Pagi itu semua warga gempar setelah di temukan mayat seorang wanita dengan luka di sekujur tubuh.
warga melapor kejadian ini ke pihak berwajib,tak berapa lama polisi datang dan segera mengevakuasi korban,pak Adit salah seorang polisi yang menangani kasus ini ikut terseret di dalamnya,karena arwah wanita yang terbunuh selalu datang menghantuinya.
mampukah pak Adit mengungkapkan siapa pelakunya dan apa motif di balik semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Piscok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
hmmm aku mengernyitkan kening kembali melanjutkan membaca semua data korban pembunuhan.
"apa anggota kita masih menyelidiki kasus ini pak Wisnu"
"iya pak hampir seluruh jajaran anggota kita ikut turun dalam kasus ini,karna ini termasuk kasus besar pak"aku mengangguk anggukkan kepala
"sejauh ini bagaimana perkembangannya"."semuanya buntu pak karna semua saksi yang berhubungan dengan korban mengatakan bahwa semua korban hidup sendirian,pak"
hmmm aku semakin penasaran siapa sebenarnya dalang di balik pembuahan ini dan apa motif di baliknya,
"baiklah pak Wisnu sekarang bapak boleh keluar nanti jika ada yang ingin saya tanyakan saya akan panggil bapak lagi"aku mempersilakan pak Wisnu keluar dari ruangan ku
"baik pak" setelah pak Wisnu pergi aku kembali di sibukkan dengan pikiran ku sendiri tentang pembunuhan gadis gadis ini meski kasus seperti ini sudah biasa buat aku dan tim tapi yang sangat menggangu dan membuat penasaran adalah sosok Indira yang selalu datang dalam mimpiku dan meneroroku setiap tengah malam.
cukup lama aku berkutat dengan data para korban hingga jam menunjukkan waktu makan siang,aku pun segera beranjak dari ruangan ku untuk mencari makan di warung sebelah kantor,bukan aku tak mampu untuk membeli makanan di restoran atau rumah makan namun aku merasa nyaman saja saat makan di warung pinggiran seperti ini rasa masakannya lebih cocok untuk lidahku.
saat makan aku tak sengaja mendengar salah seorang pelanggan yang sedang mengobrol dengan teman nya.
"eh lho denger enggak soal penemuan mayat yang ada di daerah pinggiran sini"
"oh mayat cewek yang katanya mahasiswi kampus kita ibu bro"aku hanya mendengar obrolan dua orang ini yang ternyata seorang mahasiswa
"dan lho tahu siapa mayat cewek itu"tanyanya seolah memberi sebuah kuis
"ya mana gue tahu,gue kan gak ngikutin berita begitu an"
"cewek itu ternyata Indira bro"
"apa Indira,cewek paling cantik di kampus kita,cewek yang terkenal pendiem dan misterius itu maksud lho"aku semakin mempertajam pendengaran ku takut ada informasi yang aku lewatkan
"yup lho bener banget dan anehnya di sana keterangan nya Indira tuh gak punya keluarga atau bisa di bilang sebatang kara"
"masa sih bro tapi emang sih sejak Indira masuk kampus gue gak pernah liat dia bareng keluarga nya tapi gue pernah lihat dia di anter sama bapak bapak gitu,gue pikir itu bokapnya"mendengar obrolan dua anak tadi aku pikirkan ku kembali melayang dengan banyak pertanyaan tentang siapa bapak itu dan ada hubungan apa dengan indira.karna rasa penasaran aku pun menghampiri dua orang mahasiswa itu
"selamat siang adek adek"mereka terkejut saat di hampiri olehku mungkin Meraka takut karna aku masih berpakaian seragam lengkap
"siang pak,ada apa ya pak" salah seorang dari mereka menyapa ku dengan suara gugup
"boleh saya duduk disini"tanpa menunggu persetujuan dari mereka aku pun di duduk di kursi sebelah mereka
"silakan pak"
"hmmm kalau boleh saya tahu seperti adek ini mengenal korban pembuahan yang di temukan beberapa Minggu lalu"mereka pun saling menoleh seperti mencari persetujuan untuk menjawab pertanyaan ku
"iya pak,di..dia teman saya angkatan dengan kami"
"tidak usah gugup saya hanya ingin bertanya untuk menambah informasi agar kasus ini cepat terungkap"aku mencoba memberi mereka penjelasan atas maksud ku bergabung dengan mereka agar mereka tak merasa takut
"baik pak,apa yang bisa kamu bantu"
"begini dek,maaf dengan adek siapa"
"saya Rudi pak dan ini teman saya Rangga"