Mencintai secara sepihak dalam rumah tangga tidak akan membuat pernikahan mu bahagia. Seperti yang dirasakan Tiara Aulia.
Masih banyak kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf akan saya perbaiki nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yoshiputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Tiara sekarang sedang tenggelam dalam pikirannya. Lebih tepatnya berpikir cara bertahan hidup.
" Kakak Kenapa sih? Dari tadi melamun terus. kakak ada masalah ya?" Tanya Intan, pasalnya semenjak datang ke butik Tiara terus melamun bahkan lingkaran dibawah matanya hitam karena hal itu membuat dua orang itu khawatir.
" Kakak gak papa kok. Sana kamu lanjut kerja aja"
" Beneran kak?" Gantian Sarah yang bertanya.
" Iya, kalian gak usah khawatir. Kakak baik-baik saja" Senyum Tiara terpaksa.
Mereka berdua mengangguk dan melanjutkan kerjanya.
Tiara menelungkup kan mukanya ke meja.
Bagaimana mungkin aku baik-baik saja, ini adalah akhir dari hidupku
Jeritan hati hati Tiara yang tidak bisa dikeluarkan.
Semalam awalnya Tiara sangat senang karena dia berhasil menjahili Arsenio. Dia tersenyum melihat bagaimana mulut jahat Arsenio terdiam.
Tapi tiba-tiba Tiara kepikiran satu hal.
" Aku merasa familiar mendengar nama Arsenio" Dipikiran Tiara mereka hanya keluarga kaya terbukti dari rumah nya yang sangat mewah, tapi saat menyebutkan nama Arsenio dengan mulut nya sendiri dia merasa familiar.
" Tunggu sebentar" Tiara mengambil handphonenya dan mencari di internet
Siapa itu Arsenio
Dia menggulir dan yang ditemukan artis dan model yang bernama Arsenio.
Sampai di melihat sebuah artikel dengan judul Arsenio calisto Atmaja CEO muda yang sukses, Tiara agak ragu tapi akhirnya dia menekan artikel tersebut.
" Tidak mungkin" Tiara tidak percaya dengan artikel tersebut.
Dia mengetik lagi dengan Nama Arsenio calisto Atmaja dan bagaikan di sambar petir Tiara langsung lemas.
" Bagaimana ini aku telah membuat Presdir Atmaja group marah. Pantas saja aku merasa familiar dengan nama dan mukanya itu karena aku sering melihatnya di tv. Bagaimana aku tidak sadar padahal nama Arsenio menghiasi program tv. Bodohnya aku"
Tiara sangat takut bahkan semalaman dia tidak bisa tidur. lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas.
Tiara bangkit dari tempat duduknya dan mengambil minum. Bahkan sambil minum pun dia terus kepikiran.
Bagaimana jika dia menyuruh orang untuk membunuh ku, secara aku ini hanya orang kecil yang mati pun bumi tidak peduli.
Tiara meletakkan gelasnya dan menggelengkan kepalanya.
tidak... tidak. Tidak mungkin hanya karena masalah sepele dia membunuhku . Tapi aku pernah mendengar bahwa dunia orang atas itu sulit, jika dia tidak senang dia bisa saja membunuh orang yang membuatnya kesal. Apa yang harus kulakukan?
Aha, aku akan mengambil hati orang tuanya. Dihadapan orang tuanya dia tidak bisa berkutik.
Tiara telah menyaksikan se marah apa pun Arsenio tapi dia menahannya di depan orang tuanya
Tapi bagaimana jika dia diam-diam membunuh ku.
Tiara bergulat dengan pemikiran yang kacau.
" Ini minum anda tuan muda" ucap Bryan sekretaris Arsenio.
" Sudah minum pun aku masih cegukan" Arsenio dari tadi cegukan, awalnya dia tidak peduli tapi lama-lama itu menggangu nya.
" Apa anda tau tuan? Saya pernah mendengar cerita dari orang-orang kalau seseorang cegukan itu tandanya ada yang memikirkan orang tersebut. Mungkin tuan muda cegukan karena ada yang memikirkan tuan muda" jelas Bryan dengan sedikit candaan.
" Apa kau bodoh, kau bahkan percaya dengan mitos" ketus Arsenio.
Bryan yang awalnya bercanda jadi kikuk.
" Maaf tuan"
" Sudahlah" Arsenio melirik jam tangannya.
" Sekarang jam makan siang, ayo keluar makan siang"
" Baik tuan" ucap Bryan.