NovelToon NovelToon
SAFAZAR (Mengejar Cinta Pak Jaksa)

SAFAZAR (Mengejar Cinta Pak Jaksa)

Status: tamat
Genre:Duda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Uffahazz_2

Safana Halim adalah seorang pemalas yang kerjanya makan, tidur, ngemil, nonton Drakor. Pecinta skincare dan hal-hal yang berbau Korean Style. Safa menyebut dirinya sebagai pengangguran elit yang suka mempercantik diri. Dialah putri kesayangan keluarga Halim satu-satunya.

Suatu ketika takdir mempertemukannya dengan Edzar Adhyaksa, seorang jaksa muda, mapan, dan tampan yang menjadi tetangga barunya.

Sikap Edzar yang dingin dan cuek membuat Safa geregetan. Wajah datarnya membuat Safa tidak bisa untuk tidak menggodanya.

Namun seperti halnya kata pepatah, perjuangan tak pernah ada yang mulus. Begitupun perjuangan Safa dalam mendapatkan hati seorang Edzar.

Selain menjadi target musuh-musuh Edzar ketika pria itu menghadapi sebuah kasus, Safa juga harus berhadapan dengan ibunya yang sangat selektif dalam memilih calon menantu. Belum lagi teka-teki masa lalu Edzar yang sepertinya menjadi salah satu faktor penghalang restu sang ibu.

Bisakah Safa mendapatkan Edzar sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uffahazz_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAFAZAR | BAB 12

Ucapan Edzar cukup memberi jawaban untuk rasa penasaran Rizkia. Melengkapi asumsinya mengenai seseorang yang disukai Safa sebelumnya.

Sebenarnya Rizkia hanya asal menebak. Namun siapa sangka ternyata itu benar. Edzar adalah pria yang dimaksud Safa sebagai ‘calon’.

Sayangnya Rizkia mencium aroma-aroma cinta sepihak di sini. Tak perlu ditanya siapa yang sedang jatuh cinta. Tanpa menggunakan kacamata pun semua orang bisa tahu aura merah muda itu melingkupi sepupunya, Safana Halim.

Safa itu ibarat buku yang terbuka. Perasaannya bisa terbaca hanya dari wajahnya saja.

Lain hal dengan Rizkia, hati Safa begitu girang saat kulitnya bersentuhan dengan Edzar untuk pertama kali. Tangan besar Edzar terasa kasar dalam genggamannya. Dengan kurang ajarnya Safa malah membayangkan sentuhan lain di tubuhnya.

Sial. Berhenti berpikiran tak senonoh, Safa! Ke mana rasa resahmu yang hadir beberapa saat lalu?

Kenapa sekarang hatinya malah dangdutan hanya karena memegang Edzar. Ini baru tangan, belum yang lainnya. Safa tak bisa bayangkan semenyenangkan apa jika bercumbu dengan Edzar.

Haish, lagi-lagi pikiran Safa jorok. Astaghfirullah, sadar Safa. Kehaluanmu sungguh berbahaya.

“Ehm.” Edzar berdehem canggung.

Rizkia menyenggol bahu Safa saat dilihatnya gadis itu tak juga melepaskan tangan Edzar. Suka sih suka, tapi gak usah bersikap norak juga, bikin malu saja.

Bersamaan Safa yang menarik tangannya dengan berat hati, seseorang muncul menghampiri mereka. Pria jangkung itu sedikit banyak mirip Edzar, pasti saudaranya.

Ya iyalah, Safa. Yang hadir di sini ‘kan cuma dua keluarga. Kalau gak saudara kamu, ya saudara Edzar.

“Kalian keponakan Mbak Mira?”

“Kenalin, saya Reno, adik Bang Tirta dan Bang Edzar,” ucapnya sembari mengulurkan tangan.

Nah, benar ‘kan?

“Rizkia.”

“Safa.”

Mereka saling berjabat tangan satu sama lain.

Seperti pada kebanyakan cowok ganteng lainnya, mata Safa sama berbinarnya saat melihat Reno. Jika dibandingkan dengan Edzar, Reno ini pembawaannya lebih hangat. Tipe-tipe yang cepat bikin melting.

