Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.
Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 - Segurat Luka di hatinya
"Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Mery marah pada Jayden.
Mery sengaja mengajak Jayden untuk pergi menjauh dari Launa, dia harus berbicara serius dengan Jayden tentang apa yang sudah dia lakukan pada Launa.
Jayden yang dimarahi oleh Mery secara tiba-tiba seperti itu tentu langsung bingung, dia tak melakukan apapun pada Launa.
"Apa maksudnya?" tanya Jayden.
"Kenapa kau buat Launa menjadi berharap padamu, Jayden, kau sadar tidak kau ini siapa? dan Launa itu siapa? kalian berdua sangat bertolak belakang, bagaimana bisa kau merayunya dan membuat dia berharap denganmu," kata Mery yang kesal, Jayden sudah membuat saudarinya akan merasakan patah hati, padahal baru kali ini dia menyukai seorang pria.
Jayden terdiam, apa salahnya? dia melakukan hal itu juga karena dia menyukai Launa.
"Aku menyukai Launa," kata Jayden langsung pada Mery yang juga langsung terdiam mendengar perkataan Jayden, dia tak salah dengar?
"Jangan, jangan! kau tak boleh melakukan hal itu, jangan kira karena kami tinggal di desa yang kecil kami tidak tahu bagaimana perkembangan tentang kalian di kota sana, ayolah, kau baru bertemu dengan Launa, bahkan belum ada 48 jam? bagaimana bisa kau menyukai dia? seorang gadis desa yang buta! oh, ya, aku yakin itu sudah ada dalam darahmu, kau tertantang kerena Launa gadis yang buta, kau ingin membuktikan pada dirimu sendiri bahwa semua orang bisa menyukaimu, bahkan orang buta sekali pun," cerca Mery, dia sangat kesal dengan segala spekulasi yang muncul di dalam kepalanya itu.
Jayden yang mendengar itu mengerutkan dahinya, tak satu pun kata-kata Mery yang buruk itu ada dibenaknya.
"Apa yang kau katakan?" tanya Jayden yang masih bersabar, dia tahu Mery wanita.
"Aku jelas mengatakannya, ya, Satu lagi, jangan kira aku tak tahu hubunganmu dengan Kayla, Jayden, Kayla dan Launa sangat berbeda, bahkan Launa tak akan bertahan sedetik pun di duniamu," kata Mery lagi dengan antusias dan emosinya, "Oh, jangan-jangan kau ingin mendongkrak popularitasmu ya? menggunakan kecacatan Launa agar orang berpikir kau pria yang sangat sentimentil," kata Mery lagi dengan segala keburukan dalam pikirannya tentang Jayden.
Jayden mengenggam erat tangannya, semua perkataan yang keluar dari mulut Mery benar-benar pedas, mungkin Mery ini salah satu Hatersnya.
"Sudah? sudah cukup kau mengatakan hal buruk tentangku?" tanya Jayden, tahu aturan untuk tak langsung menyerang, namun cukup membuat Mery terdiam.
"Pertama, Benar, aku belum mengenalnya bahkan 48 jam, tapi siapa yang bisa mengatur hati, siapa yang membuat patokan jika seseorang bisa jatuh cinta membutuhkan waktu 1 bulan, 2 bulan atau 3 bulan, tak ada, aku menyukainya bahkan sejak pertama kali melihatnya dan jika kau tanya kenapa? aku tak pernah tahu kenapa?" kata Jayden serius, wajahnya menyampaikan emosinya, sialnya tetap saja tampan.
"Kedua, Launa dan Kayla memang berbeda, karena itulah aku menyukainya, jika dia Sama dengan Kayla, aku tak akan pernah mau dengan dirinya, dan aku tahu dia tak akan bisa bertahan di duniaku, memang, karena itu aku tak akan membiarkan dia masuk dalam duniaku, aku akan menjaganya dari dunia kejam itu," kata Jayden lagi dengan tatapan serius menusuk itu.
"Ketiga! aku menyukainya, tulus menyukainya baik dari sisi kelebihannya maupun kekurangannya, bagiku kelebihannya malah adalah kekurangannya itu, aku menyukainya yang melihat aku yang sebenarnya, bukan wujud dan penampilanku, jadi jangan pernah berpikir aku hanya ingin mendapatkan simpati dari kekurangannya! aku benar-benar tulus menyukainya," kata Jayden tak terbantahkan, membuat Mery menelan ludahnya tak bisa berkata-kata sejenak.
