bermula dari seorang lelaki yang datang dari keluarga biasa saja, yang ingin mengutarakan niat baiknya untuk meminang kekasih hatinya, Elsa Pitaloka.
tapi, naasnya, keluarga sang pujaan sama sekali tak menyukainya. karena ia adalah lelaki miskin yang tak berpangkat.
saat itu juga, sang pria yang dikenal dengan nama Bastian mereka patah hati. karena keluarga sang kekasih. tak hanya menolak dirinya, namun juga, mereka menghinanya habis-habisan. yang paling membuat dirinya kesal ialah sang kekasih yang sama sekali tak memperjuangkan nya.
ia merasa tak berdaya, dan menganggap dirinya tak berguna sama sekali. karena setelah ini, ia tidak tau kemana tujuan hidup selanjutnya. sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya bangkit kembali.
lalu bagaimana kisahnya. ikuti terus ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. gadis masa lalu
tak lama setelah perdebatan kecil antara Elsa dan Bastian yang hanya didominasi oleh Elsa itu. kini tanpa Elsa pulang ke rumahnya dengan wajah betek. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Bastian dan tentu saja hal yang membuatnya kesal adalah orang-orang yang tengah melindungi Bastian. dia juga kesel kepada dirinya sendiri, seandainya cerita benar adanya, kenapa dulu ia melepaskan ikan mas ketimbang merawat nya. itulah yang menjadi penyesalan Elsa.
sesampainya Elsa di rumahnya itu pun langsung disambut oleh ibu Hasna yang bertanya mengenai raut wajah Elsa yang terlihat tak mengenakan itu.
"loh kenapa?? pulang-pulang wajah kamu kok langsung cemberut seperti itu..??" tanya ibu Hasna kepada Elsa. bangsa pun kemudian mendudukkan tubuhnya secara kasar di sofa ruang tamu itu.
"gimana nggak kesal Bu. di kantornya mas beni aku bertemu dengan Bastian. dan yang bikin kesel lagi, Bastian sok-sokan berpenampilan mewah bersama dengan orang-orang itu. terus asal Ibu tahu ya, Bastian itu dipanggil tuan muda oleh orang-orang itu." ujar Elsa dengan wajah bete nya lagi. Ibu Hasna yang mendengar penuturan Elsa itu pun langsung terkejut.
"hah !! Apa benar seperti itu sa?? jangan-jangan berita yang beredar beberapa bulan yang lalu itu benar adanya kalau seandainya Bastian itu telah menjadi orang kaya yang memiliki banyak duit..!!" seru Ibu Hasna kepada Elsa.
"itu dia Bu yang membuat Elsa menyesal. Kalau benar seandainya Bastian itu adalah orang kaya, otomatis kita sudah melepaskan ikan emas demi ikan piranha Bu..!!" seru Elsa lagi bertambah kesal. Bu Hasna pun menatap wajah Elsa dengan tatapan pongah.
,"Kalau begitu kamu harus berusaha PDKT lagi kepada Bastian. aku yakin anak itu pasti masih mencintai kamu. pokoknya kamu rayu saja dia dan bilang kalau kemarin kamu itu khilaf serta kehilangan akal karena grogi menghadapi kedua orang tua kamu. dengan begitu Bastian pasti akan menjadi bagian dari keluarga kita Dan kita pun akan ketularan jadi orang kaya.." ujar Ibu Hasna dengan girang dan menggebu-gebu kepada Elsa. Elsa pun tersenyum misterius mendengar ucapan ibunya.
"Ibu benar, aku harus mendapatkan Bastian kembali apapun caranya akan aku lakukan. Ibu lihat saja nanti." ujar Elsa dengan senyum sinisnya. Iya sudah bertekad akan mendapatkan kepercayaan Bastian lagi. apalagi kalau diingat-ingat, saat perdebatan mereka tadi siang cukup memberikan bukti pada Elsa kalau seandainya Bastian Masih mencintainya. pasalnya Bastian sama sekali merendah diri di hadapannya.
(lihat saja bas, aku akan mendapatkanmu kembali dan menjadikanmu ATM berjalan. ya tidak apa-apa lah, hidup bersamamu walau tanpa cinta yang penting uang terus mengalir hehehe..) batin Elsa. Elsa benar-benar sudah memantapkan hati untuk meluluhkan Bastian kembali. tapi apakah yang ia pikirkan itu akan berjalan dengan mudah ? kita lihat saja nanti.
***
sementara di tempat lain. Bastian dan beberapa anggota lainnya memutuskan untuk kembali ke kota setelah memantau anak cabang perusahaan Tuan Bastian. saat di perjalanan, tiba-tiba aspri bertanya kepada Bastian perihal pertanyaan-pertanyaan yang selalu menggerogoti pikirannya.
