NovelToon NovelToon
Kisah Yang Belum Usai

Kisah Yang Belum Usai

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:137.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Vira Adelia tak menyangka, dirinya akan bertemu kembali dengan Vicky Bahru Sanusi mantan kekasihnya yang teramat dia cintai di masa lalu.

Setelah tujuh tahun lamanya mereka tak ada kabar. Hubungan mereka yang harus kandas karena sebuah kesalahpahaman yang belum terungkap oleh sebab fitnah yang di rekayasa Mama tirinya Vicky, Shopia.

Kini mereka telah di pertemukan kembali dengan keadaan Vira yang sudah bersuamikan Pria lain. Dika Mahesa, dialah Pria yang sudah pernah membalut luka hatinya Vira di masa lalu.

Namun sayangnya, pertemuannya dengan Vicky ketika itu harus bersamaan dengan dirinya yang melihat penghianatan Dika di depan matanya sendiri.

Akankah hubungan pernikahan Vira dan Dika terus berlanjut? Ataukah Vira nanti sanggup melepaskan Dika begitu saja dan melanjutkan kisah kasihnya bersama Vicky yang belum usai?

Terus nantikan kisah mereka ya.. Jangan lupa like serta komentar juga favoritkan Novelnya ya ....😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok Adik Ipar

...BAB 12...

...Kepergok Adik Ipar...

Vira kembali ke ruang makan dengan langkah gontai, membereskan sarapan Dika dan dirinya yang tak sempat di makan, yang sedari pagi sudah di siapkannya sedemikan rupa. Nasi dan lauknya dia pindahkan semua ke sebuah rantang ukuran sedang. Vira melihatnya dengan sekali helaan nafas panjang.

"Dari pada gak ada yang makan. Lebih baik aku berikan saja pada Irfan. Siapa tahu anak itu belum sarapan pagi ini." gumamnya sendiri.

Vira mengambil ponselnya di atas meja, memesan taksi online seperti biasanya. Karena Vira memang tak punya kendaraan sendiri, sebab Ibu mertuanya selalu melarang dia untuk menaiki kendaraan sendirian, alasannya beliau terlalu khawatir jika Vira akan kenapa-napa nantinya. Makanya Dika tak pernah jadi membelikan kendaraan untuk Vira. Ibu mertuanya memang super perhatian. Setelah menikahkan Vira dengan Dika, Diana juga menyuruh Vira untuk mengikuti progam kehamilan. Sebab kedua mertuanya mengharapkan memiliki cucu secepatnya. Sebulan sekali Diana juga rutin memberikan vitamin subur untuk membantu menyuburkan kandungan Vira. Namun sudah menginjak bulan kelima ini, belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diri Vira.

Vira pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan membawa tas kecil yang tergantung di sisi lemari. Setelahnya dia keluar dan mengunci apartemennya. Pergi menemui Irfan di tempat bekerjanya, membawa rantang makanan juga oleh-oleh untuk Irfan, pemberian Dika kemarin.

Tak ada beberapa menit, taksi itu datang. Lekas Vira menaikinya. Di perjalanannya dia menghubungi Irfan, kalau saat ini dia akan mampir ke bengkel Irfan.

"Kamu sudah sarapan, Fan?" tanya Vira.

["Belum mbak. Kenapa emangnya?"] sahut Irfan lelaki yang yang sudah menginjak usia 24 tahun itu.

"Baguslah.. Mbak sekarang sedang menuju ke sana. Ini bawain sarapan untukmu."

["Asyiik makasih ya mbak!"] terdengar girang suara Irfan di seberang sana.

Vira hanya tersenyum mendengarnya, lalu ia menutup lagi sambungan telepon mereka. Khawatir juga dia akan mengganggu pekerjaan adiknya jika kelamaan menelepon. Saat ingin menutup gawainya, tiba-tiba ada pesan masuk di aplikasi hijaunya. Sebuah pesan dari seseorang untuk di buatkan kue tart perayaan ulangtahun anaknya sore nanti.

