Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Queen Demam
BYURRR.
Siraman air hujan oleh Lisa ke wajah Ayu terasa dingin hingga menembus kulit dan tulang Ayu, hingga membuatnya tergagap dan bangun dari duduknya.
"DINGIN? HAH! MAU LAGI KU SIRAM KALIAN BERDUA DENGAN AIR HUJAN!!" bentak Lisa mendelik ke arah mereka dengan bibir mengerucut.
Suara lantang bentakan Lisa dan cipratan air hujan yang sedikit mengenai wajah Queen, membuatnya langsung berdiri terhenyak kaget dari tidurnya..
"Ampun Tante, jangan." Ayu memohon sambil meringkuk.
"Kalian berdua sengaja ya pura-pura budeg tidak mendengar suara klakson yang begitu kencang. SENGAJA YAA!!"kembali bisa membentak sambil berkacak pinggang dengan mata melotot ke arah mereka.
"Beneran Tante, kami tidak dengar," Ayu berdalih sementara Queen hanya terisak perlahan sambil menunduk dalam.
"Ohhh... berarti ini bukan telinga ya tapi gantungan panci!" geram Lisa sambil menjewer telinga Ayu sekuat tenaga.
"Aaaww....sakit Tante, ampun Tante sakittt. Hikss." rengek Ayu kesakitan sambil berusaha memegangi tangan Lisa agar melepaskan jeweran nya.
"Tante lepaskan, jangan sakiti Kak Ayu huuu," sambil menangis Queen memohon.
Lisa melepaskan dengan kasar jeweran nya dari telinga Ayu, hingga membuat air terdorong dan terduduk di kursinya.
"Dengar ya kalian berdua! Karena sudah mengabaikan Tante, maka kalian tidak boleh tidur di dalam rumah kalian tidur di sini sampai pagi!" hardik Lisa lalu pergi masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Ayu serta Queen yang saling menangis dan berpelukan di garasi.
"Kakak huuu...huuu." Isak tangis Queen membuat Ayu juga ikut menangis sambil memeluknya erat.
Udara pagi terasa makin dingin dengan guyuran hujan yang mulai mereda menyisakan luka dalam hati kedua anak piatu itu atas kekerasan dan kekejaman Lisa.
Tanpa terasa lagi mulai terlihat sempurna warna orange pertanda wajar mulai menyingsing diiringi dengan bunyi adzan yang terdengar merdu di telinga para pejuang subuh.
Ayu sudah terbangun dari tidurnya lalu menengok ke arah Queen masih tertidur sambil menggigil.
"Hhhgggrr... hhhgggrr." rintih Queen membuat Ayu curiga dan langsung memegang kening Queen.
"Aaww! Panas, Dedek demam." gumam Ayu tampak panik.
Ayu buru-buru berjalan menuju pintu masuk rumah.
TOK TOK TOK
"Tante buka!" teriak Ayu sambil mengetuk keras pintu masuk rumah.
Beberapa kali Ayu berteriak dan mengetuk pintu tak ada saudara Lisa dari dalam rumah, hal ini membuat Ayu makin panik dengan keadaan Queen dan mulai membuatnya menangis.
TOK TOK TOK
"TANTE BUKAA!!" teriak Ayu sambil menggedor pintu.
Ceklek
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Ayu hingga menyisakan bekas merah telapak tangan Lisa membuat Ayu kesakitan dan langsung memegangi pipi kanannya.
"Aauuww! Sakit Tante!" rintih Ayu terisak.
"GAK SOPAN! PAGI-PAGI TERIAK KAYA ORANG GILA!!" bentak Lisa geram dengan wajah memerah dan sorot mata tajam mendelik ke arah Ayu.
"Maaf Tante, Ayu terpaksa bangunin Tante hiksss, karena Dedek Queen demam." ucap Ayu memberikan alasannya sambil terisak.
Sejenak Lisa diam dengan ujung alis hampir menyatu di tengah tanda ada sedikit kekhawatiran.
"Bisa bahaya kalau anak itu sampai mati di rumah ini, bakal panjang urusannya." batin Lisa mulai cemas.
"Menyusahkan saja!" geram bisa sambil berjalan menuju garasi diikuti Ayu di belakangnya.
Lisa memegang kening Queen sesaat lalu dia membopong tubuh Queen masuk ke dalam rumah dan membaringkan tubuh itu di atas ranjang kamar Ayu dan Queen.
"Sekarang kamu pergi ke apotek 24 di seberang jalan dan beli obat penurun panas." perintah Lisa pada Ayu sambil menyerahkan uang rp50.000.
Ayu diam tidak menerima uang itu, dia hanya menunduk tanpa tanpa berani berbicara.
"Kenapa diam! Cepat ambil uang ini dan pergi ke apotek!" bentak Lisa mendelik membuat Ayu terhenyak kaget dengan dada turun naik.
"Ta-tapi Kenapa Dek Queen nggak dibawa ke dokter saja tante." saran Ayu yang dibalas dengan sorot mata tajam mendelik ke arah Lisa.
"Ngapain harus dibawa ke rumah sakit, dia cuman demam biasa! Buang-buang duit aja. Cukup kasih obat apotek juga nanti bakal sembuh! Sekarang pergi cepat dan jangan membantah!" hardik Lisa membuat Ayu langsung menyambar uang di tangan bisa dan pergi keluar menuju apotek.
