NovelToon NovelToon
Deal, 31 Hari Kita Bercerai!

Deal, 31 Hari Kita Bercerai!

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Annami Shavian

Karena pengkhianatan yang dilakukan oleh tunangannya, Rubi terpaksa menikahi Rexa, seorang pria luntang lantung yang baru tadi malam dikenalnya secara tak sengaja. Hal itu terjadi lantaran Rubi tak bisa menghindari pernikahannya yang akan diadakan esok hari.

Sementara pria yang bernama, Rexa, iya iya saja saat Rubi menawarkan sebuah pernikahan kontrak dengannya selama 31 hari, karena dia tak punya tempat tinggal dan tak memiliki uang sepeser pun.

"Deal, 31 hari kita bercerai!" ucap keduanya saling berjabat tangan.

Bagaimana lika liku rumah tangga yang dijalani oleh dua orang asing selama 31 hari?

Dan siapa sebenarnya, Rexa? pria pengangguran yang sering kali disebut mokondo oleh keluarga Rubi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Safa

Pukul dini hari tepatnya jam satu malam. Rubi tersentak ditengah tidurnya saat tiba-tiba gendang telinganya menangkap suara tangisan Safa, keponakannya.

Tangisan yang semakin lama semakin kencang itu membuat Rubi terusik dan tak bisa memejamkan matanya kembali.

Dan terpaksa, dia bangkit lalu pergi ke kamar Danang dengan perasaan kesal.

Saat Rubi berjalan ke arah kamar Danang, tak hanya suara tangisan Safa saja yang terdengar, akan tetapi suara keributan antara Danang dan Lina pun ikut serta meramaikan suasana kamar adiknya itu.

"Kamu itu gimana sih, Lin. Bukannya di diemin anaknya malah molor aja. Berisik tau!"

"Gantian kamu nya dong, mas. Seharian aku terus yang jagain. Capek tauu!"

"Lah, kamu kan ibunya. Udah kewajiban kamu jagain dia."

"Lah, kamu juga bapaknya. Berkewajiban jagain juga."

"Tugas ku kan nyari duit, Lin. Kalau aku dapat duit kamu juga yang senang."

"Halah, nyari duit apa nongkrong sama teman-teman mu? Nyari duit kok kalau pulang ngga pernah ngasih duit ke aku."

"Otak mu itu ya duiiiiiiittttt mulu."

"Lah, salah ngomong nya dimana? Kan kamu sendiri yang bilang tugas mu nyari duit, tapi kalau pulang ngga pernah bawa duit."

"Kamu itu ya be.............."

Brak

Brak

Rubi menggebrak-gebrak pintu kamar Danang dengan kuat sampai kamar mereka bergetar seperti getaran gempa bumi. Dan gebrakannya berhasil membuat ke dua mulut yang sedang beradu argument itu seketika terdiam. Namun tidak dengan suara tangis Safa yang semakin kencang saja. Entah apa yang terjadi pada balita itu.

"Danang, buka pintunya?" Teriak Rubi sambil tangannya terus menggedor pintunya. Namun tak ada tanda-tanda pintu itu di buka dari dalam. Karena kesal adik dan istrinya yang tak kunjung membuka kan pintu, Rubi kembali menggebrak pintunya lebih kencang sambil mengancam.

Brak

Brak

"Buka. Kalau ngga, mba tendang pintunya. Tak hitung sampai tiga. Satu......dua.....ti..."

"Rub, kamu itu kok kayak kesetanan gebrak-gebrak pintu tengah malam. Ganggu orang tidur sejagat raya aja kamu tuh."

Baru saja Rubi hendak melayangkan kakinya ke arah pintu kamar Danang, Bu Atun menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarnya dengan rambut mengembang seperti gulali dan dengan muka kesal.

"Gimana aku ngga kesetanan, orang setan sama jurig nya aja ada didalam kamarnya si Danang," sahut Rubi yang tak kalah kesal dari muka sang ibu.

"Kamu itu ya paling bi......"

Kreeek

Pintu kamar Danang yang tiba-tiba terbuka memutus kekesalan Bu Atun, dan Rubi langsung menghunus tajam ke arah sosok di depannya. Danang langsung menunduk takut.

"Tengah malam gini apa yang kalian ributkan, hah?" Bentak Rubi membuat Danang dan Bu Atun tersentak. Bu Atun segera menutup pintunya kembali. Sedangkan Danang masih diam ditempat seperti seorang siswa yang sedang di hukum oleh gurunya.

"Katakan, apa?" Rubi kembali membentak karena Danang yang tak kunjung menjawab.

"A-anu, mba. Si Lina ngga mau diemin si Safa."

Lina yang mendengar Danang menyalahkan dirinya pun lantas menyahut dari dalam.

"Kok kamu cuma nyalahin aku aja sih! Safa kan anak kamu juga. Masa cuma aku doang yang ngurusi si Safa."

"Tapi kan kamu ibunya yang lebih berkewajiban menjaga, Safa," timpal Danang yang tak mau kalah.

"Lah, kamu kan ba....."

"Diam!" Teriakan Rubi membuat Lina seketika bungkam. Dan Danang mengerucut mundur selangkah.

"Gini nih kalau orang tua yang bisanya cuma nyoblos dan di coblos doang. Cuma modal batang sama apem. Ngga punya ilmu parenting jadi hasilnya ya kayak kalian ini. Awas aja kalau kalian mikir mau nambah anak lagi. Tak piteees kepala kalian."

Tak ada yang menyahuti kekesalan sekaligus ancaman Rubi, baik Danang mau pun Lina. Danang hanya menunduk takut, sedangkan Lina menimang Safa yang tak mau berhenti menangis.

"Coba ke sini kan si Safa," kata Rubi pada Lina. Dengan senang hati Lina mendekati pintu. Danang menyingkir memberi jalan pada Lina yang hendak memberikan Safa pada Rubi.

Setelah Safa beralih tangan, Rubi langsung memeriksa pampers nya. Dia membuang nafas kesal dan geleng-geleng kepala setelah tahu faktor utama balita itu menangis terus menerus.

"Kamu kalau habis pup terus ngga cebok dan langsung dipakai-in celana gimana rasanya pantat mu, Lin?" Tanya Rubi pelan namun menusuk dan dengan perasaan geram. Rasanya ingin sekali menapoki mukanya dengan pampers Safa yang sudah kembung dan ada pup nya.

"Ya gatel, mba," jawab Lina.

"Gatel, kan? nah begitu juga dengan anak mu. Kenapa ngga kamu periksa pampers nya? pampers Safa udah penuh dan dia pup. Kenapa ngga kamu periksa? apa kamu sengaja karena ngga mau nyebokin safa?"

Pertanyaan Rubi yang memberondong itu membuat Lina garuk-garuk kepala tanpa menyahut. Karena tuduhan kakak iparnya itu memang benar. Lina sudah tahu jika anaknya itu pup, dan dia sengaja membiarkan nya karena enggan membersihkan.

Rubi bergegas membawa Safa ke kamar mandi membersihkan balita itu dari kotorannya. Setelah selesai dan berganti pampers, dia menimang balita itu sambil berdendang lirih, hingga balita itu tertidur dalam gendongannya. Meski kesal pada kedua orang tuanya, bukan berarti Rubi tak sayang pada keponakan nya itu. Jika tak sayang, dia pasti akan bersikap masa bodoh.

Tanpa Rubi sadari, sepasang mata memperhatikan gerak geriknya melalui celah kecil pintu kamar.

"Dibalik sikapnya yang bar-bar, keras, cerewet, ketus, ternyata dia bisa ngasuh anak kecil juga."

Apa yang terjadi tadi tak hanya mengusik Bu Atun, melainkan juga Rexa. Bahkan, pria itu sudah terbangun sebelum Rubi bangun dan menggebrak pintu kamar adiknya. Dan selama itu pula, Rexa terus memperhatikan dan mendengar percakapan keluarga yang dia anggap aneh.

Berulang kali Rubi menguap. Dan semakin lama rasa kantuk matanya tak dapat ditahan. Merem melek merem melek begitu terus selama menimang Safa. Karena sudah tak tahan, dia lekas bangkit lalu berjalan sempoyongan ke arah kamarnya sambil menggendong Safa.

Rexa tersenyum melihat tingkah lucu Rubi, lalu menutup rapat pintu kamarnya setelah Rubi masuk ke dalam kamarnya.

1
Vira Playstore
wah,,, sepertinya Husna sedih.mau juga kayaknya.haha,,😁😁😁
Vira Playstore
makanya jangan suka meremehkan orang lain.
Vira Playstore
nggak takut apa si Rexa.ntar di suruh tidur di luar kamar baru tau rasa
Vira Playstore
Rexa gak tau aja papanya lagi gabut
Vira Playstore
wah", ketauan
Vira Playstore
ya,,,,kok aku yang Melo
Vira Playstore
haha,,, salah tanggapan si Abraham
Vira Playstore
hm,Rexa yang pengertian
Vira Playstore
keren, jodoh siapa yang tahu
Vira Playstore
Abraham,,,,,
Vira Playstore
rasain kamu Sari, emang enak
Vira Playstore
nah kan, Abraham.hmhm,,,
Vira Playstore
hah,,,duda"
Vira Playstore
wah, pertunjukan apa y
Vira Playstore
jangan "Husna bakal berjodoh sama Abraham
Vira Playstore
mampus, senjata makan tuan.emang,, enak
Vira Playstore
waduh, gawat, gimana ini
Vira Playstore
hati hati Rubi,si rubah kan bisa berubah ubah.haha,,,,
Vira Playstore
kalau gak salah dokter ini kan yang kasih vitamin yang sebenarnya bukan vitamin.tapi obat pelumpuh syarat.
Vira Playstore
syukur deh Tatung bisa mengerti keadaan mbaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!