NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Tuan Posesif

Gairah Cinta Tuan Posesif

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / One Night Stand / Tamat
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Akibat perbuatan ibu tirinya, Aya harus rela meninggalkan semua harta yang dimiliki ayahnya dan angkat kaki keluar dari rumah tanpa membawa apapun.

Tak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu di sisihkan membuat Aya melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol yang bisa membuatnya melupakan sejenak semua masalah yang menimpanya.

Akibat alkohol ia pun membuat kesalahan satu malam dengan seorang pria yang tak di kenal, yang membuat Aya terjerat dengan seorang pria yang tidur bersamanya.

Tak hanya itu, Aya yang salah satu mahasiswi di universitas swasta, harus pasrah saat mendapat skor akibat perbuatannya sendiri.

Bagaimana nasib Aya setelah semua mimpi dan harapannya hancur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 12

"Ma... Ma... jangan pergi, jangan tinggalkan Aya. Aya takut Ma..." ngigau Aya yang terus memanggil mamanya. Aya bermimpi bertemu dengan sang mama yang sangat ia sayangi, sedang meraih tangannya yang hampir tenggelam untuk menyelamatkan dirinya, namun sang mama lalu pergi begitu saja meninggalkan dirinya sendirian.

Aya terbangun dari mimpinya. Setelah melewati masa kritis selama satu hari. Aya yang saat itu baru sadar, merasakan sebuah tangan yang tengah menggenggam erat tangannya.

"Aya, kau sudah bangun, Apa yang terjadi? apa kamu mimpi buruk?" tanya Elang dengan cemas dan mendapati Aya masih dalam ketakutan.

"Mama...mama pergi meninggalkan ku lagi, hiks...hiks...,"ucapnya, Elang langsung memeluk Aya dan membiarkan Aya menumpahkan air matanya yang terus saya keluar dari sudut matanya.

"Tenang Aya, aku ada di sini bersamamu." Elang mencoba menenangkannya sambil mengusap pucuk rambutnya.

"Jangan pernah pergi tinggalkan aku, aku takut sendirian, Aku sangat takut ." Aya pun memeluk erat tubuh Elang, tak ingin ditinggalkan.

Trauma yang Aya alami membawa ketakutan tersendiri dalam hidup Aya, walaupun Aya berusaha melawan, namun pengalaman buruk itu membekas dan tak mungkin bisa pergi dari ingatannya di tambah mimpi buruknya yang selalu menghantui, membuat Aya sangat takut sendirian.

Tak ada yang paham,dengan penderitaan yang Aya alami, ia berusaha tersenyum dan cuek untuk menyembunyikan diri di balik traumanya.

Dua hari telah berlalu, perlahan Aya mulai pulih dan selama itu juga Elang selalu ada untuk merawat dan menemaninya. Elang pun tak mengizinkan seorang pun boleh menjenguk Aya sampai Aya kembali pulih.

Saat Aya terbangun Aya tak mendapati Elang ada untuk menyambut paginya, Aya pun merasa menjadi ada yang kurang, Aya hanya sendirian duduk di ranjang dan memeluk erat lutut nya sambil menundukkan wajah dengan rambut terurai.

Seorang perawat masuk ke kamar, untuk memeriksa kondisi Aya.

"Selamat pagi Nona." sapa perawat pada Aya yang baru datang untuk memeriksa sekaligus membawakan sarapan untuknya.

"Suster, Elang dimana?" tanya Aya.

"Pak Elang tadi pergi, beliau berpesan untuk menemani Nona sampai beliau kembali." jawab suster.

"Sekarang nona harus sarapan dulu lalu minum obat." perintahnya.

"Aku ingin sendiri sus."ucap Aya dengan nada lemah.

"Suster, bisakah suster keluar aku ingin sendiri." ucap Aya kedua kalinya untuk m ngusir suster tersebut.

"Maaf saya harus disini, Nona tidak boleh sendirian pesan pak Elang." tolak suster, membuat Aya semakin kesal.

