NovelToon NovelToon
The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

DALAM TAHAP REVISI 🙏

The Destiny season kedua : Extraordinary Love.

Yuan, anak dari Ray dan Ana, seorang tuan muda yang mempunyai segalanya, tidak pernah merasa kekurangan tapi penuh kecukupan.

Rose, seorang gadis yang lahir dari keluarga broken home, ayahnya seorang pemabuk dan pejudi, ibunya hanya seorang pekerja lepas biasa.

Dua insan yang memiliki banyak perbedaan apakah bisa bersatu?

Rose sangat mencintai Yuan, ia adalah salah satu dari ratusan gadis yang jatuh cinta dengan pada Yuan, seorang tuan muda sang pewaris tunggal.

Lalu, apakah cintanya itu akan terbalaskan?

Banyak lika-liku drama dalam kisah mereka. Namun, sebuah perjuangan cinta luar biasa akan selalu mendapatkan jalannya.

Extraordinary Love 👉 Cinta Luar Biasa

«Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi»

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau baik-baik saja?

Yuan berjalan menuju area parkir universitas, di belakangnya terlihat Rose yang mengekorinya dengan membawa tas milik pria itu.

Seperti biasa, para gadis-gadis universitas berjejer di sisi kanan dan sisi kiri Yuan, seperti sebuah pagar yang membentuk jalan.

Rose menundukkan kepalanya, merasakan tatapan tajam dan hawa dingin yang begitu menusuk kulitnya dari para gadis-gadis kampus itu.

"Siapa dia?"

"Bukankah dia wanita yang waktu itu?"

"Dia si idiot yang menyatakan perasaannya pada Yuan waktu itu."

"Ah iya, yang di tolak dengan cara memalukan."

"Dia tidak punya malu ya?!"

"Berani sekali dia memegang tas Yuan!"

"Tapi kenapa Yuan mengijinkannya?"

"Ada apa di antara mereka?"

"Dia membuat ku iri!"

Suara bising dari bisikan-bisikan para gadis itu membuat Rose semakin ingin menyembunyikan wajahnya, ia malu, dirinya tidak terbiasa menjadi pusat perhatian.

"Hei bodoh! Cepat!" Teriak Yuan yang sudah berada cukup jauh di depannya.

Rose mendongakkan kepalanya, melihat Yuan yang sudah cukup jauh, membuat kakinya secara naluri berlari untuk menyusul pria itu. Namun karena hal itu, karena Rose berlari ia sama saja bertindak ceroboh dan tidak hati-hati di sekitar para gadis yang sedang iri padanya.

Seorang wanita dengan gaya fashionable nya, tiba-tiba berjalan melintas di depan Rose, karenanya Rose tak sengaja menabraknya dan terjatuh bersama wanita itu juga.

"Aw! Akh..." Pekik seorang wanita yang Rose tabrak tadi.

"Ssss..." Desis Rose merasakan perih di bagian lututnya. Gadis itu jatuh tersungkur kedepan dengan lutut yang menjadi tumpuan, sedangkan wanita yang sengaja menabrakkan dirinya itu jatuh kesamping dengan telapak tangan menjadi tumpuannya.

"Rema! Kau tidak apa-apa? Ya ampun telapak tanganmu mengeluarkan darah!" Salah seorang teman dari wanita itu mendekatinya, ia melihat telapak tangan Rema yang hanya lecet, tapi di lebih-lebihkannya, teman Rema itu mengatakan seolah tangan itu mengeluarkan darah yang sangat banyak, padahal hanya sedikit darah yang keluar dari luka kecil, bahkan darah itu tidak sebanyak darah jika seseorang terkena pisau.

"Kau tidak punya mata ya?! Jika berjalan itu hati-hati! Lihat apa yang sudah kau lakukan pada Rema! Dia terluka!" Kata salah satu teman Rema yang lain.

Rose hanya diam, ia berusaha berdiri, menahan rasa perih di lututnya yang terluka, bahkan lukanya terlihat lebih parah daripada punya Rema.

"Hei! Apa kau tuli?! Cepat minta maaf pada Rema!" Kata teman Rema yang sedang membopong Rema berdiri.

