NovelToon NovelToon
Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari kebangkrutan dan membiayai pengobatan adiknya yang kritis, Mireya terpaksa menjual kesuciannya. Ia menandatangani kontrak satu tahun untuk menjadi ibu pengganti bagi Calix David—seorang miliarder tampan berusia 35 tahun yang terkenal kejam dan sedingin es.
Pernikahan rahasia digelar, dan Mireya dikurung di mansion mewah dengan aturan ketat. Calix memperingatkannya: "Hubungan kita hanya sebatas rahim dan uang. Jangan pernah jatuh cinta kepadaku."
Namun, kepolosan Mireya perlahan mulai menggoyahkan hati sang Tuan Tsundere. Di tengah intrik konglomerat dan rahasia kelam mansion, akankah Mireya pergi setelah melahirkan sang ahli waris, atau justru berhasil memiliki hati Calix sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kunjungan ke Rumah Sakit & Rahasia yang Mulai Tercium

​Aroma disinfektan yang menyengat langsung menyambut indra penciuman Mireya begitu ia melangkah melewati pintu kaca otomatis Rumah Sakit Medika Utama. Langkah kakinya masih terasa sedikit berat dan canggung—sisa dari ketegangan intens semalam yang masih membekas di fisiknya. Di belakangnya, melangkah dengan tegap seorang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam rapi. Dia adalah Doni, kepala pengawal pribadi yang diutus langsung oleh Calix.

​"Nyonya Muda, ruang administrasi utama ada di sebelah kiri. Tuan Besar sudah menyelesaikan seluruh proses transfer dana untuk biaya operasi dan perawatan Dik Aiden," ucap Doni dengan nada suara yang sangat formal namun tetap sopan.

​Mireya menoleh pelan, tersenyum tipis yang tampak dipaksakan. "Terima kasih, Pak Doni. Tapi bisakah... bisakah Anda tidak memanggilku Nyonya Muda di sini? Panggil saja Mireya. Aku merasa tidak nyaman."

​Doni membungkukkan kepalanya sedikit. "Maaf, Tuan Putri... maksud saya, Nyonya. Ini adalah perintah langsung dari Tuan Calix. Kami tidak berani melanggarnya."

​Mireya hanya bisa menghela napas pasrah. Ia tahu betul bagaimana watak pria sekaku Calix—sekali pria itu membuat aturan, seluruh bawahannya akan memperlakukannya bak hukum mutlak. Gadis itu kemudian berjalan menuju meja administrasi kelas VIP untuk mengambil bukti pelunasan, lalu bergegas menuju lift menuju lantai empat, tempat adiknya dirawat.

​Begitu pintu kamar rawat nomor 422 dibuka, Mireya melihat ibunya, Fiona, sedang duduk di samping ranjang tempat Aiden terbaring lemah dengan berbagai selang medis yang menempel di tubuh kurusnya.

​"Mireya! Kamu sudah datang, Nak?" Fiona langsung bangkit berdiri, matanya berbinar penuh harap saat menatap putri sulungnya. Namun, pandangan Fiona segera beralih ke arah Doni yang berdiri siaga di depan pintu kamar. "Dia... dia siapa, Reya? Di mana Tuan Calix? Kenapa dia tidak ikut datang bersamamu?"

​Mireya melangkah mendekati ranjang Aiden, mengusap lembut kening adiknya yang terasa hangat sebelum berbalik menatap ibunya. "Calix sedang sibuk di kantornya, Ma. Dia... Tuan Calix mengutus Pak Doni untuk menemaniku sekaligus memastikan semua biaya administrasi Aiden sampai pulih total sudah beres."

​Fiona langsung mengembuskan napas lega yang teramat panjang, seolah beban seberat satu ton baru saja diangkat dari pundaknya. "Oh, syukurlah! Tuhan memang baik. Tadi pihak rumah sakit baru saja memberi tahu Mama kalau jadwal operasi Aiden dimajukan besok pagi karena dananya sudah masuk penuh. Lima puluh miliar itu... benar-benar nyata, Reya!"

