NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.

Ketika akhirnya Alan berhasil menemukan gadis itu, ia segera mengangkat tubuh gadis itu ke permukaan dan menggendongnya keluar dari kolam renang.

Maura sekarang ini terkulai lemas dalam pelukan Alan, wajahnya pucat dan napasnya terengah-engah.

Alam merasa lega ketika ia melihat anak angkat majikannya itu masih bernapas, meski sangat lemah.

"Tolong bangun, bangun!" Alan memanggil berusaha membuat gadis itu sadar, ia terlihat menepuk nepuk nepuk pipi anak majikannya itu dengan sangat lembut.

Namun yang terjadi, anak majikannya itu pingsan dan juga tidak sadarkan diri. Alan benar benar di buat bingung, ia yang takut jika terjadi sesuatu yang buruk dan juga fatal pada anak majikannya, akhirnya ia pun memilih melakukan penyelamatan dengan memberikan sebuah nafas buatan pada gadis itu.

Air kolam terlihat banyak sekali keluar dari dalam bibir Maura, sekarang ini ia hanya bisa menggeliat lemah, matanya setengah terbuka.

Alan segera menggendong Maura masuk ke dalam rumah dan meletakkannya di sofa ruang tamu. Ia mengambil handuk kering dan mulai mengeringkan tubuh Maura yang basah kuyup.

Tak lama kemudian, Cherly dan Aron, majikan Alan datang menghampirinya.

Dengan tubuh yang terlihat begitu lemah, Cherly datang dengan di gendong oleh Aron suaminya.

Tadi Aron segera pulang, setelah mendapatkan pesan dari istrinya. Namun, saat sedang berdiskusi dengan istrinya di dalam kamar.

Tiba tiba pembantu baru yang baru saja bekerja di rumahnya itu mengetuk pintu kamarnya dengan panik.

Akhirnya pembantu baru yang bernama Asih itu menceritakan apa yang ia lihat, perihal anaknya yang menyelamatkan nona muda yang terjatuh di dalam kolam.

Cherly dan Aron nampak bertanya pada Alan, perihal apa yang sebenarnya terjadi.

Alan pun menceritakan insiden yang terjadi dan bagaimana ia menyelamatkan gadis itu. Cherly dan Aron tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Alan atas keberaniannya.

Dalam hati, Alan merasa lega dan bersyukur ia berhasil menyelamatkan Maura tepat waktu. Namun, ia juga merasa bersalah karena tak mengetahui bahwa gadis itu tak bisa berenang. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi Alan untuk lebih mengenal dan memperhatikan anggota keluarga majikannya agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Terimakasih banyak Alan kamu sudah menyelamatkan Maura, anak angkat kami," ujar Cherly tulus dengan nada suara yang terdengar begitu lemah, namun wajahnya terlihat sebuah ketulusan yang terpancar.

"Sama sama Nyonya, tapi saya malah sungkan kalau anda mengucapkan terimakasih kepada saya seperti ini!"

Tak berselang lama, Bibi Asih ibu dari Alan pun datang, dengan membawa baju tidur baru milik Maura yang ada di dalam kamar mandi.

"Bajunya yang ini Nyonya?" tanya Asih.

"Iya, tolong bantu gantikan bajunya anak saya Maura yang basah," sahut Cherly.

"Alan, sekarang kamu ikut aku masuk ke dalam ruangan kerja. Aku mau bicara empat mata pada mu, dan sebagai ucapan terimakasih karena kamu telah menyelamatkan Maura. Aku akan membiayai dan juga menyekolahkan kamu di sekolah tempat Maura." Ucapan Aron sungguh membuat Asih menatap anaknya dengan tatapan berbinar.

Alan juga terlihat membalas tatapan ibunya. Ke dua pasangan ibu dan anak ini terlihat seperti orang yang berbicara dari hati ke hati.

Alan begitu bahagia, ia dan ibunya adalah korban kekerasan ayahnya.

Seminggu yang lalu, saat Aron berangkat kerja di pagi pagi buta. Ia tak sengaja menabrak Alan dan juga Asih yang menyebrang jalan tanpa melihat situasi. Padahal saat itu jalan sepi dan mobil yang di kemudian Aron juga sangat pelan.

Saat itu, luka lecet dan juga darah banyak sekali terlihat di wajah Alan maupun Asih.

Melihat ke dua pasangan ibu dan anak itu ketakutan dan meminta tolong padanya. Aron pun iba, lalu membawa ke duanya ke rumah sakit.

Saat itu, lantas Aron pun bertanya, kenapa keduanya bisa sampai seperti itu?

Akhirnya baik Asih maupun Aron menceritakan semua masalahnya pada Aron, dengan wajah yang terlihat polos dan juga jujur.

Aron percaya dengan cerita ibu anak itu, apalagi melihat ekspresi wajah Asih dan juga Alan yang begitu menyedihkan kan dengan luka lebam di sekujur wajah nya.

Apalagi Aron teringat, jika istrinya itu di berikan mukjizat setelah 15 tahun menikah dan bisa hamil lagi. Ia memiliki keinginan besar untuk berbuat kebaikan, dan menawarkan untuk pasangan ibu anak itu tinggal di rumahnya sebagai pembantu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!