Kenapa aku harus meminta maaf?! Dia yang terlalu bodoh menabrakkan dirinya di depanku?! Kalian sedang berniat untuk melakukan bullying terhadapku ya?! — Protes batin Rose, ia ingin mengatakan itu di depan mereka. Tapi mengingat status sosial yang sangat berbeda membuatnya urung, bukan karena tidak berani.

Rose hanya tidak ingin mencari masalah di akhir-akhir masa kuliahnya, terlebih dia adalah anak beasiswa, sikap juga menjadi penilaian dari beasiswa yang di dapatnya.

Dari kejauhan, Nana yang melihat kejadian itu, ia merasa geram karena Rose di perlakukan seperti itu. Dengan tangan yang terkepal kuat, Nana berjalan cepat menghampiri mereka. Tapi kemudian langkahnya terhenti ketika terlihat olehnya, Yuan berjalan mendekati Rose.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Yuan pada Rose, raut wajah pria itu samar-samar terlihat sedikit khawatir. Nana tersenyum sekilas melihat Yuan yang seperti itu.

"Aku baik-baik saja." Jawab Rose, ia berbohong, karena rasa perih di kedua lututnya itu masih sangat terasa.

Yuan menatap ke arah lutut Rose, terlihat ada sedikit noda merah di celana jeans yang Rose kenakan. Kemudian terdengar helaan nafas dari diri Yuan.

"Ikut aku." Ucap Yuan seraya menarik tangan Rose pelan, membuat semua orang yang melihatnya terperangah dengan mulut menganga tak percaya.

"Mungkin lebih baik aku akan pulang dengan taksi hari ini." Gumam Nana dengan senyum senangnya melihat Yuan yang tampak peduli dengan perempuan itu.

"Tunggu dulu!" Teriak Rema.

Yuan dan Rose menoleh mendengar teriakkan yang terarah pada mereka.

"Yuan, seharusnya aku yang kau pedulikan. Dia itu sudah menabrakku, lihatlah, tanganku terluka." Ucap Rema dengan nada yang dibuat menyedihkan.

Yuan menatap wanita itu dengan wajah datarnya, ia melihat luka di tangan Rema sekilas.

"Setidaknya dia harus meminta maaf padaku kan?" Ucap Rema lagi, dia yang dimaksudkannya adalah Rose.

"Kenapa dia harus meminta maaf? Semua orang yang melihatnya pun tahu, jika kau sengaja menabrakkan dirimu sendiri. Kau tahu? trikmu itu sangat murahan." Kata Yuan skakmat.

"Rema sebaiknya kita pergi dari sini." Bisik salah satu teman Rema.

"Sial." Gumam Rema, pada akhirnya ia pergi dari sana dengan raut wajah menahan malu dan juga kesal pada Rose.

"Rose, apa kau baik-baik saja?" Nana berlari menghampiri Rose yang masih berada di samping Yuan.

"Em, aku baik-baik saja." Jawab Rose dengan anggukan kepalanya.

"Rose!" Teriak Yana yang baru saja datang, teman baiknya itu terlihat mendekatinya.

"Aku dengar kau dalam masalah, karena itu aku datang mencarimu, apa kau baik-baik saja?" Tanya Yana dengan raut wajah khawatir-nya.

"Aku baik-baik saja Yana." Jawab Rose sembari menampilkan senyuman-nya untuk meyakinkan temannya itu.

"Syukurlah, aku benar-benar khawatir padamu." Ucap Yana dengan wajah sendunya.

"Maaf sudah membuatmu khawatir." Kata Rose, tangannya mengelus pelan bahu temannya itu.

"Cepatlah, aku akan mengantarmu pulang." Ujar Yuan yang kemudian berjalan mendahului mereka.

"Yuan! Aku pulang naik taksi saja. Tolong antarkan Rose pulang dengan selamat ya." Kata Nana sembari mengedipkan matanya sebelah pada Rose.

"Ayo Yana, kau pulang bersamaku." Ucap Nana pada Yana, ia kemudian menarik gadis itu menjauh dari hadapan Rose yang masih diam di tempatnya.

"Oi! Apa kau ingin membuatku menunggu?! Aku bilang cepatlah!" Teriak Yuan yang sudah berjalan jauh di belakang Rose.

