NovelToon NovelToon
Adipaty'S Next Generation

Adipaty'S Next Generation

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius
Popularitas:560.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lala Jingga

Sebelum lanjut, sebaiknya baca terlebih dahulu novel sebelumnya (Goodbye Daddy See You Again) biar nyambung ceritanya.

Mengisahkan tentang seorang wanita jenius memilih jadi ibu rumah tangga untuk mengurus suami dan anak-anaknya dan mempercayakan harta warisan keluarga ditangani oleh kedua adik kembarnya.

Siapa sangka tugasnya lebih berat dari kedua saudaranya karena selain tugas rumah tangga, wanita beranak dua itu juga harus bekerja keras dibalik layar untuk melindungi keluarganya dari orang-orang jahat yang menyerang lewat perusahaan dan orang-orang terdekatnya.

Tidak hanya itu, ia juga harus memiliki banyak stok kesabaran untuk mengatasi kedua adiknya yang berbeda karakter itu. Ia juga sampai harus turun tangan untuk mengatasi masalah percintaan mereka yang terbilang cukup rumit.

Bagaimana kisah Maggie, Daffa dan Daffi selanjutnya?

Kawal terus novel ini!

Happy Reading ❤🌹🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelaparan

Keesokan harinya, seperti biasa Asry memilih untuk tidak terlambat lagi sejak dia dirndahkan oleh atasannya sendiri.

Daffi tiba di kantor bersama Jansen dan melihat Asry sudah berada di sana dan serius dengan pekerjaannya.

"Selamat pagi tuan muda, pak Jansen" ucap Asry menyapa kedua pria itu dan seperti biasa Daffi tidak pernah menanggapinya malah membuang muka.

"Selamat pagi juga bu Asry" ucap Jansen membalas sapaan Asry.

"Suruh dia laporkan hasil apa yang dia dapatkan kemarin saat bertemu dengan klien" ucap Daffi dingin.

Daffi bahkan mengatakan itu di depan Asry namun harus melalui perantara Jansen. Setelah mengucapkan kalimat itu, ia memilih masuk ke dalam ruangannya.

"Sampaikan apa yang kamu bahas kemarin bersama pemimpin PT. Santosa dan apa hasil akhirnya." saran Jansen.

"Baik Pak" jawab Asry dan mengambil berkas yang dia bawa kemarin dari pertemuannya dengan kliennya itu.

Jansen pun berlalu menuju ke tempatnya dan melakukan pekerjaannya.

Tok tok tok

"Masuk" ucap Daffi sinis karena ia tahu bahwa pasti yang mengetuk pintu adalah sekretarisnya itu.

Setelah masuk, Asry bahkan hanya dibuliarkan berdiri dibalik meja kebesarannya.

"Mana hasil dari pertemuannya kemarin" ucap Daffi langsung pada tujuannya namun dengan nada yang tidak bersahabat.

"Ini tuan" ucap Asry dan langsung meletakan berkas itu di atas meja.

Daffi melihat hasilnya dan ternyata sangat bagus. Bahkan ada tulisan tangan dari pria itu yang memperbaiki beberapa poin yang kurang tepat. Hal itu membuat Daffi semakin emosi karena tidak biasanya orang dimudahkan dengan cara demikian. Melihat keakraban mereka kemarin membuat Daffi mulai berfikir yang tidak-tidak.

"Apa yang sudah kamu lakukan sehingga dia melakukan hal ini?" tanya Daffi sinis sambil menunjukkan setiap lembaran yang diperbaiki dengn tulisan tangan.

"Saya tidak melakukan apapun tuan" jawab Asry jujur.

"Jangan omong kosong kamu. Kamu pikir apa aku tidak tahu wanita seperti kamu?" ucap Daffi dengan suara lantang dan untung ruangan itu kedap suara.

"Saya tidak bohong tu..."

"Diammmm" bentaknya membuat Asry terkejut dan langsung diam.

"Keluar, aku muak lihat wanita munafik sepertimu." sarkas nya lagi membuat Asry pun mundur perlahan dan keluar dari ruangan itu.

Tak apa Asry, selama ini kamu mendapatkan semuanya dengan mudah. Kehidupan yang layak, bisa sekolah tinggi, punya keluarga yang mau menerima kamu dan memiliki pekerjaan yang layak, semua itu kamu dapatkan dengan sangat mudah. Sekaranglah waktunya hidupmu diperrumit agar kamu tahu bahwa tidak semua hal berharga di dunia ini bisa didapatkan dengan gampang.

Asry duduk di tempatnya dan menguatkan hatinya sendiri. Ia menghibur diri agar tidak mengeluarkann air matanya sia-sia hanya karena bentakkan atasannya.

Waktu sudah menunjukkan makan siang, Daffi keluar dengan setumpuk berkas di tangannya dan meletakkan dengan kasar di atas meja sang sekretaris sehingga membuat gadis itu kembali terkejut.

"Kerjakan! periksa semua per kalimat dan laporkan kepadaku setelah makan siang ini. Jika tidak selesai, kamu akan tahu akibatnya" ucap Daffi lagi dengan sinis dan pergi dari hadapan gadis itu dan langsung diikutin oleh asistennya. Jansen bahkan tidak bisa berbuat apa-apa walaupun sekedar membantu Asry pun tidak diperbolehkan.

Mau main-main dengan keluargaku, aku akan membuatmu menderita seumur hidup. Batin Daffi sambil terus melangkah pergi.

Setelah kepergian Daffi dan Jansen, Asry mulai mengerjakan tugas-tugas itu agar jika atasannya itu kembali ia sudah menyelesaikannya dan tidak mendapat marah.

