Equela Nadia leonard seorang gadis yang sangat cantik, kaya, dan bisa dikatakan sempurna dia memiliki segalanya, tetapi dia menyembuyikan nama keluarganya. karena iya memiliki alasan nya sendiri.
"jadi siapa sebenarnya kamu nad? jadi kamu mekiliki kakak? " cerocos zera sahabat nadia
seorang perempuan yang selalu tegar dan selalu menyembuyikan asal usulnya dari publik. akan kah dia bisa merahasiakan jati dirinya kepada sahabatnya?
yuk ikutin ceritanya sampai habis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EKA PUSPITASARI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak bisa menahanya lagi
**Part ini mengandung unsur dewasa! 🔞
jika kalian belum cukup umur langsung skip aja ya!
*JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN AGAR LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UP DATE***!
masion
Di kamar nadia, janis mengunci pintu dengan sangat pelan agar tidak membangunkan adiknya lalu berjalan pelan kearah nadia.
Dia merangkak naik ke atas kasur nadia. Dengan perlahan janis membuka kancing piyama nadia.
Saat sudah tebuka janis menurunkan celana nadia. Sekarang nadia hanya terbalut pakaian dalam. Dengan tidak sabar janis langsung memainkan bukit kembar sang adik dan langsung mengecap ngecap bukit kembar itu. Nadia masih tertidur sesekali nadia mengerang karena kegelian. Bibir janis semakin menurun dan sekarang wajah janis sudah tepat berada di depan bibir ****** nadia. Kini nadia sudah telanjang bulat. Janis memasukan satu jarinya ke dalam lubang hangat nadia yang membuat nadia langsung tersadar dari tidurnya.
"kak, ini nggak benar" ujar nadia
"nad maafkan kakak. Kakak sudah tidak bisa menahannya. Kakak akan bertanggung jawab" ujar janis yang langsung memaju mundurkan jarinya di liang ****** nadia
"ahhhkkk kak ini nggaakk benar" ujar nadia sambil mendesah
"kakak sangat mencintaimu" ujar janis yang langsung mencium bibir nadia.
Nadia yang mulai melemas hanya bisa pasrah.
Tenaganya juga terkuras gara gara dia melawan kakaknya beberapa kali. Janis sudah memposisikan dirinya untuk memasuki liang nadia.
"aakkhhh sakittt" pekit nadia
"kamu nikmati saja ya nad" ucap janis lalu mulai menggoyangkan badan nya.
Mereka melakukannya sepanjang malam sampai menjelang pagi. Janis tidak pernah puas dengan kenikmatan yang diberikan oleh nadia. Saat ronde ke tiga selesai janis maupun nadia langsung sama sama ambruk dan tertidur karena kelelahan.
Pagi hari janis terbangun lebih dahulu dari pada nadia. Dia mencium bibir nadia sekilas lalu membersihkan diri ke dalam kamarnya yang berada di samping kamar nadia. Setelah selesai dan siap pergi ke kantor janis melihat seorang pelayan mengetuk pintu nadia. Janis mendekati pelayan tersebut.
"ada apa?" tanya janis
"saya ingin membangunkan nona, karena teman nya sudah datang menjemput" jelas pelayan tersebut
"siapa?" tanya janis
"katanya namanya niko tuan." ujar pelayan tersebut.
"biarkan nadia istirahat, aku akan menemui niko" ujar janis.
Janis berjalan menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang tamu. Disana dia melihat niko yang mungkin sedang menunggu nadia.
"nik, tolong berikan ini pada guru di kelasmu nanti. Karena nadia masih belum sehat" ujar janis yang memberikan surat ijin kepada niko.
"bukan nya nadia sudah sehat.? Dia sendiri yang minta di jemput." bela niko
"tadi malam dia deman tinggi jadi ku putuskan untuk tidak memberi izin ke sekolah hari ini. Mungkin besok dia bisa kembali ke sekolah jika keadaan nya sudah membaik." jelas janis.
"baiklah" ucap niko lalu berpamitan untuk pergi ke sekolah.
Janis berjalan ke arah kamar nadia untuk mengecek keadaan adik nya. Saat tiba di kamar nadia, Janis langsung terpesona melihat keindahan tubuh adik nya yang hanya di balut dengan selimut.
Nadia mengeliat dan perlahan dia membuka matanya.
Nadia melihat sang kakak yang sudah rapi dengan setelan jas tuxedo nya. Kemudian tiba tiba muncul bayangan bayangan saat dirinya melakukan hubungan dengan sang kakak yang langsung membuat air mata nadia jatuh.
Janis yang mengetahui alasan nadia yang tiba tiba menangis mencoba menenangkan sang adik.
"nad dengerin kakak, kakak akan nikahin kamu setelah kamu lulus sekolah. Atau kamu mau home schooling?" ujar janis yang hanya mendaoatkan gelengan dari nadia
"aku takut kak" ucap nadia dengan sangat lirih
"kamu nggak usah takut, kakak akan selalu ada buat kamu. Kamu percayakan?" tanya janis yang kemudian diangguki oleh nadia.
