NovelToon NovelToon
Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najwa Camelia

Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.


Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.


Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebencian

Happy reading..

"Aku ingin tes kesucian mu dulu, baru bisa kau bicara seperti itu, bagaimana?" tantang Narendra memicing kan sebelah mata, lalu perlahan menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.

"Jangan, Tuan. Aku mohon! Jangan lakukan itu padaku!" pekik Gendhis seraya membuang muka.

"Kau sungguh memuakkan!" emosinya semakin membuncah, dirinya seolah tertantang ingin segera menelanjangi ja_lang kecilnya dan menuntaskan has_rat yang kian memburu.

Tatapannya terarah pada perempuan yang ada di depannya.

Sedangkan perempuan yang ditatap seperti itu oleh Narendra hanya menatapnya kosong. Air matanya lolos begitu saja mengalir dengan deras.

'Kenapa takdir ku harus berada di tempat seperti ini dan di situasi yang sulit untuk memilih? Kenapa aku harus terlahir ke dunia, jika aku harus menanggung semua ini, Ya Alloh? Miris sekali jalan hidup ku!' batin Gendhis seolah terisi beribu belati, luka yang menganga lebar tapi tidak berdarah.

"Kau hanya ja_lang kecil ku! Jangan berpikir untuk melawan ku, karena aku sudah membeli mu. Tubuh mu adalah milikku seutuhnya, tidak ada kata penolakan dalam hidupku," ujar Narendra seraya mengelus bibir seksinya.

Narendra beranjak dari ranjang empuknya, berdiri di sisi ranjang. Dengan senyum smirknya, dia terus menanggalkan satu per satu kain yang melekat di tubuh kekarnya.

Nampak jelas di netra Gendhis, dada bidang dan otot-otot perut milik Tuan Gapiannya itu.

Pemandangan indah tercetak jelas di depan mata secara langsung dan sesuatu primitif milik Tuannya yang sudah menonjol di balik segitiga berwarna itu.

Gendhis bergeming, melawan pun percuma. Sekuat apa pun tenaga yang dia keluarkan untuk melawan Tuannya, jawabannya yang ada adalah dia lebih kuat dan berkuasa. Dia hanya wanita yang telah dibeli oleh Tuannya untuk memuaskan nafsu pria tersebut. Menentang dengan segala alibi pun, Gendhis tetap kalah. Tawar menawar dengan cara bagaimana lagi, dia tetap akan ternodai oleh Tuannya itu, tinggal menunggu waktu. Sebulan lalu, Tuannya itu belum berhas_rat untuk menodainya tapi malam ini, bisa jadi adalah malam Gendhis untuk menyerahkan kehormatannya pada sang Tuan yang berkuasa atas tubuhnya, atau bahkan hidupnya.

'Lebih baik aku tidak membantah atau melawan lagi, biar aku bisa segera berkumpul lagi dengan Ibu di rumah. Biarkan saja Tuan berkuasa itu melakukan apa pun yang diinginkan nya dari tubuhku ini,' monolog Gendhis.

Hening untuk beberapa saat. Hanya deru nafas yang terdengar di ruangan itu.

Narendra mendekati Gendhis.

Brugg

Pria itu menghempaskan tubuh Gendhis ke ranjang king sizenya.

Bayangan wajah Nindy, kakak perempuannya seketika menari-nari di otaknya. Dengan cepat dia melakukan sesuatu yang sama persis dengan isi otaknya, saat ini. Apa yang di instruksikan oleh kepalanya, dia realisasikan dengan gerakan tubuhnya.

Kini keduanya telah polos tanpa adanya kain penutup tubuhnya yang menempel.

Gendhis menyilangkan tangannya di atas kedua gundukan kenyal miliknya yang masih terlihat kencang, dengan air matanya yang sedari tadi belum habis meluncur bebas di pipinya.

'Brengsek! Sangat memuakkan! Kenapa harus berpura-pura dengan mengeluarkan air mata segala! Sok jual mahal!" kesalnya.

Narendra menatap Gendhis dengan mata bengis, tersirat kebencian yang jelas di kedua matanya saat ini.

Seperti kesetanan, keinginan membalaskan dendam kakak perempuannya yang telah tiada pada diri Gendhis. Narendra tak perduli pada perempuan yang menangis di bawah kungkungannya itu.

Secepat kilat ia menyambar bibir ranum milik Gendhis dengan mengunci tubuhnya. Agar tidak melakukan pemberontakan.

Kedua mata Gendhis memejam, antara menikmati bibir Tuannya yang terasa manis semanis gulali sekaligus merasakan perih. Tubuh wanita itu tidak bisa berbohong.

Jari kekar milik Narendra turun mengusap perut datar Gendhis, yang menghasilkan efek merinding di sekujur tubuhnya. Dia tidak bisa mengontrol tubuhnya. Antara hatinya yang menolak semua sentuhan-sentuhan yang mendarat di tubuhnya, sedangkan reaksi lain dari tubuhnya seolah menikmati semua itu.

Narendra terus melancarkan aksinya pada tubuh yang terbaring lemah tanpa bisa melawan.

Perempuan itu ingin menjerit sekuat tenaga, dia hampir dibuat gila oleh Tuannya. Menahan has_rat yang begitu menggebu. Berbeda dengan yang dirasakan olehnya di saat bersama Heru dulu. Meskipun dua pria itu sama-sama membeli tubuhnya, tapi Narendra tidak pernah menyentuh tubuhnya berlebih, terkadang dia begitu lembut tapi bisa juga berbuat kasar pada Gendhis, di saat otaknya menumpuk dengan masalah.

