(Sequel terpisah Bukan Salah Jodoh)
Belum direvisi ⚠️
⚔️⚔️
Bagaimana jadinya, jika seorang mantan agen rahasia FBI, Jubir juga lawyer menjadi seorang singel parent untuk seorang bayi tampan tanpa identitas?
Inilah yang dialami dua pria muda tampan, Galaksi Renand Pradipta dan Gemintang Reynando Padipta.
Ketika memilih lepas dari dunia hitam yang membesarkan namanya, Black Brother ini harus kembali terjerat tanpa terikat. Bocah tampan ditinggalkan tergeletak begitu saja
Didepan rumahnya. Bagaimana kiranya, duo Pradipta ini akan menghadapi pase baru dalam hidup mereka. Menjadi singel parents tanpa
pernah mengalami yang namanya menikah terlebih dahulu.
⚔️⚔️
Baca Cerita Author yang lain juga :
1. Bukan Salah Khitbah (End)
2. Bukan Salah Jodoh (End)
4. Bukan Cinta Terencana (on going)
3. Bukan Dijodohkan ( on going)
5. Mistress (End)
6. Target Rasa Sang Cassanova (On going)
Follow IG Author juga @Karisma022 atau username Author @kaka shan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11-Hobby Yang Berjodoh
11-Hobby Yang Berjodoh
"Ya,karena pada masanya diriku juga akan mengalami yang namanya mabuk cinta."
-Gemilak Bersaudara
***
Langit biru hari ini terlihat amat cerah dimata. Pagi yang bersih dari awan,terlihat amat jelas indahnya. Pagi yang cerah dihari libur sendiri ini. Gemintang memang sengaja tidak masuk kekantor hari ini. Urusan kantor sudah ada yang mengencelnya pagi ini. Hari ini jadwalnya dia untuk berolahraga rutin di gym langganananya. Biasanya Gemi akan bertandang ketempat ini sebulan tiga sampai empat kali bersama kakaknya.
Olahraga yang paling diseganinya,antara lain adalah boxing. Untuk hobbynya yang satu ini,memang sudah lama ia geluti. Karena olahraga berat yang dilakukanya pula,tubuhnya bisa sangat atletis dan membuat banyak pasang mata meneteskan air liurnya saat melihat dada bidang beroti sobek miliknya.
"Kenapa Bob?"
Tanyanya kepada salah satu member tetap yang selalu rutin nģegym bersamanya.
"Nau,gadis itu semakin cantik saja."
Kekeh pria bule disampingnya.
Gemintang yang tengah berlari diatas treadmill menatap kearah yang dimaksud oleh Bobby teman nge-gymnya. Disana,empat meter dari tempatnya berdiri dari atad treadmill. Berdiri seorang wanita cantik yang tengah berlari dengan gesit pula diatas treadmill.
Tubuh tinggi semampainya terbalut oleh T-shirt berbahat tipis berwarna silver yang dipadukan dengan bawahan leging hitam ketat. Rambuk keemasnya digelung asal yang tambah membuat kesan sexy tersemat kepadanya. Leher putih jenjangnya terekspose jelas,dihiasi bulir bulir peluh disana.
"Woahh,efek Nau memang luar biasa."
Puji Bobby.
"Kamu saja sampai melongo begitu?"
Sindir pria berkepala plontos tersebut.
Gemintang bersidakep dada karena kesal oleh ucapan Bobby. Entah sejak kapan pula,treadmill yang digunakanya sudah berhenti beroperasi.
"Jangan bicara omong kosong! "
Jawabnya,sambil melepaskan T-shirt abu abu yang dikenakanya.
T-shirt yang sudah lepek karena peluh itu teronggok santai disamping treadmill sebelum dipungut oleh Bobby.
"Kemaña?"
"Boxing!"
Jawab Gemintang santai sambil berlalu meninggalkan Bobby.
Gym yang menjadi salah satu tempat olahraga terpavorit ini memang yang paling lengkap sarana dan frasarana didalamnya. Dari berbagai olahraga ringan,hingga berat tersendiri disini. Bahkan mereka juga menyiapkan para instruktur handal untuk menemani para pengunjung jika kurang faham akan sarana dan frasarana yang akan digunakanya. Untuk para member tetap disini,seperti Gemintang. Akan mendapatkan tambahan fasilitas kebutuhan lainya seperti misalnya handuk,air mineral dan sebagainya.
Pria tampan itu dengan santai melenggang memasuki area boxing,melewati Nau yang masih berlari diatas treadmill.
BUK
BUK
BUK
BUK
"Owh,relax man."
Koreksi sang lawan main Gemintang.
Pukulanya terkesan tak main main. Intens dan mematikan dalam satu gerakan. Yang melihat pasti bisa meyakini,jika Gemintang tengah tidak dalam mood baik baik saja kali ini.
Pria tampan yang hanya mengenakan celana boxer hitam dengan salur putih itu kembali memukul dengan keras.Membiarkan emosinya meluap agar hatinya tidak panas lagi.
