NovelToon NovelToon
SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan dari novel BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN.



Semuanya masih menjadi misteri.
Revan, Revin, Reon dan Carlos memutuskan untuk pergi ke negara S dan menemukan seseorang yang mencoba untuk melukai keluarga mereka.


Dengan kepintaran yang menurun dari sang ayah, membuat mereka mudah untuk mencari petunjuk akan keberadaan orang tersebut.


Tapi siapa sangka, jika keputusan yang mereka ambil, malah membawa mereka pada penderitaan penuh dengan siksaan.


"Melindungi keluarga adalah keputusanku, melindungi wanita yang ku cintai juga adalah keputusanku, maka aku akan membunuh siapapun yang ingin menganggu ketenanganku dan juga keluarga." Revan Li.


"Rahasiaku hanya aku yang tahu, aku tidak menyangka kepergianku untuk meninggalkanmu demi menyelamatkan keluarga, justru membuatku percaya, bahwa hanya kau yang ditakdirkan untukku, maka aku akan menunggumu dewasa," Revin Li.


"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, dan ketika aku pulang, aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya," Carlos Sia.


"Ldr lagi, Ldr lagi. Tapi aku tidak masalah, karena aku percaya bahwa kau akan setia, tunggu aku kembali kesana, dan aku akan segera mengikatmu untuk berada disisiku selamanya," Reon Sang.


penasaran yuk liat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MARAH

Mereka tiba di parkiran dan segera masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Revin tertawa terbahak-bahak membuat Arian dan Revan terkejut dan menoleh ke belakang mendapati Revin yang memengang perutnya yang sakit akibat tertawa.

"Kamu kenapa?" tanya Arian pada putra keduanya itu yang tiba-tiba tertawa.

"Haha, Aduh perut aku sakit, apa daddy tau, tadi ketiga wanita itu bertanya padaku apakah Daddy sudah punya pacar," ucap Revin kembali tertawa terpingkal-pingkal membuat Revan dan Arian saling bertukar pandang.

"Jangan bilang kalau kamu menjawab yang aneh-aneh," ucap Revan penuh selidik.

Revin menghentikan tawanya kemudian menatap sang kakak yang juga menatap padanya.

"Aku baru saja ingin mengatakan sesuatu, tapi Brother tiba-tiba datang membuatku mengurungkan niat untuk mengatakan hal aneh," ucap Revin santay dan tiba-tiba sebuah ponsel melayang ke arahnya dan dengan segera Revin mengeser duduknya dan ponsel itu pun terjatuh di atas kursi belakang.

Revin melirik kakak yang menatapnya tajam.

"Sudahlah, jangan terus seperti kucing dan tikus, besok Kakek Daenji akan datang ke rumah!" ucap Arian tiba-tiba kemudian menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukannya ke luar dari parkiran mall.

"Grandpa Army?" ucap Revin yang di angguki oleh Arian.

Revin memanggil kakek buyutnya itu dengan Grandpa Army untuk Daenji karna yang ia tahu, kakeknya itu adalah mantan jendral militer di negara S yang sudah pensiun.

Sedang untuk Houyang, Revin memanggilnya dengan sebutan Grandpa saja, dan jika di bandingkan dengan Daenji, Houyang lebih dekat dengan Revan dan Revin dan lebih akrab.

Revin tiba-tiba berkeringat dingin sedang Revan menelan salivanya dengan susah payah, entah mengapa ketika mereka mendengar Daenji akan datang ke kediaman mereka membuat mereka tiba-tiba gugup.

18 menit kemudian.

Mereka bertiga tiba di rumah dan segera turun dari mobil untuk segera masuk ke dalam rumah.

"Kami pulang," ucap Revan dan Revin bersamaan sedang Arian baru berjalan memasuki rumah.

"Selamat datang, sayang. gimana jalan-jalannya?" ucap Ana saat melihat kedua putranya berjalan mendekatinya yang sedang asyik duduk di sofa dengan membaca novel.

Entah mengapa kebiasaan Ana tidak pernah berubah hingga saat ini, yaitu membaca novel romantis.

"Sangat menyenangkan, mom," ucap Revin kemudian duduk di sofa panjang di ikuti oleh Revan yang duduk di sampingnya.

Ana hanya tersenyum menangapi ucapan putranya itu lalu kembali melanjutkan kegiataannya yaitu membaca novel yang belum selesai ia baca.

Arian menghampiri Ana yang duduk di sofa kemudian duduk di sebelah sang istri lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

"Mom, Reana mana?" tanya Revan pada sang ibu.

"Oh Reana, dia tadi pergi keluar sama temennya," ucap Ana santay dengan mata yang masih fokus pada novel yang ia baca.

Revin yang memejamkan matanya terkejut kemudian menatap sang ibu dengan tatapan terkejut, sedang Revan jangan di tanya lagi, dia membelalakkan matanya dengan sempurna mendengar ucapan ibunya itu.

"Cewek apa Cowok?" tanya Revin tiba-tiba membuat Ana tersentak dan menatap kedua putranya itu yang menatapnya menanti jawaban.

"Em, sepertinya Cowok deh," ucap Ana membuat Revan dan Revin berdiri dari duduknya kemudian naik ke lantai atas menuju kamar mereka.

Tidak lama kemudian, Revan dan Revin turun dari tangga dengan memakai jaket mereka dan tangan yang memengang kunci motor.

"Kalian mau kemana?" tanya Ana yang bingung dengan kedua putranya itu.