Gendhis mulai bergerak gelisah, jari-jari kakinya terlipat, menahan hawa dingin yang terasa mulai mengaliri tubuhnya. "Hahaha.. Ternyata kau sangat menikmatinya ja_lang kecilku!" ujar Narendra dengan tatapan sinis mengejek perempuan yang ada dalam kungkungannya, berusaha mati-matian menahan sesuatu yang ada pada dirinya.

Di saat Gendhis tak lagi melakukan perlawanan yang dilakukan oleh Tuannya pada tubuhnya. Tiba-tiba ingatan itu kembali hadir di. Ya, ingatan bahwa perempuan yang ada di bawah tubuhnya itu, pernah dibeli oleh kakak iparnya, yang berujung kematian pada kakak perempuan satu-satunya.

'Lihat lah kakak, aku akan membalaskan sakit hatimu malam ini juga pada ja_lang ini! Aku akan membuat dia selalu memohon padaku setiap malam!' marah dan kesal, itulah yang dirasakan oleh Narendra ketika ingatan itu menerjang kembali pikirannya.

Narendra telah siap dengan pusakanya yang tegak berdiri penuh senyum misteri dan akhirnya...

"Aaakhh, Tuan Gapian. Sakit!" pekik Gendhis tak sadar dia memanggil Tuannya dengan sebutan itu, ketika menyatukan tubuh mereka tanpa dengan kelembutan, melainkan dengan power full.

Narendra terkejut. Siapa lagi Tuan Gapian?. Semakin dibuatnya kehilangan kesabaran. Jiwanya semakin tertantang untuk menerobos benteng pertahanan perempuan itu yang kekeuh mengatakan bahwa dirinya masih pera_wan.

"Siapa Tuan Gapian?" tegas Narendra. "Atau kau telah dinikmati banyak orang di luar sana!" bentak Narendra lagi.

"Anda! Ganteng tapi aneh!" pekik Gendhis.

Dia menghujamkan kembali pusaka primitif nya dengan sekuat tenaga, tapi Narendra merasakan sesuatu yang aneh pada pusakanya itu. Dia harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa menancapkan pusakanya di lembah ba_sah milik ja_lang kecilnya.

"Aku mohon, Tuan. Berhentilah! Kau telah menyiksaku!" mohon Gendhis dengan tatapan sayu dan kuyu.

Air matanya mengalir dengan deras, Gendhis menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit dan juga menahan suaranya agar tidak keluar dari bibir mungilnya itu, akibat tubuhnya yang berkedut oleh Hujaman sang Tuan penguasanya.

Melihat perempuan itu yang menangis memohon padanya, tidak sedikit pun melelehkan hati Narendra. Melainkan dia melanjutkan kembali aktivitasnya untuk segera menuntaskan has_ratnya.

Berkali-kali Narendra menghujam inti Gendhis yang terasa sakit tanpa belas kasihan hingga Gendhis dapat merasakan adanya sebuah getaran dari tubuh Tuannya yang menyemburkan pelepasan atas penyatuan tubuh mereka.

Merasa pu_as dengan semua nya, Narendra segera beranjak dari tubuh perempuan itu. Namun, pandangannya dibuat terkejut dengan ada nya sedikit cairan merah yang keluar dari in_ti tubuh ja_lang kecilnya itu.

'Darah? Apa dia benar-benar masih pera_wan? Tapi memang ada darah walaupun tidak banyak. Berarti Nayaka benar-benar masih ori dan akulah pria yang telah merenggut kehormatannya!' Narendra bermonolog sendiri.

Tapi mengapa ada perasaan yang berbeda ketika melakukan penyatuan dengan perempuan itu. Apakah Narendra telah jatuh cinta pada seorang Gendhis, ja_lang kecilnya yang telah memberikan candu akan kenikmatan di saat tubuh meraka menyatu?

🍁🍁🍁🍁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕾wᷤαͧηᷠ¢ᖱ'D⃤ ̐🍒⃞⃟🦅
bagus critanya
s7
Lanyap hehehe Bu Tri 🤭😁
NJ♥️🔒
Keren kontraknya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
di kasih tau masih perawan tapi ga percaya juga nah tau kan sekarang ghendis masih perawan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
keknya bukan balas dendam deh Narendra sama ghendis tapi itu mah murni suka sama ghendis cuma pake topeng balas dendam aja padahal mah 🤭🤭🤭awiiieeeeww
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
kenapa harus marah liat ghendis sama laki laki lain kan g ada hubungan juga,,🤭🤭 alamat hukuman ghendis tambah panjang ini mah
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
cieee yg lagi nyaman memeluk seorang ghendis ,,awas ah nanti keterusan
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
wah bisa bahaya tu naya,pas datang telat tuannya lagi marah pula aduh apa yg akan terjadi sama Naya
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
waw kontrak 2M gimana ngitung nya tuh 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hah ko bisa 🤔🤔🤔dari mana masuknya kek jelangkung aja 🤭
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
hadeuhh dasar buaya ada aja alasan untuk mengelak dari tuduhan 😔
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
sebenernya itu pertolongan dari othor untuk kamu supaya kamu terjaga keasliannya hingga othor datangkan langsung yg pantas oven buat sosisnya c heru😂🤣🤣🤣
✿⃝ᵀᴬᶠ♥︎єrͷa
duh itu ukuran sosisnya,bikin traveloka 🤭🤭🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
sehat sehat ibunya nayaka ....
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
semangat dan salut buat perempuan perempuan yang sedang berjuang dalam kerasnya hidup tanpa harus merendaahkan diri
ganbatte, nay 💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ehhh jangan salah, nay ....
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM

awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ga ada yang ga mungkin dalam cinta , nay ....
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .

jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁
🤍: 😂😂🙈 walaupun terlambat datangna cinta ntuu akak sus 🏃🏃
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!