Entah mengapa,hatinya terasa tak terima saat seorang instruktur olahraga profesional itu mendekati Nau. Bercengkrama dengan ramahnya,sambil membantu wanita itu berolahraga dengan benar. Menyentuh beberapa bagian tubuh wanita itu seperti tangan dan pinggang,karena dalih bantuanya tersebut malah membuat Gemintang naik pitam.
Terasa ada percikan api entah berasal dari mana yang mulai membakar hatinya.
"Ok,kita lanjutkan lagi besok."
Ujar lawan duelnya barusan.
"Hm"
Gemintang beranjak,mengambiĺ sebotol air mineral didekat peralatanya. Meneguknya kasar,lalu menatap kearah Nau dan pria asing yang terus mencuri pandanganya.
Ising,Gemintang mengambil handphone milknya. Berlagak dengan fose apik untuk memotret dirinya. Dengan bagian atanya yang terekspos sempurna dengan hiasan peluh yang masih nampak membasahi rambut hingģa dada bidangnya.
Ckrakkk
"Cantik"
Lirihnya saat melihat hasil bidikanya.
Dengan senyuman yang mengembang namun nampak tipis,pria muda tampan itu kemudian menyimpan hasil jepretanya.
Gambar yang memang difhoto dengan pose yang apik,namun bukan wajah tampanya yang nampak didalam fotret tersebut. Melainkan seorang wanita cantik yang baru saja menanggalkan bajunya.
Membuat banyak mata pada anak Adam melotot saking tergiurnya.
Tubuh tinggi semampainya yang ramping kini hanya terbalut bra sport berwarna silver dan juga leging berwarna hitam.
Tubuh indahnya yang menjadi incaran banyak mata itu bergerak elok saat beberapa kali berlari diatas treadmill,sebelum berpindah kealat satu kealat yang lainya.
Hingga saat dirinya berpose layaknya gerakan yoga yang memperuntukan kelenturan tubuh. Pose apik yang nyatanya berhasil Gemintang abadikan lewat bidikan kamera handphone miliknya.
"Perfect"
Lirih Gemintang,sambil mendekati sumber senyuman tipisnya tersebut.
"Nau?"
Sapanya.
"Ah H-hai?"
Sapa siempunya nama sambil berdiri dengan gelagapanya.
"Santai saja,hm aku cuma mau meluruskan masalah kemarin."
Imbuh Gemintang.
"Engh,Itu s-sebenarnya tidak perlu dijelaskan. Lagi pula,kamu-"
"Aku tidak ingin kamu salahpaham."
Deg
Nau mendongrak,menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang masih bingung. Pipinya bersemu merah karena Gemintang masih mau repot repot menjelaskan untuknya.
"Saat itu cuma kesalahpahaman,dia menyembunyikan sesuatu dariku. Aku tidak mau dia menyembunyikan sesuatu yang akan membahayakan Astro suatu saat nanti."
Nau mengerti,ia bahkan speechless karena pria datar seperti Gemintang mau berbicara panjang lebar demi menjelaskan kepadanya.
"Aku mengerti."
Jawabnya sambil memberikan senyuman ramahnya.
"Jadi,apa sore ini kamu ada waktu luang?"
Tanya Gemintang hati-hati.
Nau nampak berpikir sejenak,kemudian gadis itu menggeleng.
"Tidak ada,aku free sore nanti."
Ujarnya.
"Baiklah bu Dokter,bisakah kamu bertandang kerumahku sore nanti?"
Nau mengangguk spontan,lagi pula ia juga sudah sangat merindukan Astronot. Bayi tampan itu pula yang menjadi niatnya untuk bertandang kemarin.
"Aku akan datang berkunjung sepulang dari rumah sakit,sore nanti."
"Baiklah,aku dan Astronot akan menunggu."
Jawab Gemintang senaturan mungkin.
Karena ya,dirinya itu terlalù garing juga cheesy untuk mengobrol basa basi dengan seorang perempuan. Yang ada,nanti pembicaraan mereka akan ngawur nantinya.
"Baik,kalau begitu sampai jumpa nanti sore."
Ujar Nau sambil pamit untuk pergi.
"Ok"
Seulas senyuman terlihat tergelum diantara bibir kissable pria tampan tersebut. Mungkin begini jika dirinya tidak terus menerus menghindar dari masalalunya. Satu satunya wanita yang tega dan rela menolaknya sebanyak empat kali,padahal baru menyatakan perasaanya satu kali.
"Ahh,apa aku terlalu berlebihan?"
Gumam Gemintang sambil bermonolog.
Sementara itu,seorang pria tampan baru saja tiba dikediamanya. Setelah lima hari melanglang buana dinegri orang hingga tanah kelahiranya,ia juga bisa kembali pulang kerumahnya.
Dengan santai,dirinya memasuki rumah mengahnya. Nampak beberapa maid yang tengah bekerja sesuai tupoksinya masing masing. Ia yakin,jika adiknya itu tidak ada dirumah hari ini. Pasalnya,mobil kesayangan si Gemi itu tidak ada digarasi.
Sambil mengabsen segala sesuati yang nampak dinetranya,ia tersenyum tipis saat hewan kesayanganya tengah berjemur manja dibawah pohon mangga asli asal Indonesia. Hewan hasil kawin silang itu nampak sehat dan baik baik saja.
