu.

Seperti persyaratan itu…

Penolakan Cassian terhadap perjodohannya dengan Putri Lidya ternyata bukan sekedar penolakan biasa. Perjodohan itu adalah sebuah aliansi kuat antara Keluarga Clyvedon dengan Kerajaan Lysandria.

Kebencian Cassian pada mendiang Duke of Clyvedon sebelumnya membuatnya menolak perjodohan itu.

Cassian masih ingat bagaimana sang ayah membuatnya kecewa. Duke Clyvedon sebelumnya memiliki selir yang cukup banyak. Dan, menikahi Lady Valerie hanya untuk sebuah aliansi kuat.

Ibu kandung Cassian itu meski terlihat kuat, dan tegas. Jauh di lubuk hati Lady Valerie menyimpan retak yang parah.

“Sampai kapanpun, aku tidak akan mengikuti jejak Ayah yang memanfaatkan Ibu sebagai tameng. Aku akan mencapai puncak dengan usahaku sendiri.” Ujar Cassian di depan ibunya satu malam sebelum hari perjodohannya dengan Putri Lidya.

“Di kehidupan ini, kau tidak bisa berdiri sendirian, Cassian!” tegas Lady Valerie. “Kau butuh seseorang untuk mendukungmu. Putri Lidya mempunyai dukungan kuat itu.”

Mata Cassian berapi-api. “Menikah demi dukungan? Apa yang Ibu harapkan setelah itu…? Bahwa aku bisa menjadi Raja Lysandria,” sindir Cassian tegas.

“Apa jabatan Duke cukup untukmu? Kau bisa lebih tinggi dari itu, Cassian. Lysandria hanya punya satu putri.”

“Tidak!” tolak Cassian. “Sudah kukatakan aku tidak mau seperti Duke Clyvedon sebelumnya. Aku bisa berada di puncak dengan usahaku. Aku akan menikah dengan wanita yang ada di bawah standar Ibu. Kalau perlu, keluarganya sangat lemah dan tidak punya kekuatan apapun.”

Lady Valerie mengeraskan rahang. “Baik, kalau kau tetap bersikeras. Tapi, jangan pernah berharap Ibu akan datang ke pernikahanmu!”

“Tidak masalah!”

“Kau boleh menikah sesuai keinginanmu, tapi jangan pernah memiliki keturunan dari wanita yang statusnya di bawah keluarga Clyvedon!”

“Kalau aku tidak setuju, Ibu mau apa?”

“Aku sendiri yang akan membuat wanita itu pergi, Cassian.”

Wajah Cassian mengeras, otot-otot wajahnya menegang. Ibunya tidak bercanda, dan serius dengan semua ucapannya.

“Kalau begitu, jangan pernah datang.”

“Selama kau tidak berani memiliki anak dari wanita rendahan.”

Cassian terdiam, dan kemudian setuju.

***

1
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!