NovelToon NovelToon
COMPLICATED

COMPLICATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:254.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Season 1 :
"Jika laki-laki yang menghamili mu adalah seorang Dokter, apakah papamu masih akan melakukan itu?"

Aurel tersentak, ia menatap Dokter itu dengan seksama.

"Apa maksud Dokter?"

"Aku akan menikahimu!"

Cerita ini menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang mati-matian menengang teguh sumpah jabatannya, hingga kemudian ia merelakan hidupnya, kepentingannya, perasaannya.

Lalu apakah akan selesai di sini? Masalah kembali datang ketika pria yang menghamili gadis itu muncul, dan tentang siapa sebenarnya pria itu dan apa hubungannya dengan Jessen, membuat hidup Jessen menjadi sangat rumit.

Season 2 :
Kehidupan baru David - Alea dimulai. Kehilangan bertubi-tubi yang dialami David membuatnya hancur dan rapuh.
Yang ia miliki sekarang hanyalah janin yang ada dalam kandungan Alea. Ia tidak ingin kehilangan lagi.
Bagaimana kehidupan mereka?
Siapa Ayah David?
Bagaimana dengan Jessen - Aurel?
Simak terus di COMPLICATED (David - Alea Story) ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan?

Jessen memarkirkan mobilnya di halaman depan, meski sudah beberapa kali kemari ia tetap saja gugup luar biasa. Ia hendak melangkah ketika kemudian sosok itu sudah muncul di depan pintu.

"Lho, Koko tadi dari rumah sakit langsung kemari?" Aurel tampak terkejut melihat Jessen yang masih dengan hem dan celana panjang bahannya.

"Iya lah, kan tadi aku sudah bilang kalau langsung mau kemari."

"Nggak capek?" Aurel memperhatikan dengan seksama wajah Jessen.

"Sudahlah, kan paling cuma sebentar cari jajanannya kan?" Jessen tersenyum, "Papa mana?"

"Pergi, baru saja!"

"Kalau mama?" Jessen celingak-celinguk mencuri pandang ke dalam.

"Ada arisan di rumah Tante Yuni, sekalian sebar undangan."

Jessen hanya mengangguk pelan, lalu melirik arlojinya.

"Berangkat sekarang?"

Gadis itu hanya mengangguk pelan. Jessen kembali melangkah masuk ke dalam mobilnya. Aurel pun menyusul masuk. Jessen yang sudah menyalakan mesin mobilnya tidak segera memacu mobilnya pergi. Ia malah meraih seat belt dan memasangnya pada tubuh Aurel yang duduk tepat di sampingnya.

Aurel tersentak, saat itulah Jessen mengangkat wajahnya, menatap dalam-dalam manik mata yang juga tengah menatapnya itu. Jessen seperti terhipnotis, ia tidak segera memalingkan wajah atau kembali pada posisinya. Ia tertegun menatap wajah dan mata itu dengan tangan yang masih memegang seat belt.

"Ko .... " guman Aurel lirih ketika Jessen hanya mematung sambil menatapnya.

"Oh ... maaf!" Jessen bergegas memasangkan seat belt itu. "Jangan pernah lupa pakai sabuk pengaman mu!"

Aurel tersenyum. Jessen segera kembali pada posisinya. Tangan nya berkeringat. Sialan! Kenapa ia selalu tergoda menatap mata itu? Kenapa ia sangat suka memandangi wajah itu?

Jessen menggelengkan kepalanya lalu segera membawa mobil itu pergi dari halaman rumah keluarga Sutomo itu.

"Mau kemana kita?" tanya Jessen sambil mencoba menetralkan pikirannya.

"Ke Park Mall ya, Ko? Aku pengen ayam geprek yang buka stand di food court nya." guman Aurel sambil melirik Jessen.

"Oke deh. Sering ya makan di sana?" Jessen sudah serius dengan kemudinya.

