"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."
Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.
Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.
Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.
Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.
Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Bosan Menunggu
Walau Claudia merasa tak nyaman dengan kata-kata yang di kirim Rijal. Ia pun pada akhirnya menjawab chat itu.
Namun yang terjadi setelah ia kirim chat itu, chat itu pun tak kunjung ada jawabanz setelah Claudia menunggu lebih dari lima belas menit. Ia pun akhirnya berbicara.
"Kenapa ya, kok nggak di jawab sih. Udah lima belas menit nunggu juga malah nggak di jawab-jawab, padahal kan dia masih online. Hem... gini amat sih." ucap Claudia yang mulai bosan menunggu jawaban chat darinya yang tak kunjung mendapat jawaban.
"Apa nunggu lima menit lagi aja ya. Hem... ya udah deh, aku tunggu lima menit lagi." ucap Claudia lagi.
Claudia pun mulai menunggu, namun sayangnya setelah lima menit menunggu. Chat itu tak di jawab juga.
Claudia pun akhirnya memutuskan sesuatu setelah menelan rasa kesalnya karena lama menunggu.
"Hem... kayanya nggak akan di jawab sih ini. Aku matiin aja deh data nya. Kalau tetep nyala juga yang ada malah makin sakit hati karena nggak kunjung di jawab. Apalagi nunggu tanpa kejelasan seperti ini. Banyak waktu ku yang ke buang nanti. Lebih baik aku langsung matiin aja deh datanya." ucap Claudia berbicara pada dirinya sendiri.
Ia pun kemudian bersiap untuk mematikan datanya. Namun apa yang terjadi saat ia ingin mematikan data tersebut.
Tiba-tiba ada notif jawaban chat dari Rijal. Seketika Claudia pun mulai merasa bimbang antara lanjut mematikan data atau menjawab chat Rijal.
Dalam kebimbangan nya itu, ia terus mendengar notif spam yang pada akhirnya mau tak mau ia pun menjawab chat Rijal.
Namun chat yang ia kirim barusan tak langsung di jawab oleh Rijal, melainkan lima menit kemudian barulah ia jawab.
Hal ini membuat Claudia harus sabar-sabar menahan emosi nya meledak.
"Sabar Claudia, sabar... kamu nggak perlu emosi dengan perlakuannya ini." ucap Claudia menahan diri untuk tidak langsung meluapkan emosi yang telah ia tahan saat menunggu chat Rijal yang telah berlangsung selama dua puluh menit lalu.
Claudia yang terus menahan diri untuk sabar akan hal itu, akhirnya ia pun mulai emosi karena Rijal malah semakin melunjak. Kenapa bilang melunjak? itu karena, Rijal semakin menambah durasi tunggu yang harus Claudia sabarin.
Tetapi setelah lima belas menit, Claudia yang menunggu chat dari Rijal. Akhirnya ia pun langsung mematikan data handphone miliknya sampai jam delapan malam, ia baru kembali menyalakan data.
Dan saat data itu telah di nyalakan, ia pun mendapatkan chat dari Rijal. Ia pun mulai membaca chat itu dan melihat waktu terkirim chat itu.
Ternyata Rijal menjawab chatnya sekitar jam 18.40 wib. Itu artinya chat Caludia tadi siang, Rijal jawab waktu setelah magrib dan bahkan mau masuk isya.
Apa jadinya jika Claudia menunggu chatnya itu tanpa mematikan data. Benar-benar menyebalkan cowok seperti ini.
Karena rasa kesal yang memuncak, Claudia pun enggan menjawab chat Rijal itu. Ia hanya membaca chat itu saja tanpa berniat menjawabnya.
Kemudian Claudia pun sibuk menonton film. Baru lima belas menit film itu di mulai. Rijal kembali mengirim pesan.
"Malah di read aja, bukannya di jawab. Lagi sibuk emang kamu?" inilah isi chat yang di kirim Rijal.
Walau dalam hati Claudia masih tak ingin menjawab chat itu. Terapi pada kenyataannya, ia kembali menjawab chat itu lagi.