"em..maafkan tuan muda, kalau boleh saya tahu, itu perempuan siapa ya. ? berani beraninya ia mengatakan tuan muda seperti itu. Jujur saja tuan muda, Kalau saya tidak menghormati Anda sebagai termudah saya sudah saya hajar perempuan yang bermulut lemes itu." ujar aspri mengeluarkan unek-uneknya. Jujur saja ia merasa geram melihat Elsa.
Bastian yang mendengarkan penuturan bawahannya itu hanya mampu tersenyum sebelum menjawab.
"perempuan itu adalah sebuah kesalahan untukku.." ujarnya dengan suara ringannya. Aspri yang mendengarkan penuturan tuannya seperti itu hanya mampu mengerutkan keningnya. Jujur saja ia tak mengerti dengan istilah itu. tuannya menyebut kesalahan, kesalahan seperti apa yang tuan mudanya lakukan. Apakah kesalahan seperti memiliki perempuan atau anak seperti dia. tapi kalau anak, sejak kapan Tuan mudanya menikah dan sejak kapan usia anaknya itu sudah seusia tuan muda mereka. hai ada-ada saja sih aspri itu.
"maksudnya tuan muda..?? saya tidak mengerti..??" ujar aspri. Bastian pun kembali terkekeh dan menjelaskan.
"perempuan itu dahulunya adalah seorang perempuan yang saya sangat cintai dan saya lindungi. saya juga sempat berkunjung ke rumahnya untuk menyampaikan niat baik saya meminang Elsa, tapi sesampainya saya di sana, bukannya disambut dengan uluran tangan yang baik oleh kedua orang tuanya saya di sana malah dihinakan dan dimaki-maki. hanya karena saya berpenampilan dan tak memiliki apa-apa. dulu hidup saya begitu miris pri. Tapi tentu saja itu hanya sekedar masa lalu saja. sebaiknya lupakan saja." ujar Bastian lagi menjelaskan. Aspri yang mengerti pun hanya mampu mengganggu anggukan kepalanya.
satu informasi yang dapat ia tangkap ialah, bahwasanya perempuan yang tadi siang berdebat dengan mereka itu adalah mantan kekasih dari tuan mudanya. Kenapa ia menjadi mantan karena si perempuan tak menerima niat baik yang dibawa oleh sang tuan muda, aspri juga dapat membayangkan Bagaimana sang Tuan mudanya itu dibentak-bentak dan dihinakan serta dipandang sebelah mata oleh keluarga mereka.
"begitu tuan. saya mengerti. nanti kalau perempuan itu datang lagi,, tuan pura-pura tidak mengenalinya saja. sepertinya ia cukup tercengang mengetahui kalau anda adalah tuan muda kami. dari laga-laganya juga, saya dapat menangkap kalau perempuan itu tengah syok mendengar Kalau anda tentu saja memiliki aset yang banyak." ucap Aspri memperingati Tuan mudanya.
"kamu tenang saja pri. karena itu saya lebih memilih diam ketimbang membalas ucapan-ucapannya itu. Karena saya rasa waktu saya terlalu berharga untuk meladeni perempuan seperti itu. lagi pula tak ada kesempatan kedua di kamus saya." ujar Bastian dengan suara yang masih ringan tanpa mengandung emosi di dalamnya.
sepertinya, efek menjadi orang kecil itu mampu membesarkan jiwa Bastian. lihat saja, bukankah sekarang ia telah menjadi orang kaya dan berkelimangan harta. Tapi tetap saja, jiwa merendah dan penuh syukur selalu ia tanamkan dalam dirinya. Ia tak akan mungkin melakukan hal-hal yang mungkin akan merugikan dirinya sendiri dan menjauhkan ajaran-ajaran yang telah kakek tua berikan kepadanya semasa hidup. baginya, mau miskin ataupun kaya tetap harus menjaga attitude dan kesopanan serta rendah diri dengan semua apa yang terjadi. karena kita tidak tahu apa yang menunggu kita ke depannya nanti. itulah yang menjadi prinsip Bastian.
begitu lama mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di kediaman tuan dan warta yang mewah dan megah itu bak istana.
"Tuhan kita telah sampai.." ujar aspri memberitahu Bastian. Bastian yang sejenak memejamkan matanya itu pun langsung terbangun.
"Oh kita telah sampai ya. Ya sudah kamu langsung pulang dan beristirahat saja." ucap Bastian kepada sang bawahan.
"baik Tuan." setelah mengatakan hal itu, Bastian pun langsung turun dari mobil tersebut dan berlalu memasuki rumah mewah itu. dan seperti biasa, setiap dia pulang malam rumah sudah dalam keadaan sepi karena para penghuninya sudah tenggelam di dasar mimpi masing-masing.
tanpa memperdulikan apapun, Bastian pun langsung bergegas memasuki kamarnya, mandi atau bersih-bersih setelah itu baru ia merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk itu dan langsung terlelap.
***bersambung***