Gila, sih. Keluarga Edzar berkah banget. Bibit unggul semua ini. Sepanjang yang Safa lihat, dia tak menemukan satupun yang jelek di antara mereka.

Wah ... kalau begini ceritanya, kelak Safa bakal puas cuci mata.

Kayaknya sebagian besar keluarga Edzar laki-laki. Safa tak melihat perempuan kecuali para orang tua. Ada satu orang, sih. Itu pun sudah momong anak.

Safa menyeringai dalam hati, kalau dia gak dapat Edzar, dapat saudaranya pun tak masalah, hihi.

Tapi tenang aja, untuk saat ini hati Safa masih tertambat pada Mas Edzar seorang.

Kedatangan Reno sedikit menghapus kecanggungan yang terjadi. Mereka sedikit terlibat obrolan. Lebih tepatnya Rizkia dan Reno yang berbincang. Safa sesekali menanggapi kalau mengerti. Sedangkan Edzar sepenuhnya diam jadi pendengar. Safa jadi gemas sendiri sama Mas-mas satu ini.

“Oh ... jadi Dokter Rizki itu suami kamu? Saya kenal beliau saat Medical Check Up di perusahaan. Agak terdengar lucu, ya. Istrinya Rizkia, suaminya Rizki,” kelakar Reno yang membuat kami tertawa.

Memang benar, dari dulu Safa selalu tak habis pikir dengan takdir Rizkia yang memiliki kebetulan tak biasa itu. Kadang Safa berpikir kalau dia di posisi Rizkia, kira-kira siapa nama jodohnya. Safar?

................

“Kalo Ayah, Bunda, sama Abang ke rumah sakit, terus Safa pulang sama siapa ...?” rengek Safa cemberut.

“Safa gak mau nginep di rumah Oma. Rumah Oma angker, ada hantunya ...”

Rengekan Safa membuat suasana teras Oma Halim jadi hening. Acara sudah selesai beberapa menit lalu, kini mereka sedang berkumpul di halaman hendak pulang.

Tapi sial bagi Safa karena tiba-tiba Dava dapat kabar dari rumah sakit, orang tua pacarnya kecelakaan. Tuan dan Nyonya Halim berniat ikut serta menjenguk keadaan calon besannya.

Sedangkan sore tadi Pak Iwan izin pulang karena anaknya sakit, kemungkinan besok baru kembali.

Kemarin ibunya sekarang anaknya, besok siapa lagi. Bukan niat Safa berpikir tak sopan, hanya saja ia kesal, ngantuk juga.

Rumah Oma? Safa punya trauma tidur di rumah ini. Seperti yang ia bilang tadi, rumah Oma Halim itu angker, Safa pernah mengalaminya sendiri.

Waktu itu Safa terbangun di tengah malam karena mendengar suara aneh, mirip orang yang berjalan menyeret kaki. Safa sampai membangunkan Erina saking takutnya. Sayangnya gadis itu tak dengar apa pun, hanya Safa yang dengar.

Dari sana Safa bertekat untuk menghindari rumah Omanya, setidaknya tidak menginap.

Kabarnya setelah itu Oma Halim sampai mendatangkan beberapa ustad ke rumahnya. Bahkan menggelar do’a bersama. Tapi tetap saja Safa masih belum berani tidur di rumah Omanya lagi.

“Dek, itu ‘kan kejadian lama. Mana tau setannya udah pulang. Ada-ada aja, kamu.”

Safa mendelik ke arah Dava dengan wajah merengut. Dasar jelangkung, gampang banget ngomongnya. Coba saja dia yang ngalamin, Safa yakin Dava akan kencing di celana.

Oma Halim menatap cucunya sedih, entah setan mana yang sudah menjahili Safa sampai tak mau lagi menginap di rumahnya. “Awas kau, setan. Tak pites lehermu kalau ketemu,” batin Oma Halim.

“Ya sudah, Safa biar aku saja yang antar, Sur. Rumah kita ‘kan searah.”

Semua mata menatap Edi, kakak Tuan Halim yang baru saja bersuara.

“Searah apanya, Mas? Komplek rumahku masih harus belok jauh lagi,” cetus Tuan Halim.

“Ya gak apa, toh. Daripada Safa gak pulang, kasian.”

