Kisah kasih di sekolah yang menceritakan sepasang remaja menjalin cinta.
Mereka berdua adalah Anna dan Tiar.
Suatu ketika takdir membawa mereka dalam ikatan keluarga.
Orang tua Anna dan Orang tua Tiar di persatuan dalam ikatan pernikahan. Membuat Anna dan Tiar memiliki status keluarga sebagai saudara tiri.
Lalu bagaimana keduanya bisa melanjutkan hubungan yang sudah terikat keluarga.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Anna mengendarai sepedanya lebih cepat dari biasanya. Hingga di jalan hampir saja menabrak tukang sayur keliling.
"Kacau banget hari ini" Ucap Anna cemas.
Dia tidak pernah sekalipun terlambat ke sekolah, sekali terlambat hatinya sangat was - was, tidak tenang.
Tak lama kemudian, akhirnya sampai juga di sekolah, gerbang sudah di tutup oleh satpam sekolah. Anna menepikan sepedanya dan memanggil satpam dari luar untuk membuka gerbang sekolahnya.
"Pak tolong dong bukain" teriak Anna kepada satpam.
"Tumben banget kamu telat, cepet masuk" ucap satpam sambil membukakan gerbang sekolah.
Anna pun menuntun sepedanya sampai di tempat parkir. Dia lari dari parkiran ke ruang kelas.
Pintu kelas sudah tertutup, hanya ada pintu yang membuka sedikit. Anna ragu dan malu, baru pertama kalinya dia terlambat sekolah.
Pelan - pelan Anna mengetuk pintu.
"Assalamualaikum, maaf bu saya terlambat" ucap Anna masih berdiri di depan pintu, menunggu ibu guru mempersilahkan masuk.
Ibu guru yang sedang mengajar anak - anak berhenti sejenak.
"Ya silakan masuk" jawab ibu guru.
Anna masuk dengan perasaan malu.
"Anna kamu kok telat, ibu harap ini yang terakhir yah. Gak ada telat - telat lagi di lain hari" ucap ibu guru.
"Iya bu maafin saya, tadi malam saya gak bisa tidur bu, akhirnya aku kesiangan. Aku janji gak akan ulangin kesalahan yang sama bu" jawab Anna.
"Yasudah, silahkan kamu kembali ke bangku, lalu kerjakan tugas kamu. Tanya tuh sama Airin ada tugas apa" perintah ibu guru.
"Baik terimakasih bu" jawab Anna.
Anna berjalan ke arah bangku yang biasa dia duduki setiap hari. Airin langsung menyambut hangat kedatangan Anna.
"Aku kira kamu gak masuk hari ini, untung kamu masuk" ucap Airin.
Anna tersenyum kepada Airin, kemudian menyiapkan alat tulisnya.
Airin kembali bertanya lagi.
"Kamu tumben telat, gak kaya biasanya aja kamu kesiangan. Ada apa sih..??" Tanya Airin.
"Aku dirumah tuh lagi ada masalah, jadi ya begini rin. Ceritanya nanti aja kalo istirahat, aku gak enak sama bu guru, udah telat ngobrol lagi" jawab Anna.
Anna mulai mengerjakan tugas dari ibu guru. Setelah selesai, buku yang dia kerjakan langsung di kumpulkan ke meja guru. Anna lupa bahwa di dalam buku itu ada diary yang pernah dia tulis, sebuah isi hati yang di ungkapkan lewat tulisan tangan-nya.
Setelah beberapa menit kemudian selesai mengerjakan tugas, bel istirahat berbunyi. Anna memasukan alat tulisnya ke dalam tas, dan mulai berjalan ke kantin bersama Airin.
"Eh kamu katanya mau cerita,,?" Tanya Airin menagih ucapan Anna.
"Emm.. gini, kemaren kakak aku pulang ke rumah, dia ada masalah sama keluarganya. Begitu papah denger, dia langsung syok dan pingsan" ucap Anna belum selesai, sedikit memberi jeda.
"Terus gimana keadaan papah kamu, emang ada masalah apa sama kakak kamu..?" Tanya Airin penasaran.
"Kata dokter papah perlu perawatan. Tapi karena kita gak ada uang, papah minta kabur dari rumah sakit itu, aku khawatir sama papah rin" jawab Anna.
"Emm soal masalah kakak, aku gak mau cerita, karena itu masalah pribadi" ucap Anna lagi.
*****
Ibu guru yang sedang mengoreksi tugas tiba - tiba melihat lembaran kertas yang ada di buku Anna. Terlihat sebuah ungkapan hati tentang kehidupan Anna setiap hari.
