KAMILA ANDiNA gadis berusia 18 tahun berwajah manis berkulit sawo matang
kehidupan keluarganya termasuk keluarga kurang mampu
suatu hari setelah semua pekerjaan rumah selesai kamila atau sering di panggil Mila oleh orang-orang masuk kehutan mencari kayu bakar untuk di pakai untuk memasak
Hutan itu berada tidak jauh dari belakang rumah mereka hanya terhalang beberapa sawah
saat berada di hutan tanpa sengaja Kamila Bertemu dengan seorang Kakek tua yang sedang terluka
KAMILA mendekati sang kakek, Kamila sedikit ragu-ragu karena takut Kakek itu melakukan hal yang tidak di inginkan
" assalamualaikum,kek" ucap Kamila
"waalaikumsalam salam nak" jawab sang kakek
" kakek kenapa?!" tanya Kamila yang kini sudah berjongkok di samping sang kakek
" kaki kakek tidak.sengaja menginjak duri " ucap sang kakek
" ya Allah kek, dirinya tertusuk Sangat Dalam" ucap Kamila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12 pagar gaib
Matahari sudah menampakkan cahayanya yang hangat kemuning dan keluarganya kembali beraktivitas seperti biasanya
Walaupun masih tersisa rasa kantuk karena kejadian semalam tapi itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap bekerja
Seperti saat ini setelah sarapan kemuning,ibu ayu dan nenek dan jangan lupa si kecil Khoirul sudah berada di kebun sayur mereka
sedangkan ayah tama sudah berangkat ke pasar membawa sayur yang kemarin mereka petik dan ikat
biasanya ayah Tama akan berangkat sebelum matahari menampakkan diri tapi pagi tadi mereka di kejutkan dengan suatu hal yang tak biasa
Di kebun mereka ada lubang seukuran bola basket dan mereka yakini jika lubang itu ada karena suara ledakan semalam
"ya Allah jadi benar-benar ada yang ingin mencelakakan kita semalam !?" lirih bu ayu cemas
ayah tama pun ikut cemas begitu pun dengan nenek Sutini karena dulu pun dia mengalami hal yang sama tapi sang suami bisa mengatasinya
"lebih baik kita tutup saja lubang ini agar tidak ada orang lain yang melihatnya,kemal tolong ambil cangkul kita tutup lubang ini " ucap kemuning atau Mila
"baik kak" jawab kemal lalu berlari ketempat penyimpanan perkakas yang biasa mereka pakai untuk berkebun
Kemal pun mulai menutup lubang itu sampai rata dengan tanah sekitarnya
"ayah sebaiknya berangkat saja kasian pelanggan ayah pasti mereka sudah lama menunggu ayah
"baiklah nak ayah akan segera berangkat "jawab ayah tama
"Sebaiknya malam ini aku memanggil kakek untuk membantuku memasang pagar gaib agar keluargaku tidak ada yang dapat mengusiknya" ucap kemuning dalam hati
Kemal dan kemala pun berpamitan untuk berangkat sekolah walaupun waktu mereka sudah hampir terlambat
"bang cepatan kita sudah hampir terlambat ini" udah Mala yang duduk di boncengan motor abangnya itu
"iya sabar dek,ini abang juga sudah ngebut nanti bukannya kita sampai sekolah malah sampai rumah sakit " jawab Kemal
"issh apaan sih abang,amit amit amit " ucap Kemala menggeplak punggung kakaknya itu
Mereka sampai di depan sekolah mereka sesaat sebelum pak Qodir menutup gerbang
"pak pak tungguin kita dong" teriak kemala membuat telinga kemal jadi berdenging mendengar suara cempreng adiknya itu
"jangan teriak teriak di telinga abang juga kali dek" ucap kemal menggosok telinganya
"maaf bang replek, habisnya tuh gerbang sudah mau tutup ayo cepatan" ucap kemala dan kemal pun menjalankan motornya masuk kedalam sekolah
"tumben kalian telat!!" ucap pak Qodir karena dia sangat mengenal dua bersaudara ini anaknya rajin dan pintar
Pak Qodir juga sangat mengenal kakak mereka Kamila karena kamila berprestasi Hingga menjadi lulusan terbaik di sekolah itu
"tadi ada sedikit insiden dirumah pak" jawab kemal seadanya
"ya sudah sana kalian cepat masuk kelas mumpung guru kalian belum keluar dari kantor " ucap pak Qodir
Keduanya pun menganggukkan kepalanya lalu berpamitan pada pak Qodir
Kemal mengambil tas adiknya itu agar tidak keberatan saat mereka berlari