"Alhamdulillah..." gumamnya tersenyum senang. Selain sibuk menjadi ibu rumah tangga. Vira juga membuka bisnis kecil-kecilan di rumah, menerima pesanan kue tart untuk acara ulangtahun juga pernikahan.

Tak lama taksi yang di tumpangi Vira berhenti di sebuah bengkel besar. Sebelum turun Vira meminta supir taksi itu untuk menunggunya sebentar. Lalu Vira masuk dan bertanya pada bos mereka yang sedang mengawasi para pekerjanya memperbaiki mesin-mesin mobil.

"Maaf permisi Pak Iwan, Irfannya ada?" tanya Vira dengan sopan pada Pria berkumis yang ber-usia kurang lebih 50 tahunan, dia berbalik melihat Vira.

"Oh Ibu Vira... Irfan ada di dalam. Silahkan tunggu duduk sebentar di sini. Akan ku panggilkan dia..." Pak Iwan menyilakan Vira untuk duduk di ruang tunggu.

"Terimakasih Pak..." Vira mengangguk dan duduk di kursi panjang teras samping bengkel.

Tak ada lima menit Irfan keluar dengan pakaian khusus karyawan bengkel tersebut.

"Mbak Vira!" serunya seraya berlari kecil menghampiri Vira lalu mencium punggung tangan kakak perempuannya.

"Fan, maaf mbak ganggu kerja kamu."

"Santai saja kok mbak gak ganggu sama sekali." jawab Irfan tersenyum.

"Mbak hanya sebentar kok, Ini ambillah jangan lupa di makan ya..." Vira menyodorkan satu rantang makanan dan bingkisan oleh-oleh untuk adiknya.

"Waah... Terimakasih banyak ya mbak sudah merepotkan. Kebetulan aku memang belum sempat sarapan tadi. Sekarang peraturan baru, bengkel buka setengah tujuh pagi. Jadi aku gak ada waktu untuk nyiapin sarapan sendiri." ujarnya seraya mengambil pemberian Vira, lalu ia menghela nafas berat. Lelah tentunya bagi Irfan. Bekerja setiap hari nyaris tak pernah ada liburnya kecuali tanggal merah. Dari pagi hingga pukul 8 malam. Vira hanya menggeleng ikut prihatin mendengarnya

"Kalau memang kamu gak keburu masak. Seharusnya sebelum berangkat kamu sempetin datang ke apartemen mbak. Nanti biar mbak siapin sarapan buat kamu." sahut Vira sambil mengusap bahu pemuda berbadan tinggi itu.

"Oke siap mbak! Eh, ini oleh-oleh dari Mas Dika lagi ya?!"

"Iya Fan..." Vira mengangguk. "Eh udah dulu ya, mbak harus pergi ke toko bahan kue ada pesanan buat nanti sore. Jangan lupa nanti kamu habiskan makanannya ya..." pesan Vira lagi sembari menepuk pelan bahu Irfan, lalu ia pamitan pergi.

"Iya mbak..." serunya, Vira melambai dari dalam taksi pada Irfan. Irfan membalasnya dengan senyuman lebar.

Irfan kembali masuk ke tempatnya bekerja dan ijin mau sarapan dulu. Di sela-selanya makan. Pak Iwan, Bosnya menghampiri Irfan di ruang istirahat. Lalu dia menepuk bahu Irfan cukup kencang membuat kaget si pemiliknya. Irfan menoleh.

"Fan, nanti siang kamu antarkan mobil sedan putih ke pemiliknya, yang semalam tadi ban belakangnya bocor. Ini alamat kantornya ya..." titahnya menyodorkan alamat kantor itu pada Irfan. Irfan pun mengangguk

"Oke siap, Bos!" ucapnya sambil terus mengunyah penuh di mulutnya.

*****

Siang seperti perintah Bosnya. Irfan bergegas menaiki mobil sedan putih ke alamat sebuah kantor perusahaan si pemilik yang tertera di kertas, dengan lihai Irfan mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang.

