NovelToon NovelToon
Cerita Bahagia

Cerita Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aeni Santi

Novel dengan basic cerita cerita bahagia...
Dimana di setiap bab akan menceritakan sebuah cerita yang berbeda.

tentunya dengan fantasi cerita yang menarik 🥰🥰🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencintai Tanpa Syarat#3

"Semakin membuatku penasaran aja ini cewek." Kata Akmal sendiri yang duduk melamun menatap ke arah jendela di kursi ruang kerjanya.

"Sepertinya Dia calon istri idaman."

Katanya dengan tersenyum sendiri.

"Punya calon istri kok tidak dikenalin."

Akmal sontak memutar kursinya mendengar suara seseorang padahal tidak ada orang mengetuk pintu masuk ke dalam ruangannya.

"Kalau masuk itu salam."

Akmal menatap tajam ke arah Ridho, sahabatnya sejak masih berada di bangku kuliah.

"Ada orang melamun mana denger orang ngucapin salam."

Ridho duduk di kursi depan Akmal.

"Kebiasaan kamu, seenggaknya itu ketuk pintu masuk ruang orang sembarangan kalau aku jantungan gimana."

"Ha ha ha... Udah nggak usah dibahas. Ada yang lebih penting untuk dibahas ini."

"Apa, target kemarin udah beres. Tinggal menunggu laporan dari lapangan aja."

"Bukan kerjaan Bro, tapi masalah kamu."

"Aku nggak punya masalah."

Akmal merasa bingung kenapa malah membahas dirinya.

"Mana calon istri kamu, udah punya nggak di kenalin." Tatap Ridho sambil menggerak-gerakan kedua alisnya.

"Calon istri apa, pacar aja belum ada."

"Kayaknya ada yang disembunyikan nih dari aku, cewek mana yang bisa menggetarkan hati dingin kamu itu."

"Apaan, belum menemukan yang pas aja."

"Mau sampai kapan Bro. Usia kamu makin bertambah apa kamu tidak punya keinginan untuk berumah tangga."

"Ya ada, tapi belum menemukan sosok yang tepat."

"Bukan belum ada kamu aja yang nggak nyari. Mana ada perempuan datang sendiri." Ledek Ridho.

"Udah nyari tapi dia belum mau."

Ridho langsung serius menatap ke arah temannya itu.

"Cewek mana yang nolak kamu."

"Bukan nolak, tapi memang cewek ini unik. Cantik, lemah lembut dan sederhana." Ucap Akmal dengan tersenyum sendiri membayangkan wajah Kasih.

"Ha ha ha... Masak cowok mapan kayak kamu dia masih mikir - mikir Bro."

Secara Akmal ini pekerjaan udah mapan posisi cukup strategis di kantornya wajah juga punya nilai lebih, menurut Ridho temannya ini idaman para wanita.

"Itulah yang buat aku penasaran."

"Dia kerja.?"

"Masih kuliah."

Ridho lagi - lagi mlongo, temannya ini sudah kepala tiga tapi mengincar anak kuliahan.

"Mau kamu jadikan adik Bro. Pantas aja dia ketakutan sama kamu." Ledek Ridho.

"Enak aja kamu, tapi dia kelihatan dewasa."

"Kenal dimana." telisik Ridho yang benar merasakan penasaran.

"Warung nasi."

Ridho kembali mengerutkan dahinya.

"Warung nasi mana."

"Itu seberang kantor, ternyata masakannya enak juga terus nggak sengaja lihat cewek itu."

"Dia makan juga.?"

Udah kayak wartawan saja ini si Ridho.

"Nggak, dia nganter kue. Ibunya itu buat kue dan sering dititipkan di warung itu. Lha dia yang sering ngantar dan ngambil uangnya."

"Dia gadis biasa Bro."

"Sederhana tapi anggun, cantik."

Akmal memang sudah cinta pada pandangan pertama.

"Jadi penasaran aku, lagian sejak kapan kamu suka makan nasi di depan."

"Baru juga kemarin, Aku lapar banget terus aku lihat warung lumayan rame belok aja. Tapi masakannya enak juga."

"Jangan - jangan tadi habis dari sana kamu."

"Iya, emang aku makan di sana tadi. Dan ketemu cewek itu lagi."

"Kamu jatuh cinta beneran Bro, bulan karena kasihan kan."

"Sembarangan kamu, aku sepertinya memang sudah jatuh cinta sama cewek itu."

"Besok aja aku kesana, penasaran aku mau lihat cewek itu."

"Awas ya kalau ikut jatuh cinta." Ancam Akmal.

