NovelToon NovelToon
Istri Seksi Tuan Arnold

Istri Seksi Tuan Arnold

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putrichou

"Menikahlah dengan ku dan berikan aku keturunan. Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, termasuk kesejahteraan,"

Anjani tidak menyangka di usianya dua puluh tahun, harus menghadapi tawaran gila dari pria konyol yang dia bantu. Di sisi lain ia ingin memperbaiki hidup, sedangkan di sisi lain ia tidak ingin melakukan hal bodoh itu.

Namun melihat pengorbanannya Arya, keputusan besar akhirnya ia ambil untuk mereka berdua, bersiap menikah dan memberikan Arnold keturunan. Akankah mereka berdua berubah pikiran dan menjalin hubungan tanpa aliansi apapun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putrichou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAWARAN KEMBALI

Arnold mengernyitkan keningnya kala tak merasakan keberadaan Anjani di sebelahnya, dengan telanjang dada, pria itu menatap kamarnya yang cukup berantakan. Arnold terkekeh geli mengingat apa yang mereka lakukan kemarin, di angkatnya selimut dan menatap tetesan darah yang sudah mengering itu. Arnold memakai kaosnya dan keluar dari kamar.

"Sayang?" Anjani yang tengah membersihkan ruang tengah di buat terkejut. Arnold melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan memeluknya dengan erat.

"Mas, sebentar ya. Aku lagi bersih-bersih," ujar Anjani lembut. Ia masih malu karena kemarin malam mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua saja di ranjang. Arnold semakin memeluk erat, tak lupa mengecup tengkuk leher istrinya yang terbuka.

"Aku suka di panggil gitu,"

Arnold meletakkan sapu bulu yang dipegang oleh Anjani. gadis itu hanya bisa menghalang nafas dan memperbaiki pakaiannya yang sedikit terangkat karena ulah Arnold.

"Sebaiknya kamu sarapan dulu, aku sudah menyiapkannya."

Arnold menggeleng, "aku ingin makan kamu saja."

Anjani mencubit gemas otot lengan arnold. "Aku serius, karena hari ini aku ingin pergi ke sawah."

Alis tebal itu mengerut bingung, pagi-pagi buta Anjani ingin pergi ke sawah. Anjani melepaskan pelukan suaminya dan melanjutkan membersihkan ruangan tengah.

"Tapi ini masih sangat pagi, sayang."

"Aku tahu, tapi aku selalu datang ke sawah untuk sedikit berkeringat."

Warga desa biasanya selalu pergi ke sawah sebelum matahari berada di atas kepala, bahkan anak-anak kecil juga ikut mencari matahari pagi untuk berkeringat. Dirinya dan Arya selalu melakukan tersebut hingga sekarang, menjadi rutinitas wajib.

Arnold tidak menolak, pria itu kembali mengganti baju dengan kaos hitam dan celana pendek. Anjani yang disuguhkan pemandangan tersebut, hanya bisa terdiam melihat ketampanan Arnold. Ia menyadari kalau pria dihadapannya sungguh tampan bilang memakai pakaian apapun.

"Aku juga ingin berjalan-jalan pagi,"

Anjani yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, lantas menyiapkan kotak bekal untuk seseorang. "Biasanya jam segini Kakak sudah berangkat di sawah Pak Harto untuk membantu."

Arnold tempat cewek mendengar nama pria itu disebut, ia juga tidak menyangka kalau Arya sangat pintar membajak sawah dan ikut membantu di sawah. Mereka berdua pergi berjalan kaki menuju persawahan, sebenarnya Arnold sudah menawarkan untuk menaiki mobil namun sang istri menolak. Kelvin sudah ikut dengan Fero untuk kembali ke kota, Arnold memintanya untuk menghandle perusahaan sementara waktu.

"Ternyata tidak terlalu buruk untuk berjemur di pagi hari," celetuk Arnold dengan menggenggam tangan Anjani. Dirinya benar-benar dibuat tergila-gila oleh gadis di sampingnya.