“Betul, Mas Surya. Safa biar pulang bareng kami saja,” sambung istrinya.

Tuan dan Nyonya Halim menghela nafas, mereka merasa tak enak harus merepotkan Edi dan keluarga.

Masalahnya ini sudah sangat malam, kakaknya itu pasti butuh istirahat juga.

Sedangkan Dava sudah mendumel di tempatnya. Baru sadar punya adik nyusahin banget.

Oma Halim menatap Safa membujuk, “Nak, nginep sini aja, ya? Rumahnya ‘kan udah di do’ain, jadi setannya udah pergi. Kamu tidurnya sama Oma kalo gak mau sendiri, ya?”

"Gak mau, Oma. Dulu aja Safa tidur sama Erina tetep ada setan."

"Ribet banget sih kamu Dek. Udah tidur sini aja, lagian rumah Oma rame, kok. Ada Tante Mira juga."

Miranti mengangguk membenarkan ucapan Dava, "Iya, Safa, kamu tidur sama Tante aja. Dijamin setan gak akan berani mendekat. Atau kamu mau sekamar sama Rizkia juga boleh."

Safa makin merengut, matanya sudah terlihat berkaca. Hal itu membuat Tuan Halim hampir menyerah, dia berniat membawa Safa ke rumah sakit saja ikut mereka daripada harus membuat orang lain repot. Tapi tiba-tiba sebuah suara menyeruak.

“Bareng saya saja, Om. Bukannya rumah kita sebelahan?”

1
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo duda cuy
Nadifatus Zulfa
💪
yhaniarumni
gara gara paijo elor pak dewan belum muncul trus balik lagi ke sinih deh udah baca ke berapah kali ini th 🥰
Teh Merry
woyyyy gara2 lama nunggu pak dewan update jadi lari kesini,, baru tau kalo di sini banyak karya KA UFA 😍😍😍😍
Zunia Momy Arshya: pak dewan apa kak
total 2 replies
Yeti Kosasih
duuh sampai nhn napas baca bab ini
Yeti Kosasih
bahagianya,diawal bab bertanya² apa Safa g selamat gitu..eeh Alhamdulillah ternyata selamat ya
Yeti Kosasih
co cweeet bgeet siih kaliaaan...manisnya g ada obaaat deeh..🥰🥰🥰
Yeti Kosasih
Duuh Edzaaar kamu udah tersafa² deeh..🥰🥰🥰
co cweeet bingiiit siiiiiih...
Yeti Kosasih
waah Edzar kna kehamilan simpati itu...🤭
Yeti Kosasih
Akhirnya ada yg bobol gawang,TPI bukan bolaa...hayooo apa cobaaa🤭🤭
Yeti Kosasih
Duileeh yg lgi honeymooon bikin ngirii ..pengantin baruu ayook gaspool...🤭🙈🙈
Yeti Kosasih
safaaa..ooh safaaaa😜😜😜
Yeti Kosasih
duuh pak jaksa sdh lama menahan diri...😂😂
Yeti Kosasih
ooh iya lupa,selamat ya Safa ,Edzar semoga Samawa...berbahagialah perjuangan yg sesungguhnya baru kalian mulai setelah ijab kibul..rukun² yaa...cepat segera punya momongan...🥰🥰🥰
Yeti Kosasih
Ada misteri apaa ya di balik ketergesaan serta restu yg dadakan di berikan Bu Dyah..jdi curiga deeh
Yeti Kosasih
Tante Dyah niih sekalinya memberi restu harus langsung akad niih🤭
Yeti Kosasih
Duuh gimna yaa menilai Edzar niih menyebalkan sekaligus menyenangkan..layak di cintai bertubi²...🥰🥰🥰🥰
Yeti Kosasih
supriseeeeee...wooow rupanya Safa mau di lamar yaaa...🥰🥰🥰
Yeti Kosasih
susah emang menyatukan pikiran yg satu udah dewasa kebangetaaan..yg satu masih lugu dan polos...duuh Gusti sungguh pasangan uniiik🙈🙈🤭
Yeti Kosasih
ternyata Safa polos melakukan ajaran sesat emaknya..duuh gustiii..tanggung jawab masak tuuh Safa lagi kokop2 mulut bujang lapuk .😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!