Lima belas menit kemudian, Irfan sampai di alamat kantor tersebut. Dia memarkirkannya dengan hati-hati. Pemuda itu turun dari mobil, dengan membawa kunci mobilnya setelah melewati gerbang kantor dia bertanya pada security yang bertugas di sana.

"Permisi Pak, bisa bertemu dengan pemilik mobil ini?" tanya Irfan sambil menunjuk pada sebuah mobil di luar gerbang memperlihatkannya pada security. "Saya pekerja di sebuah bengkel. Ingin mengembalikan mobilnya yang kemarin di perbaiki."

Security itu mengangguk. "Oh, iya-iya silakan bawa masuk mobilnya. Itu mobil milik Pak Vicky atasan kami." ujar si Pak security itu.

Irfan mengernyitkan dahinya terkejut mendengar nama pemilik mobil tersebut. "Vi-Vicky?!" gumamnya pelan. Sejenak dia mengingat mantan kekasih Vira, kakaknya sendiri. Dia lekas menggeleng pelan.

Di dunia ini, nama Vicky itu kan banyak... Mungkin saja bukan dia yang ku maksud... pikir Irfan seraya mengangkat kedua alis dan bahunya bersamaan.

"Baik Pak..."

Irfan pun kembali bergegas keluar gerbang dan menaiki mobil Vicky. Membawanya masuk ke parkiran di kantor tersebut. Setelah itu Irfan turun dan melangkah masuk ke lobby kantor lalu bertanya pada recepsionis di sana.

"Maaf mbak saya mau bertemu dengan Pak Vicky. Ingin mengembalikan mobilnya yang sudah di perbaiki."

"Oh, iya Mas silakan... Masnya bisa masuk menemui Pak Vicky langsung. Kebetulan ini jam istirahatnya. Ruangannya ada di lantai 12." sahutnya.

"Oke terimakasih Mbak..." ucap Irfan.

Irfan pun berjalan mengikuti petunjuk resepsionis tadi. Mengarah pada pintu lift yang berdenting, bersiap akan terbuka. Tak lama kemudian, akhirnya lift itu terbuka lebar dan alangkah terkejutnya Irfan ketika melihat seseorang di dalam lift tersebut. Mereka melangkah keluar dari lift dan belum menyadari Irfan yang masih menatapnya terkejut.

"Mas... Mas Dika?!" Kedua matanya membulat lebar mendapati Dika, kakak iparnya sendiri yang sedang menggandeng pinggang wanita lain dan bukannya dengan Vira kakaknya sendiri.

Dika yang mendengarnya mendadak menghentikan langkahnya, menoleh juga terkejut melihat Irfan ada di depannya.

"I-Irfan..." gelagapnya, seketika itu raut wajahnya berubah memerah karena malu. Dika yang ketahuan bersama Sindy dia lekas melepas tangannya di pinggang kekasihnya tersebut.

"Ma-Mas Dika kenapa ada di sini?" tanya Irfan terheran-heran sambil menunjukinya.

"A-a..." Dika yang sudah gugup tak mampu menjawab, lidahnya mendadak kelu. Menelan kasar ludahnya.

"Siapa dia sayang?" tanya Sindy pada Dika sambil melirik Irfan di depan mereka. Dahinya berkerut penuh tanya.

Irfan kembali membulatkan matanya. Tak percaya apa yang dia dengar dari mulut perempuan yang tak jauh beda dengan usianya sendiri.

"Aku adalah adik i__" Sebelum Irfan mengungkapkan siapa dirinya. Dika lebih dulu menarik tangannya dan menjauhi Sindy.

"I-Irfan, sedang apa kamu di tempat ini?" tanyanya sedikit berbisik sambil melirik cemas Sindy di sana yang tengah memperhatikan mereka.

"Seharusnya aku yang bertanya pada Mas Dika. Kenapa Mas bisa ada di sini? Ini kan bukan kantornya Mas Dika?!" deliknya, mencurigai tingkah Kakak iparnya untuk bermain serong dengan perempuan lain.