"Nggak sibuk kok." inilah jawaban chat yang Claudia berikan.
"Terus kalau nggak sibuk kenapa kamu nggak jawab chat aku?" ucap Rijal dalam chat yang ia kirim sebagai jawaban.
"Nggak papa." ucap Claudia.
"Kenapa di read aja? Lagi chat sama cowok?" ucap Rijal yang mulai berpikir negatif.
"Nggak kok, nggak lagi chatan." ucap Claudia.
"Terus lagi apa?" ucap Rijal.
"Lagi nonton." ucap Claudia.
"Film apa?" ucap Rijal yang mulai semakin penasaran, sehingga ia ingin tahu lebih detail apa yang sedang Claudia lakukan saat ini.
"Film komedi." Ucap Claudia asal.
"Oh, judulnya apa?" ucap Rijal.
"Nggak tau, aku asal nonton aja." ucap Claudia.
"Lah kamu mah aneh, masa nonton film nggak tau judulnya?" ucap Rijal.
"Hem... itu kenyataannya, aku memang nggak tau judul filmnya, tapi langsung nonton aja yang ada." ucap Claudia.
"Nontonnya di mana?" ucap Rijal lagi.
"Di aplikasi putih." ucap Claudia.
"Coba nonton pake link ini deh, ada di internet terus filmnya nggak ke potong gitu dan nggak berbayar juga." ucap Rijal yang langsung mempromosikan sebuah link.
Ia kemudian menjelaskan Claudia cara mencari link tersebut. Setelah itu, Claudia pun mulai mencari, namun ternyata sulit menemukan caranya.
Sehingga kini link itu pun tak jadi Claudia gunakan untuk menonton film.
"Gimana, bisa nggak?" ucap Rijal mengirim pesan setelah ia jelaskan tata caranya.
"Nggak bisa, udahlah aku nonton di aplikasi putih aja." ucap Claudia.
"Mana coba ss biar aku kasih tau." ucap Rijal meminta Claudia untuk mengirimkan ss pada dirinya.
"Udah nggak papa, aku nanti nonton lewat aplikasi putih aja." ucap Claudia yang enggan mencari lagi link tersebut.
"Ya udah aku aja yang ss ini, biar nanti kamu tau harus kemana aja." ucap Rijal.
"Hem... ya udah boleh kalau kamu mau jelasin." ucap Claudia.
"Bentar ya." ucap Rijal yang mulai mencari link yang ia maksud itu.
Rijal pun kemudian langsung mengirim ss tata cara masuk ke link itu. Beruntung Claudia tak harus menunggu lama, karena Rijal langsung mengirim ss itu, dua menit setelah chat yang Claudia kirim belum ada jawaban dari Rijal.
"Oh jadi nanti bikin akun juga atau gimana?" ucap Claudia setelah melihat tata caranya.
"Nggak buat akun juga udah bisa masuk kok ke sana." ucap Rijal.
"Oh kirain wajib bikin akun." ucap Claudia.
"Nggak usah, itu bisa langsung kamu tonton kok, tinggal di klik aja filmnya nanti juga muncul." ucap Rijal.
"Baiklah, aku coba lagi." ucap Claudia yang langsung bersiap mencari lagi link tersebut.
Namun hasilnya tetap sama, ia tetap tak bisa masuk ke link tersebut sama sekali. Sehingga ia pun mulai jenuh karena tak bisa menggunakan link tersebut.
"Gimana, bisa nggak?" ucap Rijal yang langsung mengirim jawaban dengan sebuah pertanyaan, setelah ia menunggu Claudia sekitar dua menit.
"Nggak bisa, masih tetap sama aja. Udahlah, lain kali aja aku gunakan link itu nya." ucap Claudia akhir nya memutuskan untuk berhenti menggunakan link yang di kirim Rijal itu.
"Kenapa ya, kok di aku bisa tapi di kamu nggak bisa?" ucap Rijal yang mulai membandingkan.
"Ntahlah aku juga nggak tau, kalau aku tau nggak mungkin aku bilang kaya gitu tadi ke kamu." ucap Claudia.
Bersambung...