"Pergi... aku bilang pergi" bentak Aya, saat mengusir suster tersebut untuk ke tiga kalinya.

"Baik,saya akan keluar tapi anda harus sarapan dan obatnya diminum, nanti saya kembali lagi." Suster itupun mengalah dan meninggalkan Aya sendirian.

Saat trauma menghampiri, halusinasinya pun ikut mengiringi, ini adalah kedua kalinya trauma Aya kembali muncul, kenangan menyedihkan yang pernah Aya lihat dan dialami membuat sangat sulit ditangani.

Tanpa terkendali, Aya pun menangis histeris, Aya pun bersembunyi di lantai di sudut ranjang. dan obat yang diberikannya suster Aya hambur kan, Aya tiba-tiba menjadi sangat kacau.

Tak lama kemudian Elang kembali, entah dari mana dia pergi meninggalkan Aya sendirian. Ia 'pun terkejut melihat Aya yang sedang duduk dilantai dan memeluk kedua lututnya. Dengan segera Elang datang menghampiri.

"Aya apa yang kau lakukan? ayo berdiri!" Ajak Elang sambil mengulurkan tangannya. Namun Aya tak merespon. Elang pun berjongkok di depannya, namun Aya tak bergeming dari posisinya tak mengindahkan ajakan Elang.

Aya sangat marah pada Elang yang meninggal dirinya sendirian.

"Kenapa kamu Aya, bisa jadi begini?" tanya Aya sambil menyibakkan rambut Aya yang menutupi wajahnya.

"Aku takut, Aku takut sendirian. Kenapa kamu jahat ninggalin Aku sendirian." jawab Aya.

"Maaf, aku tadi pergi sebentar, tapi aku sudah berpesan dengan suster untuk menjagamu, lalu kemana perginya suster itu, dan membiarkan kamu sendirian." Elang mengedarkan pandangannya untuk mencari suster yang dimaksud, tapi benar adanya jika suster tersebut tidak menemani Aya, sesuai permintaannya padahal, Elang sudah memberikannya tips untuk menjaga Aya sejenak.

"Aku suruh pergi, Aku gak mau orang lain." jelas Aya, Elang pun hanya bisa menghela nafas, dengan wanita yang ada di depannya, tak perduli sehat atau sedang dalam Masalah mental, wataknya tetaplah sama yaitu keras kepala.

"Jangan takut lagi, aku janji takkan mengulanginya lagi, Aku akan disini menemani mu sepanjang waktu, ayo berdiri kamu harus istirahat di ranjang." Elang mengangkat tubuh tubuh Aya dan meletakkannya kembali ke atas ranjang, dan meminta dokter untuk memeriksa Aya kembali.

Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Aya dan memberikan suntikan untuk menenangkan kondisinya.

"Dok, sebenarnya seberapa parah trauma yang dialami Aya dok, kenapa sampai kondisinya begini, apakah ini akan menjurus ke depresi?" Tanya Elang kepada Dokter yang menangani Aya.

"Pasien, sepertinya mengalami trauma yang cukup berat dalam hidupnya, rasa takut dan cemas yang dialami saat tenggelam, memicu otaknya untuk mengingat semua yang pernah dia alami. Jalan satu-satunya dengan terapis, dan jangan biarkan dia sendirian di tempat-tempat yang membuatnya trauma seperti kolam, sungai atau pantau, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi."

Setelah bicara dengan dokter, Elang pun duduk di samping Aya, sambil memandang wajah Aya yang pucat dan menggenggam tangannya.

"Aku yakin, kamu akan segera pulih, Aya adalah gadis kuat."ucap Elang yang masih memegang tangan Aya dan sesekalimenepuk punggung tangannya.

Tak lama kemudian, suster masuk kembali membawakan makan siang untuk Aya.

Kkkrrruuuuk....

Suara cacing diperut terdengar sampai di telinga Elang, sedangkan Aya hanya merwmas perutnya agar bisa meredam para cacing di perutnya yang sedang meronta-ronta meminta jatah makan, karena tidak sarapan pagi.

