Pramita Ayu Nugraheni, seorang front office assistant di sebuah hotel berbintang 4. Cantik, supel, dan cerdas.
Rahadian Daffa Atmaja, pria muda, tampan, dan ramah. General manager di hotel milik orang tuanya.
Mereka terlibat dalam berbagai situasi yg akhirnya menghadirkan rasa yg berbeda. Cinta.
Bagaimana kisah cinta mereka?Yuk baca ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nopheeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingsan
Bruk!!
"Mita!!" seru Iwan seketika saat melihat tubuh Mita jatuh terkulai ke lantai.
Iwan segera berlari menghampiri Mita yang telah terbaring lemah tak sadarkan diri di bawah front desk.
"Mit... Mit.." ditepuk-tepuk pipi Mita untuk membangunkan tapi nihil.
“Lukas!” teriak Iwan memanggil bantuan.
“Cepat angkat! “
Iwan terkaget dengan suara yang tiba-tiba ada di belakangnya. Bukan Lukas yang ia panggil.
“Malah bengong. Sini!” ujar laki-laki itu mengambil alih Mita yang kini sudah dalam gendongannya.
“Lukas bantu saya antar ke klinik terdekat!”perintahnya pada Lukas yang datang dengan wajah pias.
“Baik, Pak,” jawab Lukas kemudian langsung berlari menyiapkan mobil.
***
Klinik 24 jam.
Daffa memandangi wajah pucat yang belum sadar itu. Berkali –kali ia sapu wajahnya dengan kasar menandakan kegelisahannya. Ia kembali berusaha duduk tenang seperti anjuran dokter yang baru saja memeriksa Mita.
“Hmm..”
Segera Daffa berdiri mendengar suara lemah Mita.
“ Kamu sudah bangun?”
“Pak Daffa?’ tanya Mita lemah
“ Dimana?’ tanyanya lagi.
“Kamu pingsan di hotel. Kami membawamu ke klinik.Apa masih sakit?Aku panggilkan dokter ya?”
“ Tidak usah,” tahan Mita yang melihat Daffa akan keluar dari kamar.
“Tapi aku akan memberitahu kalau kamu sudah bangun,” jelas Daffa.
Daffa keluar kamar dan kembali lagi dengan seorang dokter.
“ Pagi, Nona,” sapa sang dokter pada Mita.
“ Pagi, Dok. Saya tidak apa-apa kan?” tanya Mita penuh harap.
“ Alhamdulilah sepertinya hanya faktor kelelahan. Namun kita perlu cek kondisi karena saya lihat sepertinya anda mempunyai gangguan pada lambung,” jelas dokter yang sudah separuh baya itu.
“ Tapi saya bisa segera pulang kan, Dok?”
“ Kita lihat nanti. Pagi ini cek lab dulu untuk memastikan keadaan anda benar-benar baik. Istirahat ya… Kasihan pacarnya khawatir sekali. Saya tinggal dulu ya”
“Hah?Pacar?”
Daffa tertawa kecil melihat ekspresi Mita.
“Kok tertawa? Ada yang lucu , Pak?”
“ Tidak. Kamu harus istirahat” ujar Daffa masih dengan menahan tawa.
“Saya tidak suka tertawa bapak” ujar Mita bersungut-sungut.
“ Astaga! Front desk?”
Mita tersadar ada pekerjaan yang ia tinggalkan.
“ Urusan kerja sudah ditangani Iwan. Jangan khawatir.”
“Tapi pagi ini sangat sibuk. Ada banyak early check out. Pak Iwan akan kewalahan jika sendirian” jelas Mita.
“Kamu sakit, istirahat. Urusan kerja sudah ada yang atur”
“Tapi..”
“Tapi apa? Saya atasan kamu, jangan membantah. Ikuti perintah saya. Sekarang tidurlah. Pingsanmu membuat istirahat orang terganggu.”
“Hah?” reaksi spontan Mita mendengar ucapan Daffa yang jauh dari kata sopan seperti yang orang-orang bilang tentang Daffa yang sangat menawan dalam hal kesopanan.
Mita hanya bisa mendengus kesal saat melihat Daffa segera merebahkan diri di atas sofa di ruangan itu tanpa memperdulikan dia lagi. Mita kemudian ikut merebahkan tubuhnya lagi karena kepalanya memang masih terasa pusing. Tapi matanya tak bisa terpejam. Ia berusaha mengingat kejadian sebelumnya.
***
Flash back on
“ Mit, kamu nggak apa-apa?” tanya Iwan.
“ Kepalaku agak pusing mas. Perutku juga agak sakit. Mual. Huek,” Mita menahan mulutnya dengan tangan dan berlari ke toilet terdekat.
Beberapa menit kemudian.
“ Kamu muntah? Habis makan apa tadi? Barusan kita makan burger kan? Tapi biasanya kamu juga biasa saja dengan makanan itu”
“ Iya , Mas. Muntah. Kemungkinan maag ku kambuh. Beberapa hari ini aku agak gak teratur makan. Kecapekan juga. Mungkin tadi efek kopi juga ke lambungku,” jelas Mita.
“ Ya udah kamu istirahat dulu. Kamu pucat , Mit. Atau mau dibelikan obat?” tawar Iwan.
“ Nggak usah, Mas. Aku nggak apa-apa kok. Lagian setelah pulang aku bisa puas beristirahat karena jatah off day.”
“Aku menyelesaikan laporan di dalam sebentar bisa?”
“ Bisalah , Mas. Tinggal saja. I am okey.”
“ Okey. Kalau ada apa-apa ,panggil aku segera ya”
***
Ruang GM
Daffa tengah asik mengamati Front desk dari layer monitor pengontrol cctv yang terpasang di ruangnya. Ia terlihat senang bias menikmati setiap gerakan gadis yang akhir-akhir ini mengganggu tidurnya. Sesekali wajahnya tampak gusar ketika melihat kedekatan Mita dengan rekan kerjanya.
“ Astaga!”
Segera ia berlari untuk menuju front desk saat melihat Mita terjatuh.
😁