"Sering banget, dulu sama David selalu ...," Aurel tidak melanjutkan kalimatnya, ahh ... kenapa harus mengingat laki-laki itu?

David? Jessen merasa tak suka mendengar nama itu. Bukannya gara-gara laki-laki berengsek bernama David itu ia harus terjebak dalam kerumitan ini?

"Oh ... jadi mau Napak tilas dulu sering diajak kesana toh!" ujar Jessen tak suka.

"Bukan ... aku cuma pengen makan ayamnya, bukan mengingat kenangannya." Aurel buru-buru meralat ucapannya.

"Napak tilas juga nggak apa-apa kok!" ujar Jessen ketus, ia menginjak rem dengan sedikit kasar sampai Aurel sedikit terkejut.

"Koko marah?" tanyanya takut-takut.

"Nggak, ngapain marah? Aku hanya tidak suka mendengar nama laki-laki berengsek itu." Jessen kembali memacu mobilnya, lampu sudah berubah hijau.

"Maaf ...," guman Aurel lirih sambil memainkan ujung dress-nya.

"Kamu masih mencintainya?"

"Siapa?" Aurel menatap Jessen, ia tahu betul suasana dokter itu sedang tidak baik. Raut wajahnya tidak bisa berbohong.

"Pacar sialan mu itu lah, siapa lagi?" Jessen menoleh, menatap tajam gadis itu.

"Tidak ... sudah sama sekali tidak ada rasa apapun sejak dia meninggalkan aku dalam kondisi demikian." jawab Aurel lirih, ia sudah sangat benci dan muak dengan laki-laki itu.

Jessen tak menjawab ataupun bertanya lagi, ia terdiam dibalik kemudinya. Raut wajahnya berubah dingin. Dan itu membuat Aurel sedikit tidak nyaman. Ia paham kenapa Jessen sebegitu bencinya dengan David. Karena perbuatannya dokter itu harus menanggung semua ini, padahal dia tidak tahu apa-apa.

Aurel menghela nafas panjang, Jessen masih tidak bereaksi. Ia masih diam membisu, hingga kemudian ia membelokkan mobilnya ke halaman parkir mall itu.

"Sudah sampai!"

***

Jessen kembali terdiam ketika mereka mulai melangkah masuk ke mall. Aurel jadi benar-benar salah tingkah. Harus bagaimana ia sekarang? Ahh ... tampaknya ia harus selalu ingat bahwa ia tidak boleh kembali menyebut nama itu!

"Pakai lift saja!" ujar Jessen sambil menarik tangan Aurel yang hendak melangkah ke eskalator.

Aurel hanya mengangguk pelan, ia menurut saja ketika kemudian Jessen membawanya melangkah ke lift. Jessen sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya. Ia menggandeng Aurel melangkah di tengah hiruk pikuk mall.

Hingga kemudian mereka sampai di depan lift, baru Jessen melepaskan genggaman tangannya. Ia buru-buru menekan tombol untuk ke atas. Masih dalam sunyi, tanpa berkata-kata.

Ketika pintu terbuka, tiba-tiba entah dari mana anak-anak yang masih memakai seragam SMP itu menghambur masuk, menabrak tubuh Aurel hingga tubuh itu terhuyung jatuh.

Dengan sigap Jessen meraih tubuh itu, hingga tidak sampai terbentur lantai.

"Hei, hati-hati dong! Pakai etika sama mata! Istri saya sedang hamil, kalau sampai kenapa-kenapa mau tanggung jawab?" hardik Jessen pada gerombolan anak SMP itu.

"Maaf Om!" guman mereka kompak sambil menundukkan kepala.

Dengan lembut Jessen membimbing Aurel masuk ke dalam. Ia melirik sekilas gerombolan pengacau itu.

"Istri Om-nya masih muda banget ya!" bisik salah satu dari mereka.

"Iya nih, mungkin Om-nya banyak duit, jadi Cece nya mau di nikahin!"