"Nona, jangan lupa dimakan, setelah itu minum obat lagi."perintah suster.

"Terimakasih, biar nanti saya yang memberikan nya."ucap Elang dan suster itupun keluar.

"Kamu lapar...."tanya Elang sambil tersenyum mendengar cacing diperut Aya yang protes kelaparan. Tanpa malu-malu Aya menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, sekarang aku akan menyuapi mu makan, tapi harus dimakan sampai habis." Elang sambil satu sendok makanan dan ditiup terlebih dahulu sebelum sebelum suapkan pada aya..

"Kenapa tadi sarapannya gak dimakan."tanyanya sambil tetap menyuapi Aya makan.

"Aku marah padamu. Karena kau meninggalkanku disini sendirian." Jawab Aya sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

"Maaf, aku tak kan mengulanginya lagi. Tadi aku benar-benar ada penting."

"Baik, kali ini aku maafkan,.tapi kalau masih diulangi, Aku gak akan mau memaafkan mu." Aya pun mengulurkan jari kelingking dan meminta Elang untuk berjanji.dan dengan segera Elang melingkarkan jari kelingkingnya di kelingking Aya.

"Baiklah, Aya bawel aku janji." Elang terus menyuapi Aya sampai habis.

Setelah selesai makan, Aya harus minum obat lagi sebanyak tujuh butir.

"Ini obatnya diminum biar kamu cepat sembuh." Elang memberikan tujuh butir obat ke tangan Aya dan segelas air minum.

Dengan segera Aya menelan semua pil tersebut dengan segelas air.

"Sekarang kamu harus istirahat dulu biar cepat sembuh." Elang membantu Aya merebahkan tubuhnya dan menyelimuti serta mengecup keningnya.

"Aku ingin disaat aku bangun, kamu masih ada disini di sampingku."pinta Aya sebelum ia memejamkan mata.

"iya, aku tak kan kemana-mana, aku ada disini menunggumu sampai kau bangun kembali, mimpikan aku, agar kamu tak mimpi buruk lagi." ucap Elang, dan Aya pun menganggukkan kepala sebelum kantuknya menyerang.

Seperti biasa, Elang duduk di samping Aya dan memberikan tangannya tetap dalam genggaman Aya, agar Aya bisa tidur dengan nyenyak.

To Be Continued...☺️

1
Oshin Dwi Rafaizan
feeling ku klo ga arya ya bella ya thor. aq jdi curiga sama bimo jg
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aya akhirnya hamil juga
Asni J Kasim
Kak Dina, aku bacanya sampai sini dulu. Suka, nanti aku mampir lagi 😍😍😍
Asni J Kasim
adu Babang Elang ... jujur langsung napa sih 😆😆
Asni J Kasim
Ada yang jeles ni 😆😆
Asni J Kasim
Maklum, masih labil 😁
Asni J Kasim
Benar juga 🤣🤣
Asni J Kasim
Ya Ampun Ayah 🤣🤣🤣. Bisa ya, masih sempa2nya minta ttd 😂
Asni J Kasim
Andai aku di posisi Ayah 💃
Asni J Kasim
500 ribu? Kalau mau peras ya jangan sampai 500 ribu juga kali, Pak 🤣🤣
Asni J Kasim
Hahahaha. Peras terus Aya 😆😆
Asni J Kasim
Kakak, ada typo di sini 🙏
Asni J Kasim
Sialan, ingin kutabok pria macam ini
Mutia Kim🍑
Lawan lawan lawan!
Mutia Kim🍑
Pria tampan😭
Mutia Kim🍑
Yuk Fina sini gelud sama aku😬
Shany Poppy Pipopapo
Sekali-kali pukul, sleding atau di smack down kek. biar remuk sekalian😂👍
Shany Poppy Pipopapo
Apa nih yg disensor👀😂
Shany Poppy Pipopapo
wewww.... menyanjung diri sendiri
Shany Poppy Pipopapo
Wkwk baru pembukaan langsung ternodai aja😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!