Anjani tertawa pelan, karena Jasmine Ibu dari Arnold mengatakan kalau pria di sebelahnya jarang sekali berjalan-jalan pagi dan hanya berolahraga di tempat gym pribadinya.

"Sebaiknya ini menjadi rutinitas wajib kamu mulai sekarang, karena berjemur di pagi hari sangat baik untuk tubuh."

"ANJANI!"

Anjani menoleh dan melambaikan tangannya kepada Pak Harto dan Arya. Arnold membuka matanya malas saat Kakak dari Anjani menyunggingkan senyuman aneh kepadamu. Sepertinya mengejek ke arahnya.

"Kakak, aku membawa sarapan untuk kamu,"

Dengan penuh peluh dan berkaki berlumpur, Arya mendekati sama Adik dan menerima bekal yang di bawah oleh gadis itu. "Terima kasih," ucapnya dengan mengelus rambut sang Adik.

Arya melirik Arnold yang sudah bersilang tangan di depan dada. "Sayang, aku tiba-tiba tidak enak badan. Apakah sudah selesai kita berjalan-jalannya?"

Anjani mengangguk dengan cemas, ia buru-buru mengajak Arnold untuk pulang. Arya menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.

"Ternyata dia masih cemburuan,"

Arnold tidak bisa menahan senyumannya saat Anjani menarik lengannya untuk kembali ke pondok penginapan. langkah gratis itu sangat kecil dan terkesan lamban, Kamu dibuat gemas kembali dengan tingkah sang istri.

"Aku berencana untuk kembali ke kota besok lusa," gumam pria itu membuat Anjani berhenti sebentar. Dia takut salah dengar dengan ucapan suaminya.

"Apa?"

"Kita bicarakan saja di kamar,"

...****************...

Anjani memijat kepala suaminya, yang tertidur di pangkuannya. Mereka tampak bersantai di ruang tengah sembari menonton televisi. Pria itu tampak menikmati pijatan yang diberikan oleh ISTRINYA.

"Ternyata aku tidak salah memilih kamu untuk menjadi istriku,"

Anjani tersenyum kecil dan merasa senang atas pujian dari Arnold. "Bolehkah aku bertanya sesuatu?"

Arnold menggangguk dengan mata terpejam. Gadis itu terdiam sebentar dan menatap Suaminya yang masih menikmati pijatannya.

"Kenapa kamu tidak menikah dengan gadis lain saja?" tanya Anjani dengan ragu. Ia begitu penasaran mengapa Arnold jauh-jauh dari kota ke desa asri untuk mencari gadis desa untuk dia nikahi. Karena setahu Anjani, gadis kota sangatlah cantik dan anggun.

"Kenapa kamu menanyakan hal itu? Apakah kamu menaruh curiga kepada suamimu ini?"

Anjani gelagapan mendengar pertanyaan suaminya, ia hanya penasaran tentang hal itu dan tidak berniat menanyakan hal lain. Arnold kebangun dan terduduk di sisi kanan istrinya, diraihnya tangan Anjani untuk ia kecup .

"Anjani, sebenarnya Mama sudah mencarikan aku seorang wanita untuk dinikahi, tapi aku tidak memiliki ketertarikan kepada mereka. Dan aku datang ke desa tidak memiliki tujuan selain mencarimu,"

Anjani menatap bingung Arnold. Ia masih tidak mengerti dan tidak bisa menangkap paham arti ucapan suaminya. "Aku tidak mengerti,"

Arnold hanya tersenyum dengan sabar, "karena hanya kamu yang cocok untuk menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku."

Mendengar hal itu, Anjani tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya. Ia bukan sekedar tersipu malu, tapi Anjani tidak menyangka kalau jawaban Arnold akan menghangatkan hatinya. Pria itu terkekeh geli dan membawa Anjani ke dalam pelukannya.