"Em, iya barusan Mas ada keperluan di sini. Dia adalah rekan kerja Mas. Tolong jangan kau katakan apapun tentang ini pada Vira. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Nanti kita akan bertemu lagi. Akan ku jelaskan semuanya padamu, Oke!" Dika menepuk-nepuk bahu Irfan lalu lekas menarik Sindy dan pergi meninggalkan Irfan dari kantor Vicky.

"Ayo Sindy..." ajaknya.

Irfan tersohok apa yang dia lihat sendiri Tentunya dia tak mempercayai begitu saja yang di katakan Dika barusan.

"Ada hubungan apa sebenarnya dia dengan perempuan itu? Awas saja kalau memang tebakanku benar Mas Dika berselingkuh. Kasihan sekali kamu mbak Vira. Aku pasti tidak akan memaafkannya sampai kapanpun." gumamnya geram tak terima. Kini kedua tangan Irfan mengepal kencang, hingga kulitnya memutih.

Bersambung....

...*****...

Jangan lupa like dan komentarnya yaaa.... Makasih atas dukungannya 🥰

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ah nubenghar siga keluarga siamah udh biasa geude hulu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya udahlah yah lanjutin aja vir, gw males lihat tampang cewe lemah.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
aja bulsit 🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Najis kata aku mah.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hmmm bacot ah
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
nya jeuh awewe atuh Ari kmu nggak sama Prabowo mah.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Kebiasaan di jeulaskeun mewek, kadele sia nu Bogoh oon. cari yg ganteng yg lewat sikat.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Samperin monyet kagak usah lama² kaget bodoh Lo.
Heriyani Lawi
umur blum setahun bayi bisa ngomong, bayi ajaib
tabina ruby
Luar biasa
Seven8
judulnya kisah yg belum usai... ternyata gak usai beneran /Sob/
Mukmini Salasiyanti
kapokkkkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
ancurrrr...
ancurrrrr
hahhhhhhhh
vira....
semangat yaaa
Hotmariatun Damanik
kejar dika vicky
Uthie
watak pelakor mahh emang gtu 😡
Uthie
coba nyimak kembali yaa 👍🤗🙏
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
yaaaaah .... sayang banget ini tor .... padahal cerita nya bagus lhoh ....
termasuk bikin Neng Gemoy emosi jiwa bingiiiiddd .... 🤣🤣🤣🤣 ...
tapi itu barti otor berhasil ....

ayo donk tooorrr ... mangaaaaatttt ✊️✊️✊️
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️: ini baru kemaren mulai baca yg Mencintai Kekasih Sahabatku, kak othor ...
ntar deh lanjut yg Kurebut Calon Suamimu... 😁
makasiiii 😍😍😍
total 6 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
hadeeeuh ... palingan itu Vira gak dibolehin makan bareng di meja makan sama mama Ria dan Sindy..
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Mama Ria ini udah miskin tapi tetep sombong dan songong.
Sindy juga ikutan somplak. Oke masih labil krn sekarang jadi buta. Tapi juga gak panteslah bersikap spt itu ke Vira. Biar gimanapun Vira istri dari Vicky.
Buruan deh Vicky ngeliat sendiri kelakuan Sindy dan mama Ria.
Gosah berbaik hati ngobatin Sindy kalo sikapnya masih breng.sek spt itu.

Vicky dan Dika sama2 emosian gaje!!
Kirain Vicky lebih bijak ... tapi nyata nya sama aja ..
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Harusnya Vicky bijak ... mau dengerin penjelasan Dika dulu. Vicky juga harus tau kelakuan Sindy selama jadi istri Dika. Tapi Vicky begitu krn pada dasarnya juga memanjakan Sindy. Jadi gak bisa bersikap netral.

Cuma yaaaa .... di sini emang Dika udah dikenal sbg sosok yg breng.sek ... jadi ya gitu deeeh ... sekali lancung keujian, bakalan dicap begitu terus ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!