"Bukannya ini punya Anna,,? Penasaran deh aku, coba ah aku baca" batin bu guru.
Dia perlahan membaca tulisan milik Anna itu.
Dalam buku diary itu, terdapat cerita tentang kehidupan setiap harinya yang dia alami di rumah, melihat tulisan itu sudah membuat bu guru semakin iba kepada Anna. Ibu guru kemudian menutup diary Anna yang baru beberapa bait dia baca.
*****
Hari ini Anna tidak melihat sesosok Tiar di kantin.
"Rin, Tiar masuk engga yah,,?" Tanya Anna kepada Airin.
"Tumben kamu nyariin Tiar, udah ngaku cinta yah. Ahahaaa" ledek Airin.
"Apaan sih, engga ko tumben aja gitu dia gak ke kantin" jawab Anna.
1 jam kemudian jam istirahat selesai. Semua siswa - siswi kembali ke kelas masing - masing.
Dari kantin Anna dan Airin berjalan menuju kelas. Anna melihat kanan - kiri, siapa tau ada Tiar.
"Tiar mana yah, aku pengin curhat sama dia, aku pengin main, bete banget di rumah. Apalagi ada kakak" batin Anna.
Tak dia temui juga Tiar di sepanjang jalan kantin sampai masuk ke kelas.
Anna dan Airin kembali duduk di bangku, dan menyiapkan alat tulisnya masing - masing.
Anna teringat sesuatu ketika membuka sebuah buku, dia teringat diary yang dia tuliskan dihalaman tengah buku, mencoba membolak - balikan setiap lembar buku namun tidak dia temui. Wajar saja Anna lupa, bukunya aja bergambar sama kaya buku yang di kumpulin.
"Ko gak ada yah, apa jangan - jangan buku itu aku kumpulin, aduuh aku malu banget kalo seandainya tulisanku itu di baca sama bu guru, itu kan pribadi aku" was - was ana dalam hati.
Selesai di koreksi, ibu guru membagikan semua buku yang telah di kumpulkan, termasuk punya Anna. Tapi, buku Anna di berikan paling akhir setelah semua milik siswa - siswi lain selesai, padahal tadinya dia mengumpulkan di bagian tengah.
"Anna, sini kamu." Panggil ibu guru.
"Baik bu." Jawab Anna maju ke depan meja guru.
"Lain kali, buku pelajaran jangan di campur sama diary kamu yah, maaf ibu gak sengaja baca, tapi gak semua ibu baca ko. Hanya beberapa bait saja, ibu harap kamu bisa sabar dan hal ini tidak membuat prestasi kamu turun yah" ucap ibu guru dengan nada pelan.
"Emmm iya bu" jawab Anna.
"Yasudah kamu kembali ke bangku" ucap guru.
Airin penasaran dengan apa yang dibicarakan ibu guru dengan Anna barusan.
"Kamu kenapa..? Ibu ngomong apa tadi,,?" Tanya Airin.
"Hii kepoo mulu" jawab Anna.
"Yaelah... tinggal kasih tau aja napah." Ucap Airin dengan rasa penasaran.
"Tadi tuh buku yang aku kumpulin ada diary aku di dalemnya, dan dibaca sama ibu" jawab Anna.
"Emang isinya tentang apa..??" Tanya Airin lagi.
"Isinya tentang kehidupan pribadi aku, intinya kamu gak perlu tau yah" jawab Anna.
"Giliran Tiar pasti dikasih tau, hmm kamu mah gitu" ucap Airin.
"Kasian si Anna. Semoga saja nasib baik menghampirinya" batin ibu guru sambil memperhatikan Anna yang sedang duduk di bangkunya.
I jam kemudian.
Bel berbunyi, saatnya pulang.
Anna bergegas membereskan semua alat tulis dari mejanya.
"Buru - buru amat, mau kemana,,?" Tanya Airin.
"Kepo mulu sih, mau ikut..? Kalo mau ikutin aja aku di belakang, ntar juga tau aku mau kemana" jawab Anna.
"Engga ah, aku mau pulang aja udah laper" ucap Airin.
Anna pergi meninggalkan kelas dan menuju ke parkiran. Dia berdiri di samping motor Tiar, menunggu Tiar datang.
...****...
Jangan lupa Like dan Vote yah.
1 like dan vote dari kalian akan sangat berarti.
🌹🌹🌹 Selamat membaca 🌹🌹🌹
penasaran dengan kelanjutan nya ...
lgi bnyak pikiran mungkin si othor..