Siapa bilang seorang suami tidak bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Ada kok sebagian suami yang bisa adil dengan kedua istrinya.
Abimana Baratama, seorang pengusaha yang memiliki ketampanan dan sangat menyayangi kedua istrinya yaitu Aisyah Nandaratna dan Zahra Jasmine.
Awalnya Abi tak menerima tentang pernikahan kedua ini. Abi terlalu mencintai Aisyah tapi Aisyah juga menginginkan Zahra untuk menjadi madunya.
Aisyah berpikir jika Zahra masuk dalam kehidupan Abi, suaminya itu bisa lebih bahagia daripada bersamanya.
Apakah Abi bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Atau malah hanya mencintai disatu pihak saja.
Baca terus novelku disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menceritakan
Happy reading
"Mas Rayyan."
Suara panggilan dari belakang itu membuat Aisyah dan Rayyan terkejut.
"Reva."
"Adek."
"Loh kalian saling kenal?" tanya Rayyan pada Aisyah dan Reva. Sontak saja keduanya saling menangguk dan kemudian Reva dan Aisyah saling memeluk.
"Kita ini sahabat, Mas. Aisyah teman aku di sekolah, dia guru yang paling diidolakan oleh anak anak. Aisyah juga orang yang selalu ia ceritakan sama kamu," jawab Reva pada Rayyan.
"Dan asal kamu tahu juga, Dek. Aisyah juga wanita yang selalu Mas ceritakan sama kamu. Aisyah sudah Mas anggap sebagai adik kandung Mas sendiri," ucap Rayyan yang membuat Reva tersenyum.
"Oke oke sebagai perkenalan kembali," ujar Reva dengan senyum manisnya ia mengulurkan tangannya dan di balas oleh Aisyah.
"Halo kenalin aku Reva Alsava, pacar Mas Rayyan. Salam kenal Aisyah," ucap Reva pada Aisyah dengan senyum.
"Halo kak Reva, aku Aisyah adik angkat Kak Rayyan," jawab Aisyah dengan bibir yang menahan tawa.
Setelah itu keduanya tertawa, baru kemarin lusa mereka bertemu di sekolah.
"Gak nyangka kamu bakal jadi kakak ipar aku," ucap Aisyah yang menarik tangan Reva untuk duduk.
"Iya, gak nyangka ternyata dunia ini sempit," jawab Reva dengan senyum.
"Loh kok jadi kakak yang dicuekin?"
Reva dan Aisyah tertawa dengan pelan, Rayyan mirip seperti anak kucing yang minta diperhatikan.
"Sini Mas, gabung sama kita sini. Aku kangen sama Aisyah karena udah sehari ia izin," jawab Reva dengan senyum manisnya.
Akhirnya mereka mengobrol jangan sebagai sahabat dan seorang kakak.
"Suami kamu mana Ai?" tanya Reva yang tak melihat dimana keberadaan suami Aisyah.
"Ada kok di rumah," jawanya jujur.
"Sabar ya, Ai. Aku tahu kamu sedih saat melihat mereka jadi kamu memutuskan untuk keluar?" tanya Reva yang membuat Rayyan menatap keduanya.
"Apa yang kakak gak ketahui, Dek?" tanya Rayyan dengan keduanya.
"Aisyah ini baru aja dimadu Mas," jawab Reva yang membuat Aisyah langsung mencubit perut Reva.
"Ember banget sih, Re."
"Jadi benar apa yang selama ini di ceritakan Reva kalau kamu itu di madu sama suami kamu?" tanya Rayyan dengan kecewa.
"Kenapa kamu mau saja di madu, dek?" tanya Rayyan menatap Aisyah yang menunduk bahkan crepes yang tadi ia pegang kini sudah melempem.
Aisyah menatap Rayyan dan Aisyah bergantian, ia menunduk dan tersenyum. Wajar saja Rayyan kecewa padanya.
Dulu ia berjanji untuk memiliki suami, dan tak akan membiarkan suamiku menikah lagi. Tapi ini apa, dia sendiri yang meminta Abi untuk menikah.
Akhirnya dengan segala keterpaksaan Aisyah menceritakan semuanya. Daripada Rayyan mendengar dari Reva yang belum tentu benar mending ia sendiri yang menceritakannya.
"Jadi kamu rela dimadu hanya untuk keturunan? Apa kamu gil, Ai. Anak itu sudah menjadi titipan Tuhan. Seharusnya kamu sabar dalam menunggu titipan dari Allah, kamu tidak boleh mengambil keputusan yang justru akan merugikan kamu," ujar Rayyan yang kecewa dengan keputusan Aisyah.
"Sebenarnya aku juga gak mau Kak, aku gak mau kalau suamiku berdua dengan perempuan lagi," jawab Aisyah dengan datar. Ia tak akan mengeluarkan air matanya karena ini adalah pilihannya.