"Ha ha ha... Kurang cantik apa juga Anggun calon istri Ku sampai aku ikut jatuh cinta sama cewek itu."

"Waspada aja aku, kamu kan belum resmi menikah sama Anggun."

"Kayak anak kecil kamu Bro, pokoknya besok aja aku ke sana. Aku mau lihat cewek seperti apa yang menolak diajak kenalan sama kamu. Ha ha ha ha... "

Tawa Ridho sedikit mengejek Akmal dan lalu pergi meninggalkan ruangan temannya itu.

🌹🌹🌹🌹🌹

Hari sudah malam, namun Kasih belum juga memejamkan kedua matanya. Dia baru saja menyelesaikan tugas kuliahnya dan kini membaringkan tubuhnya di atas kasur sederhana yang ada di dalam kamarnya.

"Kira - kira tadi ngapain itu cowok minta kenalan." Kasih terbayang wajah Akmal.

"Mau main - main aja kali ya, namanya juga di warung pasti banyak cowok-cowok yang hanya suka menggoda." Katanya sendiri.

"Tapi bener juga apa yang dibilang sama Septi, lumayan cakep Dia."

"Astaghfirullah... Sadar Kasih."

Kasih mengusap wajahnya sendiri setelah dia tidak sengaja memuji Akmal.

"Udah ah, tidur besok berangkat pagi harus mampir ke warung dulu naruh kue ibu."

Kasih menutupi dirinya dengan selimut lalu mematikan lampu kamarnya dan memejamkan matanya juga alam tidur tak lupa dia juga sudah memanjatkan doa.

Esok harinya Kasih seperti biasa sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Kini Dia sedang menata barang bawaannya yaitu kue buatan ibunya yang harus dia taruh di warung nasi biasanya.

"Kasih pelan - pelan ya, itu banyak lho tidak kayak biasanya katanya Bude tadi untuk pesanan orang." Kata Ibunya yang membantu mengatakan kue di sepeda motor Kasih.

"Iya Bu, sudah kuat Bu. Insyaallah aman."

Kasih berpamitan dengan ibunya lalu menjalankan sepeda motornya.

Sesampainya di depan warung nasi, Kasih menghentikan sepeda motornya dan mengambil kue itu untuk dibawanya masuk.

Tapi karena Kasih mengambilnya kurang hati-hati tumpukan wadah yang berisikan kue itu miring.

"Ehh.. Gimana."

Kasih panik karena tumpukan wadah kue ini mau jatuh dan bisa merusak yang ada di dalamnya kalau sampai jatuh.

"Saya bantu Mbak."

Tiba - tiba ada seorang laki - laki yang datang membantu memegang tempat kue yang hampir saja jatuh ke tanah.

"Miring ini tempatnya, bisa jatuh kuenya."

Kasih menatap laki - laki itu dan kedua manik mereka saling bertemu.

"Makasih."

Kata Kasih dan mendapat senyuman manis dari laki - laki itu.

🌹🌹🌹🌹🌹

1
Mei Rani Wijayaka
knp gk di bikin terpisah cerita nya satu novel denga satu judul br.
eni
ini dak lanjut LG ya kak?
baru mampir
Madu Yang Luar Biasa
up dunk ku tunggu yhaaaa semoga sukses
thesunriseshack
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
HotCupid
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
girlganggoodies
Meskipun alurnya simple, tapi aku suka banget dan bisa bikin penasaran
cahaya: mksh kak 🙂
total 1 replies
CandycaneMissy
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
cahaya: mksh kak 🙂
total 1 replies
Prabu Marbun
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Bulbul
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
cahaya: mksh kak 🙂🙂🙂
total 1 replies
Garang Anggriawan
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
Kekasih Dropper
Sesenang itu sih bacanya, bikin nagih banget huhuh
Manah Dabukke
Next thor💕
SoftMambo
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
LiveChic
Lanjuting dong thor, seru!
Cakrabirawa Tarihoran
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
cahaya: makasih Kak
total 1 replies
coastbycoast
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Badai Putih
up thor,seru banget sumpahhhh
cahaya: di tunggu selalu kak 🙂
total 1 replies
Gadis Sandman
Ceritanya menarik jujur! Tapi aku keseeeeel.. soalnya berhentinya nanggung banget haaaa:(((( ditunggu next upnya ya thor
cahaya: makasih kak 🙂
total 1 replies
Widya Pertiwi
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
cahaya: terima kasih kak
total 1 replies
Labuh Ardianto
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
cahaya: terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!