Entah apa kesalahan yang sudah aku lakukan sebelumnya, tapi aku harap bisa melewati ini semuanya. Batin Asry

Gadis itu menahan laparnya demi menyelesaikan tugas yang diberikan Daffi kepadanya. Sesekali ia menjamah perutnya yang sudah berbunyi berulang kali. Ia hanya bisa mengisi dengan air yang dia bawa dari rumah.

Jam makan siang telah berlalu, para karyawan yang keluar makan sudah kembali namun Daffi dan Jansen belum juga muncul. Asry yang sudah menyelesaikan tugasnya ingin pergi mencari makan namun ia takut jika setelah pergi dan tuannya itu kembali meminta berkas-berkas tadi lalu dia tidak ada pasti akan jadi masalah pagi.

Asry memilih untuk menahan laparnya sampai sang tuan kembali dan menyerahkan dokumen itu baru dia akan pergi.

Setelah menunggu hingga satu jam kemudian baru kedua pria itu muncul. Daffi langsung masuk ke dalam ruangannya dan Jansen pun kembali ke ruangannya. Namun sebelum pergi, ia masih sempat bertanya kepada rekan kerjanya itu.

"Sudah selesai? maaf aku tidak bisa membantu, nanti kamu semakin dimarah" ucap Jansen penuh rasa bersalah.

"Sudah selesai pak. Tidak apa-apa" jawab Asry lembut.

"Kamu sudah makan?" tanya Jansen lagi.

"Belum. Aku akan mencari makan setelah menyerahkan dokumen ini kepada tuan muda" jawabnya lagi.

"Baiklah, segera ke sana untuk memberikan dan carilah makan, ini sudah lewat jam makan siang" ucap Jansen yang tidak mau mengulurkan waktu lagi.

"Baiklah" setelah berkata demikian, Asry langsung mengetuk pintu dan masuk ke ruangan tuannya itu.

"Ini dokumen yang tadi saya periksa tuan" ucap Asry.

Daffi menerimanya dan memeriksanya lagi.

"Ini, masih ada sebagian yang tadi aku lupakan. Kerjakan dan aku akan menerima satu jam lagi" ucapnya santai tanpa beban.

"Tuan, apakah saya bisa keluar makan siang sebentar di kantin?" tanya Asry memberanikan diri karena memang ia sudah sangat lapar saat ini.

"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi? aku menyuruhmu untuk mengerjakan apa yang aku berikan" tegas Daffi.

"Tapi tuan... " ucapnya terpotong.

"Aku tidak menyuruhmu untuk berbicara." ucapnya lagi dengan nada yang dingin.

Asry mengalah dan menerima dokumen yang tersisa tadi dan keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.

Saat sedang asyik bekerja dan mengusap keringat dingin yang mulai tumbuh di dahinya karena kelaparan, Jansen pun datang ingin bertemu dengan Daffi.

"Loh, sudah makan?" tanya Jansen.

"Belum pak, masih ada berkas yang harus aku selesaikan" Jawa Asry.

"Tapi ini sudah lewat jam makan siang. Jangan cari penyakit?" ucap Jansen yang mulai merasa ada kejanggalan jika tuan mudanya itu seolah sedang menyiksa sekretarisnya itu.

"Tidak apa-apa pak, aku akan menyelesaikannya terlebih dahulu." jawab Asry.

Jansen mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, setelah itu ia pun masuk ke ruangan Daffi.

Asry berusaha untuk menyelesaikan tugasnya itu lebih cepat agar bisa mencari makan namun perutnya yang lapar itu membuat fokusnya terbagi. Sekuat mungkin ia menahan rasa laparnya, perutnya yang sudah berbunyi sejak tadi membuatnya sangat lemas hingga ia meneteskan air matanya karena tidak bisa menahan laparnya. sekarang sudah hampir jam tiga sore namun belum ada apapun yang masuk ke dalam perutnya.

BERSAMBUNG

1
Iin Wahyuni
ni kyk kisahnya ngegantung yah kok blm ad lanjutannya thor💪
4L1
Luar biasa
naroh namin
saya baca thn 2025 blom ada kelanjutannya....
Arnie
Di tunggu kelanjutannya thor 🙏🙏🙏🙏
슈가
Lumayan
Kusuma Ningsih
kok belum tamat ya kesannya Maggi masih akan membasmi musuh2nya oma Ratna dan opa Gaston
Diva Nayla
lama amat sih thooor lanjutannya
Giantini
kelakuan Daffi persis sama papinya Alfa
Giantini
Daffi egonya terllu tinggi kasihan Asry
Giantini
salah sendiri dah 2kali Nina ditangkap GK dibunuh palah dibebasin ...yaudah ..nikmati aja kecerobohan opa Gaston
Diva Nayla
lama amat sih thooor up nya.selalu meanti nih kelanjutannya
Iyaan Iyaanda
kpn lanjut lagi thorrr,,,,🙏🙏
Netti Irawati
kok dikit amat thor ....
Rina
Semoga musuh dapat segera ditemukan dan secepatnya di basmi , supaya keluarga Adipati dapat hidup dengan tenang aman dan bahagia 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Iyaan Iyaanda: lanjut kak,,,,
total 1 replies
nuraeinieni
wah musuh beraksi lagi,,,;semangat meggie,,,babat habis tuh musuh2
Russyulfi
lanjut lagi thor
sweetie belle
duh cpt berakhr aja deh musuhnya,, biar hepi ending smw 😮‍💨😮‍💨
Aan Putra Ranto
wah terimakasih tor
TS
up nya yg banyak thour
nuraeinieni
selamat ya utk asry dan daffi baby twins sdh louncing,,,,
semoga ike juga segera hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!