"Tapi apa Kakak mau terus dihina Mama mertua kakak dikatakan mandul? Aku capek kak, setiap bertemu dengan orangtua Mas Abi aku selalu disindir. Aku capek, hingga aku bertemu Zahra. Dia gadis yang baik walau nasibnya dulu tidaklah baik," jawab Aisyah dengan senyum mengingat pertemuannya dengan Zahra dulu.
"Kakak takut, Ai. Kakak takut kamu akan di campakkan saat suamimu dan istri keduanya sudah saling mencintai. Aku gak mau kamu sampai sakit hati," ujar Rayyan dengan emosi.
Reva yang melihat itu langsung mengelus tangan Rayyan guna menenangkan kekasihnya yang sangat emosi itu.
"Maaf Dek."
"Mas jangan marahin Aisyah. Kamu gak tahu bagaimana dia berjuang melawan mertuanya kan? Kalau aku jadi Aisyah aku sudah pergi dari kamu Mas. Aku gak mau dituduh yang tidak tidak."
Rayyan yang mendengar ucapan dari pacarnya itu kaget. Ia tak akan membiarkan Reva pergi setelah dia berjuang mati Matian mendapatkan restu dari orangtua Reva. Bahkan Rayyan hampir mati karena tantangan dari orangtua Reva.
"Kamu gak boleh ninggalin aku gitu aja, kamu gak ingat apa yang sudah aku lakukan untuk mendapatkan restu bapak kamu?" tanya Rayyan dengan nada takut.
Sebenarnya Rayyan sudah tiga tahun ini berpacaran dengan Reva, tapi dua tahun lalu ia datang ke rumah Reva dan meminta restu pada orangtua Reva.
Tapi terus Bapak Reva sangatlah susah, ia berjuang 2 tahun untuk membuktikan keseriusannya pada Reva. Dan baru saja berberapa minggu yang lalu Rayyan mendapatkan restu bapak Reva yang notabene adalah mantan petinju.
"Nah itu, Aisyah adalah orang yang paling kuat yang aku kenal selama ini. Kami sahabat sudah lama, aku kenal dia luar dan dalam. Bahkan aku adalah tempat Aisyah curhat, mungkin suaminya tak tahu apa yang disembunyikan Aisyah tapi aku tahu. Aku tahu betapa sakitnya dia selalu direndahkan mertuanya."
Ucapan Reva membuat Rayyan bungkam, ia diam sedangkan Aisyah langsung memeluk Reva yang selama ini sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri ini.
Usia Aisyah dengan Reva hanya terpaut 1 tahun sedangkan Aisyah dengan Rayyan terpaut 4 tahun. Usia Rayyan saat ini adalah 29 tahun.
"Kalian sudah sedekat itu tapi gak bilang sama aku? Kalian udah anggap aku gak berguna buat kalian?" tanya Rayyan pada Reva dan Aisyah.
"Ai sudah lama lost kontak sama Kakak, bahkan Bunda aja lupa kalau pernah punya anak kakak."
"Padahal aku setiap bulan ke panti asuhan loh. Masa bunda gak ingat aku," ujar Rayyan yang membuat Aisyah tertawa.
"Yang penting sekarang kakak udah ketemu lagi sama aku. Bahkan kakak udah punya calon istri yang tak lain sahabat aku sendiri."
"Hmmm kakak juga seneng udah lihat kamu lagi. Terakhir kita bertemu itu saat kita kecil, dan saat itu aku gak lagi lihat kamu."
"Tapi kok kakak tahu kalau ini Aisyah?" tanya Aisyah.
"Tahi lalat di bawah mata kamu dan juga mata kamu yang membuat kakak ingat."
Reva yang mendengar itu tersenyum, ingatan kekasihnya ini masih sangat tajam. Bahkan ia tak sadar jika Aisyah memiliki tahi lalat di bawah mata.
Jika ditanya cemburu atau tidak jawabannya adalah tidak. Karena apa? Karena Reva tahu cinta Rayyan hanya untuknya sedangkan cinta Aisyah untuk Abi.
"Aku ikut senang kamu menemukan adik kamu."
Rayyan tersenyum dan mengecup kening kekasihnya lembut.
"Terima kasih sudah mau menjadi teman curhat adikku ini. Aku sudah menganggap Aisyah adalah adikku sejak dulu, sedangkan kamu adalah wanita yang paling aku cintai setelah Mama dan Bunda."
"Aku tahu."
Cups
"Astaga kalian ini kenapa tidak tahu tempat. Ada aku loh."
Mereka tertawa melihat Aisyah yang cemberut. Rayyan dan Reva memang sering mencium kening dan pipi masing masing ditempat umum tapi jika bibir itu hanya mereka yang boleh tahu.
Bersambung
Semangat terus untuk bunda bunda hebat....
enthlah...trserah emak mo di bawa kmna...tu cinta segitiga aisah..