Begitu kembali dari apotek Ayu langsung mengambil sedikit nasi dari rice cooker dan menuangkan kecap di atasnya lalu membawa nasi itu dan segelas air putih serta obat di kantong kresek kecil masuk ke dalam kamarnya.
Ayu melihat Lisa tidak ada di kamarnya untuk menjaga Queen, Queen tampak tertidur sambil menggigil di atas ranjang dengan selimut menutupi tubuhnya. Ayu menelan ludahnya hingga air mata tak terasa mengalir di pipinya karena hatinya begitu sedih melihat Queen yang terbaring sakit tanpa Ayah dan bundanya.
"Dek, bangun dulu. Makan nasi sedikit saja, habis itu minum obatnya ya. biar Dedek cepat sembuh dan demamnya turun." pinta Ayu sambil membangunkan Queen.
"Mulut Queen pait Kak, Queen gak mau mam." tolak Queen sambil menutup rapat mulutnya.
"Dedek mau lihat Kak Ayu nangis ya?" ucap Ayu terdengar sedih dengan suara bergetar karena cemas.
Melihat genangan di kedua sudut mata Ayu membuat Queen akhirnya mau membuka mulutnya.
"Pinter nya Adek Kakak, aakkk." puji Ayu saat satu suapan masuk ke mulut Queen.
"Oekk!" belum semenit Queen sudah memuntahkan isi perutnya yang baru satu sendok Ayu suapin.
"Perut Queen sakit Kakak hikss,oekkk." keluh Queen sambil memuntahkan cairan bahkan ada yang berwarna kuning.
Wajah Queen terlihat pucat dan lemas membuat Ayu makin khawatir lalu dia buru-buru berjalan menuju kamar Lisa.
Tok tok tok
"Tante tolong Tante buka pintu!" teriak Ayu panik sambil mengetuk pintu kamar Lisa.
Ceklek
APALAGI SIH? GANGGU AJA!!" bentak Lisa melotot tajam sambil salah satu tangannya berkacak pinggang.
"Hiksss, tolong Dede Queen dia muntah-muntah terus Tante." dengan wajah sedih Ayu memohon kepada Lisa untuk melihat kondisi Queen.
"Minggir!" bentak Lisa mendorong kasar tubuh Ayu yang menghalangi jalannya hingga terjatuh ke lantai.
Ayu buru-buru bangkit dari duduknya dan berjalan cepat mengekor di belakang Lisa.
melihat tubuh Queen yang sudah sangat pucat dan lemas begitu juga demamnya yang tinggi tampak wajah Lisa sedikit khawatir.
"Oeekk." Lisa tak mampu menahan bau bekas muntahan Queen hingga dia menutup rapat hidungnya.
"Jangan sampai bocil ini mati di rumah ini." kembali Lisa bergumam.
"Bodoh! Cepat minumkan dulu obat penurun panas agar dia tidak muntah! Dan kompres keningnya" perintah Lisa kepada Ayu sebelum kemudian dia keluar dari kamar mereka.
Ayu buru-buru meminumkan obat penurun panas kepada Queen lalu mengompres kening Queen seperti perintah Lisa.
Ayu pun lalu membersihkan bekas muntahan dan membawanya ke tempat cucian baju.
Setelah meminum obat penurun panas Queen terlelap tidur dan Ayu pun melakukan pekerjaan rumah seperti biasa. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 saat Ayu sudah membereskan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan sarapan untuk bisa juga membuat bubur untuk Queen.
"Alhamdulillah, demamnya sudah turun." ucap Ayu merasa lega saat memegang rekening Queen yang sudah tidak panas seperti sebelumnya.
Ayu hendak membangunkan Queen tapi dia merasa tidak tega saat melihat Queen yang masih tertidur lelap.
Tok tok tok
"Tante, Tante buka pintunya." kembali Ayu mengetuk pintu Lisa untuk membangunkannya.
Ceklek
"Hoaaamm, Ada apa lagi sih pagi-pagi udah ganggu aja!" bentak Lisa kesal karena tidurnya terganggu oleh ayu.
"Ayu cuman mau pamit dan juga tolong titip dek Queen, nanti tolong beri dia makan ya Tante. Ayu hari ini pengen nggak masuk buat jaga Dedek tapi hari ini lagi UN jadi Ayu nggak bisa nggak masuk sekolah." ucap Ayu memohon pada Lisa untuk menjaga Queen.
"Iya iyaaa, udah sana berangkat!" usir Lisa lalu menutup kembali pintu kamarnya.
Ayu sebetulnya tak tega meninggalkan Queen yang dalam keadaan sakit walaupun demamnya sudah turun apalagi Queen belum makan sama sekali. Ayu kembali ke kamarnya lalu mengusap lembut rambut Queen dan mencium keningnya.
"Dek, cepat sembuh ya. Maaf Kaka sebetulnya nggak tega untuk ke sekolah tapi hari ini kakak ujian Jadi Kakak nggak bisa jaga Dedek. nanti begitu selesai ujian kakak langsung lari pulang ke rumah dan temenin Dedek hiksss. Assalamualaikum kesayangan Kakak." ucap Ayu pamit sambil mencium kening Queen.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya