NovelToon NovelToon
Rayuan Sang Penggoda

Rayuan Sang Penggoda

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Chicklit / Tamat
Popularitas:211.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Poel Story27

"Jika aku selingkuh dengan lelaki lain, apa itu tidak masalah bagimu, Mas? Seperti kau selingkuh dengan wanita itu?"

Bahtera rumah tangga Karina kini berada di ambang kehancuran. Suami yang sangat ia cintai tega mengingkari janji suci yang telah terjalin selama tiga tahun.

Awalnya Karina diam, meski telah mengetahui perselingkuhan sang suami dengan sekretaris barunya.

Namun, lama-kelamaan ia pun tidak sanggup lagi menahan sakit, dan memutuskan untuk pergi.

Pada saat yang sama Karina bertemu dengan seseorang dari masa lalu.

Akankah Karina menemukan kebahagiaan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Farrel

Setibanya di resort megah milik keluarga Pramana, Farrel masih sangat penasaran tentang apa yang menimpa Karina.

Lelaki yang kini mengenakan bathrobe berwarna putih setelah habis berenang ini, duduk santai menatap langit senja. Ia tampak sedang berpikir keras.

Farrel tidak bisa melupakan kesedihan yang tersirat di wajah Karina, meski wanita itu sebisa mungkin menutupinya dengan tertawa lepas.

Terlebih setelah melihat jejak memar yang ada di pipi Karina, sudah pasti semua orang dapat menebak jika ia baru saja mengalami tindak kekerasan, tidak terkecuali Farrel.

Demi menjawab rasa penasarannya tersebut, Lelaki yang berparas menawan ini berniat mencari tahu sendiri apa yang menimpa Karina.

Farrel segera menghubungi orang kepercayaannya.

“Daniel, kau cari informasi tentang Karina Mustika. Cari apa pun yang terjadi padanya akhir-akhir ini. Bagaimanapun caranya, kau harus mendapatkan informasi itu malam ini juga!” Farrel memberi perintah pada orang kepercayaan keluarganya.

"..."

Setelah mendapat kesanggupan dari orang yang ada di seberang sana, Farrel memutuskan sambungan secara sepihak.

“Jika sampai jejak memar itu adalah perbuatan Dimas. Tunggu saja, dia akan mendapatkan pelajaran dariku!” gumam Farrel dengan kedua tangan terkepal.

Farrel tersenyum sendiri ketika mengingat wajah Karina yang tidak berubah sama sekali. Meskipun sudah lama tidak bertemu, lelaki ini selalu mendambakan Karina.

Wanita cantik yang selalu tampil sederhana, memiliki senyuman indah yang membuat Farrel jatuh hati sedalam-dalamnya.

Sayangnya sejak dulu Karina tidak pernah menganggap keberadaan Farrel, bahkan wanita itu terkesan menjaga jarak dari lelaki buaya seperti Farrel.

“Sudah lama sekali ya Karin, tapi senyumanmu tetap seperti itu, selalu manis, memabukkan. Sayangnya aku tidak bisa melihat senyum indahmu itu setiap hari,” gumam Farrel sembari terus membayangkan Karina.

Farrel memutuskan untuk kembali ke kamar. Sebelumnya ia harus melewati lobby tengah.

Tubuh tegap berotot yang hanya berbalut bathrobe itu, sontak menarik tatapan penuh minat dari para wanita yang menginap di resort.

“Waah, bukankah itu Tuan Muda Pramana ya?"

"Iya, aku sudah lama tidak melihatnya, dia semakin tampan saja!"

"Ya Tuhan, andai saja aku punya kesempatan untuk mendekatinya, aku pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia!"

"Jangan berkhayal terlalu tinggi, bisa melihatnya dari dekat saja sudah menjadi keberuntungan bagi kita!"

"..."

Farrel yang menyadari suara bisik-bisik serta tatapan penuh minat itu, hanya menarik sudut bibirnya.

Jika saja dia masih Farrel yang dulu, pasti dia akan langsung menarik salah satu wanita itu ke dalam kamar. Sekarang dia sudah tidak tertarik lagi, lebih tepatnya sudah bosan.

