NovelToon NovelToon
Diantara Mereka

Diantara Mereka

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deodoran

karya ini terdapat alur maju mundur ya, baca beberapa bab baru baru bisa mengerti jalan ceritanya.😁

Garina Jelita, gadis malang yang telah disia siakan selama 10 tahun, ia berada dititik terendahnya saat suami yang ia percaya mampu melindunginya justru mengusirnya dari kehidupannya.

percayalah penyesalan akan selalu ada bagi mereka yang berbuat kesalahan, namun waktu belum tentu memberi kesempatan bagi mereka untuk menebusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deodoran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Mama....." Seorang anak kecil menghampiri Garina yang baru saja turun dari ojek.

Senyuman itu.

Tidak sadar Byan menarik ujung bibirnya, matanya seakan berkabut menyaksikan pemandangan dihadapannya.

Garina nyatanya masih bisa tersenyum seperti dulu meski bukan lagi ditujukan untuknya.

"Apa itu putranya?"  Suara Byan terdengar bergetar.

Erik terlambat mengetahui segalanya, baru hari ini ia mendapat kabar jika Garina nyatanya sudah memiliki suami dan seorang putra.

Pria blasteran Amerika itu menatap penuh iba pada atasannya yang menahan pilu didada.

"Mengapa ia harus bekerja jika nyatanya sudah memiliki suami, apa suaminya tidak memiliki cukup penghasilan? Apa kau tidak bisa menyediakan satu posisi untuknya di perusahaan?"

"Suaminya seorang perawat di salah satu RSJ, saat di Jakarta ia juga bekerja di RSJ" Jelas Erik.

"Apa gaji seorang perawat kecil? Sehingga Garina harus menjadi seorang pelayan di restoran?"

"Apa tidak sebaiknya kita bertanya langsung"

"TUNGGU!!" Sentak Byan saat melihat Erik sudah membuka pintu.

Byan menghembuskan nafas kuat, jika bukan seorang pria mungkin ia sudah menangis saat ini.

Kenyataan jika Garina sudah menikah dan memiliki anak benar benar menyakitinya.

Byan tertawa hambar lagi pula apa yang ia harapkan setelah 10 tahun?

Tentu saja Garina memilih untuk menikahi pria lain, lagi pula Sagara sudah terlebih dahulu menikah.

Byan masih menatap lekat anak laki laki itu, namun jantungnya berdegup kencang saat menyadari wajah kecil yang terpatri disana.

Tubuh anak itu mengisyaratkan jika ka baru berusia 6 atau 7 tahun, sementara bila anak laki laki itu adalah putra sang kakak usianya seharusnya sekitar 9 tahun. Anak laki laki itu terlalu kecil jika berusia 9 tahun dengan gen seorang Ganendra yang memiliki tinggi tubuh diatas rata rata.

"Anak itu"

"Anak itu tercatat sebagai putra Garina dan Arif Soetomo" Erik menyebut nama pria yang kini menyandang status sebagai suami Garina itu.

"Usianya?"

"tidak ada catatan sebelumnya namun begitu kedua orang tuanya tercatat dicatatan sipil anak itu juga langsung tercatat ditahun yang sama"

"itu artinya Garina hamil sebelum menikah dengan suaminya?"

"Entahlah Tuan"

.

Tak lama setelah pria kecil itu menyapa Garina, dari dalam rumah terlihat keluar seorang wanita paruh baya berkaca mata dengan sebuah tas jinjing yang dipenuhi alat peraga membaca.

"Saya pamit bu, hari ini putra anda banyak kemajuan iyakan El ?" wanita paruh baya itu mensejajarkan tingginya dengan putra Garina sambil mengusap pucuk kepalanya yang masih terlihat sedikit lonjong.

"El sudah bisa membaca tanpa mengeja mama" ujar El fatih gembira.

Mata Garina seketika berkaca kaca menatap pria kecil dihadapannya, usianya sudah 9 tahun namun ia baru belajar membaca dan menghitung satu satu angka disaat teman teman sebayanya sudah duduk di kelas 4 esde.

Sedangkan El Fatih hanya bisa belajar dirumah bersana Bu Nunuk guru yang sudah masuk usia pensiun itu.

"Mama sedih?"

"Tidak Sayang mama bangga"

"Saya permisi kalau begitu ya bu" timpal Bu nunuk yang sudah bersiap untuk pulang.

"Iya bu Nunuk terima kasih banyak ya"

Garina menggandeng putranya masuk kedalam rumah sambil bernyanyi gembira.

"Dia benar benar Garina" gumam Byan yang masih betah berada didalam mobil meski hari sudah gelap. Pria itu menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.

Pantas saja jika Garina tak ingin mengenalnya mungkin ia sudah bahagia dengan kehidupan rumah tangganya yang baru. Padahal bisa melihat Garina saja setelah 10 tahun sudah sangat membuat Byan bahagia hingga rasanya ingin terbang kelangit ketujuh.

"Jangan menatapku seperti itu" tegur Byan pada Erik, yang meski memejamkan matanya ia bisa merasa jik Erik menatapnya penuh rasa kasihan.

"Wanita itu memiliki mata seperti bulan sabit ketika tersenyum" ujar Erik asal.

"Aku paling suka ketika ia tersenyum begitupun Sagara heh...." Byan terkekeh miris.

"Tuan tidak ingin memastikannya? Suaminya sudah pulang" Erik dan Byan sama sama melihat seorang pria yang datang dengan motor maticnya.

"Tidak kita kembali!"