​Mireya memaksakan sebuah senyuman, meskipun hatinya mendadak terasa mencubit perih. Uang itu memang nyata, sangat nyata hingga bisa membeli rahim dan kesuciannya dalam satu malam.

​"Lalu di mana Papa, Ma?" tanya Mireya, mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin membahas nominal uang yang membuatnya merasa seperti barang dagangan. "Kenapa Papa tidak ada di sini?"

​Raut wajah Fiona mendadak berubah agak canggung. Ia mengalihkan pandangannya ke arah jendela luar. "Papamu... dia sedang pergi ke kantor pusat perusahaan, Reya. Kamu tahu sendiri, setelah David Group menyuntikkan dana segar tadi pagi, saham perusahaan kita langsung stabil lagi. Papamu harus mengurus banyak dokumen rapat pemegang saham agar status pailitnya dicabut resmi."

​Mireya mengepalkan tangannya di balik saku gaunnya. "Jadi, begitu uangnya cair, Papa langsung pergi ke perusahaan? Bahkan tanpa menunggu jadwal operasi Aiden besok?"

​"Reya, tolong mengertilah," sela Fiona dengan nada memohon, memegang kedua tangan Mireya. "Perusahaan itu adalah harga diri papamu. Jika perusahaan itu hancur, kita semua juga tidak akan punya apa-apa lagi. Lagi pula, sekarang kan sudah ada tim dokter terbaik yang disiapkan oleh keluarga David. Semuanya akan baik-baik saja."

​Mireya menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam rasa kecewa yang bergemuruh di dadanya. Di saat ia mengorbankan seluruh hidup dan harga dirinya di mansion dingin itu, orang tuanya justru langsung kembali menikmati kemewahan dan kesibukan duniawi mereka sendiri.

​Tepat saat keheningan yang canggung itu melanda, pintu kamar rawat kembali terbuka. Seorang pria paruh baya dengan jas dokter putih masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh seorang suster. Pria itu adalah Dokter sidiq, dokter spesialis yang menangani Aiden sejak awal.

​"Selamat siang, Nyonya Pradipta," sapa Dokter Sidiq ramah. Namun, begitu matanya tertuju pada Mireya dan pengawal berjas hitam di depan pintu, kening sang dokter tampak berkerut dalam. "Ah, apakah ini Mireya? Putri sulung Anda yang waktu itu sempat membawa Aiden pertama kali ke sini?"

​"Iya, Dok. Ini Mireya," jawab Fiona cepat, dengan nada yang agak pamer. "Sekarang Mireya sudah... sudah menikah dengan Tuan Calix David. Jadi seluruh biaya pengobatan Aiden ke depan akan ditanggung penuh oleh David Group."

​Dokter Sidiq tertegun sesaat. Ia menatap Mireya dengan pandangan yang sulit diartikan—perpaduan antara terkejut, bingung, dan ada kilatan kecurigaan yang samar. "Menikah dengan Tuan Calix David? David Group yang memegang kendali atas rantai rumah sakit swasta ini?"

​"Benar, Dok. Apakah ada masalah dengan administrasinya?" tanya Mireya, menyadari perubahan ekspresi sang dokter yang mendadak aneh.

​Dokter Sidiq berdeham pelan, membolak-balik papan klip dokumen medis di tangannya dengan gerakan yang sengaja diperlambat. "Ah, tidak... tidak ada masalah dengan administrasinya, Nyonya Muda David. Semuanya sudah luar biasa lengkap. Hanya saja..." Dokter itu menggantung kalimatnya, melirik sekilas ke arah Doni yang berdiri di dekat pintu sebelum kembali menatap Mireya dengan suara yang direndahkan. "Saya hanya sedikit terkejut. Setahu saya dari catatan rias rekam medis keluarga inti David Group... Tuan Calix dikenal sangat menutup diri dari pernikahan setelah... setelah tragedi beberapa tahun lalu."