Semakin bertambahnya umur, membuatnya hanya berpikir untuk mencari wanita yang akan menjadi teman hidup satu untuk selamanya, bersama sampai tua.

Tanpa mempedulikan para wanita yang juga penuh pesona itu, Farrel segera masuk ke dalam lift dengan wajah datarnya.

Beberapa jam kemudian. Ia mendapatkan telpon dari Daniel.

Farrel segera mengangkat ponselnya, “Iya, bagaimana?”

“Tuan Muda, saya meretas kamera pengawas di rumah Nona Karina, dia dan suami terlibat keributan."

"Segera kirim file rekamannya padaku!" perintah Farrel.

"Baik, saat ini saya dan tim juga masih menggali informasi lebih lanjut, terkait pemicu keributan mereka,” lanjut Daniel.

"Ya sudah, kau lanjutkan saja!"

Setelah memutuskan sambungan, Farrel langsung mengecek file yang dikirim Daniel. Di dalam kamar tidur Karina memang tidak ada kamera pengawas, tapi kamera yang ada di balkon dapat merekam suara pertengkaran dengan jelas.

Farrel semakin geram, pertengkaran itu diselingi suara tamparan keras dan Karina yang menangis tergugu.

Braaak!

Farrel menggebrak meja dengan keras, sedangkan matanya memerah akibat kemarahan yang meluap-luap.

Apa yang menjadi kecurigaannya sejak tadi benar, Dimas lah yang telah meninggalkan bekas memar di pipi Karina.

“Kurang ajar kau, Dimas! Dasar banci! Lihat saja, aku akan memberimu pelajaran!"

Keesokan harinya.

Pagi-pagi sekali Farrel langsung mendatangi kantor Soebono Group.

Cklek!

Pintu terbuka dan Dimas keluar dari balik meja kerjanya untuk menyambut. “Waah, kapan kau pulang Bro? Kenapa kau tidak mengabariku lebih du- ....”

Buugghh!

Farrel bahkan tidak membiarkan Dimas selesai menyapa, ketika tinju kerasnya sudah mendarat di rahang suami Karina tersebut.

"Kurang ajar kau! Dasar banci!" raung Farrel.

"Aaahhk ...." Dimas meringis kesakitan, dia juga begitu syok karena tiba-tiba mendapatkan hadiah bogem keras dari sahabatnya itu.

Dimas memegangi rahangnya yang hampir mau lepas, sembari menyeka darah yang mengalir dari dalam mulutnya.

“Hei, Bro. Apa maksudmu? Kita sudah lama tidak bertemu, kenapa kau tiba-tiba memukulku!" geram Dimas.

Dimas melayangkan tinju untuk membalas Farrel, ini bukan sekedar untuk membalas rasa sakit, tapi juga tentang harga diri.

Namun, Farrel yang memiliki postur lebih tinggi dan lebih tegap daripada Dimas, berhasil menahan pukulannya, bahkan memberi satu pukulan lagi di pelipis Dimas.

Kali ini Dimas tersungkur, meraung kesakitan, dan di atas kepalanya menari ribuan bintang.

Tatapan Farrel benar-benar tajam, ia melihat Dimas dengan tatapan penuh kekesalan dan kecewa.

“Apa kau sudah lupa janjimu padaku, hah?” teriak Farrel.

Dimas tidak mengerti apa yang ditanyakan Farrel. "A-apa maksudmu?" Dia terbata-bata.

Farrel berdecak, seraya membentak “Kau berjanji akan selalu membahagiakan Karina, dan tidak akan pernah menyakitinya sedikit pun. Tapi sekarang apa? Kau bahkan berani main tangan padanya, dasar banci!”

Suami Karina ini semakin bingung. Pikirannya kacau mendengar perkataan Farrel.

‘Kenapa Farrel bisa tahu kalau aku melakukan hal itu kepada Karina? Apa Karina yang mengadu padanya?’ Dimas bermonolog.

Namun, Dimas mencoba bersikap tidak tahu apa-apa.

Dia bertanya dengan sikapnya yang berpura-pura bodoh, “Aku tidak paham, sebenarnya apa yang kau bicarakan?”

Farrel kembali berdecak kesal. “Sudahlah, Dimas. Kau tidak usah lagi berpura-pura, jangan berpikir aku tidak tahu kau menampar Karina sampai membuat pipinya lebam!”