"Ah son,daddy pulang?"
Ujarnya lirih,sambil menggerak gerakanya tanganya diudara.
Terdengar geraman kesar hewan buas tersebut. Layaknya seorang anak yang baru bertemu dengan ayahnya. Hewan buas tersebut berlari dengan cepat,mengeluarkan suara khasnya sambil menerjang si majikan.
"Owh,daddy baru pulang Son. Masih capek!"
Lirih Galaksi,sambil membelai bulu lebat keemasan milik hewan hibrida tersebut.
"Daddy masuk dulu,adikmu menunggu."
Ujarnya sambil berdiri tegap,walaupun Son agaknya masih ingin bermain denganya.
"Nanti ya,daddy harus jadi Papa dulu sekarang."
Imbuhnya,untuk menenangkan si hewan kesayanganya.
Setelah asik menyapa Son-liger kesayanganya,Galaksi beranjak menuju kedalam rumah. Melewati beberapa ruangan,saat dirasa putranya itu belum juga ditemukanya.
Ketika melewati ruangan belajar dan perpustakaan,sayup sayup ia bisa mendengar percakapan minim dari dalam sana.
"Tidak baby boy,minum susunya sudah tadi."
Ujar suara didalam sana,disusul dengan suara celoteran bayi berikutnya.
"No,Astro harus belajar dulu sekarang!"
"Iya gantengnya mamah,habis ini kita minum susu."
Ujarnya senang,sambil menjawabi setiap celotehan sikecil walaupun ia tidak tahu pasti apa artinya.
Tanpa sadar,dia tidak mengetahui bahwa interaksinya tersebut dilihat oleh Galaksi secara langsung. Pria tampan tersebut berdiri diambang pintu sambil menatap objek dihadapanya datar.
"Minum ya banyak baby boy,biar keyang."
Lirih suara wanita yang tengah memunggungi Galaksi tersebut.
Galaksi tahu pasti,apa yang sedang dilakukan oleh gadis tersebut. Skin to skin-yang biasanya dilakukan oleh ibu hamil yang baru saja melahirkan,hanya saja ini sudah lebih lama dari yang seharusnya.
"Papppapaa..."
Celoteh sikecil Astronot,saat melihat sosok sang Papah diambang pintu.
Arini terlonjak,gadis itu terlihat tergesa gesa membenahi dirinya sendiri.
"Kenapa?"
Tanya Galaksi sambil berjalan santai kedalam sana.
Tidak perlu ada yang disembunyikan lagi,karena dia sudah tahu kebenaranya. Fakta yang setidaknya memberi petunjuk untuk dia mencari tahu kebenaranya.
"ASI eksklusif baik untuk Astronot."
Tambah Galaksi yang langsung membuat Arini menoleh refleks.
"I-itu tuan,t-tapi saya t-tidak-"
Gugup Arini,sambil berdiri.
Meninggalkan si kecil Astronot yang masih berada diatas karpet berbulu.
"Kenapa? Kalau kamu bisa memberikan sumber nutrisi itu untuk putraku,tidak apa apa. Lagi pula,aku dan adikku sudah berupaya sekuat tenaga agar Astronot bisa mendapatkan ASI ekskulif selama masa pertumbuhanya. Lalu,kenapa tidak dengan itu?"
Ujar Galaksi sambil menatap datar lawan bicara dihadapanya.
"Karena,baik itu ibu atau bayinya akan selalu terikat lewat sebuah ikatan bukan?"
Imbuhnya.
Arini mulai gelagapan,entah mengapa ia mulai cemas dengan ucapan tuanya ini.
"Kenapa,bukanya Astronot lahir dari rahimmu?"
Deg
Mau berdalih apa lagi,selagi Galaksi belum membeberkan hasil riset dan penelitianya.
Mau berbohong seperti apa lagi,sebelum Galaksi mematahkan argumen yang menguatkan opini bohongnya belaka. Karena pada dasarnya fakta itu ada dan selebihnya kebenaran akan terungkap selanjutnya.
****
TBC
Selamat pagi readers🖑🖑
Nihh,GG bersaudara update lagi.
Maaf kalau aku jarang update,jarang gabung di GC jug🙇🙇
Aku lagi sibuk sama daring,naskah novelku yang lain juga. Kalau readers semua folloe akunku di wttp pasti tahu,ada dua novelku yang on going juga. Maaf,sejauh ini aku blum bisa ngikutin permintaan readers buat update sehari sekali🙇🙇
Aku juga habis ini mau ke skolah,mau ngedit naskah.Dirumah gak ada laptop,mau kewarnet juga harus sejam lebihhh-mana jauhhh.Jadi aku lagi banyak kerjaan disekolah. Doain juga ya readers,aku mau ngirim salah satu naskahku kepenerbit,semoga saja diterima,Amiinn💕
Okayy,udah dulu ya readers.
Jumpa lagi nanti,jangan lupa vote,like,dan komentarnya💕
sukabumi 22 Agust 2020
10.21
#curhat dikit