Aurel hendak membalikkan badan ketika kemudian Jessen mempererat genggaman tangannya, yang artinya bahwa ia tidak boleh melakukan hal itu.

Aurel melirik Jessen, tampak laki-laki itu menggelengkan kepalanya pelan. Aurel menghela nafas panjang, ia mengangguk patuh sambil tetap diam.

"Tapi Om-nya ganteng juga sih, walau agak galak." suara itu kembali diterima indera pendengaran Jessen.

Jessen menghela nafas panjang, ia masih menggenggam tangan Aurel. Hingga ketika kemudian pintu itu terbuka, Jessen membalikkan badannya.

"Urus urusan kalian sendiri saja, nggak sopan ngomongin orang, pas orangnya ada di dekat kalian, paham?" ujar Jessen lalu menarik Aurel keluar dari lift.

Aurel tersenyum, rasanya ia begitu puas melihat bagaimana pucatnya wajah-wajah anak SMP itu. Jessen belum mau melepas genggaman tangannya, hingga kemudian ia membawa Aurel pada meja yang masih kosong.

"Tunggu di sini, biar aku yang pesan."

Aurel mengangguk, ia menatap sosok itu melangkah pergi menghampiri salah satu kedai ayam geprek yang cukup terkenal itu. Aurel tersenyum menatap sosok itu. Ahh ... seandainya benar pernikahan besok itu adalah sebenar-benarnya pernikahan. Siapa yang tidak mau menjadi istri dari sosok laki-laki se-gentle Jessen?

Apa-apaan ini! Aurel memaki dirinya sendiri! Harusnya Aurel sadar ia siapa! Harausnya ia sadar bagaimana posisinya! Cuma gadis yang hamil di luar nikah! Cuma sampah dari laki-laki yang bernama David itu! Dan sekarang ia mengharapkan laki-laki sebaik Dokter Jessen sebagai suami? Jangan bermimpi!

"Nih, minum dulu!"

Aurel tersentak, Jessen sudah kembali duduk di hadapannya dengan membawa sebotol air mineral. Aurel tersenyum, ia buru-buru meneguk air mineral dingin itu.

"Kamu tidak apa-apa kan? Kaki mu sakit?"

Aurel menggeleng pelan, ia menatap dalam-dalam mata Jessen. 'Jika aku tidak diizinkan Tuhan memiliki mu, setidaknya aku dapat meminjam mu sesaat dengan status palsu itu!'

1
senjasabdaalam
kak ga lanjut kah?? padahal bagus banget.
Esti Afitri88
jalan ceritanya manis banget . suka
Esti Afitri88
kok ikut kuatir aq
senjasabdaalam
kak lanjut dong yang ini
senjasabdaalam
kapa lanjut kak?
Yus Nani
malas bangat segala muncul Mak lampir pelakor oh pelakor kegatelan garuk gih
Yena Kim
kak kapan up lagi:)
Yena Kim
apa dari bapaknya yang gonta ganti pasangan
Yena Kim
dari sini aku mumet.kasihan alea tapi kalo david tanggung jawab malah lebih kasihan lagi
Yena Kim
emang dokter sih coba orang jawa tulen trus awam juga pasti percaya begituan.:)
Yena Kim
pliss ini candu banget ceritanya:)
Yena Kim
resortnya bagus.bismillah bisa kesana sama suami
Yena Kim
aku ikut terharu
Wiwin
ceritanya keren... sayangnya judul di ujung senja pindah ke GN, kalau mau dapat ebook nya, apakah bisa? berapa mahar ny?
Fitha Millu
bawang beraps kilo sih Thor..... Charles 😭😭😭😭😭😭
Fitha Millu
isi ceritanya sesuai judul....complicated
Fitha Millu
jangan2 Daddynya David itu papanya Jessen ya thoy
Ama Lorina Raju
so sweet
Ama Lorina Raju
siapa yg fak luluh tor kalo sdh seranjang 😂😂😂
Ama Lorina Raju
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!