"kamu harus tau selama ini kakak mencintai kamu bukan sebagai adik kakak, tapi sebagai seorang wanita" ujar janis yang langsung membuat tangis nadia bertambah pecah.
Janis mendekat lalu memeluk sang adik. Kemudian janis mengangkat wajah nadia lali mencium nadia dengan sangat perlahan dan nadia menerima ciuman itu. Mereka berdua kembali hanyut dalam gelorah nafsu. Kali ini tidak ada paksaan dari janis.
Didepan kamar nadia, ada tiga pelayan yang datang ingin membersihkan kamar nadia. Tapi saat mereka sampai di depan pintu, mereka mendengar suara desahan dari dalam kamar nadia. Mereka kemudian mengurungkan niat nya untuk membersihkan kamar tersebut.
Janis mengetahui bahwa di luar sedang ada pelayan yang setiap pagi selalu membersihkan kamar nadia tapi janis tidak mau ambil pusing dia terus melakukan kegiatan panas nya.
Janis dan nadia turun saat waktu makan siang tiba. Nadia tidak tau jika cara berjalan nya sedang di perhatikan oleh para pelayan. Kemudian mereka memakan makan siang mereka dalam diam Selesai makan nadia pamit ke janis untuk istirahat di kamar.
"kak, aku istirahat dulu ke kamar" ucap nadia
"iya nad. Kakak mau ke kantor sebentar kamu di rumah sendiri tidak apa?" tanya janis
"gak apa apa kak" ujar nadia lalu berjalan ke arah kamarnya yang dilantai dua.
Setelah nadia memasuki kamar janis mengumpulkan semua para pelayan.
"kalian dipekerjakan untuk bekerja. Jadi kalian harus bisu dan tuli selama Bekerja. Bukan malah ikut campur urusan keluarga. Kalian mengerti" bentak janis pada semua nya
"mengerti tuan" jawab mereka semua
"jika kalian melanggar akan tau akibatnya, dan kau" tunjuk janis pada kepala pelayan.
"ada apa tuan" tanya kepala pelayan dengan tertunduk
"jangan biarkan pelayan masuk kamar nadia jika nadia sedang berada di dalam kamar atau sesuai perintah dari nadia sendiri" ujar janis
"baik tuan" jawab kepala pelayan tersebut.
Kemudian janis pergi ke kantor untuk meeting dengan klien yang tadi pagi dia tunda karena masalah urgent dengan nadia.
Setelah satu jam di kamar nadia mulai merasa bosan. Dia melihat hand phonenya untuk menghubungi xander karena beberapa hari ini nadia tidak mendapatkan kabar dari kakaknya xander. Di telpon sekali dua kali sampai yang ke empat tidak dianggkat dan di panggilan terakhir handphone xander mungkin dimatikan.
Akhirnya nadia memutuskan untuk nonton film di ruang keluarga. Saat nadia sampai di lantai bawah dia berjalan ke arah dapur untuk mengambil beberapa cemilan.
Kemudian nadia membuka kulkas dan melihat ke arah rak yang biasanya menyimpan makanan ringan kesukaan nya tapi disana tidak ada makanan tersebut. Dengan malas nadia pergi keluar dengan mobil sport nya menuju super market.
Di super market nadia mengambil beberapa makanan ringan dan susu strawberry yang dia suka sampai memenuhi troli. Nadia mendorong trolinya ke arah kasir. Saat sampai di kasir nadia melihat seorang perempuan sedang berdebat dengan pegawai kasir
"anda mau bayar tidak di belakangmu ada yang menunggu?" tanya kasir tersebut dengan nada membentak.
"sabar pak, saya masih menghubungi sesorang agar mengantar dompetku" jawab perempuan tersebut.
"kamu duluan gak apa" ujar perempuan itu menyuruh nadia duluan.
Nadia mendorong mendekati kasir dan menaruh barangnya di meja kasir.
"aku akan membayar belanjaan nya. Tolong ditotal" ujar nadia pada pegawai kasir.
"apa aku mengenalmu?" tanya wanita tersebut
"tidak, aku hanya ingin membantumu"
"terima kasih aku akan segera menggantinya." ucap perempuan tersebut.
Saat sudah membayar nadia berjalan keluar dengan membawa belanjaan nya. Namun langkahnya terhenti saat perempuan tadi memanggilnya.
"tunggu" teriak perempuan itu
"ada apa?" tanya nadia
"dimana alamatmu? Setelah pulang aku akan ke rumahmu untuk mengganti uangnya" ujar wanita tersebut
"tidak usah. Aku benar benar ingin membantumu" ujar nadia pada wanita tersebut.
"terimakasih banyak. Aku janji jika kita bertemu lagi aku pasti akan membayarnya" ujar perempuan itu.
"jika kita bertemu lagi kamu harus menjadi teman ku" ujar nadia lalu berjalan ke arah mobilnya
"baiklah" teriak perempuan itu sambil tersenyum.
"dia perempuan yang baik" ujar perempuan itu sambil tersenyum melihat mobil nadia yang mulai melaju.