mereka berlari cepat masuk kedalam kelas mereka
Mereka duduk di bangku mereka masing-masing dengan nafas ngos-ngosan untung saja guru mereka belum masuk kelas
"tumben telat kamu mal" ucap Restu sahabat kemal
kemal tidak menyahut hanya mengangkat tangannya memberikan tanda dia masih mengatur nafasnya
Tak lama guru mereka pun masuk dan memulai pelajaran
Sedangkan dirumah Kamila, kemuning meminta izin untuk masuk kedalam rumah setelah membantu sang ibu memanen sayuran mereka
Kemuning masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam
Kemuning duduk bersila memusatkan pikirannya untuk memanggil sang Kakek
"kakek......kakek....aku membutuhkan bantuan mu" ucap kemuning
Tak lama terdengar suara angin berdesir dalam ruangan itu
Aummmmm
Kemuning membuka matanya saat mendengar suara Auman harimau yang sangat dikenalnya
"kakek". ucap kemuning tersenyum
perlahan harimau putih itu berubah wujud menjadi kakek wiro
"ada apa kamu memanggilku ca ayu !?" tanya kakek Wiro
"kakek malam ini bantu Muning memasang pagar gaib karena Muning merasa mereka akan menyerang lagi dan serangan mereka akan lebih besar dari semalam " ucap kemuning menyampaikan kegelisahannya
"baiklah nak,malam nanti kakek akan datang bersama ibumu untuk membantu melindungi bibimu juga adik-adik mu". jawab kakek Wiro
"terima kasih kek,oh iya kek kapan mila bisa kembali ?!"Tanya kemuning
"tidak lama lagi dia akan kembali dan kamu Harus terus mendampinginya agar adikmu itu tidak terjerumus oleh rayuan orang-orang yang ingin memanfaatkan ilmunya " jawab kakek Wiro
"baik kek aku akan selalu melindungi mereka karena mereka juga adalah keluargaku walaupun alam kami sebenarnya sudah berbeda tapi aku sudah sangat menyayangi mereka " ucap kemuning
"Bagus nak,pamanmu Juga akan segera menyempurnakan semedinya dan akan ikut membantumu" jawab Kakek wiro dan berpamitan pada kemuning
"Alhamdulillah,atas izin Allah SWT aku akan berusaha menjaga saudara-saudari ku"ucap kemuning tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan kembali keluar dari dalam kamarnya
kemuning menuju dapur dan mulai membuat makan siang untuk keluarganya
Setelah selesai masak kemuning menemui ibu dan neneknya di kebun
"bu nek, istirahat dulu sebentar lagi zhuhur " ucap kemuning lalu menggendong Khoirul dan membawanya masuk kedalam rumah
"ayo dek bersih-bersih dulu"ajak kemuning
"ata num cucu wawus" ucap balita tampan itu
"oke,tapi bersih-bersih dulu ta sayang soalnya irul sudah bau acem ini tanganya juga kotor sekali" jawab kemuning
setelah membersihkan badan adiknya dan memberikan susu terdengar suara motor ayah tama
"Yayah " ucap Irul yang sudah hafal suara motor sang ayah
"ih pintarnya kesayangannya kakak". ucap kemuning mencium pipi gembul adiknya itu
Ayah tama pun masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam dan di jawab oleh kemuning dan Khoirul
"watitumlalam yayah"jawab Irul membuat ayah Tama terkekeh mendengar sahutan salam putra bungsunya itu
"ih pintarnya anak ayah" ucap ayah tama saat menerima uluran tangan mungil putra bungsunya itu
"bagaimana yah jualannya habis!?" tanya kemuning menyalami tangan ayah tama
"Alhamdulillah nak jualan ayah habis tanpa sisa" jawab ayah tama
"Alhamdulillah " ucap kemuning lalu berjalan ke dapur mengambil air minum untuk ayah Tama
"ibu dan nenekmu masih di kebun !?" tanya ayah tama
"iya yah, Alhamdulillah sayurannya masih bisa di panen lagi" ucap kemuning
Sebenarnya ayah tama heran mengapa sayur di kebunnya itu bisa di panen setiap hari
Kemuning yang tau apa yang ayah tama pikirkan hanya tersenyum
Karena itu semua pekerjaan kemuning menebarkan pupuk ajaib pada kebun mereka agar sayuran itu dapat tumbuh subur hanya dalam waktu semalam
"sebaiknya ayah bersih-bersih dan sholat ibu dan nenek juga sebentar lagi pulang setelah itu kita makan siang " ucap kemuning dan di jawab anggukkan kepala oleh ayah Aditama