NovelToon NovelToon
My Possessive Badboy

My Possessive Badboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Romansa / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yoru Akira

Maura Algol Sirius - akrab disapa Ara - tak pernah menyukai Mizar Sirius Rigel. Meski mereka memiliki nama yang sama.

Faktanya hal itu semakin membuat Ara membenci Mizar. Bukan tanpa sebab. Cowok yang juga ketua geng motor Andromeda itu, sudah membuat Ara kehilangan sahabat terbaik, Raisa.

Lantas bagaimana jika mereka justru terlibat dalam takdir yang tak bisa dihindari? Apakah Ara masih tetap membenci Mizar? Atau justru sebaliknya?

Apa yang akan dilakukan Ara, saat tahu bahwa Mizar menyimpan rahasia masa lalu si gadis yang terlupakan?

Simak selengkapnya My Possessive Badboy hanya di Mangatoon dan Noveltoon.

#badboy #possessivebadboy #gengmotor #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoru Akira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suasana Canggung

Mizar tak tahu apa yang sedang ia lakukan di sini. Tiba-tiba saja, ia terseret oleh ajakan Barata yang mengajaknya mencari secangkir kopi menjelang tengah malam. Lengkap dengan Maura yang duduk di antara mereka dengan wajah datar.

"Papa gimana sih, katanya suruh Ara pulang? Ngapain sekarang malah ngajakin ngopi? Sama dia segala!"

Bahkan protes perempuan itu masih lekat dalam benak Mizar. Sekalipun sang papa sudah memberikan penjelasan.

"Papa kan udah lama nggak ketemu Mizar. Nggak papalah ngopi sebentar. Ya, Zar?"

Cowok itu tak langsung memberikan jawaban. Ia menoleh ke arah Maura yang sudah menunjukkan raut muka permusuhan. Namun, tak lantas bisa menolak setelah Barata memintanya untuk kedua kali.

"Udah ikut sana. Sekalian minta restu sama calon Papa, mertua," bisik Sky disambut pelototan mata Maura.

"Gue bisa denger omongan lo, btw," tandas cewek itu cukup tajam.

"Astaga, Ra, masih aja galak dari dulu. Nggak berubah juga ternyata," keluh Sky menjadikan yang lain tertawa.

"Emang lo berharap gue bakal berubah jadi apa?" Gadis itu bertanya sinis.

"Tahu nih. Sky emang kadang suka agak-agak dia, Ra." Arlan memberikan tanggapan. Namun, tetap saja tak bisa membuat suasana hati Maura membaik.

"Gue juga nggak perlu informasi nggak penting yang lo omongin, Ar."

Begitulah jadinya. Kemunculan Barata menjadikan reuni kecil di antara mereka yang berkawan sejak SMA. Meski terlihat jelas bahwa Maura tak mengharapkan hal itu terjadi. Saat ini.

Apalagi saat Barata memutuskan mengajak sang anak ngopi mengajak serta Mizar dan yang lain. Meski pada akhirnya, hanya Mizarlah yang harus menanggung beban. Bagaimana tidak, di antara yang lain tak ada satu pun yang mau menerima ajakan Barata.

Sementara Mizar terlalu sungkan untuk menolak. Lagipula, pria itu ada-ada saja. Hampir tengah malam begini, bisa-bisanya kepikiran buat mengajak ngopi.

Ya, walaupun tak bisa dimungkiri bahwa cowok itu tak sepenuhnya keberatan dengan ajakan Barata. Dengan begitu, ia bisa lebih lama bersama dengan Maura. Dengan harapan, pertemuan kecil ini bisa kembali mendekatkan hubungan mereka yang kini renggang.

"Jangan harap!" ucap Maura tiba-tiba. Seakan bisa membaca isi pikiran Mizar.

Cowok itu menoleh cepat. Mereka saat ini sedang berdua. Barata izin ke toilet beberapa saat lalu dan meninggalkan mereka berdua saja.

"Eh?" Suara Mizar tersekat. Cowok itu tergemap dan tak lepas menatap Maura yang menatapnya dengan raut muka sangar.

"Gue tahu isi pikiran lo. Keliatan banget di wajah lo kalau lo mau ambil kesempatan ini buat deket sama gue! Jangan berharap!" tandas Maura benar-benar membuat Mizar kehilangan kata.

