diana seorang wanita karier yang menyukai kebebasan, dia sangat senang pergi nongkrong atau begadang dengan teman - teman nya.
dari sekian banyak teman nya tidak ada yang membuat nya tertarik. sampai suatu hari dia datang.
dia membuat hidup diana jadi lebih berwarna.
akankah diana menemukan kebahagian nya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KMD. 12
Diana sudah sampai di Bandung mereka langsung menuju hotel untuk segera beristirahat karena besok pagi-pagi sekali dia harus menemani bos nya itu rapat.
Diana segera masuk kedalam kamarnya dan dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur pikirannya melayang kepada Haikal.
Seharian ini Haikal sama sekali susah untuk di hubungi bahkan handphonenya saja tidak aktif.
Diana pun mengingat perkataan teman-temannya tadi siang, memang benar minimal sebulan sekali Haikal selalu meminta ijin untuk pergi keluar kota.
Dan yang Diana tahu dia pergi karena urusan pekerjaan bukan untuk menemui wanita lain, Diana harus segera menyelesaikan masalah ini, dia tidak ingin karena masalah ini mempengaruhi pekerjaannya disini.
Dia pun menghubungi kakaknya yang berada di kota yang sama dengannya saat ini.
Dia ingin memastikan sendiri tentang yang di lihat kakaknya tadi siang.
Diana pergi ke cafe yang tidak jauh dengan hotelnya, dia pun menunggu Doni kakaknya.
Cukup lama dia menunggunya sampai dia melihat seorang laki-laki yang baru saja masuk dan mulai berjalan kearahnya.
"Hai Di, sorry ya telat.." kata Doni sambil memeluk adiknya itu
"Iya nggak apa-apa aku juga baru sampai kok.." jawab Diana sambil tersenyum
Doni pun duduk di depan Diana dan mereka mulai memesan minuman serta cemilan,
"Kamu sama mamah apa kabar Di.." tanya Doni
"Baik, makanya sering-sering pulang ke rumah biar tahu keadaan mamah tuh kaya gimana.." celetuk Diana
Memang kedua kakaknya ini jarang sekali pulang bahkan dalam setahun saja masih bisa di hitung dengan jari.
"Iya kan kamu tahu sendiri kerjaan kakak kaya gimana.." jawab Doni beralasan
"Alesan saja memangnya itu kerja nggak ada liburnya apa.."
"Iya ada tapi kalau liburnya cuma satu hari doang kan nanggung Di.." jelas Doni
"Iya sudah lah terserah, oh iya gimana soal tadi kakak yakin itu Haikal..?" tanya Diana memastikan
"Iya kakak yakin orang pas dia sudah selesai daftar kakak langsung lihat daftarnya kok dan disana tertera nama Haikal sebagai walinya.." jelas Doni
"Terus wanita itu siapa..?" tanya Diana penasaran
"Kakak nggak tahu pasti dia siapa tapi tadi kakak lihat mereka masuk ke ruangan dokter kandungan.." jelas Doni lagi
Diana terdiam sesaat, siapa sebenarnya wanita itu dan ada hubungan apa wanita itu dengan Haikal kekasihnya.
Setelah pesanan mereka datang mereka masih mengobrol sampai lupa waktu, Diana melihat jam ditangannya yang sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam.
"Kak aku harus balik ke hotel takut si bos nyariin.." kata Diana
"Ya sudah kakak antar ini kan sudah malam nggak baik jalan malam-malam sendiri apa lagi kamu cewek.." kata Doni sambil mengeluarkan uang untuk membayar pesanan mereka tadi.
Setelah selesai membayar Doni dan Diana pun segera meninggalkan cafe itu,
"Makasih ya kak sudah nganterin aku sampai sini.." kata Diana sambil tersenyum
"Iya sama-sama, kamu jaga diri baik-baik ya jangan keseringan begadang nggak baik.." nasihat Doni
"Iya pak dokter.." jawab Diana sambil tersenyum
"Kalau gitu aku masuk kamar dulu ya kak.." kata Diana lalu memeluk kakaknya dengan sangat erat.
Saat mereka sedang berpelukan mereka mendengar ada suara yang memanggil Diana.
"Diana.."
Diana pun segera melepaskan pelukannya dan melihat ke arah suara dan ternyata itu bos nya.
"Eh ibu, belum tidur bu..?" tanya Diana ramah sambil tersenyum
"Kamu habis dari mana..?" selidik bu Niken sambil menatap Doni dan Diana secara bergantian.
"Oh itu saya habis keluar bu, oh iya bu kenalin ini kakak saya yang kebetulan tinggal di kota ini.." jelas Diana dia tidak ingin bosnya itu salah paham terhadap dirinya
"Kakak kamu..?" kata bu Niken memastikan
"Iya ini kakak kedua saya dia bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit yang ada di sini.." jelas Diana
Doni pun memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangan bu Niken.
"Saya Doni.." kata Doni memperkenalkan diri
"Niken.."
"Ya sudah kalau begitu saya mau ke kamar dulu kalian lanjutkan saja mengobrol nya.." kata bu Niken lalu meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu jawaban mereka terlebih dahulu.
Diana dan Doni pun menatap kepergian bu Niken sampai dia benar-benar sudah menghilang.
"Ya sudah kakak mau pulang dan kamu jaga diri baik-baik ya, salam juga buat mamah.." pamit Doni dan Diana pun langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah Doni pergi Diana pun segera masuk kedalam kamarnya dia pun langsung merebahkan badannya yang terasa sangat lelah.
'Sebenarnya siapa wanita itu, kenapa kak Doni bilang Haikal pergi ke dokter kandungan..' kata Diana penasaran
Karena sudah sangat lelah Diana pun terlelap dan dia berharap besok dia dapat bertemu dengan Haikal.
Dia ingin segera menyelesaikan masalahnya itu, kalau benar Haikal sudah memiliki kekasih apa dia siap untuk pergi menjauh dari Haikal, laki-laki yang sudah mengisi hatinya itu.