"Mau jagain Reana," ucap Revan dan Revin bersamaan lalu kemudian segera berlari keluar ke arah motor mereka yang berada di garasi.

Ana terdiam mendengar ucapan kedua putranya yang terdengar seperti Reana sedang di culik saja sehingga membuat mereka berdua buru-buru seperti tadi.

Arian menepuk pundak sang istri membuat Ana menatap padanya.

Arian tersenyum pada Ana kemudian membaringkan kepalanya di paha sang istri dan meraih tangan istrinya itu untuk mengelus rambutnya agar dirinya bisa tenang sejenak.

Ana tersenyum melupakan hal yang baru saja terjadi kemudian menatap Arian yang juga menatapnya penuh cinta.

"I love you," ucap Arian mengecup punggung tangan sang istri.

"I love you too, my husband," ucap Ana tersenyum pada pria yang menidurkan kepalanya di pahanya.

Mereka berdua pun menikmati waktu bersama selagi ketiga anak mereka tidak ada di rumah.

* * *

Sementara itu, Revan dan Revin tiba di salah satu taman hiburan terkenal di kota A.

Bagaimana mereka bisa sampai di sini, sebenarnya Revan sudah memasang penyadap di ponsel Reana sehingga memudahkannya untuk menemukan lokasi Reana, saat Reana pergi jauh dari rumah tanpa sepengetahuan mereka.

Revan dan Revin segera memasuki taman hiburan itu di mana begitu ramai membuat mereka sedikit kesulitan untuk mencari Reana yang mendadak lokasinya menghilang.

"Mungkin baterai ponselnya habis," ucap Revin dan Revan pun mengangguk membenarkan perkataan saudaranya itu.

'Sia**n,' umpat Revan dalam hati kesal karna tiba-tiba lokasi Reana menghilang.

Revan menatap Revin yang juga menatapnya dan kemudian mereka berdua pun mengangguk dan segera turun dari motor

Mereka memasuki gerbang taman hiburan itu kemudian saling menatap.

Revan berlari ke arah kanan sedang Revin berlari ke arah kiri, mereka berpencar untuk segera menemukan Reana.

* * *

Revan berlari terus mencari ke segala arah untuk menemukan di mana keberadaan adiknya itu.

Pandangan Revan berhenti tepat di tempat penjual permen kapas, Revan melihat seorang pria yang duduk di bangku taman bersama dengan Reana yang memakan permen kapas dengan senyum di wajahnya.

Revan mengepalkan tangannya saat melihat pria itu dengan lancangnya menyentuh wajah adiknya dan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke wajah Reana.

Revan segera berlari menghampiri adiknya dan kemudian menarik tangan Reana, sehingga membuat Reana berdiri seketika.

Revan memeluk tubuh mungil adiknya dan menatap tajam pada pria yang sedang duduk di kursi taman dengan wajah yang terkejut menatapnya.

Pria itu menelan salivanya dengan susah payah dengan keringat dingin di wajahnya dan mendadak merinding.

"Beraninya kau menyentuh wajahnya!" ucap Revan dengan menekan kata-katanya membuat pria itu segera berdiri dari duduknya sedang Reana semakin sulit mengerakkan tubuhnya yang berada di dalam pelukan sang kakak.

"Pergi!" ucap Revan membuat pria itu segera berlari menjauh entah kemana.

Revan melepas pelukannya pada Reana kemudian menatap tajam Reana yang hanya bisa menundukkan kepalanya karna takut dengan sang kakak.

"Apa kamu tau dimana kesalahanmu, Reana!" ucap Revan membuat Reana tersentak dan mengigit bibir bawahnya berusaha untuk menahan tangisnya.

"Kakak!" ucap Revin yang setengah berlari mendekati Revan dan Reana.

Revin tersentak saat melihat Reana yang menundukkan kepalanya lalu menatap sang kakak yang wajahnya merah padam menahan emosi.

Revin menelan salivanya dengan susah payah melihat hal itu.

"Ayo pulang!" ucap Revan kemudian segera berjalan untuk keluar dari taman hiburan itu.

Revin menatap Reana yang masih menundukkan kepalanya dengan tubuh yang sedikit gemetar.

Revin meraih tangan adiknya itu kemudian menariknya lembut dan segera berjalan keluar dari taman hiburan itu untuk segera ke parkiran.

1
Wita Arym
Jngan2 ank angkat kakek nya lg musu nya
sulastri kartawi
haaaaaa
Handriyani
cerita yng menegangkan seru serta bkin ngakak😊
onalis
penisirin eehh penasaran
onalis
jadi bapeeeerrr
onalis
jadi bapeeeerrr
Handriyani
seru....sungguh thor...aku br dpt novel yng membuat aku ngakak habis hhhhh🤣🤣
Ita Nusta Mega
aku suka karakter Arian sebagai seorang ayah
yg menjadikan anak-anak nya seperti seorang temen, dan aku juga suka dengan anak-anak Arian mereka sangat menghormati orang tua terutama ibu... sukses untuk karya mu Thor
Asphent Lina
lol orangtua nya arian & ana ga pernah nongol lagi ya, sementara kakek gaul masih nongol
Tan
bagus banget epribadihhh
Tan
mantap
Riza Anggelina
🤣🤣🤣🤣 dasar bebek
nur_aziyani_noviana
NCT best parah 🙏🗿
helga
dion juga playboy
makanya revin gak suka
helga
keren daenji
helga
🤣
helga
kemungkinan besar kimso
tp ap motiv nya
hmmm
makin penasaran
helga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
helga
somplak emg sih kembar
helga
best brother
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!