"Aku ...." Tak ada kata yang terucap selanjutnya. Lidah Mizar benar-benar kelu. Ia mati kutu.

"Heh, mau lo pakai seribu satu alasan pun, gue tetep nggak bakal berubah pikiran!"

Mizar menelan saliva hanya demi membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Pemuda itu benar-benar kehilangan kata. Ia tak pernah menyangka jika gadis menyenangkan seperti Maura di masa lalu, bisa berubah begitu menakutkan.

"Aku bakal tetap berusaha mendapatkan maaf dari kamu, Ra." Akhirnya Mizar bisa meloloskan kalimat tersebut dari kerongkongannya setelah berusaha cukup lama.

Gadis itu hanya tersenyum sinis. Membuang pandangan agar tak saling bertatapan dengan pemuda di depannya.

Sementara wajah Mizar semakin terlihat sangat frustrasi. Kalau saja Maura mau mendengarkannya sekali saja, ia akan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.

Bagaimana kronologi yang terjadi antara dirinya dengan Raisa. Yang berujung dengan meninggalnya gadis itu. Sahabat masa kecil Maura yang tak pernah tergantikan.

"Cih, apa gunanya? Lo bisa balikin Raisa hidup lagi? Nggak kan? Jadi, jangan harap gue mau maafin lo!"

Mizar menghela napas panjang. Sangat pelan. Hampir tak terdengar. Setidaknya untuk saat ini, ia tak ingin terlihat begitu menyedihkan di hadapan Maura.

Pemuda itu tak mau menerima maaf atas dasar prihatin. Meski bayangan itu masih sangat jauh dan hampir mustahil terwujud. Namun, ia akan tetap berusaha sekalipun gagal saat ini.

"Oke, aku paham. Kesalahan yang kulakukan emang nggak bisa kamu maafkan sekarang. Tapi, itu nggak menutup kemungkinan di masa depan kan?" ucap Mizar setelah menemukan kembali keberaniannya menghadapi Maura.

"Cih, lo itu nggak punya malu apa nggak punya otak sih? Hidup gue udah tenang tanpa berurusan sama lo. Tapi lo tiba-tiba aja muncul kayak setan!"

Mizar hanya diam. Menerima kekesalan yang dilampiaskan Maura kepadanya. Setidaknya itu lebih baik ketimbang gadis itu diam. Apalagi selalu berusaha untuk menghindar.

Tak ada lagi obrolan di antara mereka. Maura sibuk dengan ponsel dan menghubungi seseorang. Sedangkan Mizar memilih memperhatikan gadis itu diam-diam.

Di matanya, Maura sama sekali tak pernah berubah. Gadis itu tetaplah sosok yang tak bisa tergantikan. Baik dulu ataupun sekarang. Maura selalu menempati tempat teratas dalam hatinya. Setelah Hana.

Diam-diam Mizar menahan senyuman. Seandainya waktu-waktu lalu dapat terulang, ia rela memberikan apa pun asalkan tak ada yang berubah dari hubungannya dengan Maura.

Sayangnya, Mizar menyadari betul kemampuan dirinya. Ia bukanlah sang pengendali waktu. Dan, kembali ke masa lalu hanyalah karangan dalam novel.

"Gue bukan barang pameran!" celetukan Maura yang tiba-tiba membuat Mizar kembali tergemap. Entah untuk ke berapa kalinya.

Kali ini ia memilih mengedarkan pandangan ke arah lain. Berusaha untuk tak menjatuhkan tatapannya kepada Maura.

Sampai Barata kembali dari toilet dan duduk di antara kedua anak muda yang tampak bersitegang itu.

"Kalian ini kenapa sih, dari tadi kayak orang lagi musuhan gitu?" tanya Barata dengan wajah setengah tersenyum dan menatap kedua anak muda itu bergantian.

"Papa lupa hubungan kami ini apa?" sinis Maura lagi-lagi membuat Mizar tergemap.

Ia benar-benar tak menyangka bakal mendapat penolakan dari Maura dengan begitu nyata.

Alasan gadis itu menerima ajakan sang papa untuk tetap berada di sini, hanya betul-betul atas permintaan pria paruh baya itu. Tanpa sedikit pun berminat untuk menjalin keakraban dengan dirinya.