Tukas Byan namun pada akhirnya ia turun juga dari mobil.

"Selamat malam" Sapa Byan.

*

Arif Sutomo pria 36 tahun itu masuk kedalam rumah sembari menghela nafas kemudian tersenyum saat mendapati Garina dan El menunggunya diruang tamu seperti hari hari sebelumnya.

"Ayah" El segera mencium punggung tangan Arif takzim disusul sang ibu.

"Mas lembur?" tanya Garina setelah melihat jam dinding di ruang tamu yang sudah menunjukkan pukul 8 malam padahal biasanya paling lambat Arif sampai dirumah jam setengah tujuh.

"Tidak, tadi mas ketemu teman lama" bohong Arif padahal yang barusan ia temui adalah Byan.

Garina hanya mengangguk padahal ia tadi seperti mendengar suara motor suaminya namun saat keluar Garina tahu yang didengarnya hanya sebuah halusinasi.

Apa obatnya sudah bekerja saat itu?

Garina meraih ransel dan jaket Arif untuk diletakkan di kamar pria itu, namun saat hendak melangkah tiba tiba tangannya dicekal Arif.

Garina bisa melihat pria itu mengaktifkan mode perawatnya, tatapannya persis seperti bertahun tahun lalu.

"Kau meminum obat itu lagi?"

Garina mengangguk lemah dan Arif hanya bisa membuang nafasnya.

"Istirahatlah kalau begitu, bersihkan tubuhmu dan El lalu tidur jangan siapkan makan malam untukku aku sudah makan" istri dan anak yang tercatat dalam tanggungannya sebagai PNS itu memang tak pernah menunggunya untuk makan malam, dan itu atas perintahnya sendiri. mereka hanya makan bersama saat sarapan.

Garina dan El masuk dikamar yang satu sedangkan Arif masuk dikamar yang berbeda.

Meski tercatat sebagai suami istri dan Arif membiayai semua kebutuhan mereka termasuk biaya pengobatan El yang ditanggung asuransi pemerintah namun Garina dan Arif sama sekali tidak pernah saling menyentuh layaknya suami istri.

Setelah mandi kini Arif merebahkan dirinya diatas ranjang, sembari menatap berbagai macam ukuran potret yang memenuhi hampir setiap sudut kamarnya.

lagi lagi ia menangis, kamarnya adalah tempat terbaiknya untuk menyalurkan rindu kepada dua orang yang saling berpelukan didalam potret itu. Istri dan Anaknya yang sesungguhnya. meski sudah hampir 10 tahun namun Arif tak pernah melalui satu malampun tanpa meneteskan air mata penuh penyesalannya.

Sedangkan Untuk Garina dan El meski ia juga menyayangi El namun Arif sama sekali tak bisa menerima Garina padahal jelas jelas wanita itu jauh lebih cantik dari pada mendiang istrinya, namun hati Arif benar benar bèrhasil dibatukan rasa bersalahnya, satu satunya alasan mengapa ia memutuskan menikahi Garina adalah karena El ia ingin membantu biaya pengobatan anak itu dengan memasukkannya kedalam tanggungan dan Garina bisa menerima semua kondisi Arif ia tak pernah memandang Arif sebagai suaminya melainkan dewa penolongnya dan agar tidak terlalu menjadi beban Garina selalu ingin bekerja meski Arif melarangnya pengorbanan Arif sudah terlalu banyak setidaknya Garina bisa membantu dengan membayar gaji Bu Nunuk dan sesekali berbelanja kebutuhan dapur meski Arif tak pernah Absen memberinya uang bulanan.

1
Rasidah Ny Kamri
karya yg sangat memukau 🥰
Lucy Toruan
bagus...
Lili Herlina
bagus syukaaa
Lena Sari
kok lucu banget seh garinaaaaa...
Vivi Zenidar
kereeeeeeeen..... karya yg nano nano..... menguras emosi krn sedih dan campur bahagia.... aq baca marathon...... sudah 2 karya mu yg aq baca.. dan akan lanjut ke karya mu yg lain.... terima kasih kasih untuk karya mu yg luar biasa ini
Deodoran: sma2 kak. mkasih udh mampir :)
total 1 replies
Vivi Zenidar
/Sob//Sob//Sob/
Vivi Zenidar
bagus banget cerita nya
Vivi Zenidar
nyesek aq
Vivi Zenidar
karya yg bagus.... kenapa yg baca sedikit????
siti salamah
sya baru baca sampai bab ini,, baca nya hrus pelan" ini mah cerita nya aga berat ,, dan ber isi.. ada Rasa ikan terbang nya tapi lbih ke Drakor sya ke sini dari jingga.. dan senjaa
siti salamah
ibu Elisa jahaaraa andaa ,, Biyan yang malang. bpa ibu nya betingakh ank nya kena getah..
Idha Mamanya Afwa Idhan
karya yang sangat luar biasa....
Terimakasih thor tuk karya hebatnya
Hani Ekawati
Menyesakan dada 😭
Hani Ekawati
Owh ternyata pendingin ruangan itu bantuan dari perusahan Sagara dengan perantara Jhon sang asisten
Hani Ekawati
Peluk jauh untuk Garina 😭
Hani Ekawati
Garina yang malang 😭😭😭
Hani Ekawati
Sedih banget Thor 😭😭😭😭😭😭
Hani Ekawati
Nyesek banget Thor 😭😭😭
Hani Ekawati
Akupun yg baca ikut nangis 😭
Padahal novel ini udah ku baca berulang kali 😭
Hani Ekawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!