Mendengar perkataan pria itu, Rose langsung berbalik, memegang erat tas Yuan yang masih di pegangnya, dengan senyum senangnya, ia berjalan menuju Yuan yang menghentikan langkahnya untuk menunggu Rose.

•••

Yuan menepikan mobilnya di sisi jalan raya, beberapa meter di depan sana berdiri restoran milik ibunya.

Sepanjang jalan tadi, Yuan dan Rose berdebat, Yuan menyuruh Rose untuk pulang ke rumah dan beristirahat, tapi gadis itu kekeuh untuk tetap pergi kerja paruh waktu di restoran milik ibu Yuan.

Pada akhirnya, Yuan pun mengalah karena malas berdebat. Ia mengantarkan Rose ke restoran ibunya, tapi tidak benar-benar di depan restoran, mereka berhenti beberapa meter dari depan area restoran agar Ana tidak mengetahuinya. Yuan tidak mau jika ibunya itu tahu dirinya mengantarkan seorang gadis, dia pasti akan di beri seribu pertanyaan oleh ibunya.

"Terimakasih ya." Ucap Rose yang duduk di samping Yuan.

"Hm." Jawab Yuan.

Rose tersenyum, kemudian membuka pintu mobil itu.

"Tunggu dulu." Ucap Yuan yang menghentikan gerakan Rose.

"Ada apa?" Tanya Rose.

Yuan menatap Rose sekilas, kemudian menatap lutut gadis itu sejenak. Lalu tangannya bergerak mengambil kotak obat yang tersimpan di dasboard mobilnya.

"Ini, obati sendiri lukamu." Ucap Yuan.

"Terimakasih." Kata Rose yang tersenyum lebar sembari mengambil kotak obat itu dengan semangat.

"Cepat keluarlah, jika kau terlalu lama di dalam mobilku, aku bisa ketahuan ibuku nanti." Ujar Yuan tanpa menoleh pada gadis itu.

"Tapi kotak obatnya—"

"Kembalikan itu lain waktu." Ucap Yuan.

"Ah baiklah." Jawab Rose yang kemudian bergegas keluar dari dalam mobil pria itu.

Setelah memastikan gadis itu turun dari mobilnya, Yuan langsung menyalakan mobilnya itu dan melaju pergi.

"Hati-hati." Gumam Rose.

Rose menatap kepergian Yuan dengan hati yang menari bahagia, tatapannya kemudian beralih pada kotak obat yang ada di tangannya, Rose tersenyum senang.

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
semangat rose
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
aQ mampir lagi kak tian
Miftahul Jannah
Lumayan
Novi R
Yuan serem bgt kalo udah mode dingin kaya gitu. aku aja sbg reader takut bgt, apalagi Rose. Pokonya fighting deh buat Rose💪💪💪.
Novi R
Yuan cemburu tuhhh. Sweet bgt sih
ECHA
aku ga tau alur ceritanya soalnya baru sampe eps 55 lansung cari eps terakhir tapi eps terakhirnya seru juga
ECHA
ceritanya jangan terlalu panjang thor
ECHA
banyakin cwrita rose sma yuan donk
ECHA
yuan sama rose
nana sama kai
feng nya untk yana aj
ECHA
⛈⛈⛈⛈⛈
ECHA
‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎
ECHA
lebih baik nanti ceritanya om ray gagal ginjal trus yuan yg nolongin
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kasihan rose
Nita.P
semuanya milih Nana sama Yuan ya?? tapi kalo orang kaya sama orang kaya lagi.. rasanya gimana gt. aku itu lebih suka cerita yang beda kasta gitu.. kaya yuan sama Rose.. 😂😂
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kak kapan si kembar lanjut ya udah kangen kembar
Ratih Elisa
kok q bacanya sekretaris cenil y bukan cenli 😂😂😂
Ratih Elisa
ana tinggalin aja si ray
Ratih Elisa
ahay,,,, istri?😂😂😂😂😂
Afri Ani
suka bab ini, kalau ngulang baca ya ke bab ini langsung 😁
YuriQu
aq pun ikut menangis 😧😧😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!