"Ra, kita udah bahas pernah bahas soal ini kan?" tegur Barata pada sang putri samata wayangnya.

"Dan itu sama sekali nggak bakal ngubah pandangan Ara ke dia, Pa!" Nada bicara perempuan itu sedikit meninggi.

Barata menghela napas panjang. Sementara Mizar yang berada di antara mereka menjadi tak nyaman. Akibat keberadaannyalah hubungan anak dan ayah itu menegang.

"Dahlah, Papa ngobrol aja sama dia. Sampai pagi juga nggak papa. Biar Ara pulang sekarang!" ucap Maura lebih dari sekadar ancaman. Sebab, perempuan itu langsung berdiri dari tempat duduknya dan bersiap hendak pulang.

"Ara!" teguran Barata tak menghentikan perempuan itu.

Hingga Mizar bangun lebih cepat dan berpamitan pada Barata.

"Kayaknya saya mesti balik dulu, Om. Ini sudah larut malam. Om juga pasti butuh istirahat. Lain kali, saya bakal mampir ke rumah," ucap pemuda itu menghentikan langkah Maura.

Ia menoleh cepat dan menatap dengan sorot tajam.

"Nggak ada yang boleh ngizinin dia main ke rumah."

"Ara!" Lagi-lagi Barata menegur sang anak dan hanya dibalas dengusan kasar.

Perempuan itu berbalik. Lantas benar-benar pergi. Meninggalkan Mizar yang tercengang dan Barata yang mengusap wajahnya dengan kasar.

"Maafin Ara, Nak. Mungkin dia butuh waktu buat terima yang terjadi di masa lalu. Kamu nggak nyerah buat ngambil hatinya lagi kan?"

Mizar tersenyum simpul. "Iya, Om. Saya nggak akan nyerah," ucap pemuda dengan tegas.

1
Vie ardila
Luar biasa
Dian Puspus
kak yoru g ada kah rencana buat selesaiin cerita ini??
padahal bagus lhoo kak, sayang kalo cuma ½ jlan... nanggung banget,
lanjutin PULANG, ma MISSION (UN)COMPLETE juga....
yaaa....
pleaseeee
Qaisaa Nazarudin
Oh berarti Ara yg menyingkirkan paku2 itu..
Aina Amaira
Sangat bagus... Ciri khas yoru karakter wanita yg keras kepala.. Sama seperti kanya di awal2..
santi astuti
kapan.lanjutnya yaa
Nanonano 🌱
hemm Ara dan Sagara adalah defenisi hubungan yg aku pahami bnget. aku tau bnget.
kondisi hubungan dimana bikin org kesel, gemess, dan gak abis pikir sama cara yg kamu ambil. kamu akan di cap sbg cewek egois yg mementingkan perasaan kamu sendiri. 😔
Nanonano 🌱
karya kak Yoru selalu yg terkeren 💞
Engkur Kurniasih
lebih cepat lebih baik, biar kesalahpahaman antara Mizar dan Ara cepat selesai, pengen cepat ketahuan yang salah siapa
miyura
jadi penasaran neh..lanjut othor..
Anna Kusbandiana
sis cerita yg lagi jalan2 ke kotea itu sengaja digantung gitu aja apa ada rencana hiatus, gitu...?
lagi nunggu oleh2 dari korea nih...
apa ya kira2 oleh2nya 😆😆😆
Engkur Kurniasih
pepet terus
miyura
tetap semangat dan sehat selalu ya othor ...gaspol
Yoru Akira: segera update normal begitu pulih Kak 🥲
total 1 replies
Siti Dede
Kakak kelasku di SMA namanya Baruna juga thoor, guantengnya poll
Yoru Akira: Jadi penasaran sama kakak kelasnya 😁😂
total 1 replies
miyura
the best buat othor..yg bisa up dlm kondisi kurang sehat ..semangat othor 😗😗😗
Engkur Kurniasih
semangat thor
Ibunya Dzalu
gws thor ......
@tik jishafa
Semoga cepet sehat kembali, Semangaat!!!💪🙏
miyura
tetap semangat othor..sehat2 selalu ya othor..
santi astuti
Gws....tetap semangat 💪💪💪
Engkur Kurniasih
semoga lekas sembuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!