"Aku ingin membicarakan sesuatu hal yang penting," kata Arnold membuat Anjani mengangguk.

"Apakah kamu tidak memiliki niat kembali bersekolah?"

DEG ....

Gadis itu terdiam sebentar, ia teringat tentang kejadian di sekolahnya dulu. Gadis itu sangat ingin bersekolah kembali dan mewujudkan mimpinya untuk berkuliah. Arnold terdiam sebentar dan memberikan waktu kepada istrinya untuk angkat bicara.

"Apakah masih bisa?" tanya Anjani dengan suara pelan.

"Tentu saja masih bisa, aku akan meminta Kelvin untuk menguras surat mu di sekolah nanti."

"Tapi kan aku sudah menjadi istrimu, apakah kamu tidak keberatan bila aku kembali bersekolah dan mewujudkan mimpiku?"

"Maafkan Aku, karena diriku kamu harus kehilangan masa mudamu untuk menjadi istriku." Arnold menyesal karena memaksa Anjani untuk menikah dengannya demi keuntungan pribadinya. Ia bahkan lupa kalau Anjani rela memutus sekolah untuk merawat Arya.

"Untuk apa kamu meminta maaf, harusnya aku yang banyak terima kasih karena kamu sudah membantuku dan kakakku."

Arnold tersenyum hangat mendengar jawaban istrinya. Anjani hanyalah gadis polos dan lugu, namun Arnold sangat menyukai gadis ini. Mungkin terkesan egois karena Arnold menginginkan Anjani untuk melahirkan keturunannya, tapi Arnold melakukan hal itu bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi.

"Ini tawaranku kepadamu, Sayang."

Anjani mengangguk setuju, "tentu saja aku sangat ingin melanjutkan sekolah. Tapi aku ingin homeschooling saja,"

Arnold tidak banyak bicara dan hanya menggangguk mengiyakan. Semua keputusan berada di tangan istrinya dan ia hanya melakukan tugasnya. Arnold menerima lapang dada keputusan istrinya yang ingin homeschooling.

Mereka berdua menghabiskan waktu kembali dengan membersihkan kamar, Arnold baru menyadari kalau Anjani tipikal gratis yang sangat suka akan kebersihan. sesekali pria itu melirik Anjani yang sibuk memasak untuk makan siang dengan rambut terurai.

"Aku menginginkan kamu,"

Anjani terkejut saat tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya. Arnold menyembunyikan wajahnya yang ditengkuk leher istrinya, tinggi tubuh Anjani sedikit lebih rendah di bawah dagu Arnold, membuat pria itu merasa nyaman ketika memeluk tubuh sang istri.

"Tapi ini masih siang Arnold, dan kita juga sudah melakukannya tadi malam." jawab Anjani dengan tawa kecil. Karena menggelengkan kepalanya, membuat Anjani merasa kegelian.

"Aku ingin membuat Arnold Junior dengan segera di sini," Arnold mengelus perut rata Anjani dengan gerakan Pelan. Anjani menatap perut ratanya sebentar dan mematikan kompor.

"Apakah harus sekarang?"

"Kita akan menyicilnya," perkataan itu terlalu vulgar di telinga Anjani. Gadis itu sempat terkejut saat melihat penampilan dirinya di depan cermin kamar mandi tadi pagi. Arnold benar-benar meninggalkan banyak bekas merah yang sungguh membuat Anjani tidak percaya diri memakai baju sedikit terbuka.

"Kamu tidak ingat, kamu membuat banyak sekali." jawaban polos itu membuat Arnold tidak bisa menahan tawanya. Anjani mendelik melihat pria di depannya benar-benar tertawa keras dan menggema.

1
partini
pesikopet dia mah ,najani the next korban berikutnya OMG moga aja ga methong
partini
tekdung
partini
dua puluh tahun masih SMA Thor sehhh
partini: ok ,, soalnya jarang sih Thor di tempat ku lulus SMA umur 20th kebanyakan 18 dan 19 th
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!