​Jantung Mireya berdesir aneh. Kalimat dokter itu mendadak memicu ingatannya tentang ucapan Bi Ani kemarin siang mengenai 'kamar terlarang' di ujung lorong barat mansion. Tragedi beberapa tahun lalu?

​"Tragedi apa maksud Anda, Dok?" tanya Mireya, memajukan langkahnya, didorong oleh rasa ingin tahu yang besar.

​Fiona yang menyadari arah pembicaraan mulai sensitif langsung menyenggol lengan Mireya dengan panik. "Reya, apa yang kamu tanyakan? Jangan lancang membahas urusan pribadi keluarga suamimu di depan umum."

​Namun, Dokter Sidiq tampaknya menyadari bahwa Mireya benar-benar tidak tahu apa-apa. Dengan helaan napas berat, sang dokter berbicara dengan nada yang sangat berhati-hati. "Nyonya Muda, saya tidak bermaksud mencampuri urusan domestik Anda. Tapi sebagai dokter yang juga sempat mengetahui rekam medis internal... rumor di kalangan petinggi medis menyebutkan bahwa mendiang mantan tunangan Tuan Calix, bersama adik perempuannya, meninggal dalam kecelakaan misterius tepat beberapa minggu sebelum pernikahan mereka digelar. Dan sejak saat itu... ada rahasia kelam yang sengaja ditutupi rapat oleh pihak keluarga besar David terkait alasan di balik keputusan Tuan Calix untuk tidak pernah mau mempublikasikan hubungan asmaranya lagi."

​Mireya terpaku di tempatnya, matanya membelalak kecil. Mantan tunangan dan adik perempuannya meninggal bersamaan sebelum pernikahan? Rahasia kelam apa?

​Sebelum Mireya sempat melontarkan pertanyaan lebih lanjut, Doni yang sejak tadi menyimak dari sudut ruangan langsung melangkah maju dengan aura yang mengintimidasi. "Maaf, Dokter Sidiq. Saya rasa tugas Anda di sini hanya untuk memeriksa kondisi fisik Dik Aiden, bukan untuk menyebarkan gosip atau rumor hoaks yang tidak berdasar mengenai Tuan Besar kami."

​Suasana kamar rawat itu seketika berubah menjadi sangat tegang dan dingin. Dokter Sidiq langsung menundukkan kepalanya, wajahnya tampak sedikit pucat. "Ah, maafkan kelancangan saya, Pak Doni. Saya tidak bermaksud demikian. Saya hanya... saya hanya memastikan kondisi psikologis Nyonya Muda juga stabil. Kalau begitu, saya permisi dulu untuk memeriksa pasien di ruangan lain."

​Dokter Sidiq bergegas keluar dari kamar diikuti oleh susternya, meninggalkan Mireya yang masih berdiri mematung dengan sejuta pertanyaan yang kini berkecamuk di dalam benaknya.

​Rahasia kelam apa yang sebenarnya disembunyikan oleh pria dingin bernama Calix David itu? Dan apakah rahim yang disewakannya ini... sebenarnya masuk ke dalam pusaran bahaya yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan?

1
Aditya Rian
mantap
umie chaby_ba
rasain Lo ... 🤭
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
buruan calix , ilana ngadi-ngadi emang/Panic/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kepedean banget ilana ....
Ariska Kamisa: emang... ngeselin yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
udah sih lagi asik juga bianca resek banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
🤭🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
/Shy//Shy//Shy//Shy/
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
malang sekali mire
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik/Good/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣
Aditya Rian: matap👍
total 2 replies
umie chaby_ba
ceritanya bagus,
semangat terus ya Thor...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
dih ngeselin banget sumpah si cilox🤣
Ariska Kamisa: calix kak bukan cilox🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
calix aslinya demen nih pasti
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey jangan kasih ampun 👍
Ariska Kamisa: siap👍
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey daripada stres ke hobi aja wis
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!