Dimas mengerutkan dahi. 'Sialan kau Karina, beraninya kau menceritakan masalah rumah tangga pada orang luar, dasar wanita berpendidikan rendah!' umpatnya kesal.

“Itu urusan rumah tanggaku! Kau bukan siapa-siapa, jadi kau tidak berhak ikut campur!” Dimas menatap Farrel dengan sorot mata menantang.

Farrel tersenyum dingin seraya menatap Dimas dengan sorot mata mengintimidasi. “Iya, benar. Aku memang tidak berhak ikut campur masalah kehidupan rumah tanggamu! Tapi aku berhak melindungi wanita yang aku cintai. Camkan itu, Dimas!”

Dimas merasa panas, ternyata Farrel masih juga menyimpan perasaan terhadap istrinya.

“Kurang ajar kau! Aku ini suaminya, beraninya kau berkata seperti itu di depanku,” raung Dimas.

Dia berdiri, dan untuk kedua kali mencoba memukul Farrel.

Taap!

Lagi-lagi tinjuan Dimas menggantung beberapa centi di depan wajah Farrel, sementara satu tangan Farrel malah menghantam perutnya.

Jangan lupa, selain jago bela diri, Farrel juga merupakan ketua genk anak-anak bandel di sekolahnya dulu.

Farrel sangat kecewa dengan apa yang telah diperbuat Dimas, dulu sahabatnya ini berjanji padanya akan menyayangi dan melindungi Karina dengan baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

“Jika kau berani berbuat kasar lagi pada Karin. Siap-siap, kau akan kuhajar lebih babak belur daripada hari ini!"

Bersambung ....

1
Rusiani Ijaq
wah Karina Karina jangan cuma diam dong itu sdh sangat bagus momen nya tuk menunjukkan siapa kamu
Rusiani Ijaq
sekretaris murahan nih, otaknya ngak dipakai kerja tp badan dan nafsunya yg bekerja jd sekretaris. memalukan ilmu nya sj
Oktavia
terlalu kejam di buat mati bayinya…. harusnya masih bisa tobat dimas, walau cerai dia fokus menebus kesalahan dgn syng anak, ada cucu juga utk klrg ortu dimas. klo begini kasihan ortu dimas yg sebenarnya baik, ibunya aja lupa diri. tpi sdr tuh krn kelembutan ayahnya. kasihan keturunan mrka ga ada lagi
Oktavia
ga gitu juga kali hukumannya…. lebay ini, kasihan juga ortunya. anak satu2 nya di penjara. itu ibsesi yg masih bisa disembuhkan dgn cara yg lembut. ini lebay bgt
Juhairiah Satuli
menarik
Ronawati Bend
luar biasa
Nadia Sari
e

u
Musniwati Elikibasmahulette
se mm Oga kita semua selalu dalam lindungan ALLAH ,
tetap sehat dan tetaplah berkarya
Musniwati Elikibasmahulette
amin ,thoor
Musniwati Elikibasmahulette
apa yang kau tangisi ibu Maya ,
semua ini karna ulahmu yang menghasut putramu dan pelacur Nadia kan ??
Musniwati Elikibasmahulette
kau bilang mencintai Karin. ??
dasar ga tau diri
kau berhianat ,menyiksa ,mencaci maki kau lebih percaya sama pelacur mu
itu kau bilang cinta. ?? dasar iblis
Musniwati Elikibasmahulette
ternyata kau mantan pelayan di rumah suamimu ,mantan mertua ?
Musniwati Elikibasmahulette
hebat thoor ,ceritanya sangat menarik ,semoga sukses thoor
Musniwati Elikibasmahulette
dasar istri lemah
Musniwati Elikibasmahulette
istri bodoh ,cuma liat aja
Musniwati Elikibasmahulette
Karina kenapa cuma diam aja
Nur Adam
smgt untuk krya mu
Adi Soraya
Ya wes tsmat wae thor terimakasih kk author bonchap ya
Junida Susilo
rasa nya nggak ingin berakhir pengen liat kehidupan bahagia farel dan Karin 🤭
nana
happy ending... terimakasih kak Thor.... ada bonchap nya gak....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!