“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 12 - Moga Bertemu Lagi
Beberapa saat, kecanggungan menyelimuti perasaan Meisya. Tidak ingin berlama-lama larut dalam rasa canggung, Meisya segera mengajak mbak Elva pergi dari resto. Untung saja mbak Elva langsung mengiyakan ajakan darinya hingga membuatnya bisa segera pergi dari hadapan Kenzo secepatnya.
“Kenapa buru-buru banget, Mei? Mbak pikir kamu masih mau ngobrol sama Kenzo.” Kata mbak Elva saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil.
Meisya mengalihkan pandangan pada mbak Elva. “Siapa yang mau ngobrol sama dia, mbak? Bukannya tadi mbak sendiri yang lebih banyak ngobrol sama dia?”
Mbak Elva tersenyum. “Mbak pikir kamu mau ngobrol sama Ken setelah mbak selesai ngobrol sama dia.”
Meisya menghela nafas. “Mbak tau sendiri bagaimana perasaanku sekarang, mbak. Aku gak mau terlalu akrab dengannya.” Meisya mengingatkan agar mbak Elva dapat mengerti.
Mbak Elva mengangguk. Dia tidak ingin membuat mood Meisya jadi buruk nantinya karena perkataannya. “Baiklah, Mei. Maaf kalau sikap mbak tadi ada yang kurang menyenangkan menurut kamu.”
Meisya hanya mengangguk. Enggan melanjutkan percakapan di antara mereka. Meisya juga tidak ingin mbak Elva semakin bisa membaca isi hatinya saat ini.
“Sepertinya kamu masih ada rasa dengan Kenzo, Mei.” Kata mbak Elva dalam hati. Bukan hanya Meisya saja, mbak Elva bisa menilai kalau Kenzo juga menaruh rasa yang sama dengan Meisya.
“Kenapa perasaanku jadi tidak nyaman begitu saat bertemu dengan Kenzo tadi. Dan… kenapa aku sulit sekali untuk menenangkan hatiku sendiri. Bukannya sebelumnya aku sudah berjanji pada diriku sendiri agar bisa bersikap seperti dulu saat bertemu dengan Kenzo?” Meisya bergumam dalam hati.
Bukan hanya memikirkan perasaannya pada Kenzo saja, Meisya juga memikirkan jawaban yang ia berikan tadi pada Rendy. Entah mengapa ia berkata seperti itu pada Rendy. Seharusnya, ia jujur saja jika ada Kenzo juga bersama dirinya dan mbak Elva. Toh ia dan Kenzo tidak melakukan apapun tadi.
“Aku cuma gak pengen buat kak Rendy jadi berpikir macam-macam. Cuma itu aja.” Kata Meisya tidak ingin banyak pikir.
Selama berada di perjalanan, Meisya lebih banyak diam dan termenung. Entah mengapa bayang-bayang masa lalunya bersama Kenzo terbesit di dalam benaknya. Bagaimana pria itu memperlakukan dirinya dengan baik sejak awal mereka menikah, hingga memberikan perhatian yang membuat perasaannya jadi tidak menentu.
“Aku gak boleh seperti ini. Aku harus benar-benar menghapus perasaanku padanya.” Menyadari jika masih ada sedikit rasa yang tertinggal di dalam hatinya untuk Kenzo, Meisya segera mengingatkan dirinya. Jangan sampai karena perasaannya itu membuat dirinya jadi terjebak dalam kubanga masa lalu bersama Kenzo yang sudah seharusnya ia kubur dalam-dalam.
Berbeda dengan Meisya yang dibuat gundah gulana setelah bertemu dengan Kenzo, Kenzo justru terlihat amat senang setelah pertemuannya dan Meisya berakhir. melihat sikap Meisya saat bertemu dengan dirinya tadi, membuat dirinya makin yakin jika masih ada bayangan dirinya di benak Meisya.
“Aku memang tidak tau bagaimana perasaan kamu saat kita masih menikah dulu. Tapi untuk perasaan kamu yang sekarang, entah mengapa aku yakin kalau kamu belum bisa melupakan aku di dalam hidupmu.” Kata Kenzo. Meski Meisya sudah tak lagi ada di hadapannya, tapi Kenzo masih saja merasa jika wanita itu ada di depannya.
“Semoga esok hari Tuhan kembali berbaik hati mempertemukan kita lagi.” Harap Kenzo yang tidak ingin melewatkan satu hari pun untuk melihat Meisya.
***
Maaf ya teman-teman. Aku masih slow update karena lagi sibuk sama urusan dunia nyata🙏🏻
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....