"Tapi kau dan dia tak mungkin bersama, kalian tak akan bisa bersatu, jika kau inginkan dia, bagaimana dengan ibumu? keluargamu? penggemarmu? relakah kau meninggalkan seluruhnya hanya untuk Launa? dan aku rasa itu tak mungkin," kata Mery.
"Jika dibutuhkan aku siap melakukannya, " kata Jayden lagi dengan emosinya.
"Gila, tak akan bisa, kau mungkin akan melakukannya, bagaimana jika nanti ibumu marah dan melakukan sesuatu pada Launa, hubungan beda kasta, akan menyusahkan kasta yang lebih rendah, kau mau gara-gara dirimu Launa menderita? sudah cukup dia menderita dari kecilnya, tolong jangan tambah lagi," kata Mery yang tampak sedikit sedih, suaranya mulai bergetar, emosi Jayden menurun karenanya.
Apa yang dikatakan Mery benar adanya, dia lupa ibunya wanita Yang bagaimana, jika ibunya tahu dia punya hubungan dengan Launa, bisa-bisa Launa akan menderita, ibunya akan melakukan apapun asalkan Jayden tetap bersinar, bahkan anaknya sendiri pun diperlakukan seperti itu.
"Pulanglah, aku rasa perasaanmu dan perasaannya hanya sesaat, Kau hanya kagum pada dirinya, dan dia pun hanya terlalu kaget memiliki seseorang yang perhatian dengannya, aku rasa setelah kalian berpisah, kalian akan melupakan satu sama lainnya, jangan dibuat bertambah lagi nantinya," kata Mery lagi, dia benar-benar ingin menjaga Launa dari segala kesengsaraan.
Jayden terdiam, tangannya yang dari tadi mengepal akhirnya dia lepaskan, sejujurnya hatinya menolak semua perkataan Mery, dia tahu perasaan ini tak sesaat, namun logika di otaknya bekerja, mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Mery, dia dan Launa punya dunia yang jauh berbeda dan harus berpisah.
"Esok aku akan pulang, 3 hari sudah selesai, dan aku yakin mereka akan menjempuku, jadi kau tak usah khawatir," kata Jayden mengulas senyum nyeri dan sakit hati.
Mery menangkap hal itu, tak enak sebenarnya mengungkapkan kebenaran yang pahit, namun untuk apa mempertahankan kebahagiaan yang semu?
"Baiklah," kata Mery lagi yang sudah membuat dua orang patah hati.
"Tapi Izinkan, malam ini saja, aku ingin membuatnya bahagia, malam ini saja," kata Jayden lagi memelas.
"Untuk apa? bukannya lebih baik jika tak punya kenangan manis sama sekali?" tanya Mery.
"Aku hanya ingin mengingatnya seumur hidupku, bahwa pernah ada satu wanita di duniaku yang menyukaiku tulus bukan karena tampang dan keartisanku, dan izinkan aku malam ini membuatnya tersenyum kembali 1 malam lagi saja," kata Jayden, benar-benar dengan mata penuh pengharapan.
Mery sebenarnya sangat tak setuju, tapi melihat wajah Jayden yang memelas, dan melihat wajah sumringah Launa yang sekarang ada di taman belakang itu, dirinya tak tega, 2 kuncup hati yang mulai mekar, harus layu sebelum berkembang.
Mery mengangguk, tahu akan menyesali seumur hidup dengan apa yang dia anggukan sekarang ini, namun Launa juga pantas bahagia bukan? walau hanya semalam saja.
Jayden memberikan senyuman kecutnya, namun hanya itu yang bisa dia berikan pada Mery, waktunya hanya tinggal 1 malam saja bersama wanita yang sudah mengisi relung hatinya, akankah dia bisa bertahan untuknya?
Mery meninggalkan Jayden, Jayden hanya memandangi sosok wanita itu dari batas kaca, tampak begitu indah membuatnya tak bisa menahan diri untuk tersenyum, namun bersamaan senyum, segurat luka tergores di hatinya.
kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...