Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Benar-benar Nekat
Dalam sekejap rambut panjang Eveline terlihat berantakan, akibat ulah bar-bar Gloria yang begitu kelewatan. Saat berhasil keluar dari ruangan Ziel, wanita cantik itu segera melepaskan diri dari pelukan Saga.
"Lepaskan aku!" sentaknya dengan perasaan kesal yang menggunung. Dia menatap Saga dengan matanya yang menajam. "Katakan pada gadis sialan itu, aku akan membalasnya!" Sambung Eveline sambil menunjuk wajah Saga yang sebenarnya tak bersalah apa-apa.
Dia meringis, karena kepalanya benar-benar terasa sakit, bahkan mungkin ada beberapa rambutnya yang lepas.
"Nona, saya sarankan sebaiknya anda tidak perlu melakukan apapun lagi, Nona Gloria bukanlah lawan anda," balas Saga, karena dia yakin Gloria tidak akan diam saja.
Mendengar jawaban pria yang ada di hadapannya, sontak saja membuat dada Eveline semakin bergemuruh. Harga dirinya seolah diinjak-injak.
"Jangan mengajariku! Aku pastikan dia menyesal karena membuatku seperti ini!" cetus Eveline, kemudian berbalik untuk pergi dari gedung Tan Group.
Dia melangkah cepat sambil meratapi rambutnya yang berubah seperti singa. "Astaga, gara-gara gadis itu aku harus pergi ke salon lagi. Padahal dua hari yang lalu aku baru menghabiskan 10 juta. Awas saja kamu, Gorilaaaa!"
Dendam mulai memenuhi dada wanita itu, sebab selama ini dia hanya diam ketika Gloria menunjukkan ketidaksukaannya.
Semua itu dia lakukan agar terlihat baik di mata Ziel. Namun, karena Ziel tidak pernah memiliki waktu, apalagi perhatian padanya. Dia memilih bertunangan dengan seorang pria yang mengaku sebagai pengusaha.
Akan tetapi ternyata Eveline ditipu, pria itu adalah bandar judi online. Yang akhirnya sang tunangan dicari oleh polisi dan menjadi seorang buronan.
Sementara di dalam ruangan Ziel, Gloria masih duduk di atas paha pria itu. Dia terlihat mematung dengan perasaaan gugup, sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah mengunci mulutnya rapat-rapat.
"Nona Muda, apa kamu mendengarku? Diam-diam ternyata kamu ini memiliki kemampuan hebat ya. Jurus apa tadi?" tanya Ziel sambil memperhatikan wajah Gloria.
Gadis cantik itu meneguk ludah, dia tahu apa yang dia lakukan itu salah. Namun, sumpah demi apapun, dia tidak ingin Ziel kembali pada Eveline.
Dia juga kesal, karena Ziel mau-maunya dipeluk oleh wanita itu. Dengan mengingat kejadian tadi, perasaan Gloria jadi kesal lagi.
Tiba-tiba dia memukul dada Ziel dengan keras.
"Itu semua karena aku melindungimu. Harusnya kamu berterima kasih, karena aku sudah menyelamatkan kamu dari nenek sihir itu!" cetus Gloria sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Sementara bibirnya mulai mengerucut lucu, membuat Ziel merasa gemas.
"Memangnya dia kenapa? Dia hanya datang dan mengajakku bicara," ujar Ziel, entah kenapa dia jadi suka melihat Gloria yang marah-marah.
Sring!
Gloria langsung menatap sinis. "Mengajakmu bicara? Tapi yang aku lihat dia memelukmu, jadi apanya yang bicara? Hem? Tubuh kalian?"
"Lho kenapa kamu jadi marah-marah? Tidak ada yang salah kan?"
Mendengar Ziel selalu membela Eveline tentu membuat hati Gloria bertambah semakin panas.
Lantas Gloria menggerakkan tubuh hingga berhadapan dengan pria itu, alhasil Ziel merasakan tekanan yang membuatnya tersengat, karena gerakan Gloria menghasilkan gesekan syahdu.
Gloria menatap sengit ke arah Ziel.
"Kamu tidak ingat bagaimana kamu melarangku berpacaran? Memangnya siapa kamu bisa berbuat seenaknya seperti itu? Kalau bicara tentang berhak dan tidak, kamu juga tidak berhak mengatur hidupku!" katanya dengan terang-terangan.
Kini Ziel yang dibuat gelagapan dengan pertanyaan Gloria. Dia lantas meneguk ludah, sambil mencari jawaban yang paling masuk akal.
"Tentu saja karena aku tidak mau kamu terluka hanya karena seorang pria," jawab Ziel tergagap.
"Ya, begitu pun juga dengan aku! Jadi, di mana masalahnya?"
"Aku—"
Sebelum Ziel melanjutkan kalimatnya, Gloria langsung menarik kerah kemeja Ziel dengan paksa, hingga Ziel mendongak dan jarak wajah mereka semakin dekat.
Gadis satu ini benar-benar nekat.
"Katakan sejujurnya, apakah kamu melakukan ini semua karena menyukaiku? Kamu menyukai 'kan?" tanya Gloria yang membuat Ziel membulatkan kelopak matanya lebar-lebar.
***
Jujur gak ya🙈🙈
Novel Author Ceritanya bagus².👍👍👍
Harus sabar lagi Ziel, kalau emang sudah ga tahan mending panggil Mommy Zoya siapa tau kalau lewat pawangnya Raja Uler ga buat ulah lagi di situ.🤭🤭🤣
Ada²bsaja Authornya.🤦♀️🤭
Happy Wedding Ziel Glor.
Semoga Ziel baik² saja.