Dekat dengan calon mertua sejak SMP, membuat Syifa bermanja-manja pada Papa sang pacar. Siapa sangka pria itu malah mencintainya.
Syifa gadis berusia 25 tahun, terkejut dan menolak cinta papa sang pacar, karena dia sangat mencintai pria yang sudah bersamanya sejak SMP.
Sehingga Syerkhan, menanamkan benih kepemilikan di rahim Syifa agar gadis itu menjadi miliknya. Tanpa memikirkan anak dan istrinya.
Seperti apakah kisahnya? Yuk simak sampai Tamat.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinta Terindah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
Keesokan paginya...
Syifa membuka kedua matanya, karena merasa sangat silau. Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela kamar yang terbuka lebar. Syerkhan tampak duduk santai di tepi ranjang, tersenyum lembut padanya.
"Sudah bangun, sayang?" tanya Syerkhan dengan sangat lembut.
Syifa membuka mata lebar-lebar, karena dia melihat dirinya ada di dalam selimut, dan juga merasakan kalau saat ini, ia sama sekali tidak mengunakan apapun.
'Astaga! Apa yang terjadi!' batin Syifa, jantungnya berdebar kencang. Wajahnya memerah, matanya berkaca-kaca.
Gadis itu langsung membuka selimut dan, melihat dirinya polos kemudian menutup kembali selimut yang dikenakan.
"Apa yang terjadi?!" tanya Syifa dengan sangat histeris dan menangis. Suaranya bergetar, tubuhnya gemetar hebat.
Syerkhan mendekati Syifa, kemudian memperlihatkan rekaman panas mereka semalam, dan gadis itu tidak menyangka, kalau dia yang berada di atas tubuh calon mertuanya.
"Tidak! Semua ini mimpi!" teriak Syifa dengan sangat histeris.
Sebab, dia tidak pernah berpikir akan tidur dengan Syerkhan, apa lagi semua ini sudah benar-benar terjadi.
"Tidak mungkin semuanya mimpi, karena aku merasakan semua sentuhanmu," jawab Syerkhan. Senyum licik terukir di bibirnya.
Pria itu menunjuk ke arah seprai yang terlihat ada noda, membuat gadis itu sangat terkejut dan tidak menyangka.
"Aku tidak mungkin melakukanya!" teriak Syifa lagi.
Sebab, hal ini seperti mimpi buruk baginya, apa lagi sampai Anggi atau Dila tahu kalau dia dan Syerkhan tidur bersama.
"Bagaimana tidak, karena jelas-jelas aku yang ada di bawah dan, bisa di perjelas lagi, kamu yang menginginkan hal itu, tanpa paksaan," ucap Syerkhan.
Syifa semakin mengais, dan dia langsung turun sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Walaupun sakit yang dirasakan, dia tetap berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Anggi, bagaimana ini?" Syifa menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi.
Gadis itu merasakan sakit yang luar biasa dan, merasa semua tubuhnya sakit.
Saat gadis itu bercermin, lagi-lagi dia membuka mata lebar, karena seluruh lehernya dipenuhi jejak kepemilikan Syerkhan.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?" tanya Syifa dengan sangat bingung.
Gadis itu langsung membersihkan diri dan memakai handuk kimono, kemudian ke luar dengan jalan tertatih.
"Sayang, perlu om bantu?" tanya Syerkhan dengan lembut.
Syifa diam dan mengambil pakaiannya, kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi dan segera mengenakannya.
Setelah selesai, dia ke luar dan melihat Syerkhan masih ada di dalam kamar duduk dengan sangat santai.
Gadis itu mengambil semua barang-barangnya dan, bergegas pergi meninggalkan Syerkhan.
"Biarkan saja dia pergi. Sebab, aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan," ucap Syerkhan sambil menatap kepergian Syifa. Senyum licik kembali terukir di bibirnya.
Syifa tidak bisa menahan air matanya lagi, karena jujur ia sangat sedih dan kecewa pada pria yang selama ini menjadi ayahnya.
'Aku sudah salah, tidak mungkin seorang pria sayang padaku sama seperti ayah, semuanya tidak akan sama,' batin Syifa.
Gadis itu terus-menerus menangis di dalam taksi dan dia berpikir, bagaimana cara dia memberitahu Anggi kalau ia sudah tidur bersama calon mertuanya.
'Aku, benar-benar hancur sekarang. Entah bagaimana aku menjelaskan semua pada Anggi, yang jelas aku tidak akan bisa menikah dengannya lagi,' batin Syifa dengan sangat lirih.
Setelah beberapa jam, akhirnya taksi sampai di rumahnya dan ia langsung turun masuk ke dalam, dengan jalan tertatih.
"Tuhan! Kenapa semua terjadi padaku?!" teriak Syifa sambil menutup pintu rumahnya.
Gadis itu terjatuh, dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian, ia bergegas masuk ke dalam kamar.
"Sepertinya, aku harus ke luar dari perusahaan om Syerkhan, karena ... " Syifa tidak bisa meneruskan ucapannya.
Karena, dia tidak bisa mengucapkan kata itu lagi dan, Syifa langsung menulis surat pengunduran dirinya.
. . .
Syerkhan baru saja tiba di rumahnya dan, di sambut oleh sang istri dengan sangat manis dan pengertian.
"Mas, ayo masuk ke dalam akan aku pijat," ucap Dila dengan lembut.
Syerkhan tersenyum dan mencium kening Dila, membuat wanita itu sangat bahagia dan membalas sang suami. Namun, matanya melihat ada tanda kepemilikan di leher suaminya.
"Mas, kenapa tanda itu sangat banyak?" tanya Dila sambil memegang leher sang suami.
Syerkhan lupa menyamarkan bekas itu, karena dia sangat bahagia tadi. Pria itu berpikir bagaimana dia mengelabuhi sang istri.
"Ini Syifa yang membuatnya," jawab Syerkhan, membuat Dila sangat terkejut.
"Syifa?"
Syerkhan langsung menutup mulutnya, kemudian mencari cara dan alasan lain agar sang istri tidak curiga.
"Iya Syifa, karena tadi malam aku masuk angin, dan dia mengerok leher ku, samai merah seperti ini," jawab Syerkhan.
Dila bernafas lega, karena tadi dia sudah berpikir yang bukan-bukan tentang Syifa dan suaminya.
"Kamu bicara itu yang jelas Mas, aku tadi sudah salah paham," ucap Dila dengan lembut.
Syerkhan tersenyum dan meminta maaf, kemudian mereka masuk ke dalam kamar. Sebab, Dila ingin meminta haknya sebagai seorang istri.
. . .
Anggi: Benarkah, mereka sudah pulang Ma?
Dila: Benar, papa sekarang ada di rumah. Sebaiknya besok kamu temui Syifa.
Anggi: Baik Ma.
Anggi memutuskan sambungan telepon dan, kembali mengerjakan tugasnya, karena dia besok tidak akan masuk toko. Sebab, ingin berjalan-jalan dengan Syifa sang kekasih hatinya.
"Besok aku akan berjalan-jalan dan, memberitahu kalau pernikahan kami tidak akan ditunda lagi," ucap Anggi dengan sangat bergembira.
Pria itu mengirimkan pesan pada Syifa. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dan kembali mengerjakan tugasnya.
. . .
Keesokan harinya . . .
Syifa merasa semua tubuhnya tidak enak, sehingga dia hanya tidur rumah dan tidak ke mana-mana. Padahal, lagi ini ada rapat penting.
Gadis itu memberikan perusaahan Syerkhan, karena dia benar-benar kecewa dan, marah pada pria itu yang sudah merenggut kesuciannya.
"Ya Tuhan, semoga aku bisa menjalankan semua ini. Entahlah bagaimana nasib ku, karena sudah tidak memiliki orang tua lagi," ucap Syifa dengan lirih.
Gadis itu menitihkan air mata, karena dia sedih sudah kehilangan keluarganya, dan berpikir mengapa ia tidak ikut bersama mereka.
"Tuhan, kenapa aku tidak ikut bersama mereka?" Syifa menangis dan dia terkejut saat ponselnya bergetar.
"Anggi, aku angkat saja dulu," gumam Syifa sambil menjawab panggilan dari Anggi.
Anggi: Halo sayang, apa hari ini kita bisa berjalan-jalan? Sebab, akan ada kejutan yang aku perlihatkan?
Syifa: Anggi, aku tidak enak badan. Euum, kain kali saja ya.
Anggi: Baiklah, istirahat yang cukup.
Syifa memutuskan sambungan telepon, dan semakin terisak-isak. Sebab, Anggi bersikap manis lagi padanya tidak seperti sebelum.
"Semua ini tidak adil, kenapa hanya aku yang menanggung apa yang dilakukan om Syerkhan, sedangkan dia sama sekali tidak memiliki beban?!" tanya Syifa dengan tangisannya.
Syifa merasa pusing, karena sejak kemarin dia terus menangis dan ia mulai tertidur pulas dengan air mata yang mengalir deras.
BERSAMBUNG.
emang bisa Syifa menikah dengan Anggi sedangkan dia sudah tidur dan hamil anaknya syerkhan
walaupun nikah sama Anggi tetap saja Anggi tidak bisa menyentuh Syifa mereka haram untuk disentuh
ya emang baiknya cari wanita lain dinikahi...
beda cerita kalau Syifa tidur dan hamil anaknya BPK tiri masih ada kemungkin merak bersatu..
dan cintanya Juwita yang obsesi
sebenarnya kedua orang ini mempunyai cinta yang benar gk tulus soalnya aku suka banget tipe² orang² mencintai seperti mencari celah..
lebih prihatin sama nasip Dila dan Anggi lebih disakiti hatinya